Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Asam Dan Waktu Ekstraksi Antosianin Dari kulit Buah Manggis (Garcia Mangostana L) Siti Naimah; Lina Handayani
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4698

Abstract

Kebutuhan pewarna antosianin untuk industri makanan, minuman, kosmetik, dan farmasi saat ini diproduksi dari pewarna sintetis. Sebagai alternatif lain pengganti pewarna sintetis, antosianin dapat diperoleh dari ekstrak kulit buah manggis yang sampai saat ini masih merupakan limbah hasil pertanian yang belum banyak dimanfaatkan. Pewarna antosianin alami ini dipengaruhi oleh pH. Ketidakstabilan ini merupakan dasar pertimbangan dalam melakukan ekstraksi antosianin dari tumbuh-tumbuhan. Karena itu produksi antosianin ini dilakukan dengan cara ekstraksi pada suhu 4°C, menggunakan pelarut etanol yang diasamkan dengan asam asetat. Perlakuan percobaan yang diterapkan terdiri dari dua faktor, yaitu faktor waktu ekstraksi yang terdiri dari empat level (20 jam, 22 jam, 24 jam, 2(3 jam) dan faktor konsentrasi asam yang terdiri dari tiga level (1 %, 5%, 10%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit buah manggis cukup baik dimanfaatkan sebagai pewarna alami alternatif untuk mer1~gantikan pewarna sintetis. Dalam proses pengolahannya perlu diperhatikan kadar konsentrasi asam dan waktu ekstraksi. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kadar antosianin yang dihasilkan. Waktu ekstraksi yang menghasilkan antosianin yang terbanyak dalam percobaan ini adalah 24 jam dengan konsentrasi asam asetat yang diperlukan sebanyak 1 %.
Karakteristik Pelarut dan Solar Hasil Proses Pirolisis Limbah Plastik Siti Naimah; Silvie Ardhanie Aviandharie; Novi Nur Aidha
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 38 No. 2 Oktober 2016
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v38i2.2499

Abstract

Solven dan Solar hasil proses pirolisis limbah plastik PE telah diuji karakteristiknya. Proses pirolisis ini dapat mengatasi permasalahan limbah plastik yang tidak dapat didaur ulang dan sulit terurai di lingkungan. Proses pirolisis dilakukan dalam reaktor pada suhu 300 ºC - 450 ºC dengan penambahan katalis kemudian gas dikondensasikan dalam serangkaian kondensor atau tangki air. Produk cair difraksinasi dan dikarakterisasi mendekati syarat mutu produk solven Pertasol dan LAWS serta solar produk Pertamina. Karakteristik solar dari proses fraksinasi produk cair hasil pirolisis kedua metode memiliki mutu lebih tinggi dari solar tipe 51 karena memiliki indeks setana lebih tinggi dan kandungan sulfur lebih rendah. Karakteristik Pertasol maupun LAWS menunjukkan metode tangki air memberikan hasil lebih baik dibandingkan metode kondensor. Metode tangki air juga lebih hemat listrik dibandingkan dengan metode kondensor. 
Karakteristik Pelarut dan Solar Hasil Proses Pirolisis Limbah Plastik Siti Naimah; Silvie Ardhanie Aviandharie; Novi Nur Aidha
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 38 No. 2 Oktober 2016
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.213 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v38i2.2499

Abstract

Solven dan Solar hasil proses pirolisis limbah plastik PE telah diuji karakteristiknya. Proses pirolisis ini dapat mengatasi permasalahan limbah plastik yang tidak dapat didaur ulang dan sulit terurai di lingkungan. Proses pirolisis dilakukan dalam reaktor pada suhu 300 ºC - 450 ºC dengan penambahan katalis kemudian gas dikondensasikan dalam serangkaian kondensor atau tangki air. Produk cair difraksinasi dan dikarakterisasi mendekati syarat mutu produk solven Pertasol dan LAWS serta solar produk Pertamina. Karakteristik solar dari proses fraksinasi produk cair hasil pirolisis kedua metode memiliki mutu lebih tinggi dari solar tipe 51 karena memiliki indeks setana lebih tinggi dan kandungan sulfur lebih rendah. Karakteristik Pertasol maupun LAWS menunjukkan metode tangki air memberikan hasil lebih baik dibandingkan metode kondensor. Metode tangki air juga lebih hemat listrik dibandingkan dengan metode kondensor. 
Karakteristik Gas Hasil Proses Pirolisis Limbah Plastik Polietilena (PE) dengan Menggunakan Katalis Residue Catalytic Cracking (RCC) Siti Naimah; Novi Nur Aidha
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 39 No. 1 April 2017
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.554 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v39i1.2750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk membandingkan karakteristik gas yang dihasilkan pada proses pirolisis limbah plastik polietilena (PE) dengan variabel konsentrasi menggunaan katalis Residue Catalytic Cracking (RCC). Pada proses ini digunakan reaktor pirolisis kapasitas 5 kg dan ditambahkan katalis RCC sebagai variabel penelitian. Gas yang terbentuk ditampung dalam gas sampler dan diukur flowrate. Karakteristik gas yang dihasilkan dikarakterisasi dengan menggunakan  GC System. Variabel konsentrasi katalis yang digunakan pada penelitian ini adalah 7,5%, 10%, 12,5%, 15%, dan 17,5% dari bahan baku. Penambahan konsentrasi katalis sebesar 10% dari bahan baku menghasilkan campuran propana dan butana sebesar 35,657%, etana 12,13%, dan pentana 5,221%. Disamping itu pada penggunaan konsentrasi katalis 10%, gas pengotor yang dihasilkan yaitu gas CO dan CO2 rendah yaitu sebesar 0% dan 0,193%. Pengukuran flowrate gas yang dihasilkan menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi katalis, maka waktu proses yang dibutuhkan untuk mendapatkan gas semakin cepat.
Pengaruh Konsentrasi Asam Dan Waktu Ekstraksi Antosianin Dari kulit Buah Manggis (Garcia Mangostana L) Siti Naimah; Lina Handayani
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8058.685 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4698

