Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Media Digital Publicity dalam Membangun Eksistensi Karya Musik Tradisi Melayu Baru Salam Yusufi Gema Gemilang; Sophia Novita
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i1.12278

Abstract

Abstract. The use of digital publication media is not only for personal needs, now digital media is being expanded for other aspects, one of which is business aspects such as promotions/sales. Namely the digital media for Instagram publications. Instagram can be called the favorite social media for the millennial generation in Indonesia.Platform This emphasizes the visual aspect more than the text. The presence of digital media makes it easier for artists to publish information about the works they create so that fans of their works can know and appreciate them. This phenomenon has a big influence on the Indonesian music industry. With the ease of obtaining all the information, almost the majority of Indonesian musicians compete to create works that are as creative as possible to gain their own appeal and give new nuances to the development of their musical works. This makes the Riau Rhythm Music Group use publication media to build the existence of new Malay traditional music among the younger generation. The subject of this research is the Riau Rhythm Music Group, and the paradigm used is a constructivist paradigm, with qualitative research using a case study approach. The results of this research are that there is a planning process carried out by Riau Rhythm which starts from selecting social media, planning the target audience, planning interesting content, and evaluation, the second form of implementation carried out by Riau Rhythm through social media is very effective in building the existence of new Malay traditional musical works, and thirdly, the reason why Riau Rhythm uses digital publicity media is that apart from building the existence of its musical works, social media also expandsnetworking, simplify accessibility, build interaction with fans, and improveis explained. Abstrak. Penggunaan media digital publikasi tidak hanya sebagai kebutuhan pribadi saja, kini media digital di perluas kegunaan nya untuk aspek – aspek yang lain, salah satu nya adalah aspek bisnis seperti promosi/penjualan. Yaitu media digital publikasi Instagram. Instagram bisa disebut sebagai media sosial favorit bagi generasi milenial di Indonesia. Platform ini lebih menekankan kepada aspek visual ketimbang teks. Dengan hadirnya media digital dapat memudahkan pelaku seni untuk melakukan sebuah publikasi tentang informasi mengenai karya – karya yang diciptakannya sehingga penikmat karya nya dapat mengetahui dan mengapresiasikannya. Fenomena tersebut sangat berpengaruh pada industri musik Indonesia dengan kemudahan segala informasi yang didapatkan, hampir sebagian besar musisi Indonesia berlomba – lomba membuat karya sekreatif mungkin untuk mendapatkan daya tarik tersendiri untuk memberikan nuansa baru bagi perkembangan karya musiknya. Hal ini menjadikan Group Music Riau Rhythm tersebut menggunakan media publikasi untuk membangun keeksistensi-an musik tradisi melayu baru pada generasi anak muda. Subjek penelitian ini adalah Group Music Riau Rhythm, dan paradigma yang digunakan yaitu paradigm konstruktivis, dengan penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini ada nya proses perencanaan yang dilakukan oleh Riau Rhythm yang dimulai dari pemilihan media sosial, merencanankan target audiens, merencanakan konten yang menarik, dan ada nya evaluasi, yang kedua bentuk penerapan yang dilakukan oleh Riau rhythm melalui media sosial sangat efektif untuk membangun eksistensi karya musik tradisi melayu baru, dan yang ketiga adapun alasan Riau rhythm menggunakan media digital publicity yaitu selalain untuk membangun eksistensi karya musik nya, media sosial juga memperluas networking, mempermudah aksesblitas, membangun interaksi dengan penggemar, dan meningkatkan exposur.
Pemanfaatan Smiling West Java Ambassador dalam Promosi Pariwisata melalui Media Sosial Azril Muhammad Shafa; Sophia Novita
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.12858

