Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Pengangguran Serta Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Kemiskinan di Kota Samarinda Radinal Mukhtar; Adi Wijaya; Juliansyah Roy
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 4, No 3 (2019): September
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v4i3.5936

Abstract

ABSTRAKRadinal Mukhtar 2019, Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Pengangguran serta Indeks Pembangunan manusia terhadap Kemiskinan di Kota Samarinda, dibimbing oleh Adi Wijaya sebagai dosen pembimbing I dan  Juliansyah Roy sebagai dosen pembimbing II.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Tingkat Kemiskinan di Kota Samarinda. Penelitan ini Menggunakan Data sekunder time series di Kota Samarinda tahun 2008-2017. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Liniear Berganda. Data menggunakan analisis regresi dengan rumus regresi linear dan analisis computer menggunakan SPSS untuk menemukan hasil dari penelitian ini.Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kemiskinan, Pengangguran berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di kota Samarinda, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di kota Samarinda.Kata Kunci: Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran dan Indeks Pembangunan Manusia
Pengaruh sektor perdagangan dan eceran serta sektor jasa lainnya terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi Marthinus Pasangka; Adi Wijaya
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 7, No 4 (2022): November
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v7i4.11735

Abstract

Besarnya pertumbuhan ekonomi daerah seharusnya merupakan sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong perekonomian daerah. Penelitian bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh sektor perdagangan dan eceran serta sektor jasa lainnya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Kota Samarinda. Dari penelitian ini, termasuk dalam jenis penelitian sosial yang menjelaskan kausalitas hubungan antar variabel melalui pengujian hipotesis antara sektor perdagangan besar dan eceran, sektor industri pengolahan, serta sektor jasa lainnya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Kota Samarinda tahun 2010-2018. Dengan pendekatan data sekunder, kemudian diolah dengan Analisis Jalur. Temuan empiris membuktikan  PDRB sektor perdagangan dan eceran berpengaruh negatif dan tidak signifikan, sementara PDRB sektor jasa lainnya justru berpengaruh positif dan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. PDRB sektor perdagangan dan eceran serta pertumbuhan ekonomi memberikan kontribusi negatif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan PDRB sektor jasa lainnya berdampak positif dan signifikan. PDRB sektor perdagangan dan eceran berpengaruh positif dan tidak signifikan, sedangkan PDRB sektor jasa lainnya telah berpengaruh negatif dan tidak signifikan bagi penyerapan tenaga kerja melalui pertumbuhan ekonomi di Kota Samarinda.
Analisis klasifikasi wilayah dan sektor ekonomi Askar Husairi; Adi Wijaya; Emmilya Umma Aziza Gaffar
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 7, No 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v7i3.10310

Abstract

Keseimbangan tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita antar wilayah, dapat menutup atau minimal mempersempit kesenjangan ekonomi antar daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi wilayah dan klasifikasi sektor ekonomi wilayah (unggulan, potensial, berkembang, dan terbelakang) Provinsi Kalimantan Timur. Jenis penelitian ini berupa penelitian deskriptif kuantitatif, karena penelitian ini disajikan dengan angka-angka selama tahun 2014-2018. Data yang digunakan berbasis data sekunder yang diperoleh dari situs Badan Pusat Statistik dan instansi Pemerintah lainnya. Alat analisis yang digunakan adalah Tipologi Klassen. Hasil studi empiris menunjukan terdapat satu daerah di Provinsi Kalimantan Timur yang tergolong pada Kuadran I (daerah maju dan cepat tumbuh) yaitu Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Kota Bontang sebagai daerah maju tapi tertekan (Kudran II), dan terdapat dominan dari 7 daerah yang terklasifikasi dalam Kuadran III (daerah berkembang cepat), dan tidak ada yang menempati Kuadran IV (daerah tertinggal). Dari klasifikasi sektor ekonomi, secara garis besar tidak ada sektor ekonomi yang tergolong untuk Kuadran IV (sektor terbelakang) dan 13 sektor ekonomi dominan di Kuadran II (sektor potensial). Sedangkan, 1 sektor ekonomi tergolong sektor berkembang (Kuadran III) dan sisanya berada pada Kuadran I (sektor unggulan).
Analisis efektivitas dan efisiensi pajak daerah serta retribusi daerah dan kotribusinya terhadap pendapatan asli daerah Hariyadi Yakub; Adi Wijaya; Aji Sofyan Effendi
KINERJA Vol 19, No 1 (2022): Februari
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkin.v19i1.10789

