Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : METAMORFOSA Journal of Biological Sciences

Konsentrasi Spermatozoa Dan Ketebalan Tubulus Seminiferus Tikus Putih Jantan Setelah Pemberian Seduhan Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Ida Ayu Putu Sugiantari; Ida Bagus Made Suaskara; Ni Made Rai Suarni
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2020.v07.i02.p13

Abstract

Moringa is a plant whose leaf are commonly consumed as vegetables and now moringa leaves are also used as tea and additives in cakes. The results of the study on moringa are still controversial, on the one hand saying moringa can improve the quality of spermatozoa and on the other hand say it can inhibit fertility.The aim of this study was to analyze the effect of moringa leaf steeping on the concentration of spermatozoa and epithelial thickness of seminiferous tubules. A male rat with as many as 24 with weighing 200 g were divided into four treatments namely control (P0), 18 mg / kg BB (P1), 36 mg / kg BB (P2) and 72 mg / kg BB (P3) for 30 days. The results showed that moringa leaves steeping had a significant effect by decreasing the concentration of spermatozoa (P?0.05), moringa leaf steeping has no effect on the epithelial thickness of the seminiferous tubules but causes the germinal epithelium to become loose because many epithelium is loose.
Penyembuhan Luka Sayat Pada Kulit Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diberi Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) Maria Lorita Amfotis; Ni Made Rai Suarni; Ni Luh Arpiwi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i01.p14

Abstract

Daun kirinyuh (Chromoelana odorata) merupakan tanaman yang secara tradisional digunakan masyarakat untuk menyembuhkan luka. Daun kirinyuh mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, triterpenoid dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kirinyuh terhadap penyembuhan luka sayat pada kulit tikus putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari lima perlakuan dan masing-masing perlakuan terdapat enam ulangan. Digunakan 30 ekor tikus putih dengan kisaran berat badan 200-250 g. Tikus dibagi dalam lima perlakuan yaitu K- (diberi aquades), K+ (diberi povidone iodine 10%), perlakuan (P1, P2, P3) yang diberikan ekstrak daun kirinyuh 10%, 20%, 30%. Pengamatan secara makroskopis dilakukan pada hari ke-3, 6 dan 9 terhadap hiperemis, kontraksi luka, granulasi, krusta dan produksi pus. Pembuatan sediaan untuk pengamatan secara secara mikroskopis (ketebalan epidermis, jumlah fibroblas dan jumlah kolagen) dilakukan pada hari ke 10. Data makroskopis selain kontraksi luka dianalisa secara deskriptif. Data kontraksi luka, ketebalan epidermis, jumlah fibroblas dan jumlah kolagen dianalisis menggunakan ANOVA (p<0,05) dan bila terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pengamatan terhadap penyembuhan luka secara makroskopis menunjukkan bahwa konsentrasi 20% paling optimal dalam menurunkan hiperemis dan kontraksi luka. Sedangkan konsentrasi 10% paling optimal dalam pembentukan granulasi, mencegah krusta dan produksi pus. Hasil pengamatan terhadap penyembuhan luka secara mikroskopis menunjukkan bahwa konsentrasi 20% (P2) paling optimal dalam meningkatkan ketebalan epidermis, meningkatkan jumlah fibroblas dan jumlah kolagen. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kirinyuh dapat menyembuhkan luka secara optimal dengan konsentrasi yang berbeda-beda pada setiap tahap penyembuhan. Kata kunci: Chromoelana odorata, metabolit sekunder, penyembuhan luka, Rattus norvegicus.
Kadar Hormon Estrogen Dan Ketebalan Endometrium Tikus (Rattus norvegicus) Betina Ovariektomi Setelah Pemberian Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala Lam. De Wit) Maria Antonia Margaretha Fernandez; Ngurah Intan Wiratmini; Ni Made Rai Suarni
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2020.v07.i02.p15

