Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENENTUAN JUMLAH PERSEDIAAN SUKU CADANG RANTAI GARU MESIN PENGGILING TEBU BERDASARKAN TINGKAT KEKRITISAN KOMPONEN MODEL ABC MENGGUNAKAN SPARE PART REQUIREMENT NOMOGRAPH Sodikin, Imam
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 3 No 1 Agustus 2010
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.302 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v3i1.435

Abstract

Madukismo is one of the companies operating in the area of agroindustry with sugar as the main product. In order to exist, the company needs to increase the work effectiveness and efficiency in using the production machines through the planning of maintenance scheduling in order that the machines or units that are going to be used can be operated well, and work properly.The aim of this research is to analyze level requirement of amount of spare-part optimal with Sparepart requirement nomograph approach. This effort is able to increase high production quality, availability and reliability by maximizing equipments age, and also exploiting of effective maintenance. Based on the research result shows that the maintenance of chain eye component, it should be differentiated, basically, on the maintenance time. Determination of feed amounts at "t" periods with level of protection equal to 95% depict amount of requirement of accesses for chain component that availed counted 30 units.
PENJADWALAN PRODUKSI PADA SISTEM MANUFAKTUR REPETITIVE MAKE TO ORDER FLOW SHOP MELALUI PENDEKATAN THEORY OF CONSTRAINTS Sodikin, Imam; Mashuri, Aang
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 4 No 2 Februari 2012
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.555 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v4i2.510

Abstract

PT. Jaya Pulau Bintan, Bangka is a company that produces rubber in the form of semi-finished materials. Companies experiencing difficulties in meeting consumer demand is continuous, because the rubber product manufacturing process is very complicated and time consuming. The research method used in addressing the problems the company is the method of scheduling a flow shop with the approach of theory of constraint in repetitive manufacturing systems make to order. The result of data processing by using 2 production scheduling system, namely FCFS scheduling with makespan yield of 18.96 days. While the TOC scheduling with makespan obtained by 16.02 days in order to obtain savings of 2.94 days. Scheduling production with the TOC proposed because it has a greater throughput and successfully utilize the resources constraints, especially at work stations more effectively and efficiently.
ANALISIS PENENTUAN UKURAN LOT PEMESANAN MENGGUNAKAN METODE JOINT ECONOMIC LOT SIZE (JELS) DI PT. FORESTALESTARI DWIKARYA TANJUNG PANDAN Sodikin, Imam; Mudiarti, Ismi
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscentia Vol 1 No 1 Agustus 2008
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.681 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v1i1.376

Abstract

The development in industrial world brings a big effect in management of company. Supply chain management is the best solution for increasing prime competitive, with target inventory of management between buyer and supplier. On conventional inventory of management, vendor calculates lot size production policy independently like that with buyer. Optimize of Economic Order Quantity’s vendor not same with Economic Order Quantity of buyer. This problem can finish if there negotiation or joint policy (Joint Economic Lot Size). The examination aims to determine optimal joint policy between buyer and vendor. Result of analysis the set of contract number 1 is optimal for vendor with first order quantity (Q1) = 4,481.02 ton, z1 = Rp 24,590,458.32 and second order quantity (Q2) = 1,542.29 ton and z2 = Rp 847,232 with bargaining the vendor’s expected bargaining surplus is given by Rp 19,251,181.95 so, with this contract buyer and vendor gets profit’s.
PENERAPAN FUNGSI PRODUKSI COBB-DOUGLAS GUNA MENGANALISIS PROSES TRANSFORMASI DALAM SISTEM PRODUKSI Sodikin, Imam; Sarsito, Bambang Mudo
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Academia Ista Vol 9 Edisi Khusus Oktober 2004
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.374 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v0i0.1881

