Edy Soedjoko
Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Unnes Journal of Mathematics Education

PENERAPAN PEMBELAJARAN TWO STAY-TWO STRAY TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MINAT Saraswati, In Diyah; Soedjoko, Edy; Susilo, Bambang Eko
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 1 No 1 (2012): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v1i1.258

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah model pembelajaran Two Stay-Two Stray (TS-TS) berbantuan LKPD dan alat peraga dapat meningkatkan minat belajar matematika peserta didik, (2) apakah model pembelajaran TS-TS berbantuan LKPD dan alat peraga dapat meningkatkan minat belajar matematika peserta didik, (3) apakah model pembelajaran TS-TS berbantuan LKPD dan alat peraga dapat meningkatkan minat belajar matematika peserta Didik. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pedekatan penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP N 5 Pemalang tahun pelajaran 2011/2012. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIIIF sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIE kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran TS-TS berbantuan LKPD dan alat peraga dapat meningkatkan minat belajar peserta didik, ketuntasan belajar baik individual maupun klasikal dapat tercapai, berarti penerapan model ini efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep, dan kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran ini untuk materi kubus dan balok lebih baik dari pada yang mendapatkan pembelajaran dengan model ekspositori.The reserch aims to determine: (1) whether the model Two Stay-Two Stray (TS-TS) assisted learning LKPD and props can enhance student interest in learning mathematics, (2) whether the model TS-TS assisted learning and teaching aids LKPD can increase interest in learning math learners, (3) whether the model TS-TS assisted learning and teaching aids LKPD can increase interest in learning math Educate participants. The method in this study is a quantitative experimental study pedekatan. The population in this study were all class VIII students SMP N 5 Pemalang school year 2011/2012. The sample in this study, namely the class VIIIF as a class experimental and class VIIIE as control class. The results of his research is the application of learning models TS-TS assisted LKPD and props can enhance learning interest of students, either individually or completeness classical learning can be achieved, this means that the application of this model is effective against the ability of understanding the concepts, understanding of concepts and skills of learners who have learning this learning model for the cube and beam material is better than receiving expository model.
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SMP PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS Tanjungsari, Retno Dewi; Soedjoko, Edy; -, Mashuri
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 1 No 1 (2012): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v1i1.261

Abstract

AbstractTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesulitan siswa dalam memahami dan menggunakan konsep/prinsip dalam materi Persamaan Garis Lurus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-C SMP Negeri 2 Kertanegara Kabupaten Purbalingga tahun pelajaran 2011/2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian dan simpulan yang diperoleh antara lain jenis kesulitan siswa dalam materi persamaan garis lurus adalah (1) kesulitan dalam kemampuan menerjemahkan (linguistic knowledge) ditunjukkan dengan kesalahan dalam menafsirkan bahasa soal; (2) kesulitan dalam menggunakan prinsip termasuk didalamnya siswa tidak memahami variabel, kurangnya penguasaan dasar-dasar aljabar dan kurangnya kemampuan memahami (schematic knowledge) yang ditunjukkan dengan kesalahan dalam mengubah bentuk persamaan, kesalahan dalam komputasi aljabar, kesulitan dalam menerapkan prinsip gradien tegak lurus dan kesalahan dalam operasi bilangan; (3) kesulitan dalam menggunakan konsep termasuk didalamnya ketidakmampuan untuk mengingat konsep, ketidakmampuan mendeduksi informasi berguna dari suatu konsep dan kurangnya kemampuan memahami (schematic knowledge) yang ditunjukkan dengan kurang lengkap dalam menuliskan rumus; dan (4) kesulitan dalam kemampuan algoritma termasuk didalamnya kurangnya kemampuan perencanaan (strategy knowledge) dan dalam kemampuan penyelesaian (algorithmic knowledge) ditunjukkan dengan tidak mengerjakan soal, krang langkah, belum selesai, kurangnya ketelitian siswa dalam mengerjakan.The purpose of this study was to determine the student difficulties type in understanding and using concepts / principles in the equation of straight lines material. This type of study is a qualitative study. Subjects in this study were students in grade VIII-C SMP Negeri 2 Kertanegara Purbalingga school year 2011/2012. The method used in this study is the method of documentation, testing, and interviews. The results and conclusions obtained among other types of difficulties students in the material equation of a straight line is (1) the difficulty in translating abilities (linguistic knowledge) are indicated by an error in interpreting the language problem, (2) difficulty in using the principle of including the students do not understand the variables, lack of mastery of the fundamentals of algebra and a lack of ability to understand (schematic knowledge) are indicated by an error in changing the form of the equation, the error in the computational algebra, difficulties in applying the principle of vertical gradients and errors in the operation number, (3) difficulty in using the concept includes inability to remember the concept, the inability to deduce useful information from a concept and a lack of ability to understand (schematic knowledge) as indicated by the complete lack of writing down the formula, and (4) difficulties in the ability of the algorithm including the lack of planning skills (strategy knowledge) and the ability of the settlement (algorithmic knowledge) is shown with no work on the problems, krang step, not yet finished, the lack of rigor in the work of students
KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN CTL DAN MEA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI LINGKARAN Rusyida, Wilda Yulia; Asikin, Mohammad; Soedjoko, Edy
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 1 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v2i1.3313