Abstract

Kebutuhan pewarna antosianin untuk industri makanan, minuman, kosmetik, dan farmasi saat ini diproduksi dari pewarna sintetis. Sebagai alternatif lain pengganti pewarna sintetis, antosianin dapat diperoleh dari ekstrak kulit buah manggis yang sampai saat ini masih merupakan limbah hasil pertanian yang belum banyak dimanfaatkan. Pewarna antosianin alami ini dipengaruhi oleh pH. Ketidakstabilan ini merupakan dasar pertimbangan dalam melakukan ekstraksi antosianin dari tumbuh-tumbuhan. Karena itu produksi antosianin ini dilakukan dengan cara ekstraksi pada suhu 4°C, menggunakan pelarut etanol yang diasamkan dengan asam asetat. Perlakuan percobaan yang diterapkan terdiri dari dua faktor, yaitu faktor waktu ekstraksi yang terdiri dari empat level (20 jam, 22 jam, 24 jam, 2(3 jam) dan faktor konsentrasi asam yang terdiri dari tiga level (1 %, 5%, 10%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit buah manggis cukup baik dimanfaatkan sebagai pewarna alami alternatif untuk mer1~gantikan pewarna sintetis. Dalam proses pengolahannya perlu diperhatikan kadar konsentrasi asam dan waktu ekstraksi. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kadar antosianin yang dihasilkan. Waktu ekstraksi yang menghasilkan antosianin yang terbanyak dalam percobaan ini adalah 24 jam dengan konsentrasi asam asetat yang diperlukan sebanyak 1 %.
Karakteristik Gas Hasil Proses Pirolisis Limbah Plastik Polietilena (PE) dengan Menggunakan Katalis Residue Catalytic Cracking (RCC) Siti Naimah; Novi Nur Aidha
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 39 No. 1 April 2017
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v39i1.2750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk membandingkan karakteristik gas yang dihasilkan pada proses pirolisis limbah plastik polietilena (PE) dengan variabel konsentrasi menggunaan katalis Residue Catalytic Cracking (RCC). Pada proses ini digunakan reaktor pirolisis kapasitas 5 kg dan ditambahkan katalis RCC sebagai variabel penelitian. Gas yang terbentuk ditampung dalam gas sampler dan diukur flowrate. Karakteristik gas yang dihasilkan dikarakterisasi dengan menggunakan  GC System. Variabel konsentrasi katalis yang digunakan pada penelitian ini adalah 7,5%, 10%, 12,5%, 15%, dan 17,5% dari bahan baku. Penambahan konsentrasi katalis sebesar 10% dari bahan baku menghasilkan campuran propana dan butana sebesar 35,657%, etana 12,13%, dan pentana 5,221%. Disamping itu pada penggunaan konsentrasi katalis 10%, gas pengotor yang dihasilkan yaitu gas CO dan CO2 rendah yaitu sebesar 0% dan 0,193%. Pengukuran flowrate gas yang dihasilkan menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi katalis, maka waktu proses yang dibutuhkan untuk mendapatkan gas semakin cepat.
ANALISIS PROGRAM PENDIDIKAN VOKASI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN INDUSTRI Riska Angriani; Irjus Indrawan; Alridho Fransiska; Siti Naimah
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurimea.v5i1.870