Abstract

Simply production system can be described as a relation usher the input element, process and input. The element have to be supported with the feed back to control the system produce that to be able to improve the continuous repair. PT. Barata Indonesia in the early year 2003 was doing program to improve of output by performing variously repair of the task department. From the repair result will be was done by a measurement with to compare with the production process previous period. In this research, the method used is function produce of the Cobb-Douglas by using of software SPSS analysis. From data processing result, got an equation of linear regression which have transformed into function produce the following Cobb Douglas: For the year of 2002 equation is Q = 90,92.I10,75.I40,53 and for the year of 2003 Q = 79,04.I10,66.I40,39. Based of the result analyze by using the function produce the Cobb-Douglas have given is Return to scale ( RTS) with the value 1,28 for the year of 2002 and 1,05 for the year of 2003. Because value RTS > 1 so this matter is inferential that production process of two period known of the Increasing to Scale, meaning that proportion of factors of production, such as input will be increase the production the larger ones. While for the calculation of elasticity given the following value: Year 2002 raw material elasticity = 0,75%, meaning each every addition 1% raw material by use of constant machine man hours, product become will increase 0,75%, for the elasticity of use of machine man hours = 0,53% meaning each every accretion 1% machine man hours by use constant raw material, will increase the product addition become equal to 0,53%. Year 2003 raw material elasticity = 0,66%, meaning each every addition 1% raw material by use of constant machine man hours, product become will increase 0,66%, for the elasticity of use of machine man hours = 0,39% meaning each every accretion 1% machine man hours by use constant raw material, will increase the product addition become equal to 0,39%.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN PENERAPAN METODE TAGUCHI DAN 5S Muhaimin, Muhaimin; Sodikin, Imam; Sidarto, Sidarto
Jurnal Rekavasi Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.671 KB)

Abstract

UD. Murah Barokah dalam meningkatkan kualitas dan mempertahankan kepecayaan konsumen, maka perusahaan tersebut mempunyai sistem produksi yang baik dengan proses terkendali. Hal ini berhubungan dengan proses produksi dan kecepatan produksi. Untuk bersaing dalam pasar sekarang ini, perusahaan harus selalu berusaha meningkatkan efisiensi dan memfokuskan diri pada minimalisasi cacat serta pemborosan dari keseluruhan proses produksi. Dimana produk cacat harus diminimalkan dengan usaha yang harus dilakukan secara berkesinambungan, salah satunya dengan menerapkan metode Taguchi. dan penerapan metode 5S. Penerapan metode Taguchi dimaksudkan untuk mencari komposisi bahan baku/material terbaik yang memberikan pengaruh paling signifikan dalam pembuatan paving blok untuk mendapatkan produk yang berkualitas bagus dengan menggunakan Signal to Noise Ratiodan penarapan metode 5S. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa: komposisi semen dan pasir memberi kontribusi 34% dan faktor air memberikan kontribusi 33%, kombinasi faktor optimum dengan menggunakan komposisi semen 1 ember : 12 ember pasir, faktor air 5 liter. Penggunaan metode Taguchi dapat mengetahui proses pembuatan pada kualitas produk paving blok karena nilai thitung berada diluar dari wilayah kritis ttabel, dinyatakan bahwa eksperimen konfirmasi lebih baik dari pada eksperimen kondisi awal. Selanjutnya Penerapan 5S+1H dan fishbone diagramdiperusahaan UD. Murah Barokah dengan cara melakukan perbaikan-perbaikan maka dapat meminimalisasi pemborosan-pemborosan yang terjadi dilantai produksi untuk peningkatan kecepatan proses dari proses pembuatan produk paving blok.
PERBAIKAN METODE KERJA BERDASARKAN MICROMOTION STUDY DAN METODE 5S UNTUK MENYEIMBANGKAN LINTASAN PRODUKSI Widodo, Risanita Setyananda; Sodikin, Imam; Oesman, Titin Isna
Jurnal Rekavasi Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.619 KB)

