Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Reward terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Marliza Oktapiani; Yu’la Rahmawati; Ifham Choli
JOEAI:Journal of Education and Instruction Vol 2 No 1 (2019): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.895 KB) | DOI: 10.31539/joeai.v2i1.758

Abstract

This research aims to determine the effect of giving rewards on the student learning motivation in learning PAI at SMPIT Ar-Rudho Jakarta. The method used in this research is field research which is in the form of observation and distribution of questionnaires that will eventually be collected and used as the source for data analysis. The hypotheses were tested using Pearson product moment correlation to find a correlation between variable X (Giving Rewards) and variable Y (Learning Motivation). The findings of this research indicate that there is an effect of giving rewards on the student learning motivation. This can be seen from the correlation index value - (r observed) 0.401 ≥ (r table) 0.254 - which means that there is a strong enough influence of giving rewards on the student learning motivation. It can be concluded that the provision of rewards can increase student motivation. So that giving rewards can encourage students to be more active in the learning process at school. Keywords: Reward, Learning Motivation
Survei Kepuasan Mahasiswa Fakultas Agama Islam Terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan dengan Pendekatan Service Quality Marliza Oktapiani; Sutiono Sutiono; Ifham Choli; Jumira Warlizasusi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i02.1495

Abstract

Peningkatan mutu menjadi semakin penting bagi institusi yang digunakan untuk memperoleh kontrol yang lebih baik melalui usahanya sendiri. Mutu menjadi faktor pembeda bagi sebuah institusi. Fokus terhadap pelanggan yang notabene merupakan poin inti dari sebuah mutu yang merupakan salah satu cara efektif dalam menghadapi kompetisi dan bertahan didalamnya.  Survei yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa dalam memberikan sumbangan pemikiran yang positif bagi Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi’iyah dalam mewujudkan institusi yang mengedepankan Ilmu dan Agama. Pada penelitian survei kepuasan terhadap kualitas pelayanan pendidikan di Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-syafi’iyah dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 249 mahasiswa yang terdiri dari tiga program studi yaitu Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Program Studi Perbankan Syariah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa indeks kepuasan mahasiswa terhadap layanan pendidikan di Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-syafi’iyah secara keseluruhan adalah termasuk dalam pencapaian puas dengan indeks kepuasan terletak pada dimensi Kepastian (Assurance) dengan angka 52% dan yang paling rendah adalah dimensi bukti Fisik Layanan (Tangible) dengan angka 40%. Jika dirata-ratakan maka hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan indeks kepuasan mahasiswa adalah termasuk dalam pencapaian cukup puas hingga puas.
HOMESCHOOLING AND ISLAMIC EDUCATION IN INDONESIA Sri Mulyani Nasution; Ifham Choli
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 13 No 2 (2022): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v13i2.1878

Abstract

Homeschooling which is also called home education is education for children that is carried out at home and is specifically given by a teacher or a professional tutor. Homeschooling in the modern sense is an alternative to formal education in developed countries. In other words, the practice of homeschooling moves schools from a public area to a more private area, namely to the home. There are many pros and cons regarding this issue. To understand more about the problems surrounding home schooling, through library research, it is tried to be traced. From the results of the library search, it is concluded that homeschooling seems to be more recommended for developed countries or parents who understand and control the world of education. This concerns teaching and learning facilities and infrastructure that must be truly adequate for the success of this program. Homeschooling yang juga disebut pendidikan di rumah merupakan pendidikan bagi anak-anak yang dilaksanakan di rumah dan secara khusus diberikan oleh guru atau seorang tutor professional. Homeschooling dalam pengertian modern, merupakan alternatif pendidikan formal di negara-negara maju. Dengan kata lain, praktek homeschooling memindahkan sekolah dari area umum ke area yang lebih privat, yakni ke rumah. Pro-kontra banyak bermunculan berkenaan dengan isu ini. Untuk memahami lebih lanjut mengenai permasalahan seputar home schooling, melalui penelitian kepustakaan dicoba ditelusuri. Dari hasil penelusuran Pustaka, disimpulkan bahwa homeschooling tampaknya lebih direkomendasikan bagi negara yang sudah maju atau orangtua yang memahami dan menguasai dunia Pendidikan. Hal ini menyangkut sarana dan prasarana belajar-mengajar yang harus benar-benar memadai demi suksesnya program ini.
Development Of Student Religious Attitudes During The Covid-19 Pandemic Ifham Choli; Ahmad Rifa’i
At-Tarbiyat Vol 4 No 2 (2021): Islamic Education In Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam An-Nawawi Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37758/jat.v4i2.233

