Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Bibliometrik Bit Merah (Beta vulgaris L.) sebagai Antidiabetes Nikmah Nuur Rochmah; Elisa Issusilaningtyas; Rizki Azmi Nurmajid
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8118

Abstract

Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) sebagai kandidat terapi antidiabetes meningkat, didukung temuan aktivitas antioksidan–antiinflamasi, perbaikan sensitivitas insulin, serta penghambatan enzim α-glukosidase dan α-amilase. Namun, arah riset 2015–2025 (tren, jejaring kolaborasi, dan tema dominan) belum dipetakan secara komprehensif. Tujuan: Memetakan lanskap riset bit merah sebagai antidiabetes pada artikel Scopus dan jurnal nasional periode 2015–2025. Metode: Data Scopus dihimpun melalui strategi kata kunci terstruktur yang mengombinasikan istilah tanaman, diabetes/hiperglikemia, insulin, dan blood glucose; artikel disaring berdasarkan relevansi, bahasa, dan tipe dokumen. Metadata diekspor (CSV/BibTeX) lalu dianalisis dengan VOSviewer untuk pemetaan ko-occurrence kata kunci, ko-authorship, dan sitasi; artikel nasional dipakai sebagai triangulasi konteks metode in vivo/in vitro. Hasil dan pembahasan: Tren menunjukkan pertumbuhan publikasi dengan puncak produktivitas pada awal dekade 2020-an, serta dominasi artikel pra-klinik. Terbentuk beberapa klaster tema: (1) resistensi insulin, metabolisme glukosa, dan stres oksidatif; (2) betalain/polifenol dan jalur inflamasi; (3) fermentasi, nitrat–nitrit–NO, serta mikrobiota usus; dan (4) inhibisi enzim dan pendekatan in silico (docking). Studi nasional banyak menilai model tikus diabetik terinduksi aloksan/streptozotosin, parameter glukosa darah, dan histopatologi pankreas, namun heterogenitas dosis serta standardisasi ekstrak masih tinggi. Analisis jejaring memperlihatkan kolaborasi internasional terkonsentrasi pada kelompok peneliti nutrisi-farmakologi, dengan kontribusi dari negara produsen hortikultura dan pusat riset pangan fungsional. Celah utama meliputi minimnya uji klinik terkontrol, pelaporan biomarker glikemik (HbA1c), serta evaluasi interaksi dengan obat hipoglikemik dan kajian farmakokinetik komponen aktif. Kesimpulan: Riset bit merah sebagai antidiabetes berkembang dan semakin multidisipliner, tetapi masih terdapat kesenjangan translasi menuju uji klinik, standardisasi bahan, dan pelaporan keamanan jangka panjang.
Behavior Analysis of Using Sunscreen to Protect Skin from The Sun Ketut Kwartantaya Winaya; Made Satria Primandita; Nikmah Nuur Rochmah; Elisa Issusilaningtyas; Fadli
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No SpecialIssue (2024): Science Education, Ecotourism, Health Science
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10iSpecialIssue.8050

Abstract

Excessive exposure to UV rays can increase the risk of skin cancer, premature aging, and other skin problems. As such, raising awareness of the risks of UV rays is a priority in an effort to encourage more proactive behavior in protecting the skin from the negative effects of sunlight. The aim of the study was to analyze the factors that influence individual behavior in sunscreen use as part of skin protection practices from sun exposure, and how these factors vary by cultural, social, and economic context. An analytical survey with a cross sectional approach was conducted in this study with a total of 180 correspondents consisting of adolescents aged 12-16 years from several junior high schools in Jambi City. The results showed that the factors that influence individual behavior in using sunscreen include knowledge, socioeconomic and cultural factors. This study can make a significant contribution to efforts to prevent skin cancer and protect the skin from damage due to UV exposure.
ANALISIS PENGGUNAAN OBAT GAGAL GINJAL KRONIK PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD CILACAP TAHUN 2024 Muhammad Agus Salim; Firza Nurfia Maharani; Nikmah Nuur Rochmah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jjbcy405

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan terapi farmakologis kompleks sehingga berisiko menimbulkan masalah terkait obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan obat pada pasien GGK rawat inap di RSUD Cilacap tahun 2024. Penelitian deskriptif dengan pendekatan prospektif dilakukan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien periode Januari–Desember 2024. Dari 124 kasus, sebanyak 95 pasien memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas pasien adalah perempuan (56,84%) dengan usia terbanyak 56–65 tahun (30,53%). Sebagian besar berpendidikan rendah dan bekerja sebagai petani (36,84%) serta nelayan (21,05%). Lama rawat inap terbanyak 16–20 hari (44,21%). Profil penggunaan antihipertensi didominasi diuretik furosemid (31,57%), diikuti ARB candesartan (26,31%), CCB amlodipine (21,05%), clonidine (13,68%), dan bisoprolol (5,26%). Evaluasi ketepatan penggunaan obat menunjukkan 100% tepat pasien, indikasi, diagnosis, obat, dosis, dan cara pemberian. Namun, terdapat hubungan signifikan pada ketepatan interval pemberian obat (p=0,005). Secara umum, penggunaan obat telah sesuai pedoman terapi GGK, meskipun pemantauan interval dosis tetap diperlukan untuk mengoptimalkan luaran klinis dan keselamatan pasien.