Abstract

Dalam pembangunan ekonomi, instrument fiskal merupakan bagian penting untuk menentukan sejauh mana kebijakan anggaran dapat terselanggaran sesuai dengan semangat otonomi daerah. Dari alasan tersebut, berdasarkan kewenangannya, masing-masing daerah mempunyai kewenangan dan cara sendiri untuk menghimpun penerimaan daerah, sehingga pembelajaan daerah dapat menentukan program-program pemerintah. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui seberapa besar tingkat efektivitas, efisiensi, dan kontribusi dari pajak daerah dan retribusi daerah di Provinsi Kalimantan Timur selama 2013-2019. Untuk mempermudah penyajiannya, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data kurun waktu. Adapun tiga model analisis (rasio efektivitas, rasio efisiensi, dan rasio kontribusi) dalam menjawab tujuan tersebut. Penemuan empiris menghasilkan beberapa pencapaian yang menyiratkan bahwa pajak daerah tergolong sangat efektif dan sangat efisien. Disatu sisi, retribusi daerah hasilnya adalah juga sangat efektif terhadap target yang ditentukan, namun kurang efisien karena biaya pemungutan retribusi daerah yang sangat besar. Adapun terhadap pendapatan asli daerah, rasio kontribusi pajak daerah sangat baik dan hasil yang kontras justru ditunjukkan oleh retribusi daerah melalui pencapaian yang sangat kurang. Diharapkan, hasil studi dapat memberikan kontribusi dan kebaruan dalam lingkup kebijkan fiskal untuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Pengaruh pendapatan asli daerah dan dana bagi hasil pajak serta dana bagi hasil non pajak terhadap belanja daerah dan pertumbuhan ekonomi kalimantan timur Yuliana Yuliana; Adi Wijaya; Muliadi Muliadi
FORUM EKONOMI Vol 23, No 2 (2021): April
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v23i2.7813

Abstract

Kegiatan pembangunan nasional tidak lepas dari peran serta pemerintah daerah dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di daerah masing-masing sebagai upaya memperbesar kemampuan daerah. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil Pajak, dan Dana Bagi Hasil Non Pajak terhadap Belanja Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian dirancang menggunakan data sekunder dari tahun 2009-2018 dengan teknik Analisis Jalur. Temuan empiris menyatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah dan Dana Bagi Hasil Pajak berpengaruh positif dan signifikan, sementara Dana Bagi Hasil Non Pajak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Belanja Daerah. Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan Dana Bagi Hasil Pajak berpengaruh negatif dan tidak signifikan, serta Dana Bagi Hasil Non Pajak dan Belanja Daerah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil Pajak, dan Dana Bagi Hasil Non Pajak sama-sama berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi melalui Belanja Daerah.
Pengaruh Investasi Pertambangan dan Tenaga Kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto serta Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Kutai Barat Yakin Masiku; Eny Rochaida; Adi Wijaya
FORUM EKONOMI Vol 19, No 1 (2017): Maret
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v19i1.2116

Abstract

In accordance with the Regional Autonomy Policy, the Regional Government will not be able to perform its functions properly, effectively and efficiently without adequate funding support to provide services to the community and implement development programs. The financing of development in the area other than sourced from the government itself also exists that comes from the private sector through Domestic Investment with Mining Investment which is certainly enough to contribute in the formation of Gross Regional Domestic Product and Human Development Index in West Kutai Regency. So the role of mining investment is very large in order to support and optimize the success of development in the region. Therefore developing and optimizing Investment Cultivation becomes very important, in an effort to increase the growth of GDP and future HDI. The purpose of this study was to examine the influence of investment and labor on Gross Regional Domestic Product and Human Development Index in West Kutai District. Data used secondary data sourced from the Mining Service of West Kutai Regency and Central Bureau of Statistics Office of West Kutai Regency, Bappeda of West Kutai Regency and related Office.The method of  data collection with direct observation. Further data is processed and analyzed by Path Analysis (Path Analysis). The result of statistical test shows that partially Mining Investment has positive but not significant effect to PDRB and HDI, whereas the amount of Labor has positive and significant effect to the increasing of PDRB revenue in West Kutai Regency. While PDRB has a positive and significant impact on HDI in West Kutai Regency.Keywords: Human Development Index, Gross Regional DomesticProduct, Manpower, Mining Investment
Pengaruh demokrasi ekonomi dan derajad penghisapan ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di daerah penghasil sumber daya alam dan daerah non sumber daya alam di Indonesia Rudy Mas’ud; Adi Wijaya; Rachmad Budi Suharto
FORUM EKONOMI Vol 24, No 1 (2022): Januari
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v24i1.10395

