Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Pemberian PMT Pemulihan terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang di Puskesmas Wonorejo Febri Yanti Sya Wulan; I Gusti Ayu K; Jamhariyah Jamhariyah; Eni Subiastutik
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.756

Abstract

Gizi kurang pada balita masih banyak terjadi di masyarakat. Hal ini merupakan masalah kesehatan utama yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi balita melalui pemberian makanan tambahan (PMT) selama 56 hari (8 minggu). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian PMT Pemulihan terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Wonorejo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Populasi sebanyak 42 balita dan sample 40 balita dengan  tehnik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan lembar monitoring dan dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Diperoleh rata-rata berat badan balita sebelum diberi PMT pemulihan adalah 9,80 kg dan sesudah diberi PMT pemulihan menjadi 10,4 kg. Terdapat rata-rata kenaikan berat badan balita sejumlah 0,6 kg. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 yang berarti ada pengaruh pemberian PMT Pemulihan terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang. Kesimpulan: Pemberian PMT Pemulihan dapat menaikan berat badan balita gizi kurang karena mengandung tambahan energi dan zat gizi bagi balita. Program PMT Pemulihan ini perlu dilaksanakan sebagai upaya untuk memperbaiki status gizi pada balita.
Pengaruh Pemberian PMT Pemulihan terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang di Puskesmas Wonorejo Febri Yanti Sya Wulan; I Gusti Ayu K; Jamhariyah Jamhariyah; Eni Subiastutik
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.756

Abstract

Gizi kurang pada balita masih banyak terjadi di masyarakat. Hal ini merupakan masalah kesehatan utama yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi balita melalui pemberian makanan tambahan (PMT) selama 56 hari (8 minggu). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian PMT Pemulihan terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Wonorejo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Populasi sebanyak 42 balita dan sample 40 balita dengan  tehnik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan lembar monitoring dan dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Diperoleh rata-rata berat badan balita sebelum diberi PMT pemulihan adalah 9,80 kg dan sesudah diberi PMT pemulihan menjadi 10,4 kg. Terdapat rata-rata kenaikan berat badan balita sejumlah 0,6 kg. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 yang berarti ada pengaruh pemberian PMT Pemulihan terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang. Kesimpulan: Pemberian PMT Pemulihan dapat menaikan berat badan balita gizi kurang karena mengandung tambahan energi dan zat gizi bagi balita. Program PMT Pemulihan ini perlu dilaksanakan sebagai upaya untuk memperbaiki status gizi pada balita.
Sinta Pramudita Peran Status Gizi Dalam Perkembangan Anak Pra-Sekolah Usia 3-5 Tahun Sinta Pramudita; Eni Subiastutik
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 21 No. 3 (2026): Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jajzs366

Abstract

Data SGGI 2022 prevelensi balita stunted mencapai 21,6%, balita wasted 7,7% dan balita underweight 17,1%, dan overweight 3,5 %. Hasil pemeriksaan perkembangan anak  usia 0-72 bulan yang dilakukan oleh IDAI 53% mengalami perkembangan normal, meragukan sebanyak 13% dan penyimpangan sebanyak 34%. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh anak usia 3–5 tahun di 3 PAUD Alamanda Bintoro tahun 2024 sebanyak 104 anak. Sampel sebanyak 81 anak dipilih dengan teknik disproportionate stratified random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dan DDST. Analisis data menggunakan uji Lambda Hasil penelitian menunjukkan status gizi baik 43 anak, memiliki perkembangan normal sebanyak 51,9%, 11,2% mengalami suspek. Status gizi kurang dan buruk sejumlah 14 anak, memiliki perkembangan normal sebanyak 2,5%, 14,8% mengalami suspek. Kasus beresikio gizi lebi h, gizi lebih, dan obe sitas sejumlah 26 anak, memiliki perkembangan normal sebanyak 21%, 8,7 % mengalami suspek. Hasil analisis didapatkan hasil 0,005 < α (0,05) yang berarti ada hubunagn status gizi dengan perkembangan anak. Kesimpulan status gizi baik akan diikuti oleh perkembangan yang normal sesuai usianya
Hubungan Pola Makan Ibu Hamil Trimester III dengan Berat Badan Bayi Baru Lahir di Jember Herlia Putri Salsabila; Jamhariyah; Eni Subiastutik
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 5 No. 03 (2026): Article In Press - Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v5i03.2529

Abstract

Asupan nutrisi mengacu pada pola makan ibu hamil, dimana sebagian besar ibu hamil memiliki pola makan yang tidak sehat dilihat dari jumlah, jenis, dan frekuensi. Porsi makanan yang belum sesuai dengan gizi seimbang pada ibu hamil akan mengakibatkan bayi lahir prematur dan BBLR yang sampai saat ini terus meningkat dari 2,5% menjadi 3,9% (2023). BBLR di Wilayah Puskesmas Sumberjambe, Jember mencapai 67,4% yang termasuk 3 tertinggi di Jember. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan ibu hamil trimester III dengan berat badan bayi baru lahir di wilayah Puskesmas Sumberjambe. Metode : Desain penelitian menggunakan cross-sectional. Populasi 112 ibu hamil trimester III dengan sampel 88. Pengambilan sampel menggunakan proportionate random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan uji analisis dengan Spearman rank. Hasil : sebagian besar ibu hamil trimester III dengan pola makan cukup 59%, pola makan baik 27%, dan pola makan kurang 14%. Hampir seluruh bayi lahir dengan BBLN 75%, BBLR 23%, dan BBLB 2%. Hasil uji statistik diperoleh p < 0,001 yang berarti terdapat hubungan antara pola makan ibu hamil trimester III dengan berat badan bayi baru lahir. Kesimpulan : Pola makan yang cukup hingga baik ada hubungannya dengan melahirkan bayi dengan berat badan normal. Namun, tidak semua ibu hamil yang memiliki pola makan baik melahirkan bayi dengan berat lahir normal. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Ibu hamil trimester III disarankan lebih memperhatikan pola makan dari sisi kuantitas dan kualitas pola makan dengan gizi seimbang yang memenuhi isi piringku.