Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sabun Cair Ekstrak Ranting Patah Tulang (Euphorbia tirucalli Lin) Dan Uji Antibakteri Terhadap Escherichia colli Tahun 2021 Linda Margata; Linta Meliala
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4261

Abstract

Ranting tulang yang patah (Euphorbia tirucali Lin) dapat dimanfaatkan sebagai obat yang memiliki aktivitas antibakteri. Kandungan kimia yang terkandung di dalamnya yang bersifat anti bakteri adalah alkaloid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan sabun cuci tangan dengan ekstrak etanol ranting patah tulang dan menguji aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Formulasi sabun cuci tangan dibuat dalam 3 formula dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Metode penelitian pengujian aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian ranting patah tulang mengandung senyawa saponin. Hasil karakteristik simplisia yang diperoleh adalah kadar air 7,07%, ekstrak larut air 29,28%, ekstrak larut etanol 3,034%, kadar abu total 5,52% dan 0,67%. Hasil aktivitas antibakteri sabun cuci tangan dengan ekstrak etanol ranting patahan yang diperoleh mampu menghambat pertumbuhan bakteri Esherichia coli dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% dengan kategori zona hambat sedang. Ekstrak etanolik ranting patahan memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli dengan rata-rata diameter zona hambat terkuat pada 15% : 7,83 mm bakteri Escherichia coli dibandingkan konsentrasi lainnya. , yaitu 10%: 6,26 mm dan konsentrasi 5%: 4,25 mm
A ntihypercholesterolemia UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA EKSTRAK DAUN KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI DIET TINGGI LEMAK Linta Meliala
Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal Vol 5 No 1 (2022): JURNAL PENELITIAN FARMASI & HERBAL
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v5i1.1063

Abstract

Hypercholesterolemia is a condition that cholesterol in the blood increases beyond the normal which is one of the risk factors for cardiovascular disease. Arabica coffee leaves are part of the arabica coffee plant which contains flavonoid, saponin, mangiferin, chlorogenic acid which are thought to reduce cholesterol levels in the blood. This study aims to determine the antihypercholesterolemia effectiveness of arabica coffee leaves ethanol extract (ACLEE) in male rats induced by a high-fat diet. The test of antihypercholesterolemia effectiveness used male rats induced by a high-fat diet as test animals. The study used 25 rats and divided into 5 groups : negative control (CMC-Na 0.5%), positive control (simvastatin 0.9 mg/kgBW), ACLEE 200 mg/kgBW, ACLEE 300 mg/kgBW and ACLEE 400 mg/kgBW. Total cholesterol were measured by the CHOD-PAP method. The data obtained were analyzed statistically used one way Anova. The results of statistical analysis showed that there was a significant difference between negative control with positive control, ACLEE 200, 300 and 400 mg/kgBW (p-value<0.05). The decrease in total cholesterol levels increased in line with the increase in the dose of arabica coffee leaves ethanol extract. The most effective of ACLEE as antihypercholesterolemia was ACLEE 400 mg/kgBW. There was no significant difference between positive control and ACLEE 400 mg/kgBW (p.>0.05). Based on the results of statistical analysis, it can be concluded that the arabica coffee leaves ethanol extract has antihypercholesterolemic effect in rats.
Uji Efektivitas Ekstraks Etanol Daun Karenda (Carissa carandas Linn. ) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Mencit Jantan Dengan Pembanding Glibenklamid Hengki Frengki Manullang; Linta Meliala; Viktor Edyward Marbun
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i2.6195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak etanol daun karenda (Carissa carandas L.) terhadap penurunan kadar gula darah mencit jantan yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit jantan yang dibagi atas 5 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol positif, kontrol negatif, kelompok dosis 6 mg/20gBB, kelompok dosis 8 mg/20gBB, dan kelompok dosis 10 mg/20gBB. Hewan diinduksi aloksan dengan dosis 2mg/20gBB secara intraperitonial. Ekstrak diberi selama 6 hari secara oral. Hasil penelitian yang dianalisis dengan ANOVA satu arah menunjukkan penurunan pada kadar gula darah secara signifikan (p 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun karenda (Carissa carandas L.) dengan dosis 10 mg/20gBB dapat menurunkan kadar gula darah dan lebih bagus jika dibandingkan dengan dosis yang lain
EDUKASI PEMANFAATAN DAUN BENALU DUKU (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq) DAN DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) SEBAGAI ANTIDIABETES di RSU SEMBIRING Deli Tua Anggun Syafitri; Linta Meliala; Masria Phetheresia Sianipar; Pintata Sembiring; Viktor Edyward Marbun; Sofia Eliasari Br Bangun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v3i2.1189