Abstract

Perwujudan demokrasi ekonomi saat ini makin menjauh dari ideal dimana ketimpangan struktural ekonomi justru kian melebar. Akumulasi dari berbagai persoalan tersebut maka mengakibatkan angka kemiskinan menjadi tinggi di Indonesia, walaupun ada penurunan dalam setiap tahun, yang ironisnya justru terdapat di daerah yang kaya akan sumber daya alam. Dari pemaparan latar belakang tersebut terlihat bahwa ada permasalahan/problem yang dapat di identifikasi yaitu bahwa kemiskinan di Indonesia, khususnya di daerah penghasil sumber daya alam (SDA) terjadi karena tidak adanya penerapan demokrasi ekonomi yang adil, baik dalam bentuk demokrasi produksi yang rendah, demokrasi pemilikan faktor produksi yang belum optimal, demokrasi alokasi dan konsumsi yang masih pincang dan derajad penghisapan ekonomi yang masif terutama di daerah penghasil sumber daya alam (SDA). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian asosiatif kausal yaitu penelitian yang bermaksud menggambarkan dan menguji hipotesis hubungan dua variable atau lebih. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode analisis data kuantitatif dan metode analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan 6 dimensi pengukuran yaitu, Demokrasi Ekonomi yang diwakili oleh 3 variabel (Demokrasi Produksi, Demokrasi Pemilikan Faktor Produksi, Demokrasi Alokasi dan Konsumsi), Derajat Penghisapan Ekonomi, variabel kesenjangan ekonomi, dan kemiskinan di Indonesia tahun 2008-2017. Seluruh faktor variabel bebas adalah Demokrasi produksi, Demokrasi Pemilikan Faktor Produksi, Demokrasi Alokasi, dan Derajat Penghisapan Ekonomi, berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah penghasil sumber daya alam (SDA) dan daerah bukan penghasil sumber daya alam (Non SDA) di Indonesia.
Analisis determinasi pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan Pilipus Bambang Wahyono Putro; Sri Mintarti; Adi Wijaya
INOVASI Vol 13, No 2 (2017): November
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v13i2.2459

Abstract

Penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Timur. Dengan variabel independen Belanja modal pemerintah, IPM, dan Ketimpangan pendapatan/gini ratio, dan variabel intervening PDRB, selain itu juga untuk menguji dan menganalisis seberapa besar pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Alat analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif yang menggunakan analisis jalur (path analysis). Analisis jalur digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh  Belanja modal pemerintah (X1), IPM (X2), dan Ketimpangan pendapatan/gini ratio (X3), terhadap PDRB (YI) serta dampaknya terhadap variabel Kemisinan (Y2) di Provinsi Kalimantan Timur. Berdasar hasil analisis, variabel Belanja modal pemerintah, IPM, dan Ketimpangan pendapatan/ gini ratio secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui variabel antara PDRB.
Pengaruh investasi dan belanja langsung serta belanja tidak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja Rahmad Mas’ud; Adi Wijaya; Irwan Gani
INOVASI Vol 17, No 2 (2021): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v17i2.7919