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran ContextualTeaching and Learning (CTL) dan Model Eliciting Activities (MEA) pada siswakelas VIII materi keliling dan luas lingkaran dapat mencapai ketuntasan belajardan untuk mengetahui manakah yang lebih baik antara pembelajaran ContextualTeaching and Learning (CTL) dan Model Eliciting Activities (MEA). Populasidalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 1 Ungaran tahun pelajaran2012/2013. Dengan menggunakan cluster random sampling terpilih sampel yaitusiswa kelas VIIIG dan VIIIH sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2.Dari hasil uji ketuntasan belajar diperoleh siswa kelas eksperimen 1 dan 2mencapai nilai KKM, yaitu 80. Dari hasil uji kesamaan rata-rata satu pihakdiperoleh rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen 1lebih baik daripada rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa kelaseksperimen 2. Simpulan yang diperoleh adalah pembelajaran CTL dan MEApada materi keliling dan luas lingkaran dapat mencapai nilai KKM danpembelajaran CTL lebih baik dari pembelajaran dengan MEA.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MODEL TAPPS BERBANTUAN WORKSHEET TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI LINGKARAN Maula, Nikmatul; Rochmad, Rochmad; Soedjoko, Edy
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 1 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v2i1.3317

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan model TAPPS tuntas, apakah rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa pada model TAPPS lebih tinggi daripada rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran ekspositori, serta apakah persentase ketuntasan belajar siswa pada model TAPPS lebih tinggi daripada persentase ketuntasan belajar siswa pada pembelajaran ekspositori. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 2 Pekalongan tahun pelajaran 2012/2013. Dengan teknik cluster random sampling, terpilih sampel yaitu siswa kelas VIII-D sebagai kelas eksperimen yang diterapkan pembelajaran model TAPPS berbantuan worksheet berbasis Polya dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol yang diterapkan pembelajaran ekspositori. Dari hasil uji ketuntasan belajar diperoleh pembelajaran pada kelas eksperimen tuntas. Dari hasil uji perbedaan dua rata-rata, diperoleh rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Dari hasil uji proporsi satu pihak, diperoleh persentase ketuntasan belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada pada kelas kontrol.  Simpulan yang diperoleh yaitu pembelajaran dengan model TAPPS tuntas, rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa pada model TAPPS lebih tinggi daripada rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran ekspositori, dan persentase ketuntasan belajar siswa pada model TAPPS lebih tinggi daripada persentase ketuntasan belajar siswa pada pembelajaran ekspositori.
KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT ATTAINMENT DAN COGNITIVE GROWTH TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP Kiswandi, Kiswandi; Soedjoko, Edy; Hendikawati, Putriaji
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 3 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v2i3.3361