Abstract

Anggun Rotan Bag adalah industri kerajinan di Yogyakarta yang memproduksi tas dan kerajinan berbahan dasar rotan. Proses produksi pada Anggun Rotan Bag dikerjakan oleh karyawan dan masih manual menggunakan tenaga manusia. Gerakan-gerakan kerja yang tidak efektif dan penumpukan barang yang menunggu diproses perlu untuk diteliti. Penelitian ini menganalisa kondisi awal lintasan produksi kemudian memperbaiki metode kerja dan layout kerja pada stasiun kerja yang mengalami bottleneck. Perbaikan dilakukan berdasarkan metode micromotion study dan metode 5S pada lingkungan kerja. Penelitian diperoleh hasil kondisi awal lintasan produksi terdapat dua stasiun kerja yang mengalami bottleneck yaitu stasiun kerja pembuatan asesoris dan stasiun kerja pasang furing. Setelah dilakukan perbaikan metode kerja stasiun kerja yang mengalami botleneck berkurang menjadi satu stasiun kerja yaitu stasiun kerja pembuatan asesoris. Penyeimbangan lintasan produksi selanjutnya menggunakan metode Killbridge Heuristic/Region Approach menunjukkan penurunan waktu menganggur (idle time) 340,05 menit menjadi 72,65 menit. Balance delay menurun dari 70,65% menjadi 33,96% Efisiensi lintasan produksi 29,35% meningkat menjadi 66,04% nilai ini menunjukkan bahwa pola aliran yang baru keseimbangan lintasan yang dihasilkan mendekati optimal. Metode micromotion study dan metode 5S memberikan efek terhadap perbaikan metode kerja dengan menghilangkan gerakan kerja yang tidak efektif serta merapikan area kerja sehingga dapat meningkatkan output yang dihasilkan untuk menyeimbangkan lintasan produksi.
ANALISIS CAPACITY CONSTRAINED RESOURCES GUNA MENGOPTIMALKAN ALIRAN PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN THEORY OF CONSTRAINTS Sodikin, Imam; Atmoko, Andrie Widyo
Jurnal Teknologi Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan dan pengelolaan sumber daya merupakan salah satu hal yang dapat mewujudkan tujuan perusahaan. Kendala-kendala berupa keterbatasan dapat digunakan untuk mencapai tujuan guna meningkatkan keuntungan perusahaan, karena keterbatasan itu yang akan menentukan aliran produksinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sumber-sumber pembatas dan mengoptimalkannya guna meningkatkan keuntungan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Theory of Constraints dengan mengoptimalkan aliran produksi dan pembentukan model batasan menggunakan goal programming. Hasil yang diperoleh yaitu stasiun kerja mesin bubut merupakan kendala/pembatas, karena mempunyai nilai rasio kendala yang terbesar yaitu 98.99%. Melalui pengembangan dengan model goal programming, maka waktu yang tersisa dapat dialokasikan untuk menambah produk pulley yang memiliki nilai keuntungan yang terbesar. Produksi dioptimalkan dengan penambahan sebesar 4 unit pulley C4 12” dan memaksimalkan pencetakan dengan luas area 88 m2, penggunaan bahan baku gamping 432.23 kg, Kokas 3824 kg, baja cor 4155 kg, serta mengkombinasikan produk pulley A2 8 ” 75 unit, A3 10 ” 160 unit, B4 10” 123 unit, dan C4 12” 123 unit dengan keuntungan Rp. 53.100.000,-.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI RENTAL & INVENTARIS ALAT MULTIMEDIA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT Ummah, Hawariy Amiinul; Sodikin, Imam; Susetyo, Joko
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha mikro SukaKamera merupakan usaha yang bergerak di bidang jasa yaitu penyewaan peralatan kamera dan proyektor. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, pekerjaan di SukaKamera masih dilakukan secara manual, sehingga timbul beberapa masalah seperti: lamanya waktu tunggu saat pelanggan melakukan pemesanan, tidak efisiennyapencatatan laporan dan inventaris karena masih menggunakan media kertas dan pemasaran dan promosi yang masih belum personal dan customized ke pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem informasi yang akan memudahkan SukaKamera dalam melakukan pengolahan data dan pelanggan dalam melakukan pemesanan sertamembangun hubungan komunikasi SukaKamera dengan pelanggan dengan metode customer relationship management. Saat melakukan pengembalian produk, pelanggan diharuskan untuk mengisi review dan rating. Setiap nilai atau rating