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin secara memadai. Terapi farmakologi diabetes melitus saat ini masih terbatas pada penggunaan obat-obatan seperti hipoglikemik oral (OHO) dan masyarakat yang menderita diabetes sebagian besar melakukan swamedikasi dengan obat tradisonal yang digunakan bersamaan dengan obat antidiabetes sintesis. Salah satu contoh tanaman yang dapat menurunkan kadar glukosa darah adalah daun benalu duku dan daun sukun yang memiliki kandungan flavonoid untuk menurunkan glukosa darah dengan cara meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin dan merangsang pelepasan insulin pada sel β pancreas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada pasien rawat jalan di RSU Sembiring Deli Tua tentang obat antidiabetes yang berasal dari bahan alam yaitu daun benalu duku dan daun sukun. Setelah mengikuti kegiatan ini peserta memiliki pengetahuan yang baru tentang cara pengolahan bahan alam seperti daun benalu duku dan daun sukun sebagai terapi pengobatan diabetes melitus yang aman dan efektif
EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) SEBAGAI PENURUN KADAR KOLESTEROL DALAM DARAH DI RSU SEMBIRING DELI TUA Linta Meliala; Anggun Syafitri; Masria Phetheresia Sianipar; Delisma Simorangkir; Pintata Sembiring; Sofia Eliasari Br Bangun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v3i2.1193

Abstract

Hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi dimana kolesterol dalam darah meningkat diatas keadaan normal yang mana dapat menjadi salah satu faktoer resiko untuk penyakit kardiovaskular. Dalam menurunkan kadar kolesterol dalam darah, masyarakat sering memilih alternatif sebagai penyembuhan yaitu adalah obat-obatan. Obat-obatan sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu pengobatan secara konvensional dan pengobatan secara tradisional. Penggunaan obat tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol masih sangat sedikit, sehingga dalam menurunkan kadar kolesterol darah masyarakat masih banyak menggunakan obat-obat konvensional, sehingga bahan alam sangat sia-sia karena tidak dimanfaatkan. Salah satu tanaman yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah adalah Daun Kopi Arabika yang memiliki kandungan senyawa berupa flavonoid, saponin, asam klorogenik yang mana dapat menurunkan kadar kolesterol. Daun Kopi Arabika sendiri banyak terdapat di dalam Indonesia. Tujuan dari PKM ini adalah untuk memberikan atau meningkatkan pengetahuan pasien dalam masa terapi rawat jalan utnuk pengobatan penyakit tingginya kadar kolesterol dalam darah di RSU Sembiring dengan metode edukasi tentang pemanfaatan Daun Kopi Arabika sebagai penurun kadar kolesterol dalam darah. Setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini, para peserta memiliki pengetahuan yang baru tentang pemanfaatan Daun Kopi Arabika sebagai penurun kadar kolesterol dalam darah, selain itu para peserta juga dapat mengeksekusi Daun Kopi Arabika menjadi suatu sediaan yang simple dan mudah digunakan.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM ( SYZYGIUM POLYANTHUM WIGHT) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH YANG DI INDUKSI ALOKSAN Linta Meliala
Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal Vol 5 No 2 (2023): JURNAL PENELITIAN FARMASI & HERBAL
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v5i2.1196

Abstract

Effect of Ethanol Extract of Bay Leaf (Syzygium polyanthum Wight.) Against Blood Glucose Levels In Alloxan Induced White Mice. Thesis, Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Deli Husada Deli Tua Health Institute. (Supervised by: apt. Linta Meliala, S.Si.,M.Si.) Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder which is characterized by an increase in blood glucose levels. Obesity and overweight are risk factors for type 2 diabetes (WHO, 2019). One of the non-pharmacological drugs that can be used for diabetes mellitus is bay leaf. Bay leaves (Eugenia polyantha) are spread in various areas, both in the mountains and in the lowlands. To determine the antidiabetic activity of the ethanolic extract of bay leaf (Syzygium polyanthum Wight.) in alloxan-induced mice compared with glibenclamide.Experimental study using 25 mice induced with alloxan and divided into 5 groups. Group 1 (negative control) CMC Na 0.5%, group 2 (positive control) Glibenclamide dose 0.0026 mg/kgBW, group 3 bay leaf extract at 250 mg/kgBW, group 4 bay leaf extract at 500 mg/kgBW, group 5 bay leaf extract dose of 750 mg/kgBW. Extraction using maceration method with 96% ethanol as solvent. From the results of the study, each treatment group experienced a decrease in blood glucose levels. Of the 5 treatment groups, the best reduction in blood glucose levels was glibenclamide. The positive control of glibenclamide produced a faster reduction effect than the ethanolic extract of bay leaf. The greatest effectiveness in the ethanol extract of bay leaf 750 mg/kgBW with a faster decrease in blood glucose levels was almost equivalent to the positive control. Ethanol extract of bay leaf (Syzygium polyanthum) can reduce blood glucose levels in male white mice induced with alloxan
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN HIPERTENSI KEPADA LANSIA DI PUSKESMAS NAMORAMBE Linta Meliala; Anggun Syafitri; Puji Lestari; Atika Patnisuri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 3 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v3i4.1518

Abstract

Promotive health development is one way to increase public knowledge. Hypertension is a condition that is often found and is the highest cause of death in the world. Hypertension is a condition that is often found and is the highest cause of death in the world. The purpose of this community service activity is for the community to have, understand and maximize knowledge about hypertension. The method carried out is in the form of two-way counseling using a power point instrument containing hypertension material and questionnaires before and after counseling. The target of this activity is the village community of 30 people. The implementation time will be on Saturday, June 10, 2023, located at the Namorambe Health Center. After counseling activities and questionnaire tests, it showed an increase in public knowledge about hypertension to 82%. Increasing good knowledge is expected to make people more aware and able to apply this knowledge in their daily lives.