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan model Concept Attainment lebih baik daripada siswa yang diajar dengan model Ekspositori, apakah kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan menggunakan model Cognitive Growth lebih baik daripada siswa yang diajar dengan menggunakan model Ekspositori, dan apakah kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan menggunakan model Concept Attainment lebih baik daripada siswa yang diajar dengan model Cognitive Growth. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara acak, didapatkan dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Metode yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode tes. Analisis data yang digunakan meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji ketuntasan belajar individual, uji ketuntasan belajar klasikal, uji anava, dan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan model pembelajaran Concept Attainment tidak berbeda secara signifikan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Cognitive Growth, namun kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan model pembelajaran Concept Attainment maupun Cognitive Growth lebih baik daripada siswa yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori.
KEEFEKTIFAN GUIDED DISCOVERY BERBANTUAN SMART STICKER TERHADAP RASA INGIN TAHU DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII Afrida, Anisa Nur; Sugiarto, Sugiarto; Soedjoko, Edy
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2015): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v4i2.7449

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model guided discovery berbantuan smart sticker terhadap rasa ingin tahu siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Slawi tahun pelajaran 2014/2015. Dengan menggunakan teknik random sampling terpilih dua kelas sampel yaitu kelas VII 5 sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model discovery learning berbantuan resitasi dan kelas VII 4 sebagai kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran ekspositori. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi, tes , angket dan observasi. Analisis data akhir dilakukan dengan: (1) Uji z, untuk menguji ketuntasan klasikal; 2) Uji t perbedaan rata-rata, untuk menguji perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dan (3) Uji t perbedaan rata-rata, untuk menguji perbedaan rasa ingin tahu antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guided discovery berbantuan smart sticker efektif terhadap rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir, karena siswa kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan klasikal; dan kemampuan berpikir kritis dan rasa ingin tahu siswa siswa pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol
KOMPARASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL JIGSAW DAN GI PADA PENCAPAIAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Kartikasari, Yoselin; Kartono, Kartono; Soedjoko, Edy
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2016): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v5i1.9346

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: apakah kemampuan pemecahan masalah siswa dengan menggunakan model pembelajaran pembelajaran JIGSAW dan GI (Group Investigation) sudah mencapai ketuntasan belajar; manakah yang lebih baik antara rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa menggunakan model pembelajaran JIGSAW dengan  model pembelajaran GI, model pembelajaran JIGSAW dengan pembelajaran Ekspositori, dan model pembelajaran GI dengan pembelajaran Ekspositori. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Boja. Melalui teknik Cluster Random Sampling, terpilih dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan tes. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan uji , uji proporsi satu pihak, uji ANAVA, dan uji lanjut Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa materi kubus dan balok dengan menggunakan model pembelajaran pembelajaran JIGSAW dan GI (Group Investigation) sudah mencapai ketuntasan belajar, rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa dengan menggunakan pembelajaran JIGSAW sama dengan pembelajaran GI, pembelajaran JIGSAW lebih baik daripada pembelajaran Ekspositori, dan pembelajaran GI lebih baik daripada pembelajaran Ekspositori.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MODEL AUDITORY INTELLECTUALY REPETITION Awaliyah, Fista; Soedjoko, Edy; Isnarto, Isnarto
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 5 No 3 (2016): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v5i3.10965