Abstract

Kebijakan pada investasi, alokasi belanja langsung, dan belanja tidak langsung sebagai salah satu indikator kinerja keuangan pemerintah Kota Balikpapan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi, belanja langsung, serta belanja tidak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Kota Balikpapan tahun 2007-2018. Data diolah dengan menggunakan Analisis Jalur melalui program SPSS, kemudian akan dibahas dan dari interprestasi hasil penelitian ditarik kesimpulan dan diberikan saran. Hasil studi empiris menyatakan Investasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Belanja Langsung berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Belanja Tidak Langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Investasi dan Belanja Tidak Langsung berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja. Belanja Langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja. Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja. Investasi dan Belanja Tidak Langsung sama-sama berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja melalui Pertumbuhan Ekonomi. Belanja Langsung berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja melalui Pertumbuhan Ekonomi di Kota Balikpapan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran dan kemiskinan di kota samarinda Dahma Amar Ramdhan; Djoko Setyadi; Adi Wijaya
INOVASI Vol 13, No 1 (2017): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v13i1.2434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum kota (UMK), tingkat pendidikan, dan inflasi terhadap tingkat pengangguran dan kemiskinan di Kota Samarinda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder pada tahun 2005-2014. Alat analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan analisis adalah IBM-SPSS Versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mempengaruhi tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomiberpengaruh langsung dan tidak signifikan dengan nilai pengaruh 0,269 dan signifikansi 0,177 0,10, upah minimum kotaberpengaruh langsung dan signifikan dengan nilai pengaruh -1,269 dan signifikansi 0,032 0,10, tingkat pendidikan berpengaruh langsung dan tidak signifikan dengan nilai pengaruh 0,554 dan signifikansi 0,255 0,10, sertainflasi berpengaruh langsung dan tidak signifikan dengan nilai pengaruh 0,184 dan signifikansi 0,3520,10.Dalam mempengaruhi tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomiberpengaruh langsung dan signifikan dengan nilai pengaruh -0,607 dan signifikansi sebesar 0,067 0,10, upah minimum kota berpengaruh langsung dan tidak signifikan dengan nilai pengaruh 1,669 dan signifikansi 0,113 0,10, tingkat pendidikan berpengaruh langsung dan signifikan dengan nilai pengaruh -1,350 dan signifikansi 0,079 0,10, inflasi berpengaruh langsung dan tidak signifikan dengan nilai pengaruh -0,133 dan signifikansi 0,592 0,10, serta tingkat pengangguranberpengaruh langsung dan signifikan dengan nilai pengaruh 1,400 dan signifikansi 0,054 0,10.Dalam mempengaruhi tingkat kemiskinan melalui tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi berpengaruh tidak langsung dan tidak signifikan dengan nilai pengaruh 0,3766, upah minimum kotaberpengaruh tidak langsung dan signifikan dengan nilai pengaruh -1,7766, tingkat pendidikan berpengaruh tidak langsung dan tidak signifikan dengan nilai pengaruh 0,7756, serta inflasiberpengaruh tidak langsung dan tidak signifikan dengan nilai pengaruh 0,2576.
Co-Authors Adnan Haris Musa Agus Junaidi Ahmad Rasyidi Aji Sofyan Effendi Akhmad Noor Ami Paramban Andriawan Kustiawan Andriawan Kustiawan Ardita Adela Arfiah Busari Aris Saputra Askar Husairi Azhar Rivai Chairul Ilmi Dahma Amar Ramdhan Diana Lestari Dinar Fuad Romadlon Dio Caisar Darma Dita Yuliana Agustin Djoko Setyadi Edison Mutang Eka Yurita Hidiya Emmilya Umma Aziza Gaffar Emmilya Umma Azizah Gaffar Eny Rochaida Ernie Ferawati Erwin Kurniawan A Erwin Kurniawan A. Erwin Kurniawan A. Faisal Riza Fitriadi Fitriadi Hanny Melani Hariyadi Yakub Herning Indriastuti I Wayan Prajna Satya Dharma Indirwan Indirwan Irwan Gani Irwan Pirda Jiuhardi Jiuhardi Juliansyah Roy Lestari Riski Sputri Lidwina Padatuan Lisdiana Lisdiana Marthinus Pasangka Maryam Nadir Mery Rahayu Michael Michael Muhammad Awaluddin Muhammad Iqbal Fhahrulreza Ginting Muhammad Nanda Adytia Muhammad Yusuf Muliadi Muliadi Muliati Muliati Noor Hidayah Nur Abdi Aulia Rahman Nurjanana Nurjanana Pilipus Bambang Wahyono Putro Prananda Saputra Nugraha Putu Meilya Ayu Widyastini Rachmad Budi Suharto Rachmad Budi Suharto Radakisanti Radakisanti Radinal Mukhtar Rahmad Mas’ud Riduansyah Riduansyah Riky Riduan Pratama Rudy Mas’ud Rusdiah Iskandar Salbiah Rizky Arifin Salmah Salmah Sherly Marcella shiva aulia Siti Amalia Sri Mintarti Stefanus Adhitya Pura Tanti Salma Theresia Militina Theresia Militina Theresia Militina Tri Joko Kuntoro Tri Wahyuni Bemboa Yakin Masiku Yana Ulfah Yanti Abrar Yuliana Yuliana Zamruddin Hasid