Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

STRATEGI PELAYANAN DALAM PENINGKATAN KEPUASAN JAMAAH UMRAH DISABILITAS PADA PT. DHIYAA EL HARAMAIN EL MUBARAKAH BEKASI JAWA BARAT Sirin, Khaeron; Soleha, Maratus
Jurnal Manajemen Dakwah Vol 12, No 1 (2024): -
Publisher : Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatulla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jmd.v12i1.39887

Abstract

Permasalahan jamaah haji dan umrah yang memiliki keterbatasan fisik dan keterbatasan kemampuan (disabilitas) merupakan permasalahan nasional yang membutuhkan perhatian khusus dari para stakeholder, utamanya perusahaan travel haji dan umrah. Penelitian ini membahas mengenai strategi pelayanan ibadah umrah bagi jamaah yang memiliki keterbatasan fisik (disabilitas) dalam rangka meningkatkan kepuasan bagi mereka. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada PT Dhiyaa El Harmaian El Mubarakah Bekasi Jawa Barat tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pelayanan dalam meningkatkan kepuasan jamaah disabilitas pada PT. Dhiyaa El Haramain El Mubarakah sudah tepat. Hal ini dilihat dari strategi pelayanan yang diterapkan mereka baik dari mulai penyambutan jamaah ketika bertanya-tanya, mendaftar, sampai pelaksanaan ibadah umroh diberikan pelayanan secara maksimal dan mereka memprioritaskan jamaah disabilitas baik ketika di tanah air maupun di tanah suci dan tidak membeda-bedakan jamaah disabilitas dengan jamaah normal lainnya. Adapun strategi pelayanan yang dimaksud meliputi pengenalan dan kebiasaan jamaah disablitias, pendampingan khusus bagi jamaah disabilitas, dan pemenuhan kebutuhan khusus bagia jamaah disabilitas.Kata Kunci : Strategi, Pelayanan, Kepuasan, Jamaah, Disabilitas ABSTRACT The problem of Hajj and Umrah pilgrims who have physical limitations or limited abilities (disabilities) is a national problem that requires special attention from stakeholders, especially Hajj and Umrah travel companies. This research discusses Umrah service strategies for pilgrims who have physical limitations or linited abilities (disabilities) in order to increase their satisfaction. This research uses a case study method at PT Dhiyaa El Harmaian El Mubarakah, Bekasi, West Java in 2022. The research results show that the service strategy in increasing the satisfaction of disabled pilgrims at PT. Dhiyaa El Haramain El Mubarakah is correct. This can be seen from the service strategy they implement, from welcoming pilgrims when asking questions, registering, to carrying out the Umrah pilgrimage, providing maximum service and they prioritize disabled pilgrims both in their homeland and in the holy land and do not discriminate against disabled pilgrims. with other normal pilgrims. The service strategy in question includes the introduction and habits of disabled pilgrims, special assistance for disabled pilgrims, and meeting the special needs of disabled pilgrims. Keywords: Strategy, Service, Satisfaction, Pilgrims, Disability
Moderation of Higher Education Curriculum in Religious Deradicalization in Indonesia Ekawati, Ekawati; Suparta, M.; Sirin, Khaeron; Maftuhah, Maftuhah; Pifianti, Ade
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i2.14886

Abstract

AbstractThis paper aims to know and analyze the forms of moderation of Islamic Higher Education curriculum. This moderate map of the curriculum is useful for policymaking in order to build an inclusive-multicultural awareness to minimize religious radicalism. This research is qualitative research with the historical approach. The method is used to examine the processes that take place in the life of the community under study. The results conclude that the forms of moderation of Islamic university curriculum in Indonesia are: first, integration and internalization of science. The Second, strengthening the theology of Rahmatanlil-'Alamin. Third, the deradicalization of religion through the strengthening of the local wisdom of Java. The Fourth, build an anti-radicalism curriculum. Fifth, the evaluation of multicultural-oriented learning. Sixth, Integral Muslim Personality Development Assistance Program (P3KMI). Seventh, Value Integration Plurality in the curriculum.Eighth, multicultural learning methods.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk-bentuk moderasi kurikulum Pendidikan Tinggi Islam. Peta kurikulum yang moderat ini berguna untuk pembuatan kebijakan dalam rangka membangun kesadaran inklusif-multikultural untuk meminimalkan radikalisme agama. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis. Metode ini digunakan untuk memeriksa proses yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang diteliti. Hasilnya menyimpulkan bahwa bentuk moderasi kurikulum universitas Islam di Indonesia adalah: pertama, integrasi dan internalisasi sains. Yang Kedua, memperkuat teologi Rahmatan lil-'Alamin. Ketiga, deradikalisasi agama melalui penguatan kearifan lokal Jawa. Keempat, bangun kurikulum anti-radikalisme. Kelima, evaluasi pembelajaran yang berorientasi multikultural. Keenam, Program Bantuan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI). Ketujuh, Pluralitas Integrasi Nilai dalam kurikulum. Kedelapan, metode pembelajaran multikultural.How to Cite: Ekawati., Suparta, M., Sirin, K., Maftuhah, Pifianti, A. (2019).   Moderation of Higher Education Curriculum in Religious Deradicalization in Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 169-178. doi:10.15408/tjems.v6i2. 14886. 
Pengawasan Penyaluran Zakat BAZNAS Sumbawa Dalam Mengentaskan Kemiskinan Sirin, Khaeron; Maylandika, Oos
Mavisha: Law and Society Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Legal Community Associations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/d4211k91

