Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SBdP SISWA KELAS III SDN 007 SUNGAI KUNJANG Muhlis Muhlis; Inthan Azzahra Inthan; Rosita Putri Rahmi; Sainal A; Muhammad Sultan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 5 (2023): Volume 09 No. 05 Desember 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i5.2132

Abstract

SBdP learning in class III at SDN 007 Sungai Kunjang is not yet effective, resulting in students' SBdP learning outcomes not being optimal. Therefore, to create meaningful SBdP learning, teachers must design learning models that are appropriate to SBdP learning. This research aims to determine the effectiveness of the model Project Based Learning in improving SBdP learning outcomes in the material of making collage works for class III students at SDN 007 Sungai Kunjang. The research method used is the experimental method. The research design used is pre-experimental design with shapes one group pretest posttest design. The population in this study were class III students at SDN 007 Sungai Kunjang. The sampling technique used is engineering simple random sampling. The instrument of this research is a test instrument in the form of multiplechoice questions. The data analysis techniques used include Validity Test, Reliability Test, Normality Test and Hypothesis Test. Based on the results of the research conducted, the research results concluded that SBdP learning uses a learning model Project Based Learning class III B at SDN 007 Sungai Kunjang got an average score of 82.59, while SBdP learning without using a learning model got an average score of 62.96. Learning model Project Based Learning effective in improving student learning outcomes, this is proven from the Test calculation paired sample T-test shows that the price t-calculation is greater than the price t-table (6,263 > 2,056) and significance value (0.00 < 0.05). So it is declared proven to be true. Thus, the learning modelProject Based Learning declared effective in improving student learning outcomes in the SBdP subject for class III students at SDN 007 Sungai Kunjang.
WACIKAL SEBAGAI BAHAN AJAR INTERAKTIF SENI BUDAYA DI SEKOLAH DASAR Dwi Utami Ningrum; Hety Diana Septika; Muhlis Muhlis
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i1.398

Abstract

Adanya perkembangan kebudayaan di Indonesia yang terjadi dengan pesat, dibutuhkan adanya pemertahanan kelestarian suatu budaya. Dalam dunia pendidikan mata pelajaran seni budaya dapat menjadi salah satu mata pelajaran yang dapat melestarikan kebudayaan di Indonesia. Hal tersebut menjadi dasar dilakukan penelitian pengembangan bahan ajar interaktif dengan berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pengembangan dan menganalisis kelayakan bahan ajar interaktif berbasis kearifan lokal Kalimantan Timur di sekolah dasar. Pengembangan bahan ajar interaktif ini menggunakan metode RnD yang menghasilkan sebuah produk bahan ajar berbentuk buku elektronik (e-book) dengan nama produk pengembangan WaCiKal (Wayang Citra Lokal). Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu: 1) analyze; 2) design; 3) development; 4) implementation dan 5) evaluation. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara dan angket.  Hasil dari penelitian pengembangan ini berupa produk bahan ajar yang dapat digunakan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran Seni Budaya. Bahan ajar ini diuji kelayakannya dengan memperoleh kevalidan dan kepraktisan. Penilaian kevalidan oleh ahli media, materi dan bahasa diperoleh skor rata-rata 92,2% kategori sangat valid. Penilaian rata-rata kepraktisan respon pengguna diperoleh skor 89,3% kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil uji kelayakan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa wacikal sebagai bahan ajar interaktif seni Budaya sangat layak digunakan di Sekolah Dasar.
PENGEMBANGAN EDUVANE (E-MODUL CANVA DAN HEYZINE) PADA MATERI FAKTA DAN OPINI DI KELAS V SDN 011 SAMARINDA KOTA TAHUN PEMBELAJARAN 2023/2024 Consista Imanni Nugroho; Hety Diana Septika; Muhlis Muhlis
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.484

