Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Infeksi parasit gastrointestinal pada kambing di Kupang Aji Winarso
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 2 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.177 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.2.25-26

Abstract

Produktivitas ternak kambing di lahan kering Nusa Tenggara Timur yang dipelihara secara tradisional semi-intensif sangat dirugikan oleh parasit. Studi kasus selama bulan Juli 2016 pada 5 peternakan rakyat ini mendeskripsikan pola pemeliharaan ternak kambing di Kupang yang dikaitkan dengan risiko infeksi/infestasi parasit. Kambing sebanyak 20 ekor dari 5 peternakan kambing di Kota Kupang (Kelurahan Manutapen, Kelurahan Lasiana) dan di Kabupaten Kupang (Desa Pariti dan Desa Oenesu) terdiri dari berbagai umur diambil sampel feses untuk pemeriksaan parasit kualitatif dengan metode pengapungan sederhana. Observasi dilakukan terhadap perkandangan dan padang penggembalaan. Wawancara terstruktur pada pemilik peternakan untuk mengetahui tata kelola peternakan. Hasil kajian menunjukkan semua ternak terinfeksi parasit saluran pencernaan berupa cacing kelompok strongil, cacing Strongyloides, cacing Trichuris dan protozoa Eimeria spp. Sistim peternakan kambing yang dikelola secara tradisional semi-intensif sebagai usaha sampingan dimana ternak dilepas saat cuaca cerah, kandang alas tanah tanpa pemisahan umur, dan kotoran jarang dibersihkan mendukung siklus hidup parasit.
Palatabilitas pakan ternak ruminansia berimbuhan antelmintika Aji Winarso; Dede Rival Novian; Dewi Fesbayati Lestari Djungu
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 4 (2018): ARSHI Veterinary Letters - November 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.717 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.4.71-72

Abstract

Kendala-kendala dalam pengobatan ternak seperti yang telah disebutkan dapat memboroskan waktu, tenaga, obat-obatan, dan mungkin berisiko bagi keselamatan. Administrasi obat yang kurang sempurna juga berisiko membuat pengobatan di bawah dosis efektif (under dose) sehingga memicu resistensi. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengobatan ternak, maka perlu dilakukan inovasi dalam sediaan obat menjadi sediaan pakan berimbuhan. Dengan demikian administrasi obat dilakukan secara voluntary per oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui palatabilitas pakan berimbuhan berupa biskuit dengan beberapa golongan antelmintika yaitu albendazole, piperazine citrate dan levamisole. Biskuit dasar dibuat dari bahan dedak gandum yang direkatkan dengan bubur kanji dan maizena. Biskuit pakan berimbuhan dijemur dibawah terik matahari selama dua hari dan diberikan kepada hewan coba sesuai dosis anjuran. Sediaan biskuit dirancang untuk dosis pemberian 1 biskuit per 20 kg BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran antelmintik kepada pakan berupa biskuit dedak gandum menghasilkan pakan berimbuhan memiliki palatabilitas yang baik untuk ketiga antelmintika yaitu albendazole, piperazine citrate, dan levamisole.
Prevalensi trematodiasis pada sapi bali di Kupang dengan pemeriksaan feses metode filtrasi Aji Winarso; Nadia Daramuli Kale; Diana Miranti Rihi; Desmond T.M. Hurek; Poppy Sarina Pello; Venansia Nona Beti; Maria Marsiniani Moi; Mesa J. Niex Boru; Rizky Yuni Manafe; Maria Dua Eni Parera; Maria Gratsia M. Jo; Yohanes Raldy Nadja; Dalmasia Trisna Dhiu; Mario Cantona; Lucia Dewinta Amleni; Sharoniva J. Koanak; Yusinta Veronika Nawa; Angela Novita Daki; Jeanet F.T.L. Pora
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 1 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.1.13-14

Abstract

Pengendalian yang strategis perlu mempertimbangkan data epidemiologi trematodosis itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status prevalensi terkini (update) kasus trematodosis pada sapi bali di Kupang. Sebanyak 51 ekor sapi bali dewasa diambil sampel feses dan diperiksa dengan metode filtrasi bertingkat selama periode September 2019 hingga Januari 2020. Data diolah dan ditampilkan sebagai statistik deskriptif. Kajian ini mengungkap prevalensi trematodosis pada sapi bali di Kupang sebesar 25,49%, dengan diantaranya menderita fasciolosis sebesar 19,61% dan infeksi amphistome sebesar 9,80%.