Abstract

This study analyzes the mechanism and supervision system of zakat distribution by the National Zakat Agency (BAZNAS) of Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Province, in an effort to alleviate poverty during the 2022-2023 period. The results of the study indicate that BAZNAS Sumbawa Regency has collected zakat, infaq, and shadaqah (ZIS) funds of IDR 4.5 billion in 2023, which are distributed through five leading programs: Sumbawa Peduli, Sumbawa Sejahtera, Sumbawa Cerdas, Sumbawa Sehat, and Sumbawa Taqwa. Although there was a significant increase in fundraising compared to the previous report which recorded IDR 2.8 billion, the study identified several challenges in terms of community outreach, limited human resources, and optimization of distribution to the eight asnaf who are the targets of zakat. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study design to analyze the mechanism and supervision of zakat distribution at BAZNAS Sumbawa Regency. This qualitative approach is based on the need to gain an in-depth understanding of the complexity of the zakat management process involving various social, economic, and institutional dimensions.   Abstrak: Penelitian ini menganalisis mekanisme dan sistem pengawasan penyaluran zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam upaya pengentasan kemiskinan selama periode 2022-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kabupaten Sumbawa telah mengumpulkan dana zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) sebesar Rp. 4,5 miliar pada tahun 2023, yang disalurkan melalui lima program unggulan: Sumbawa Peduli, Sumbawa Sejahtera, Sumbawa Cerdas, Sumbawa Sehat, dan Sumbawa Taqwa. Meskipun terdapat peningkatan signifikan dalam pengumpulan dana dibandingkan dengan laporan sebelumnya yang mencatat Rp. 2,8 miliar, penelitian mengidentifikasi beberapa tantangan dalam hal jangkauan masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, dan optimalisasi pendistribusian kepada delapan asnaf yang menjadi sasaran zakat.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus untuk menganalisis mekanisme dan pengawasan penyaluran zakat di BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Pendekatan kualitatif ini didasarkan pada kebutuhan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang kompleksitas proses pengelolaan zakat yang melibatkan berbagai dimensi sosial, ekonomi, dan kelembagaan.
Moderation of Higher Education Curriculum in Religious Deradicalization in Indonesia Ekawati, Ekawati; Suparta, M.; Sirin, Khaeron; Maftuhah, Maftuhah; Pifianti, Ade
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i2.14886