Abstract

Abstract. The Smiling West Java Ambassador program, conducted by the West Java Provincial Department of Tourism and Culture, aims to promote tourism in West Java through social media platforms. In the era of modern tourism dynamics or Digital Tourism, community involvement is a key strategy in tourism promotion. This program is an initiative of the West Java Provincial Department of Tourism and Culture that mobilizes community participation in tourism promotion. The research's objective is to explore reasons for community involvement, provided empowerment, content strategies, and methods to overcome challenges in the Smiling West Java Ambassador program. Employing a qualitative method with a case study approach, the research reveals the uniqueness of community engagement in social media promotion trends, utilizing theories of community participation and promotional content to analyze collected data. Data collection involved interviews, observations and documentation. Findings indicate that empowering and involving communities in tourism promotion programs can have positive impacts, enhancing local participation, sustainable tourism, and creating authentic and engaging content, thereby raising awareness of tourism potential in West Java. Furthermore, the West Java Provincial Department of Tourism and Culture effectively overcame challenges through comprehensive strategies such as collaborating with local governments, tourism stakeholders, and active social media users, ensuring program responsiveness to market needs and latest tourism trends. The implications underscore the importance of continued community participation in similar programs in the future, alongside enhancing promotional strategies focusing on local involvement to strengthen regional tourism industries and sustainable tourism. Abstrak. Program Smiling West Java Ambassador, yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, bertujuan untuk mempromosikan pariwisata Jawa Barat melalui media sosial. Di era dinamika pariwisata modern atau Digital Tourism, keterlibatan masyarakat menjadi strategi utama dalam promosi pariwisata. Program ini adalah inisiatif dari Disparbud Jabar yang mengajak partisipasi masyarakat dalam mempromosikan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki alasan keterlibatan masyarakat, pemberdayaan yang diberikan, strategi konten, dan cara mengatasi hambatan dalam program Smiling West Java Ambassador. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menunjukkan keunikan terkait keterlibatan masyarakat dalam tren promosi melalui media sosial dengan menggunakan teori partisipasi masyarakat dan konten promosi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan memberdayakan dan melibatkan masyarakat, program promosi pariwisata dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterlibatan lokal, berkelanjutan pariwisata, dan menciptakan konten yang autentik dan menarik, sehingga meningkatkan kesadaran akan potensi pariwisata di Jawa Barat. Selain itu, Disparbud Jabar berhasil mengatasi hambatan dengan menerapkan strategi kolaboratif, termasuk dengan pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya mendorong partisipasi masyarakat dalam program serupa di masa mendatang, serta meningkatkan strategi promosi yang berfokus pada keterlibatan lokal untuk memperkuat industri pariwisata daerah dan pariwisata berkelanjutan.
Strategi Manajemen Komunikasi Ardan Radio dalam Mempertahankan Loyalitas Pendengar di Era New Media Auliya Futri Sulistiane; Sophia Novita
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15597

Abstract

Abstract. The development of contemporary communication media has enabled people to communicate all over the world. Broadcasting, which includes radio and television, is one of the most effective types of mass media. Radio is one of the mass media that has long been present in Indonesia. Radio has advantages in terms of speed, affordability, and personalization. This is also done by Ardan Radio through its various programs, which are part of the heyday of radio in Indonesia. Ardan Radio has grown to become one of the most popular radio stations in Bandung as it is very popular among teenagers and youth. Ardan Radio continues to develop interesting and informative programs for its listeners. Radio in Bandung is not only a medium to get information and entertainment, but also a means to build communities and increase brand awareness like Ardan Radio as an example. The purpose of this research is to explore Ardan Radio's communication management strategy in maintaining listener loyalty in the new media era. This research uses a qualitative approach. The sample in this study used. The data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The results of this research show that Ardan Radio has 24 programs with 24 different concepts, which is one of the things that distinguish Ardan Radio from other youth radio. Ardan Radio has various interesting and informative digital contents for its listeners. These digital contents can be accessed through Ardan Radio's website, apps, and social media. Ardan Radio chooses young people as its target audience because young people are more dynamic with Ardan Radio, there are still many things that will be explored through young people and there are still many things that will be explored more deeply by the Ardan Radio team such as Ardan's creativity that suits young people. Abstrak. Pengembangan media komunikasi kontemporer telah memungkinkan orang berkomunikasi di seluruh dunia. Penyiaran, yang mencakup radio dan televisi, adalah salah satu jenis media massa yang paling efektif. Radio merupakan salah satu media massa yang telah lama hadir di Indonesia. Radio memiliki kelebihan dalam hal kecepatan, keterjangkauan, dan personalisasi. Hal ini juga dilakukan oleh Ardan Radio melalui berbagai programnya, yang merupakan bagian dari masa kejayaan radio di Indonesia. Radio Ardan telah berkembang menjadi salah satu stasiun radio terkenal di Bandung karena sangat populer di kalangan remaja dan pemuda. Ardan Radio terus mengembangkan program acara yang menarik dan informatif untuk pendengarnya. Radio di Bandung tidak hanya menjadikan media untuk mendapatkan informasi dan hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunitas dan meningkatkan brand awareness seperti Ardan Radio sebagai contohnya. Tujuan penelitian ini untuk strategi manajemen komunikasi Ardan Radio dalam mempertahankan loyalitas pendengar di era new media. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ardan Radio mempunyai 24 program dengan 24 konsep yang berbeda, itu merupakan salah satu hal yang membedakan Ardan Radio dengan radio anak muda lainnya. Ardan Radio memiliki berbagai konten digital yang menarik dan informatif untuk para pendengarnya. Konten digital ini dapat diakses melalui website, aplikasi, dan media sosial Ardan Radio. Ardan Radio memilih anak muda sebagai target pendengarnya yaitu karena anak muda lebih dinamis dengan Ardan Radio, masih banyak hal yang akan di explore melalui anak muda dan masih banyak hal yang akan tim Ardan Radio galih lebih dalam seperti kreatifitas Ardan yang cocok dengan anak muda.
Pola Komunikasi Antarpribadi Pelatih dan Atlet dalam Membangun Motivasi Berolahraga Atlet Junior Dhea Amanda Fadhilah; Sophia Novita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.12907

