Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Hidroponik Bertenaga Surya Sebagai Solusi Pertanian Ramah Lingkungan Susanti, Rika Deni; A. Lubis, Ahmad Fauzan; Setiawan, Joko Arif; Putra, Irwansyah; Sihombing, Gunawan; Sofie, Tengku Machdhalie; Purba, Eliakim
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6251

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pemanfaatan teknologi hidroponik yang didukung oleh energi terbarukan, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sebagai solusi pertanian ramah lingkungan dan mandiri energi. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh keterbatasan lahan pertanian di kawasan perkotaan, mahalnya biaya listrik untuk sistem hidroponik, serta rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap integrasi energi bersih dalam pertanian skala kecil. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Berngam, Kota Binjai, Sumatera Utara, dengan melibatkan 40 peserta dari berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, pemuda karang taruna, dan petani lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, yang mencakup pelatihan teori dan praktik pembuatan sistem hidroponik sederhana bertenaga surya. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif melalui pre-test dan post-test, serta secara kualitatif melalui observasi partisipasi dan minat peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor rata-rata pemahaman peserta dari 58,3 menjadi 87,5, dengan lebih dari 90% peserta menunjukkan partisipasi aktif. Sebagian peserta juga menyatakan minat membangun sistem serupa secara mandiri di rumah. Kontribusi utama kegiatan ini adalah integrasi langsung antara hidroponik dan PLTS dalam skala rumah tangga, yang belum banyak diterapkan secara praktis di masyarakat. Selain meningkatkan ketahanan pangan dan kemandirian energi, kegiatan ini juga berdampak pada edukasi lingkungan dan potensi ekonomi masyarakat. Pelatihan ini terbukti efektif sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi teknologi dan sejalan dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Aksi Hijau Sinergi Konservasi dan Edukasi di Lahan Pemakaman: Gerakan Satu Juta Bibit Matoa sebagai Model Rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau di TPU Muslim Simalingkar B, Medan pada Hari Bumi Ke-55 Sihaloho, Martha Adiwaty; Lubis, Fiqi Alfisar; Mazlina, Mazlina; Riyanti, Riyanti; Koryati, Try; Ritonga, Ada Rudiansyah; Yunidawati, Wiwik; SAS, Bambang; Purba, Eliakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3788

Abstract

Hari Bumi ke-55 tahun ini diperingati dengan "Gerakan Penanaman 1 Juta Bibit Matoa" sebagai wujud tanggung jawab kolektif dalam merawat kelestarian bumi dan merespons krisis iklim serta kerusakan alam. Kegiatan ini merupakan sinergi konservasi dan edukasi, khususnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Simalingkar B, Medan, sebagai model rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau (RTH). TPU Muslim Simalingkar B dipilih karena ketersediaan lahan terbuka yang luas namun masih tandus, menyebabkan suhu tinggi, degradasi tanah, dan menurunnya fungsi ekologis. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, melibatkan berbagai mitra seperti pemerintah daerah (Kementerian Agama Kota Medan, Pemerintah Kota Medan, BPDASHL Asahan), komunitas (Fosil BKMI Kota Medan, Perwaku, Fordas Wampu Ular), perguruan tinggi (Universitas Amir Hamzah, Universitas Tjut Nyak Dhien), dan mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan pelatihan, penanaman, pemeliharaan dan monitoring, serta edukasi berkelanjutan. Hasil utama kegiatan ini mencakup penanaman 1.000 bibit matoa di TPU Muslim Simalingkar B, terbentuknya area percontohan penghijauan TPU, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, mahasiswa, dan mitra dalam teknik penanaman dan pemeliharaan pohon matoa. Dampaknya termasuk peningkatan fungsi ekologis lahan pasif, implementasi keilmuan Program Studi Agroteknologi, peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat, serta terjalinnya kolaborasi lintas sektor. Keberhasilan kegiatan dinilai dari partisipasi masyarakat dan kesadaran kolektif bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama, merupakan investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.