Abstract

AbstractThis paper aims to know and analyze the forms of moderation of Islamic Higher Education curriculum. This moderate map of the curriculum is useful for policymaking in order to build an inclusive-multicultural awareness to minimize religious radicalism. This research is qualitative research with the historical approach. The method is used to examine the processes that take place in the life of the community under study. The results conclude that the forms of moderation of Islamic university curriculum in Indonesia are: first, integration and internalization of science. The Second, strengthening the theology of Rahmatanlil-'Alamin. Third, the deradicalization of religion through the strengthening of the local wisdom of Java. The Fourth, build an anti-radicalism curriculum. Fifth, the evaluation of multicultural-oriented learning. Sixth, Integral Muslim Personality Development Assistance Program (P3KMI). Seventh, Value Integration Plurality in the curriculum.Eighth, multicultural learning methods.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk-bentuk moderasi kurikulum Pendidikan Tinggi Islam. Peta kurikulum yang moderat ini berguna untuk pembuatan kebijakan dalam rangka membangun kesadaran inklusif-multikultural untuk meminimalkan radikalisme agama. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis. Metode ini digunakan untuk memeriksa proses yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang diteliti. Hasilnya menyimpulkan bahwa bentuk moderasi kurikulum universitas Islam di Indonesia adalah: pertama, integrasi dan internalisasi sains. Yang Kedua, memperkuat teologi Rahmatan lil-'Alamin. Ketiga, deradikalisasi agama melalui penguatan kearifan lokal Jawa. Keempat, bangun kurikulum anti-radikalisme. Kelima, evaluasi pembelajaran yang berorientasi multikultural. Keenam, Program Bantuan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI). Ketujuh, Pluralitas Integrasi Nilai dalam kurikulum. Kedelapan, metode pembelajaran multikultural.How to Cite: Ekawati., Suparta, M., Sirin, K., Maftuhah, Pifianti, A. (2019).   Moderation of Higher Education Curriculum in Religious Deradicalization in Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 169-178. doi:10.15408/tjems.v6i2. 14886. 
Model Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di Indonesia, Iran, Turki, dan Arab Saudi Lilik Ummi Kaltsum; Mundzier Suparta; Fuad Thohari; Khaeron Sirin
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 8 No. 2 (2021): December
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/annuha.v8i2.458

Abstract

This article is the result of a study that discusses the tahfidz al-Qur’an learning model that is applied in Indonesia, Iran, Turkey, and Saudi Arabia. In addition, this research also wants to formulate the characteristics of each tahfidz institution by exploring the similarities and differences of each of the tahfidz institutions in the four countries in applying the tahfidz learning model, including its strategies and methods. The results of the study concluded that methodologically, learning tahfidz Qur’an in Indonesia, Iran, Turkey, and Saudi Arabia has similarities in terms of the continuity of the scientific pathways of the al-Qur’an teachers or al-Qur’an guides to the Prophet. In addition, the learning method applied also has similarities between one institution or pesantren and institutions in these countries, where the method is applied in a strict and structured manner, namely the bi al-naẓar method or the qirā’ah method, the kitābah method, and the method. simā'i The four countries also apply the same model in learning, namely talaqqī-mushāfahah, where students must deposit their memorization to the teacher face to face and the teacher must pay attention to the students reading. A significant difference between the countries with regard to specific materials or inserts is the level of understanding of the memorized verses. This research was conducted directly in four countries, namely Indonesia, Iran, Turkey, and Saudi Arabia with a qualitative approach and analyzed descriptively-comparatively.
Penggunaan Pembiayaan Gadai Emas Syariah Pada Nasabah Bsm Bangkalan Madura Desi Noe Komala; Khaeron Sirin
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jmd.v8i1.19930

Abstract

This article discusses the motives and customer satisfaction in the use of Islamic gold pawning financing products at BSM Bangkalan Madura. This research was conducted through a descriptive qualitative method. The concept used in this study is an approach to the culture of Bangkalan people who have a penchant for collecting gold so that from the craze there is a high interest in the gold pawning in Bangkalan. The results of the study show that the motivation of customers to mortgage gold in BSM Bangkalan varies greatly but has one goal which is to meet economic needs, economic needs in question are needs that are productive or consumptive. While the factors that influence customer satisfaction include: in terms of product, price, service or company location. These four factors will make customers feel satisfied with the use of BSM Bangkalan sharia gold pawn. Artikel ini membahas tentang motif dan kepuasan konsumen dalam penggunaan produk pembiayaan gadai emas syariah di BSM Bangkalan Madura. Penelitian ini dilakukan melalui metode deskriptif kualitatif. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan budaya masyarakat Bangkalan yang memiliki kegemaran mengoleksi emas sehingga dari kegemaran tersebut muncul minat yang tinggi terhadap gadai emas di Bangkalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi nasabah untuk menggadaikan emas di BSM Bangkalan sangat bervariasi namun mempunyai satu tujuan yaitu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, kebutuhan ekonomi yang dimaksud adalah kebutuhan yang bersifat produktif atau konsumtif. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen antara lain: dari segi produk, harga, pelayanan atau lokasi perusahaan. Keempat faktor tersebut akan membuat nasabah merasa puas dengan penggunaan gadai emas syariah BSM Bangkalan. Kata kunci: Gunakan; Pembiayaan Gadai Emas Syariah; Nasabah Gadai BSM Bangkalan
PENGARUH PENGETAHUAN DAN PROMOSI PRODUK AMANAH TERHADAP MINAT MASYARAKAT KUTABUMI KABUPATEN TANGERANG MENGGUNAKAN PEGADAIAN SYARIAH Zarin Muhammad Jabbar; Khaeron Sirin
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jmd.v9i2.24950

