Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Ekstrak Daun Sisik Naga Terhadap Penyembuhan Diare Pada Anak di Desa Penen, Kecamatan Biru-Biru Tahun 2019 Bunga Mari Sembiring; Fithri Handayani Lubis
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v3i2.3331

Abstract

Latar Belakang: Walaupun persentase diare sebagai penyebab kematian pada anak di Indonesia cenderung menurun, namun angka kesakitan dan kematiannya masih tinggi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksikan pada tahun 2025 masih terdapat lima juta kematian pada anak usia kurang dari 5 tahun, dimana 97% diantaranya terjadi di negara berkembang dengan penyakit infeksi sebagai penyebab utamanya, salah satunya diare. Pemanfaatan jamu berbasis kearifan lokal merupakan salah satu alternatif pengobatan diare yang diharapkan dapat menjadi terapi rasional yang dapat diterapkan oleh setiap keluarga. Sisik naga atau yang sering disebut ribuan di wilayah sumatera bisa dijadikan alternatif pengobatan herbal diare. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun sisik naga terhadap penyembuhan diare pada anak di Desa Penen Kecamatan Biru-Biru. Metode: Eksperimen semu dengan pendekatan sampel satu kelompok pada 95 anak usia 12 sampai 24 bulan. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 95 anak yang mengalami diare, 41 anak masih mengalami diare setelah diberikan ekstrak daun sisik naga dan sisanya 54 orang tidak lagi mengalami diare setelah diberikan ekstrak daun sisik naga. . Berdasarkan hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Mc Nemar diketahui nilai sig. 000. Kesimpulan: Ada perbedaan kejadian diare pada anak yang menjadi responden sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun sisik naga.
Pengaruh Intervensi Trik 20-20-20 Terhadap Penurunan Gejala Computer Vision Syndrome Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Rawalven Purba; Sentosa Barus; Fithri Handayani Lubis
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4576

Abstract

Diberlakukannya kuliah online pada masa Pandemi Covid-19 secara otomatis meningkatkan intensitas penggunaan perangkat gadget, baik itu ponsel, laptop, komputer, TV dan sejenisnya. Salah satu yang sering terjadi akibat penggunaan gadget yang berlebihan yaitu Computer vision syndrome (CVS) merupakan salah satu masalah pada mata yang menyebabkan gangguan mata yang serius.. Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah quasi eksperiment dengan pendekatan one group sample terhadap 74 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat untuk menganalisis Pengaruh Intervensi Trik 20-20-20 terhadap Penurunan Gejala Computer Vision Syndrome. Pada Computer Vision Syndrome variabel gejala okular setelah mendapatkan Intervensi Trik 20-20-20 terdapat 65 orang responden yang mengalami penurunan gejala okular , tidak ada responden yang mengalami kenaikan gejala okular, 5 orang responden tidak mengalami perubahan gejala okular. Pada Computer Vision Syndrome variabel gejala visual setelah mendapatkan Intervensi Trik 20-20-20 terdapat 18 orang responden yang mengalami penurunan gejala visual, tidak ada responden yang mengalami kenaikan gejala visual, 56 orang mahasiswa yang menjadi responden tidak mengalami perubahan gejala visual. Pada Computer Vision Syndrome variabel gejala Muskuloskeletal setelah mendapatkan Intervensi Trik 20-20-20 terdapat 65 orang responden yang mengalami penurunan gejala Muskuloskeletal, 1 orang responden yang mengalami kenaikan gejala Muskuloskeletal, 8 orang mahasiswa yang menjadi responden tidak mengalami perubahan gejala Muskuloskeletal. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai sig. 0,00 0,05 pada semua variabel sehingga dapat diasumsikan bahwa ada pengaruh pemberian Intervensi Trik 20-20-20 terhadap Computer Vision Syndrome pada variabel gejala okular, gejala visual dan gejala Muskuloskeletal
Perbedaan Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Motorik Anak Lahir Normal dan Sectiocaesarea (Studi Kasus Anak Usia Toodler 1-3 Tahun) di Kecamatan Biru-Biru Tahun 2019 Fithri Handayani Lubis; Bunga Mari Sembiring
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v3i2.3332

