Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Kemampuan Financial Technology dan Financial Literacy Dalam Financial Sustainability Dengan Mediasi Inovasi Bisnis Pada Ekraf di Kabupaten Bangkalan Andiniatul Maulidia; Purnamawati; M. Boy Singgih Gitayuda
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1787

Abstract

Kemajuan teknologi keuangan (financial technology) dan peningkatan pemahaman keuangan membuka peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) untuk memperkuat keberlanjutan keuangan. Namun, di subsektor kuliner industri kreatif di Kabupaten Bangkalan, penggunaan fintech dan tingkat literasi keuangan masih relatif rendah, sementara inovasi bisnis belum dimaksimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh teknologi keuangan dan literasi keuangan terhadap keberlanjutan keuangan dengan inovasi bisnis sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan cara survei, yaitu dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 pelaku Ekraf di sektor kuliner, termasuk produsen dan penjual petis serta produk olahan kerupuk ikan. Purposive sampling digunakan sebagai teknik sampling untuk memilih responden, dan 29 indikator yang mewakili setiap variabel yang diteliti digunakan untuk menyusun instrumen penelitian. Metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi keuangan memiliki dampak yang signifikan dan positif terhadap inovasi usaha dan keberlanjutan keuangan. Selain itu, keberlanjutan keuangan dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh literasi keuangan, namun inovasi bisnis dipengaruhi secara negatif dan tidak signifikan. Sementara itu, inovasi bisnis tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap keberlanjutan keuangan, sehingga tidak terdapat peran mediasi inovasi bisnis dalam hubungan antara fintech dan literasi keuangan terhadap keberlanjutan keuangan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan penggunaan fintech dan pemahaman literasi keuangan dapat memperkuat ketahanan finansial pelaku Ekraf, sementara inovasi bisnis meskipun penting untuk daya saing belum terbukti secara langsung meningkatkan keberlanjutan finansial pada sampel ini. Rekomendasi yang diajukan mencakup penguatan program edukasi keuangan, penyediaan akses fintech yang lebih mudah digunakan, serta dukungan pendanaan agar inovasi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan keuangan usaha.
PERAN FINANCIAL CAPABILITY DAN FINANCIAL SECURITY DALAM MENINGKATKAN FINANCIAL SATISFACTION PEMILIK UMKM SEKTOR PARIWISATA DI MADURA Mayada Pasha Umairoh; M. Boy Singgih Gitayuda; Purnamawati Purnamawati
J-MACC Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/j-macc.v7i1.5116

Abstract

This article discusses the roles of financial capability and financial security in enhancing the financial satisfaction of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the tourism sector in the Madura Region. Tourism in Madura holds significant economic potential, with MSMEs playing a crucial role in local economic development. Financial satisfaction serves as a subjective indicator of an individual's financial well-being. This study employs a descriptive approach using a quantitative method. The results of multiple linear regression analysis indicate that both financial capability and financial security exert a positive and significant influence on financial satisfaction. These findings substantiate the research hypothesis and underscore the importance of enhancing financial capability and financial security among tourism MSME owners in Madura. They offer valuable insights for MSME owners, local governments, educational institutions, and other stakeholders, facilitating the support of growth in the tourism sector MSMEs in Madura.
Operational Efficiency and Business Diversification for the Financial Sustainability of 3 Kg LPG Stations: Mediating Cash Flow Resilience Rengga Aditya; M. Boy Singgih Gitayuda; Purnamawati
Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 13 No. 1 (2026): March
Publisher : Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, FEB, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jmb.v13i1.1359

Abstract

This study investigates the effects of operational efficiency and business diversification on financial sustainability, with cash flow resilience as a mediating variable among 3 kg subsidized LPG stations in Bangkalan Regency. Using a quantitative explanatory design, data were collected through questionnaires from station owners/managers and analyzed using SEM-PLS. Results show that operational efficiency and business diversification positively affect cash flow resilience and financial sustainability. Cash flow resilience also significantly improves financial sustainability and partially mediates the relationships between both predictors and financial sustainability. The findings indicate that financial sustainability in regulated, low-margin micro-enterprises depends on efficiency improvements, diversified income sources, and disciplined cash flow management.
MEMBANGUN KEUANGAN BERKELANJUTAN MELALUI MODAL INTELEKTUAL HIJAU DAN ETIKA BISNIS DENGAN INOVASI USAHA SEBAGAI MODERASI PADA UMKM KULINER KABUPATEN BANGKALAN Avita, Dewi Nur; Purnamawati, Purnamawati; Gitayuda, M. Boy Singgih
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/dsrsyp40

Abstract

Keuangan berkelanjutan menjadi aspek penting bagi UMKM kuliner dalam menjaga stabilitas usaha di tengah persaingan dan perubahan lingkungan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Modal Intelektual Hijau, Etika Bisnis, dan Inovasi Usaha terhadap Keuangan Berkelanjutan, serta menguji peran Inovasi Usaha sebagai variabel moderasi pada UMKM kuliner yang beroperasi di Kabupaten Bangkalan, Madura. Sampel penelitian terdiri dari 100 pelaku UMKM kuliner yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square (PLS) melalui SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modal Intelektual Hijau tidak berpengaruh terhadap Keuangan Berkelanjutan, sedangkan Etika Bisnis dan Inovasi Usaha berpengaruh positif dan signifikan. Selain itu, Inovasi Usaha terbukti memperkuat pengaruh Modal Intelektual Hijau tetapi melemahkan pengaruh Etika Bisnis terhadap Keuangan Berkelanjutan pada UMKM kuliner di Kabupaten Bangkalan, Madura.
LITERASI DAN PENGELOLAAN KEUANGAN TERHADAP KEBERLANJUTAN KEUANGAN: PERAN MEDIASI ADAPTASI DIGITAL PADA UMKM KULINER Tsurayya, Ameyla Nadhira; Gitayuda, M. Boy Singgih; Purnamawati, Purnamawati
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/6x5thd13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan dan manajemen keuangan terhadap keberlanjutan keuangan UMKM kuliner di Kabupaten Bangkalan, dengan adaptasi digital sebagai variabel mediasi. Pendekatan survei kuantitatif digunakan, melibatkan 100 pemilik UMKM yang dipilih menggunakan rumus Lemeshow. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan SEM-PLS untuk menilai pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Temuan menunjukkan bahwa literasi keuangan dan manajemen keuangan berpengaruh positif terhadap keberlanjutan keuangan. Literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap adaptasi digital, sedangkan manajemen keuangan berpengaruh positif terhadap adaptasi digital. Selain itu, adaptasi digital tidak berpengaruh terhadap keberlanjutan keuangan dan oleh karena itu tidak dapat memediasi hubungan antara literasi keuangan maupun manajemen keuangan dengan keberlanjutan keuangan. Hasil ini menunjukkan bahwa keberlanjutan keuangan UMKM lebih didorong oleh kualitas literasi keuangan dan praktik manajemen keuangan daripada tingkat adaptasi digital mereka.