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed the paradigm and method of learning in Indonesia, including programs for developing religious attitudes. Activities that usually take place face-to-face must change direction to be online-based. This new method is not easy to implement because it requires adaptation from all parties with this distance learning system. School innovation and development are needed so that children continue to show good religious attitudes during this pandemic. The purpose of this research is to find the right way to instil the spiritual attitude of students during the pandemic. The scope of this research is the attitude of religiosity among students during the Covid-19 outbreak. The research methodology used in this study is a qualitative research method with observation-based data collection techniques. The research results show that the development of religious attitudes among students of SMP Muhammadiyah 13 Jakarta during the Covid-19 pandemic was running quite effectively with an indication that 80% of students could pray and recite the prayer readings according to HPT Muhammadiyah well. Recommendations for further research are to focus on the use of technology in learning to help realize students' religious attitudes in schools.
PERKEMBANGAN JIWA KEAGAMAAN PADA USIA LANJUT Ifham Choli
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 9 No 2 (2018): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.221 KB) | DOI: 10.34005/alrisalah.v8i2.374

Abstract

Ilmu Jiwa Agama berbeda dengan cabang-cabang Ilmu Jiwa lainnya, karena dikaitkan dengan dua bidang pengetahuan yang berlainan sama sekali, sebagian harus tunduk kepada agama dan sebagian lainnya tunduk kepada Ilmu Jiwa. Dengan kata lain Psikologi Agama atau Ilmu Jiwa Agama, meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah orang atau mekanisma yang bekerja dalam diri seseorang karena cara seseorang berfikir, bersikap, bereaksi dan bertingkah laku, tidak dapat dipisahkan dari keyakinannya, karena keyakinan itu masuk dalam konstruksi kepribadiannya. Sehubungan dengan kebutuhan manusia dari periode perkembangan tersebut, maka dalam kaitannya dengan perkembangan jiwa keagamaan akan dilihat bagaimana pengaruh timbal balik antara keduanya. Dengan demikian, perkembangan jiwa keagamaan akan dilihat dari tingkat usia. Di dalam Islam perlakuan terhadap manusia usia lanjut dianjurkan seteliti dan seteladan mungkin. Perlakuan terhadap orang tua yang berusia lanjut, dibebankan pada keluarga mereka, bukan kepada badan atau panti asuhan, termasuk panti jompo. Sehingga merawat orang tua dalam usia lanjut merupakan kewajiban bagi anak-anak maupun sanak keluarganya, yakni dengan cara-cara yang diajarkan di dalam alQuran dan Sunnah Rasul.
HAKIKAT PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Ifham Choli
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 10 No 2 (2019): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.171 KB) | DOI: 10.34005/alrisalah.v10i2.407

Abstract

Kurikulum sangat berarti dalam dunia pendidikan, karena merupakan operasionalisasi tujuan yang dicita-citakan, bahkan tujuan tidak akan tercapaitanpa melibatkan kurikulum pendidikan. Kurikulum merupakan komponen pokok dalam pendidikan dan merupakan sistem yang mempunyai komponen-komponen tertentu.Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan secara sistemikatas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapaitujuan pendidikan.Secara umum ciri kurikulum pendidikan Islam merupakan pencerminan nilai-nilai Islami yang diperoleh dari hasil pemikiran kefilsafatan dan dipraktekkandalam semua kegiatan kependidikan. Pengembangan kurikulum pada dasarnya adalah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri, dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik.Kurikulum pendidikan Islam bersifat menyeluruh yang mencerminkan semangat pemikiran dan ajaran Islam yang bersifat universal dan menjangkau semuaaspek kehidupan, baik intelektual, psikologis,social, dan spiritual.
A CORRECTNESS BEHAVIOUR IN THE CONTEXT OF MULTICULTURAL SOCIETY Ifham Choli
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 12 No 1 (2021): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v12i1.1190