yang diberikan oleh pelanggan akan masuk ke tabel profitabilitas. Terdapat tiga pengelompokan nilai yaitu rating 0,1-2,5 loss profitability customer/product, 2,6-3,9 mix profitability customer/product dan 4,0-5,0 high profitability customer/product. Setiap nilai memiliki cara tersendiri dalam memasarkan dan mempromosikan produk.Hasil dari nilai tabel profitabilitas yaitu tiga produk atau 37,5% high profitability product, tiga produk atau 37,5% mix profitability product dan dua produk atau 25% loss profitability product sedangkan profitabilitas pelanggan yaitu dua pelanggan atau 25% high profitability customer, lima pelanggan atau 62,5% mix profitability customer, satu pelanggan atau 12,5% loss profitability customer. Data ini akan digunakan SukaKamera dalam hal memasarkan dan mempromosikan produk yang lebih personal atau targeting dan customized kepada pelanggan. Dengan begitu diharapkan dapat menarik pelanggan yang potensial dan pelanggan yang lama menjadi setia
EVALUASI PENERAPAN ERGONOMI MIKRO PADA IMPLEMENTASI ERGONOMI MAKRO UNTUK KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI PT ADI SATRIA ABADI Tarigan, Jusen Pramana; Simanjuntak, Risma Adelina; Sodikin, Imam
Jurnal Rekavasi Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Adi Satria Abadi merupakan salah satu perusahaan industri yang bergerak di bidang manufaktur sarungtangan golf, yang melakukan kegiatan ekspor impor, baik itu bahan baku maupun hasil produksi. Kualitas danpeningkatan mutu perusahaan harus dijaga, diperlukan faktor keefektifan para karyawan dalam bekerja, antara lainpenjagaan postur kerja dan stasiun kerja (ergonomi mikro) yang ergonomis untuk meningkatkan kepuasan kerjakaryawan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi postur kerja karyawan dari lima devisi, yaitu potong material awal,pemberian lubang, press, press logo, dan jahit, dan mengetahui pengaruh kesesuaian stasiun kerja terhadap kepuasankerja melalui 30 responden. Serta manafaat yang ingin diperoleh dari penelitian ini yang dimana dapat digunakansebagai salah satu masukan atau rekomendasi terhadap perusahaan sehingga dapat ditinjak lanjuti sebagai tahapperbaikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assesment),dan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh stasiun kerja terhadap kepuasan kerja. Hasil yang diperoleh yaitu 3postur kerja memperoleh skor 6 dengan action level 3 (kategori tinggi/ diperlukan perbaikan segera), 2 postur denganskor 7 dan action level 4 (kategori tinggi/ diperlukan perbaikan sesegera mungkin), Hasil analisis regresi stasiun kerjaberpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dimana nilai signifikasi ≤ 0.05, dan menyatakan peningkatan satuunit satuan dari stasiun kerja akan menambah kepuasan kerja sebesar 0.326. Serta nilai R² ditemukan sebesar 15.6%yang dapat diartikan bahwa hubungan stasiun kerja terhadap kepuasan kerja masuk kedalam kategori rendah.
ANALISIS PENENTUAN UKURAN LOT PEMESANAN MENGGUNAKAN METODE JOINT ECONOMIC LOT SIZE (JELS) DI PT. FORESTALESTARI DWIKARYA TANJUNG PANDAN Sodikin, Imam; Mudiarti, Ismi
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscentia Vol 1 No 1 Agustus 2008
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v1i1.376

Abstract

The development in industrial world brings a big effect in management of company. Supply chain management is the best solution for increasing prime competitive, with target inventory of management between buyer and supplier. On conventional inventory of management, vendor calculates lot size production policy independently like that with buyer. Optimize of Economic Order Quantity’s vendor not same with Economic Order Quantity of buyer. This problem can finish if there negotiation or joint policy (Joint Economic Lot Size). The examination aims to determine optimal joint policy between buyer and vendor. Result of analysis the set of contract number 1 is optimal for vendor with first order quantity (Q1) = 4,481.02 ton, z1 = Rp 24,590,458.32 and second order quantity (Q2) = 1,542.29 ton and z2 = Rp 847,232 with bargaining the vendor’s expected bargaining surplus is given by Rp 19,251,181.95 so, with this contract buyer and vendor gets profit’s.