Abstract

Abstract. Ganacy Junior Volleyball Club is a volleyball club located in Karawang Regency. The Ganacy Junior Volleyball Club aims to build the ability of junior athletes from Cipondoh Village in the field of volleyball. The purpose of this research is to explain how the coach's interpersonal communication patterns in building athletes' exercise motivation. This research uses qualitative research methods with a case study approach and uses a constructivist paradigm. The data collection techniques in this study were interviews, observation, and documentation. The validity test used in this research is the dependability test with triangulation techniques to athletes and administrators of the Ganacy Junior Volleyball Club. The results of this study conclude that the form of communication carried out towards athletes is in the form of interpersonal communication with the intention that if the message is delivered personally to each junior athlete, the message can be adapted to the character of each athlete, the way the coach's message is conveyed is done by using soft speech. The obstacle that is often encountered at the junior Ganacy Volleyball Club is the athlete's lack of seriousness in doing training. The solution is for the coach to make eye contact with the athlete and directly glare at the athlete. The story telling method is a very effective method in motivating junior athletes. Because, the story telling method is able to touch emotions and can inspire junior athletes. The story telling method can create a deeper relationship with athletes. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi Klub Bola Voli Ganacy Junior merupakan klub bola voli yang berada di Kabupaten Karawang. Klub Bola Voli Ganacy Junior memiliki tujuan untuk membangun kemampuan para atlet junior dari Desa Cipondoh dalam bidang olahraga bola voli. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pola komunikasi antarpribadi pelatih dalam membangun motivasi berolahraga atlet. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta menggunakan paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabasahan yang digunakan dalam penelitian ini yakni uji dependabilitas dengan teknik triangulasi kepada atlet dan pengurus Klub Bola Voli Ganacy Junior. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa bentuk komunikasi yang dilakukan terhadap para atletnya berbentuk komunikasi antarpribadi dengan maksud apabila pesan disampaikan secara personal kepada masing-masing atlet junior, maka pesan dapat disesuaikan dengan karakter dari masing-masing atlet, Adapun cara penyampaian pesan pelatih dilakukan dengan menggunakan tutur kata yang lembut. Hambatan yang sering ditemui pada Klub Bola Voli Ganacy junior adalah ketidakseriusan atlet dalam melakukan latihan. Solusinya yaitu dengan pelatih melakukan kontak mata dengan atlet dan langsung memelototi atlet. Metode story telling menjadi metode yang sangat efektif dalam memotivasi atlet junior. Karena, metode story telling mampu menyentuh emosi dan dapat menginspirasi para atlet junior. Metode story telling dapat menciptakan hubungan yang lebih mendalam dengan para atlet.
Strategi Humas Jawa Barat dalam Membangun Citra Melalui Konten Instagram Fathiya Khansa Nur Athifah; Sophia Novita
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 4, No. 1, Juli 2024 Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v4i1.3857