Abstract

A Correctness behaviour is a guidance from Islamic Religion. The flexibility of Islamic religion is seen from its doctrinal aspect which emphasizes convenience, good behaviour, and moderation allowing the religion to coexist in a multicultural community entity, such as in Indonesia. The ability of the people in accepting new values that come from outside their communities is a multicultural experience that is difficult to match. Indonesian Islam is of course formed in a multicultural atmosphere that is almost without the slightest contradiction. Differences in language, tradition, culture, communal values, and even religions and beliefs, are integrated into a religious life that is unique and too difficult to separate. For people who can understand the existence of religion from a socio-historical perspective, religious teachings that have given birth to new traditions in that society are proof that religion does not reject tradition as a whole. On the other hand, religion can provide space for local values that are considered good. Religion that has entered a multicultural society will experience an acculturation process so that religion can have many versions, especially in the aspect of implementation, from the perspective of understanding to the importance of religion in accordance with the culture of each region or place. From this multicultural society, differences in expression were born in carrying out religious orders. Correctness behaviour to create a multicultural society can be done by forming a harmonious community, intertwining together to build a religious community, so that what is later called as a form of Islamic civilization comes from a background of different traditions in society, but is able to integrate politically into a community. Multicultural community through ties of faith that transcend their religious boundaries. Perilaku Ihsan adalah pedoman dari Agama Islam. Fleksibilitas agama Islam dilihat dari aspek doktrinalnya yang mengedepankan kenyamanan, perilaku yang baik, dan moderasi yang memungkinkan agama tersebut hidup berdampingan dalam entitas masyarakat yang multikultural, seperti di Indonesia. Kemampuan masyarakat dalam menerima nilai-nilai baru yang datang dari luar komunitasnya merupakan pengalaman multikultural yang sulit ditandingi. Islam Indonesia tentunya terbentuk dalam suasana multikultural yang nyaris tanpa kontradiksi sedikitpun. Perbedaan bahasa, tradisi, budaya, nilai komunal, bahkan agama dan kepercayaan, diintegrasikan ke dalam kehidupan beragama yang unik dan terlalu sulit dipisahkan. Bagi masyarakat yang dapat memahami keberadaan agama dari perspektif sosio-historis, ajaran agama yang melahirkan tradisi baru dalam masyarakat tersebut merupakan bukti bahwa agama tidak menolak tradisi secara keseluruhan. Di sisi lain, agama bisa memberi ruang bagi nilai-nilai lokal yang dianggap baik. Agama yang telah memasuki masyarakat multikultural akan mengalami proses akulturasi sehingga agama dapat memiliki banyak versi terutama dalam aspek pelaksanaannya, mulai dari perspektif pemahaman hingga pentingnya agama sesuai dengan budaya masing-masing daerah atau tempat. Dari masyarakat multikultural inilah lahir perbedaan ekspresi dalam menjalankan tatanan agama. Perilaku kebenaran untuk mewujudkan masyarakat multikultural dapat dilakukan dengan membentuk masyarakat yang rukun, terjalin bersama untuk membangun masyarakat yang beragama, sehingga apa yang kemudian disebut sebagai wujud peradaban Islam berasal dari latar belakang tradisi yang berbeda-beda dalam masyarakat, namun mampu berintegrasi secara politik ke dalam komunitas. Komunitas multikultural melalui ikatan keimanan yang melampaui batas agama mereka.
THE ROLE OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS IN INCREASING STUDENTS' RELIGIOUS AWARENESS Ifham Choli; Muhammad Fikri Rachman
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 14 No 2 (2023): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v14i2.2638