Abstract

This research aims to analyze the relevance of vocational education programs in Indonesia to the challenges facing industry today. This research uses a descriptive qualitative research type by descriptively explaining qualitative data taken from various articles. The method used is systematic literature review (SLR). The research results show that there is a gap between the skills provided by vocational education institutions and actual needs in the field. For this reason, regular curriculum updates are needed, improving the quality of technology-based teaching, as well as strengthening cooperation between vocational education institutions and industry to create more effective synergies.
Evaluasi Program Pendidikan Ekstrakurikuler Pencak Silat Tapak Suci Di SMP Negeri 1 Panyabungan Timur Sapirin Sapirin; Rini Safitri; Ramilah Erliani; Suci Adelia; Siti Naimah; Riski Fadilah Rangkuti; Ahmad Husein
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Pendidikan Ekstrakurikuler Pencak Silat Tapak Suci di SMP Negeri 1 Panyabungan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode evaluatif-deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler Pencak Silat Tapak Suci memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi nonakademik peserta didik, khususnya dalam peningkatan keterampilan bela diri, kedisiplinan, dan pembentukan karakter. Program ini dilaksanakan secara rutin dan didukung oleh pembina yang kompeten, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana prasarana dan sumber daya manusia. Evaluasi program menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang terhadap peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan program secara berkelanjutan melalui peningkatan perencanaan, fasilitas, dan sistem evaluasi agar tujuan program dapat tercapai secara optimal
Kesopanan Berkomunikasi Dalam Wawancara NCT Dream Bersama Ggondaehee Siti Naimah; Nina Yuliana
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Juli: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v2i4.192

Abstract

This study analyzes the language and behavioral politeness in the interaction between NCT Dream members Renjun and Jeno and host Ggondaehee on the show "Let's Eat." This study adopts Brown and Levinson's politeness theory, which includes strategies for maintaining positive and negative face and managing potentially face-threatening acts (FTAs). The purpose of this study is to understand how politeness strategies are applied in maintaining positive and negative face and managing FTAs in the interaction. The research method used is descriptive qualitative with video analysis as the main data source. The results show that Renjun and Jeno respond to FTAs from Ggondaehee with politeness strategies that reflect respect and politeness, such as waiting for Ggondaehee to start eating and responding to compliments in a friendly manner. Ggondaehee used on-record and off-record FTA strategies to manage the interaction, such as giving direct orders and using humor. This study found that positive and negative politeness strategies were used effectively by both parties to maintain the harmony of the interaction and avoid conflict.
KOMPETENSI TENAGA ADMINISTRASI TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ARSIP DI LEMBAGA PENDIDIKAN Oktafia; Ardiansyah Maulana; Siti Naimah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.162

Abstract

Transformasi digital dalam pengelolaan arsip di lembaga pendidikan menghadapi tantangan kompleks, terutama terkait kompetensi tenaga administrasi. Data menunjukkan 78% lembaga pendidikan di Asia Tenggara telah memulai digitalisasi arsip, tetapi hanya 35% yang berhasil mengoptimalkannya akibat keterbatasan kompetensi sumber daya manusia. Regulasi (UU No. 43/2009 dan ISO 15489-1:2016) menuntut standar kearsipan yang belum sepenuhnya terpenuhi, dengan kendala utama pada aspek sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi tenaga administrasi terhadap efektivitas pengelolaan arsip. Jenis penelitian ini menggunakan metode library research (studi kepustakaan) dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari sumber-sumber tertulis seperti jurnal, buku, peraturan perundang-undangan, laporan institusi, dan karya ilmiah terkait, sebagai bahan utama untuk mengumpulkan data dan menganalisis suatu masalah. Penelitian studi kepustakaan ini tidak melibatkan pengumpulan data secara langsung dilapangan (field research), tetapi berfokus pada eksplorasi dan sintesis informasi yang sudah ada. Kompetensi tenaga administrasi (meliputi aspek teknis kearsipan, teknologi informasi, manajerial, dan komunikasi) berkorelasi positif dengan efektivitas pengelolaan arsip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tenaga administrasi berkompetensi tinggi mampu mengurangi waktu retrievial dokumen sebesar 83,3% (dari 30 menit menjadi 5 menit) dan menurunkan kehilangan arsip hingga 90%. Peningkatan kompetensi spesifik memberikan dampak signifikan yakni seperti kompetensi teknis meningkatkan akurasi dokumen (40%), kompetensi TI meningkatkan efisiensi digitalisasi (65%), dan kompetensi manajerial menurunkan biaya penyimpanan (30%). Strategi pengembangan kompetensi (pelatihan rutin, sertifikasi, mentoring, dan integrasi penilaian kinerja) terbukti memberikan Return on Investment (ROI) 300% dalam 3 tahun. Dengan Demikian, pengembangan kompetensi tenaga administrasi merupakan faktor kritis dalam menciptakan sistem pengelolaan arsip yang efektif dan berkelanjutan. Investasi dalam peningkatan kompetensi memberikan return on investment (ROI) tinggi, termasuk efisiensi waktu, pengurangan biaya, dan peningkatan akuntabilitas. Lembaga pendidikan perlu mengadopsi pendekatan holistik yang memadukan aspek teknis, manajerial, dan SDM untuk mengatasi tantangan yang ada.