Abstract

Abstract. In the current contemporary era, people use information to understand allaspects of knowledge and other important things that happen. Instagram social media is currently one of the media that is often used as a forum for sharing information, especially by government public relations agencies such as West Java Public Relations. In its implementation, of course a publicist needs a strategy so that the information conveyed can beeffective. The purpose of this research is to find out what strategies are carried out by West Java Public Relations to realize the essence of the hashtag#JabarJuaraLahirBatin in Instagram content @Humas_Jabar. The research method used was a descriptive study of qualitative data. Data collection techniqueswere carried out using interviews, observation and documentation. The results of this research are reviewed in several ways, namely factfinding, planning, communication, and evaluating. In the fact finding stage, West Java Public Relations uses hashtags as an initiation of the government'svision and mission. In the planning stage, West Java Public Relations seeks to plan content strategies and actions to build a positive image. In the communication stage, West Java Public Relations took the initiative to build an image by communicating information through various forms of content. In the evaluation stage, West Java Public Relations always carries out evaluations to review the performance that has been carried out. These effortswerecarried out by West Java Public Relations to continue to build the image of West Javaas an Inner and Inner Champion.   Abstrak. Pada era kontemporer saat ini, masyarakat menjadikan informasi sebagai untuk memahami segala aspek pengetahuan serta hal penting lainyang terjadi. Media sosial Instagram saat ini menjadi salah satu media yang sering digunakan untuk wadah berbagi informasi, khususnya oleh instansi humas pemerintah seperti Humas Jawa Barat. Dalam pelaksanaannya, tentu seorang humas membutuhkan strategi agar informasi yang disampaikan dapat efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan oleh Humas Jawa Barat agar terealisasinya esensitagar #JabarJuaraLahirBatin pada konten Instagram @Humas_Jabar. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi deskriptif data kualitatif. Teknikpengumpulan data yang dilakukan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditinjau dalam beberapa hal yaitu fact finding, planning, communication, dan evaluating. Dalam tahap fact finding, Humas Jawa Barat menggunakan tagar sebagai inisiasi visi dan misi pemerintah. Dalam tahap planning, Humas Jawa Barat berupaya merencanakan strategi konten dan tindakan untuk membangun citra positif. Dalam tahap communication, Humas Jawa Barat berinisiasi membangun citra melalui mengkomunikasikan informasi melalui berbagai bentuk konten. Dalam tahap evaluating, Humas Jawa Barat senantiasa melakukan evaluasi untuk menjadi peninjauan terkait kinerja yang telah dilakukan. Upaya-upaya tersebut dilakukan Humas Jawa Barat untuk senantiasa membangun citra Jabar Juara Lahir Batin.
Pelatihan Komunikasi Mitigasi Bencana untuk Pembina Pramuka di Wilayah Sesar Lembang Sophia Novita; Tresna Wiwitan; Neni Yulianita; Respitawulan
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i1.2909

Abstract

Kabupaten Bandung Barat adalah salah satu daerah di Jawa Barat yang dilalui oleh sesar Lembang, hal inilah yang menjadi kekhawatiran penduduk sekitar, oleh sebab itu kegiatan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif perlu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat serta pihak terkait. Berdasarkan hal tersebut tim pengabdian berusaha memberikan penyuluhan mitigasi bencana untuk pembina pramuka tingkat SMA/sederajat di wilayah Sesar Lembang. Pembina Pramuka adalah anggota dewasa yang memiliki komitmen tinggi terhadap prinsip-prinsip dalam pendidikan Kepramukaan dengan harapan guru pramuka tersebut dapat menyebarluaskan hasilnya sebagai bentuk edukasi, sosialisasi dan simulasi kepada siswa-siswa anggota pramuka dalam kegiatan ini tim pengabdi bekerjasama dengan Komunitas Bandung Mitigasi Hub. Pelatihan ini dilakukan dalam dua sesi yaitu pemberian materi komunikasi mitigasi bencana dan simulasi lapangan yang dilakukan bersama Bandung Mitigasi Hub dan dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu kelompok rencana evakuasi, kelompok SOP dan kelompok role play. Hasil Penelitian ini ialah para pembina pembina pramuka memilik kemampuan dan keahlian dalam menyampaikan informasi tentang situasi bencana kepada masyarakat dan kemampuan dalam merencanakan tindakan terintegrasi, manajemen, dan pendekatan kesiapsiagaan terkait dengan kemungkinan terjadinya bencana
Konsep Pengembangan Kawasan Pariwisata sebagai Upaya Meningkatakan Promosi Pariwisata di Provinsi Aceh Ashabul Yamin Asgha; Sophia Novita
ArtComm Vol 6 No 1 (2023): ArtComm
Publisher : Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37278/artcomm.v6i1.612