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang pengaruh variabel independen (X) yaitu pengetahuan dan promosi kepada variabel dependen (Y) minat terhadap minat masyarakat Kutabumi Kabupaten Tangerang menggunakan Pegadaian Syariah.  Penelitian dilakukan karena masyarakat di hari ini mengetahui bahwa pegadaian hanya sebagai tempat menggadaikan barang. Fakta sebenarnya bahwa Pegadaian Syariah memiliki begitu banyak produk pemenuh kebutuhan masyarakat dalam upaya mencapai kehidupan sejahtera yang salah satunya adalah produk Amanah yang menjadi fokus kajian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Hasil uji di lapangan menunjukan bahwa antara variabel independen yang dalam penelitian ini pengetahuan dan promosi memiliki pengaruh positif kepada variabel dependen, yaitu minat masyarakat Kutabumi di Kabupaten Tangerang, baik secara parsial dan juga secara simultan. Pengaruh pengetahuan dan promosi berpengaruh sebesar 59,8% yang diperoleh dari hasil uji koefisien determinasi pada masyarakat Kutabumi, Tangerang.Kata Kunci : Pengetahuan, Promosi, Minat, Produk Amanah, Pegadaian SyariahArtikel ini menjelaskan tentang pengaruh variabel independen (X) yaitu pengetahuan dan promosi kepada variabel dependen (Y) minat terhadap minat masyarakat Kutabumi Kabupaten Tangerang menggunakan Pegadaian Syariah.  Penelitian dilakukan karena masyarakat di hari ini mengetahui bahwa pegadaian hanya sebagai tempat menggadaikan barang. Fakta sebenarnya bahwa Pegadaian Syariah memiliki begitu banyak produk pemenuh kebutuhan masyarakat dalam upaya mencapai kehidupan sejahtera yang salah satunya adalah produk Amanah yang menjadi fokus kajian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Hasil uji di lapangan menunjukan bahwa antara variabel independen yang dalam penelitian ini pengetahuan dan promosi memiliki pengaruh positif kepada variabel dependen, yaitu minat masyarakat Kutabumi di Kabupaten Tangerang, baik secara parsial dan juga secara simultan. Pengaruh pengetahuan dan promosi berpengaruh sebesar 59,8% yang diperoleh dari hasil uji koefisien determinasi pada masyarakat Kutabumi, Tangerang. KataKunci:Pengetahuan, Promosi, Minat, Produk Amanah, Pegadaian Syariah
STRATEGI PELAYANAN DALAM PENINGKATAN KEPUASAN JAMAAH UMRAH DISABILITAS PADA PT. DHIYAA EL HARAMAIN EL MUBARAKAH BEKASI JAWA BARAT Khaeron Sirin; Maratus Soleha
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 12 No. 1 (2024): -
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jmd.v12i1.39887