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik anak dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah proses persalinan. Proses persalinan dibedakan menjadi 2 yaitu proses persalinan spontan dan sectio caesarea. Perkembangan awal maturasi otak pada bayi dipengaruhi oleh mekanisme reflek diantaranya reflek primitif dalam kandungan, reflek lahir, reflek primitif setelah lahir dan reflek natural. Proses persalinan spontan menyebabkan bayi secara aktif mengalami reflek lahir, sedangkan bayi yang dilahirkan secara sectio caesarea tidak mengalami reflek lahir. Tujuan: Menganalisis perbedaan pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik anak lahir normal dan sectio caesarea. Metode: Quasi Experiment dengan desain kasus kontrol terhadap 45 anak usia toodler, pada kelompok kasus dan 45 anak usia toodler. Hasil: Berdasarkan hasil analisis dengan uji Mann-Whitney  diketahui bahwa hasil nilai Z hitung variabel Perkembangan -1,627 dengan nilai sig. 0,104 dan pada variabel Pertumbuhan menunjukkan nilai Z hitung -2,852 dengan nilai sig. 0,003. Simpulan: Tidak ada perbedaan Perkembangan Motorik Anak Lahir Normal dan Sectiocaesarea dan ada perbedaan pertumbuhan Fisik Anak Lahir Normal dan Sectiocaesarea
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSONAL HYGIENE PADA SISWA DALAM MANAJEMEN LAYANAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) SMK GANDA HUSADA TEBING TINGGI TAHUN 2022 FITHRI HANDAYANI LUBIS; hengki frengki manullang
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 5 No 1 (2022): JURNAL PENELITIAN KESMASY
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v5i1.1115

Abstract

Personal hygiene comes from the Greek words meaning individual, and cleanliness, meaning health. Personal hygiene is taking care of your body to improve your physical and mental health. Clean and healthy living behavior is behavior done by the community to take care of their own health and play an active role in maintaining the cleanliness and health of the environment. Poor personal hygiene can cause various diseases such as diarrhea, tooth decay, and asthma. The purpose of this study is to find out the effect of personal hygiene on school health services. The research design used is descriptive observation with a qualitative approach. Sampling is done using the probability sampling method. The survey method is a questionnaire. This data was analyzed using chi-square statistical analysis. The results of this study indicate that there is an influence between knowledge and personal hygiene with a P value of 0.004. There is an Influence of Attitude with Personal Hygiee at SMK Ganda Husada Tebing Tinggi with a P value of 0.001. There is an influence of Educator Support with Personal Hygiene with P value of 0.003. There is an influence of family support with personal hygiene with a P value of 0.003. There is an influence of PHBS Facilities with Personal Hygiene with a P value of 0.004. In schools, it is recommended that personal hygiene education be taught more in accordance with the school curriculum. Schools can collaborate with local start-ups through the UKS program and conduct regular personal hygiene sessions
PERBEDAAN RESPON PSIKOLOGIS PERAWAT IGD RSU SEMBIRING DALAM MENGHADAPI VIRUS COVID 19 DAN VARIAN BARU VIRUS CORONA DI ERA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Rentawati Purba; Haposan Siahaan; Fithri Handayani Lubis
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i1.6241

Abstract

Penanganan virus COVID-19 belum berakhir, dan kini perawat ruang gawat darurat harus berhadapan dengan munculnya varian baru virus COVID-19. Menurut Kementerian Kesehatan RI, kasus baru varian virus COVID-19 kini telah tiba di Sumatera Utara. Sejauh ini, delapan orang di Kota Medan dipastikan terinfeksi virus Omnicron varian baru COVID-19. Hal ini tentu saja menyebabkan peningkatan respon psikologis berupa stres dan kecemasan pada perawat ruang gawat darurat RSU. menirukan. Desain penelitian yang akan digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional terhadap analisis 28 perawat ruang gawat darurat RSUD Sembiring Deli Tua, untuk menganalisis perbedaan respon psikologis perawat ruang gawat darurat RSUD Sembiring dalam menghadapi dengan mengatasi penyakit. virus covid 19 dan varian baru coronavirus beradaptasi dengan zaman kebiasaan baru. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Deli Tuasan Merrill Kabupaten Deli Serdang. Untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan di Rumah Sakit Umum Grandmed Lubuk Pakam. Dikarenakan jumlah Populasi yang kecil, makan besar sampel penelitian diambil dari keseluruhan populasi yaitu sebanyak 28 orang perawat IGD di RSU Sembiring, Deli Tua. Data primer Data yang di peroleh langsung dari responden wawancara dengan menggunakan instrumen (kuesioner). Data sekunder berupa data kepegawaian dari RSU Sembiring, Deli Tua. Mayoritas perawat yang menjadi responden dalam penelitian ini mengalami reaksi psikologis berupa kecemasan berat dan stres ringan dalam menghadapi Covid-19, mengalami reaksi psikologis berupa kecemasan sedang dalam menghadapi varian baru Covid-19. -19, dan mengalami reaksi psikologis berupa stres ringan dalam menghadapi varian baru virus Covid-19
PENYULUHAN PEMANFAATAN REKAM MEDIK ELEKTRONIK DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA KABUPATEN ACEH UTARA Bachtiyar - Wahab; rosmiati -; desmayanti br surbakti; tedty rohaya tinambunan; ripando jhon satria sembiring; akhmad fatikhus sholikh; Herawati Br Bukit; Fithri Handayani Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 2 No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v2i4.1022