Abstract

Religious awareness is an attitude, experience, feeling and religious behavior that occurs within a person which is organized in the mental system of the personality of each individual. Religion involves all the functions of the human body and soul, so religious awareness also includes affective, conative, cognitive and motor aspects. The involvement of the affective and conative aspects appears in the experience of God, religious feelings and longing for God. The cognitive aspect is seen in the attitude of faith and belief, while the involvement of motor functions can be seen from the actions and movements of religious behavior. The research methodology used in this study is a qualitative research method with observation-based data collection techniques. The aim of this study was to determine the teacher's role in building religious awareness in students. The results of his research are that teachers familiarize students with religious practices and habits, create affection and harmonious relationships between teachers and students, motivate students to memorize selected verses of the Al-Qur'an, provide understanding and awareness to students of the importance of Islamic Religious Education , accustom students to always apply commendable traits and good morals.
FINANCIAL SYSTEM IN ISLAM Ifham Choli
El-Arbah: Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Perbankan Syariah Vol 5 No 2 (2021): AL ARBAH JURNAL EKONOMI, BISNIS DAN PERBANKAN SYARIAH
Publisher : Program Studi Perbankan Syari'ah Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/elarbah.v5i2.2487

Abstract

Islamic finance is a system that originates from the Al-Quran and Sunnah, as well as from the interpretations of the scholars of these sources of revelation. The economic system is something that is important to the economy of a country. The economic system is formed due to various complex factors, such as ideology and belief system, way of life, geographical environment, politics, socio-culture, etc. The structure of Islamic finance has emerged as one of the most important modern implementations of the Islamic legal system and successful, and as a test for the renewal and development of Islamic law in the future. This research uses descriptive qualitative method. This study aims to ensure that the financial system is carried out in accordance with Islamic teachings. The instruments of the Islamic financial system are zakat, prohibition of usury, economic cooperation, social security, prohibition against dirty business practices and the role of the state in the economic system. Keuangan Islam adalah sebuah sistem yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah, serta dari penafsiran para ulama terhadap sumber-sumber wahyu tersebut. Sistem ekonomi merupakan sesuatu yang penting bagi perekonomian suatu negara. Sistem ekonomi terbentuk karena berbagai faktor yang kompleks, misalnya ideologi dan sistem kepercayaan, pandangan hidup, lingkungan geografi, politik, sosial budaya, dan lain-lain.. Struktur keuangan Islam telah tampil sebagai salah satu implementasi modern dari sistem hukum Islam yang paling penting dan berhasil, dan sebagai ujicoba bagi pembaruan dan perkembangan hukum Islam pada masa mendatang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan agar sistem keuangan dilakukan sesuai ajaran Islam. Instrument sistem keuangan Islam adalah zakat, larangan riba, kerjasama ekonomi, jaminan sosial, Pelarangan terhadap praktek-praktek usaha yang kotor serta adanya peranan negara dalam sistem ekonomi.
Pendampingan Klasifikasi Persyaratan Akreditasi PAUD melalui Aplikasi SISPENA 2.0 Marliza Oktapiani; Ifham Choli; Syarifah Soraya; Oesama Putra Afia; Ifroh Naila
KREASI : Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): Desember
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v3i3.701

Abstract

Pelaksanaan akreditasi PAUD yang berkualitas sudah menjadi kebutuhan dan merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan. Akreditasi juga diartikan sebuah upaya pemerintah untuk menstandarisasi dan menjamin mutu sehingga lebih mudah mengikuti pada tahap pendidikan selanjutnya. Melalui akreditasi, pemerintah bisa lebih mudah menjamin mutu lembaga pendidikan yang lulus dari PAUD yang sudah terakreditasi. Saat ini masih banyak PAUD yang belum terakreditasi salah satunya Raudhatul Athfal di Wilayah Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Kendala lain adalah pendidik mengalami kebingungan terkait format dokumen untuk setiap butir akreditasi. Keadaan itu membuat pendidik tidak mampu mengerjakan dokumen akreditasi, padahal setiap butir akreditasi tidak menuntut untuk sama formatnya yang terpenting adalah komponen dapat terpenuhi. Pendampingan Persyaratan Permohonan Akreditasi menjadikan kesiapan satuan pendidikan dalam menuntaskan syarat wajib dan syarat khusus setiap standarnya dan mencapai penilaian ketercapaian 70% menuju tahap visitasi, pendampingan ini memberikan target kerja setiap satuan pendidikan dalam melengkapi dan mempersiapkan dokumen standar setiap tahunnya.