Abstract

Ethnic and cultural diversity as well as a large number of urban districts does not make Aceh Province devoid of tourist visits, both national and foreign tourists. Each year there is an increase in the number of tourists, and it interests the author to find out more about the concept developed by the Aceh provincial government in developing existing tourist areas to be able to optimize every tourism area to attract tourists. This study used a descriptive qualitative method, with data collection techniques by interview and literature study, interviews were conducted with the Head of the Communication Development and Marketing Strategy Section of the Aceh Culture and Tourism Office, Mr. M. Syahputra AZ, while a literature study done to add to the literature and data related to the research. This study found that the concept of developing a tourism area carried out by the Aceh Provincial Culture and Tourism Office is to divide the tourism area into three main areas, Area one includes Banda Aceh, Aceh Besar, and Sabang. The second area covers the central region, Aceh Tengah, Bener Meriah, and Gayo Lues, and the third area includes Simeulue and Singkil, where each area has its own tourist attraction.
Cultural and Spiritual Representation in 'Jiwa Jagad Jawi' for Destination Branding Sophia Novita
Mediator: Jurnal Komunikasi Vol. 17 No. 2 (2024): Mediator: Jurnal Komunikasi (Sinta 2)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v17i2.4811

Abstract

Jiwa Jagad Jawi is a film about spiritual and cultural tourism in Central Java that takes a symbolically rich and meaningful approach. By emphasizing cultural and spiritual symbols, tourism films can enhance perceptions of travel and contribute to the growth of tourist destinations. Previous studies have extensively explored the role of films as tools for destination marketing. This study analyzes how the film constructs a destination image through the prism of Roland Barthes' semiotic theory. Using Barthes' methodology, the film is examined at both the denotative and connotative levels of signification to understand how it portrays the destination as a deeply spiritual and cultural experience. The findings reveal that this short film effectively highlights Yogyakarta's unique blend of rich culture, historical significance, and spiritual depth as key tourist attractions. By skillfully incorporating cultural and spiritual elements, the film introduces the uniqueness of Yogyakarta. It underscores the importance of preserving and celebrating cultural and historical heritage as an integral part of the tourism experience.
Analisis Komunikasi Pemasaran Desa Wisata Hanjeli di Sukabumi Khodi Rahmaesya; Sophia Novita
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i2.8379

Abstract

Abstrak. Desa Wisata Hanjeli adalah eduwisata pertama di Indonesia yang berfokus pada pangan local berbasis hanjeli yang saat ini telah berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Desa Wisata ini dikelola oleh mantan buruh TKI/TKW. Berdasarkan fenomena tersebut, permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana pengelola Desa Wisata Hanjeli mengidentifikasi audiens dan merancang strategi komunikasi pemasarannya? (2) Bagaimana pengelola Desa Wisata Hanjeli merancang pesan pemasaran mereka, apa saja yang ingin disampaikan melalui pesan tersebut? (3) Mengapa media sosial Instagram dipilih dan digunakan dalam komunikasi pemasaran Desa Wisata Hanjeli?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara bersama founder Desa Wisata Hanjeli dan tim publikasi, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan segmentasi pasar dari desa wisata ini adalah wisatawan luar wilayah Sukabumi. Komunikasi pemasaran Desa Wisata Hanjeli menggunakan kombinasi media online dan offline dengan mengkombinasikan pesan yang bersifat emosional dan rasional. Instagram dipilih sebagai media online yang dapat menjangkau audiens lebih luas serta dapat menampilkan konten visual yang menarik minat audiens. Word of mouth berperan penting juga dalam membangun kepercayaan serta memperluas jaringan melalui rekomendasi langsung antar pengunjung. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang berbasis media sosial dan relasi personal dapat meningkatkan kesadaran akan potensi wisata lokal. Abstract. Hanjeli Tourism Village is teh first educational tourism destination in Indonesia that focuses on local food based on hanjeli, which has now successfully received an award from the Indonesian Ministry of Tourism and Creative Economy. This tourism village is managed by former migrant workers. Based on this phenomenon, the research questions are formulated as follows: (1) How do the managers of Hanjeli Tourism Village identify their audience and design their marketing communication strategies? (2) How do the managers of Hanjeli Tourism Village design their marketing messages, and what do they aim to convey through these messages? (3) Why was Instagram chosen and used as the primary social media platform for Hanjeli Tourism Village's marketing communication? This study employs a qualitative research method with a case study approach. Data was collected through interviews with the founder of Hanjeli Tourism Village and publication team, observations, and documentation. The results of this study indicate that the market segmentation of this tourism village is tourists from outside the Sukabumi region. The marketing communication of Hanjeli Tourism Village combines online and offline media, blending emotional and rational messages. Instagram was chosen as an online medium that can reach a wider audience and display visually appealing content that captures audience interest. Word of mouth also plays a significant role in building trust and expanding networks through direct recommendations among visitors. This study also shows that marketing communication strategies based on social media and personal relationships can increase awareness of local tourism potential.