Abstract

Perkembangan zaman telah menjadikan kebutuhan semakin kompleks. Kebutuhan akan kemudahan dalam mengakses teknologi mengharuskan suatu perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya demi memenuhi faktor kepuasan pelanggan Pentingnya penggunaan teknologi informasi mulai disadari oleh organisasi modern, terutama dalam era globalisasi dimana perusahaan/instansi dituntut untuk semakin kompetitif dan berdaya saing. Oleh karena itu menjadi penting untuk memacu tingkat pemanfaatan dan penggunaan teknologi informasi di organisasi. Manfaat penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) telah diakui secara luas. Salah satu manfaatnya adalah pemeriksaan data yang berkelanjutan berkualitas, terutama ketika pembuatan dan pengumpulan data dilakukan secara otomatis. Misalnya data dari perangkat laboratorium, atau dari radiologi. Manfaat lain kemampuan penyimpanan data dalam jumlah besar dalam waktu komputasi singkat, menghasilkan hasil yang handal. Tujuan dari pemanfaatan RME sebagai solusi berbasis Informasi Teknologi (IT) yang dapat meningkatkan pertukaran informasi dan komunikasi antar tenaga kesehatan yang lebih efektif karena data saling terintegrasi. Metode penyuluhan dilakukan menggunakan peresentasi dan interaksi kepada pegawai di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara. Kesimpulan akhir dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dari kegiatan penyuluhan pegawai dapat mempermudahkan pekerjaanya dengan pemanfaatan rekam medis elektronik di instalasi rawat jalan rumah sakit
HUBUNGAN INTENSITAS MEROKOK ORANG TUA DI DALAM RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN DENAI TAHUN 2023 Fithri Handayani Lubis; Fithri Handayani Lubis
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kesmasy
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v6i1.1615

Abstract

One of the behaviors that can cause ISPA is smoking. Smoking does not only threaten someone who smokes but also those around them or passive smokers. Houses where there are families who have smoking habits have the opportunity to increase the incidence of ARI by 7.83 times compared to houses where there are no smoking families in the house. The type of research used is quantitative research with a cross-sectional research design that aims to analyze differences in the incidence of ISPA under five in parents who smoke in the house and parents who don't smoke. The time of the research started from April to June 2023. The population in this study were all families who had toddlers in the working area of the Puskesmas Medan Denai, namely 325 families and based on the Slovin formula, a minimum sample size of 77 respondents was obtained. Based on research and discussion it is known that the majority of respondents have toddlers aged under five (> 2 years-3 years) and have toddlers with female sex, the majority of parents of toddlers have an intensity of smoking 11-20 cigarettes per day and the majority of toddlers who are respondents in the study This patient is not suffering from ISPA and there is a statistical relationship between the Intensity of Parental Smoking in the House and the Incidence of ISPA in Toddlers. As seen from the results of statistical tests conducted using Pearson Chi-Square, p-value = 0.026 (p <α). It is hoped that the Management of the Puskesmas Medan Denai can improve education or outreach programs for families who have smoking habits in the home regarding the health impacts that can be experienced by family members due to smoking behavior and the community in the working area of the Puskesmas Medan Denai, especially those with toddlers. smoking inside the house to avoid the health effects in the form of ISPA conditions in toddlers.