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian ketuntasan klasikal kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X SMA dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X SMA berdasarkan kelompok atas, sedang, dan bawah dalam pembelajaran Auditory Intellectually Repetition. Jenis penelitian ini adalah mixed methods. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, tes dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-6 SMA Negeri 9 Semarang. Dipilih 6 siswa untuk dilakukan wawancara kemampuan pemecahan masalah yang terdiri dari 2 siswa pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan pemecahan masalah siswa dengan pembelajaran Auditory Intellectually Repetition mencapai ketuntasan klasikal 2) siswa kelompok atas mampu memahami masalah, mampu merencanakan penyelesaian, mampu melaksanakan rencana penyelesaian dan mampu melihat kembali hasil serta proses 3) siswa kelompok sedang hanya kurang mampu memahami masalah 4) siswa kelompok bawah kurang mampu memahami masalah dan kurang mampu melihat kembali hasil dan proses. Abstract The aim of the research is to determine the achievement of the classical completeness problem solving ability class X in Senior High School using Auditory Intellectually Repetition learning model and to describe the problem-solving skills class X in Senior High School based on the higher student group, the middle student groups and the lower student group in the learning Auditory Intellectually Repetition. This type of research is a mixed method. Data collection methods used were documentation, testing, and interviews.The subjects were students of class X-6 Senior High School 9 Semarang. The sixs selected students do the interviews troubleshooting capabilities consisting of two students in each group. The results showed that: 1) the problem solving ability of students with learning Auditory Intellectually Repetition reach the classical completeness 2) the higher student group able to understand the problem, able to plan completion, able to carry out the settlement plan and were able to look over the results and process 3) the middle student groups are less capable of understanding the problem 4) and the lower student groups are less able to understand the problems and less able to look back results and processes.
Diagnosis and Efforts to Overcome Learning Difficulties in Mathematics with Induced Fit Remedial Teaching Strategy with Participative Learning Approach Yunita, Windha; Soedjoko, Edy; Wuryanto, Wuryanto
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 6 No 1 (2017): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v6i1.12693

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui letak dan faktor penyebab kesulitan siswa SMK kelas X dalam menyelesaikan soal program linear dan mengetahui keefektifan Induced Fit Remedial Teaching dengan pendekatan Participative Learning dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Subjek penelitian diambil 9 dari 34 siswa kelas X Garmen 1 SMK Bina Nusantara, masing-masing 3 subjek dari kelompok atas, kelompok tengah dan kelompok bawah. Selanjutnya dilakukan wawancara terkait hasil tes diagnostik. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Simpulan yang diperoleh (1) letak kesulitan belajar siswa adalah mengubah soal cerita ke model matematika, menentukan daerah penyelesaian dan titik pojok serta titik potong dari grafik dengan faktor penyebab kesulitan pada program linear adalah kurang memahami soal, tidak teliti, dan belum memahami langkah penyelesaian; (2) Induced Fit Remedial Teaching dengan pendekatan Participative Learning efektif mengatasi kesulitan belajar matamatika. The goal of this research is to know difficulties and factors that cause trouble for Students of SMK Grade 10 in solving linear program question, and to know the effectiveness of Induced Fit Remedial Teaching Strategy to solve the cause of students’ learning difficulties. This Reasearch is Qualitatif Research. Data collection was conducted sing Tes Method, Questionnaire and Interview. The Subjects were taken 9 from 34 students from SMK Bina Nusantara Grade 10 Garmen Class, each three subject from upper group, middle group and lower group. Then, the next step is interview related the result of diagnostic test. Test the validity of the data is done by the technique of triangulation. Conclusion obtained are (1) the cause of students’ learning difficulty is how to change the story question into math model, to determine settlement area and the corner point and and also the point of intersection of a graph. And factors that cause trouble in solving linear program question is lack of understanding of the question, not carefully and don’t understand the solution step by step (2) Effective Induced Fit Remedial Teaching Strategy with approaching Participative Learning students overcome learning difficulties.
Mathematical creative thinking ability viewed from the types of personality on CPS learning model Prasetiawan, Aditya Hendra; Junaedi, Iwan; Soedjoko, Edy
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 7 No 2 (2018): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v7i2.22790

Abstract

The purpose of this research was to describe the learning quality of CPS model towards mathematical creative thinking ability of students viewed from personality types. This research was a mixed method is the type of this research. Mathematical Creative Thinking Skill Test (MCTST) was analyzed quantitatively by classical completeness test and different test average. Furthermore, MCTST was also analyzed qualitatively to gain the description of mathematical creative thinking ability viewed from personality types. The results showed that the quality of CPS mathematics learning model in good category. The artisans subject did not complete mathematical creative thinking aspects, especially fluency and flexibility aspects, guardians subject met all four aspects of mathematical creative thinking, the idealist subject did not meet mathematical creative thinking aspects, especially originality and elaboration aspects, and the rational subject met all four aspects of mathematical creative thinking.