Abstract

Permasalahan jamaah haji dan umrah yang memiliki keterbatasan fisik dan keterbatasan kemampuan (disabilitas) merupakan permasalahan nasional yang membutuhkan perhatian khusus dari para stakeholder, utamanya perusahaan travel haji dan umrah. Penelitian ini membahas mengenai strategi pelayanan ibadah umrah bagi jamaah yang memiliki keterbatasan fisik (disabilitas) dalam rangka meningkatkan kepuasan bagi mereka. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada PT Dhiyaa El Harmaian El Mubarakah Bekasi Jawa Barat tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pelayanan dalam meningkatkan kepuasan jamaah disabilitas pada PT. Dhiyaa El Haramain El Mubarakah sudah tepat. Hal ini dilihat dari strategi pelayanan yang diterapkan mereka baik dari mulai penyambutan jamaah ketika bertanya-tanya, mendaftar, sampai pelaksanaan ibadah umroh diberikan pelayanan secara maksimal dan mereka memprioritaskan jamaah disabilitas baik ketika di tanah air maupun di tanah suci dan tidak membeda-bedakan jamaah disabilitas dengan jamaah normal lainnya. Adapun strategi pelayanan yang dimaksud meliputi pengenalan dan kebiasaan jamaah disablitias, pendampingan khusus bagi jamaah disabilitas, dan pemenuhan kebutuhan khusus bagia jamaah disabilitas.Kata Kunci : Strategi, Pelayanan, Kepuasan, Jamaah, Disabilitas ABSTRACT The problem of Hajj and Umrah pilgrims who have physical limitations or limited abilities (disabilities) is a national problem that requires special attention from stakeholders, especially Hajj and Umrah travel companies. This research discusses Umrah service strategies for pilgrims who have physical limitations or linited abilities (disabilities) in order to increase their satisfaction. This research uses a case study method at PT Dhiyaa El Harmaian El Mubarakah, Bekasi, West Java in 2022. The research results show that the service strategy in increasing the satisfaction of disabled pilgrims at PT. Dhiyaa El Haramain El Mubarakah is correct. This can be seen from the service strategy they implement, from welcoming pilgrims when asking questions, registering, to carrying out the Umrah pilgrimage, providing maximum service and they prioritize disabled pilgrims both in their homeland and in the holy land and do not discriminate against disabled pilgrims. with other normal pilgrims. The service strategy in question includes the introduction and habits of disabled pilgrims, special assistance for disabled pilgrims, and meeting the special needs of disabled pilgrims. Keywords: Strategy, Service, Satisfaction, Pilgrims, Disability
Pengawasan Penyaluran Zakat, Infaq Dan Sedekah Untuk Pengentasan Kemiskinan Pada BAZNAS Kabupaten Sumbawa Tahun 2022-2023 Oos Maylandika; Khaeron Sirin
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 13 No. 2 (2025): JMD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/zpm46r60

Abstract

This study analyzes the mechanism and supervision system of zakat distribution by the National Zakat Agency (BAZNAS) of Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Province, in an effort to alleviate poverty during the 2022-2023 period. The results of the study indicate that BAZNAS Sumbawa Regency has collected zakat, infaq, and shadaqah (ZIS) funds of IDR 4.5 billion in 2023, which are distributed through five leading programs: Sumbawa Peduli, Sumbawa Sejahtera, Sumbawa Cerdas, Sumbawa Sehat, and Sumbawa Taqwa. Although there was a significant increase in fundraising compared to the previous report which recorded IDR 2.8 billion, the study identified several challenges in terms of community outreach, limited human resources, and optimization of distribution to the eight asnaf who are the targets of zakat. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study design to analyze the mechanism and supervision of zakat distribution at BAZNAS Sumbawa Regency. This qualitative approach is based on the need to gain an in-depth understanding of the complexity of the zakat management process involving various social, economic, and institutional dimensions.   Keywords: BAZNAS, Poverty, Supervision, Zakat.
ASPEK PEMIDANAAN HUKUM PERKAWINAN SIRRÎDALAM PERSPEKTIF SIYÂSAH SYAR’IYYAH Khaeron Sirin
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Islam, Budaya dan Hukum
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v20i2.46

Abstract

Abstrak: Gagasan tentang pemidanaan terhadap kasus perkawinan yang tidak dicatatkan—biasa disebut perkawinan sirrî—yang mencuat di awal 2010 langsung memunculkan polemik. Bagi masyarakat yang mendukung, pemidanaan perkawinan yang tidak dicatatkan akan bisa memperketat prilaku perkawinan yang semena-mena, melindungi hak-hak perempuan dan anak-anak, serta menumbuhkan budaya tertib hukum di masyarakat. Sementara bagi kalangan yang menentang, perkawinan yang tidak dicatatkan adalah tetap sah secara agama (Islam)—jika dilakukan sesuai syarat dan rukun nikahnya—dan negara tidak bisa memidanakan pelaku perkawinan yang tidak mencatatkan perkawinannyake instansi pemerintah.Tulisan ini berusaha mengana-lisis polemik tersebut dari sudut pandang siyâsah syar`iyyah, utamanya berkait dengan peluang dimasukkannya aspek hukum pidana dalam penerapan hukum perkawinan di Indonesia. Abstract: The notion of criminalizing on illegal (not legally registered) marriage appearing in the early 2010 resulted polemics. Those who support this idea argue that it could tighten an unfair marriage, protect children and women rights, and create law-abiding culture concerning marriage in society. Those who deny the notion claim that an unregistered marriage is consider lawful from the perspective of Islam as long as it fulfils marriage principles and requirements. This article aims to analyze the case of unregistered marriage in Indonesia by siyâsah shar’iyyah perspective. Kata Kunci: Pemidanaan, perkawinansirrî, hukum Islam, siyâsah syar’iyyah