Abstract

Lamtoro (Leucaena leucocephala Lam. De Wit) merupakan tanaman yang digunakan sebagai obat dan pakan ternak. Lamtoro mengandung zat aktif dari golongan senyawa streroid, alkaloid, flavonoid, polifenol dan tannin. Zat aktif yang terkandung pada lamtoro bersifat fitoestrogen karena mengandung golongan senyawa steroid, alkaloid dan flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun lamtoro terhadap kadar hormon estrogen dan ketebalan endometrium tikus (Rattus norvegicus) betina yang telah diovariektomi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan yaitu K- (kontrol negatif diberi minyak jagung), K+ (kontrol positif diberi estrogen sintetik 2 mg), P1dan P2 diberi diberi ekstrak daun lamtoro sebanyak 200 mg/kg BB dan 250 mg/kg BB). Masing masing perlakuan terdiri dari 6 ulangan sehingga digunakan 24 ekor tikus betina. Ekstrak daun lamtoro diberikan secara oral sebanyak 2 ml/ekor/hari selama 15 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun Lamtoro (Leucaena leucocephala Lam. De Wit) dosis 250 mg/kg BB dapat meningkatkan kadar hormon estrogen serum darah dan ketebalan endometrium tikus betina yang diovariektomi. Kata kunci: Leucaena, Ovariektomi, Estrogen, Endometrium, Tikus
Uji Efektivitas Neuroprotektif Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Sel Piramidal Di Hipokampus Dan Korteks Serebri Mencit (Mus musculus L.) Yang Diinduksi Trimetiltin Siti Masnunah; Ngurah Intan Wiratmini; Ni Made Rai Suarni
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2020.v07.i01.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek neuroprotektif ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap sel piramidal di hipokampus dan korteks serebri mencit (Mus musculus L.) yang diinduksi Trimetiltin serta untuk mengetahui dosis optimum ekstrak daun pepaya yang bersifat neuroprotektif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yang terdiri dari K+ (hanya diinduksi TMT dosis 0,6 mg/kgBB), K- (hanya diberikan Na-CMC 0,5%), P1 (diinduksi TMT dan diberi ekstrak daun pepaya dosis 500 mg/kgBB), P2 (diinduksi TMT dan diberi ekstrak daun pepaya dosis 1000 mg/kgBB), P3 (diinduksi TMT dan diberi ekstrak daun pepaya dosis 2000 mg/kgBB). Parameter yang diamati adalah nekrosis sel piramidal dan persentase kerusakan sel piramidal pada hipokampus dan korteks serebri. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan persentase kerusakan sel piramidal di hipokampus pada P1 sebesar 26,46%, P2 sebesar 28,91%, dan P3 sebesar 26,67%. Persentase kerusakan sel piramidal di korteks serebri mengalami penurunan pada P1 sebesar 9,62%, P2 sebesar 11,14%, dan P3 sebesar 14,88%. Dosis optimum ekstrak daun pepaya yang bersifat neuroprotektif adalah dosis 2000 mg/kgBB (P3). Kata kunci: daun pepaya, TMT, neuroprotektif, nekrosis, hipokampus
Potensi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kualitas Spermatozoa dan Hormon Testosteron Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Meloxicam Putu Mila Ayustina; Ni Made Rai Suarni; Ni Gusti Ayu Manik Ermayanti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p03

Abstract

Meloxicam adalah obat anti inflamasi nonsteroid (NSAIDs) yang diberikan pada manusia dan hewan untuk mengobati peradangan paling banyak diresepkan. Penggunaan meloxicam yang tidak sesuai dengan ketentuan dosis dan dalam jangka panjang akan menimbulkan efek toksisitas dari meloxicam. Meloxicam dapat memicu stress oksidatif dan memiliki mekanisme kerja menghambat sintesis prostaglandin yang dapat mempengaruhi proses regulasi hormonal dan fungsi reproduksi jantan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kualitas spermatozoa dan kadar hormon testosteron jantan tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang diinduksi Meloxicam. Penelitian ini menggunakan rancangan jenis (RAL) Rancangan Acak Lengkap terdiri dari tiga perlakuan dan dua kontrol dengan 6 ulangan. Pemberian perlakuan dilakukan selama 35 hari. Meloxicam diberikan dosis 8,4 mg/kg BB dan ekstrak etanol daun kelor dosis 200 mg/kgBB/hari (P1), 400 mg/kgBB/hari (P2), dan 600 mg/kgBB/hari (P3). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor dosis 400 mg/kgBB dan 600 mg/kgBB berpotensi meningkatkan berat organ reproduksi, motilitas, viabilitas, jumlah spermatozoa, dan meningkatkan kadar hormon testosteron secara signifikan (P<0,05).
Morfologi Dan Rasio Spermatozoa X : Y Mencit (Mus Musculus) Yang Diberi Ekstrak Buah Juwet (Syzygium Cumini) Setelah Terpapar Asap Rokok Yoseph Raymond Irawan; NI Nyoman Wirasiti; Ni Made Rai Suarni; A.A.S.A Sukmaningsih
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p10

Abstract

Buah Juwet merupakan buah dengan antioksidan tinggi yang dapat meningkatkan kemampuan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak buah juwet terhadap morfologi dan rasio spermatozoa X dan Y setelah terpapar asap rokok. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu K-, K+ (pemberian 1 batang rokok komersil/hari), P1 (diberi ekstrak buah juwet 1,8mg/g BB dan satu batang rokok komersil/hari), P2 (diberi ekstrak buah juwet 1,8mg/g BB) dan P3 (pemberian satu batang rokok dengan filter bubuk ekstrak buah juwet/hari) dan setiap perlakuan terdapat 4 kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah spermatozoa dengan morfologi abnormal dan rasio X : Y spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada persentase spermatozoa abnormal antara kelompok kontrol dan perlakuan. Pada penelitian ini ekstrak buah juwet tidak berpengaruh secara signifikan terhadap rasio spermatozoa X dan Y. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah juwet mampu menurunkan resiko munculnya kelainan morfologi pada spermatozoa setelah terpapar asap rokok. Namun ketiga metode tersebut belum mampu secara efektif mempengaruhi rasio spermatozoa X dan Y setelah terpapar asap rokok. Kata kunci: ekstrak juwet, mencit, radikal bebas, rasio spermatozoa, rokok.