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya variasi dan keterbatasan jumlah bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran sehingga menyebabkan siswa merasa jenuh dan kurang termotivasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pengembangan bahan ajar dan mengetahui kelayakan pengembangan bahan ajar. Jenis Penelitian ini adalah penelitian Research and Development (RnD). Adapun model penelitian yang digunakan adalah ADDIE. Adapun subjek dalam penelitian ini guru kelas V-C dan 21 siswa kelas V-C SD Negeri 011 Samarinda Kota. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara dan angket. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket penilaian ahli media, materi, Bahasa dan angket respon peserta didik. Pengembangan EDUVANE (E-modul Canva dan Heyzine) menggunakan model ADDIE melalui 5 tahap yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Kelayakan EDUVANE (E-modul Canva dan Heyzine) diperoleh berdasarkan validator ahli media, materi, Bahasa, 21 peserta didik, dan guru kelas V-C SD Negeri 011 Samarinda kota. Berdasarkan hasil penilaian validator ahli media didapatkan persentase skor 91,76%, ahli materi didapatkan persentase skor 98%, ahli bahasa didapatkan persentase skor 94,54%, hasil respon dari 21 peserta didik didapatkan persentase skor 89,3%, hasil respon guru kelas V-C didapatkan persentase skor 100% sehingga EDUVANE (E-modul Canva dan Heyzine) pada materi fakta dan opini dinyatakan “Sangat Layak” untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS NEARPOD PADA MATERI TEKS EKSPOSISI KELAS V SDN 007 SUNGAI PINANG TAHUN PEMBELAJARAN 2023/2024 Muhammad Febrian Pramudita; Hety Diana Septika; Muhlis Muhlis
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD interaktif sebagai solusi terhadap kebosanan siswa dalam pembelajaran akibat kurangnya variasi bahan ajar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian ini adalah 28 peserta didik  kelas V-A SD Negeri 007 Sungai Pinang. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan angket. Pada tahap Analysis, dilakukan analisis kebutuhan siswa, analisis kurikulum, dan analisis gaya belajar siswa. Tahap Design melibatkan penyusunan materi dan pembuatan storyboard E-LKPD. Pada tahap Development, bahan ajar dikembangkan menggunakan aplikasi nearpod, serta divalidasi oleh ahli media dan materi. Tahap Implementation meliputi uji coba pada kelompok kecil dan besar untuk melihat respon peserta didik dan guru. Tahap terakhir, Evaluation, dilakukan untuk mengevaluasi hasil uji coba dan melakukan revisi berdasarkan umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD interaktif yang dikembangkan sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Validasi oleh ahli media menghasilkan skor 95% (sangat layak), ahli materi juga memberikan skor 95% (sangat layak). Uji coba kelompok kecil mendapat skor 87% (layak), sedangkan uji coba kelompok besar mendapat skor 81% (sangat layak). Respon guru sangat positif dengan skor 99% (sangat layak) sehingga pengembangan E-LKPD ini dapat dikatakan sangat layak.
STUDI IMPLEMENTASI QUIZIZZ SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA (SBDP) Muhlis Muhlis; Warman Warman; Widyatmike Gede Mulawarman; Nihan Kristiyani; Anggra Prima
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.507

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi menjadi semakin relevan di era pendidikan modern karena perbedaan gaya belajar, kemampuan, dan kebutuhan siswa. Salah satu cara untuk mendukung implementasi pembelajaran berdiferensiasi adalah dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti Quizizz, dalam pengelolaan pembelajaran. Artikel ini membahas studi implementasi Quizizz sebagai alat bantu manajemen pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Penelitian ini dilakukan pada siswa sekolah menengah pertama dengan metode kualitatif deskriptif, melalui pengumpulan data observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, memungkinkan guru untuk memberikan penilaian formatif secara real-time, dan memudahkan penyesuaian materi dan evaluasi sesuai kebutuhan individu siswa. Selain itu, Quizizz mendukung interaksi siswa secara aktif dalam pembelajaran SBdP melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.