Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Info-Teknik

Koefisien Hidrolika Aliran Air yang Melewati Suatu Orifice Berbentuk Segitiga Abdul Ghofur
INFO-TEKNIK Vol 2, No 1 (2001): INFOTEKNIK VOL. 2 NO. 1 2001
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v2i1.448

Abstract

Kecepatan aliran air yang melewati suatu orifice yang  diperoleh secara teoritis harganya harganya ternyata berbedaan dengan kecapatan aliran yang diperoleh secara eksperimen. Perbandingan kedua kecepatan ini dinyatakan dengan koefisien hidrlik untuk kecepatan, demikian pula terhadap laju aliran volume air yang melewati orifice tersebut yang dikenal dengan koefisien hidrolik untuk discharge. Dengan mengetahui koefisien-koefisien hidrolik aliran air yang  melalui  suatu orifice maka dapat ditentukan ula discharge aliran pada setiap saat tertentu atau pengaturan aliran fluida dapat dilaksanakan. Disamping itu juga kita akan mengetahui karakteristik sifat aliran yang akan melalui suatu orifice.Penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui karakteristik suatu aliran yang melewati orifice sehingga pada akhirnya kita juga dapat menempatkan atau memasang suatu pipa orifice dengan tepat  sehingga kerugian aliran dapat dikurangi dan kita juga akan dapat merencanakan suatu sistem perpipaan dengan baik.Dari hasil penelitian pada orifice berbentuk segitiga didapatkan hasil koefisien kecepatan rata-rata (Cv) = 0,932, koefisien discharge rata-rata (Cd) –0,805 dan koefisien konstraksi rata-rata (Cc) = 0,863.
Dampak Kerosin pada Premium Terhadap Emisi Gas CO dan HC Ditinjau dari Sistem Pengapian Kendaraan Bermotor Abdul Ghofur
INFO-TEKNIK Vol 5, No 1 (2004): INFOTEKNIK VOL. 5 NO. 1 2004
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v5i1.651

Abstract

Kendaraan bermotor sampai saat ini merupakan pencemar udara utama. Gas buang kendaraan bermotor yang cukup berbahaya adalah gas buang CO dan HC yang dihasilkan dari pembakaran di ruang bakar mesin. Percobaan dilakukan menggunakan variasi kerosin 0% sampai 5% dan variasi laju putaran mesin  dari 700 Rpm sampai 2500 Rpm. Kendaraan uji yang digunakan adalah kendaraan bermotor  dengan  sistem pengapian platina dan CDI.Tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui pengaruh kerosin dalam premium terhadap konsentrasi gas CO dan HC yang dihasilkan dari sistem pengapian yang berbeda. Analisis pengujian emisi gas CO dan HC dari gas buang kendaraan bermotor dilakukan dengan pendekatan secara statistik, melalui program MINITAB  dengan menggunakan metode analisis varians dan regresi.Semakin tinggi kadar kerosin dalam premium akan meningkatkan kadar produksi  emisi gas CO dan HC. Pada laju putaran mesin mulai 1000 Rpm sampai 2500 Rpm, setelah kondisi idle terjadi peningkatan terhadap emisi gas CO dan HC. Kendaraan bermotor sistem pengapian platina dengan sistem 2 langkah menghasilkan  emisi terbesar, yaitu  saat kandungan  kerosin   5% dengan   laju putaran mesin 700 Rpm (idle)  sebesar 2,59% volume untuk gas CO dan 1079 ppm untuk gas HC. Untuk Produksi emisi terendah gas CO dan HC dihasilkan dari kendaraan bermotor sistem pengapian CDI , yaitu  pada kadar kerosin 0% dengan  laju putaran mesin 1000 Rpm sebesar 1.12% volume  untuk gas CO dan 851 ppm untuk gas HC. Kendaraan dengan sistem pengapian CDI menghasilkan emisi gas CO dan HC yang lebih baik dari sistem pengapian platina.