Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Porcine Detection on Anti-Covid 19 Immunity Gelatin Capsules Sold at Market X in North Surabaya Using Quartz Crystal Microbalance (QCM) Sensors Syukrianto, Syukrianto; Umarudin, Umarudin; Madurani, Kartika Anoraga; Kurniawan, Fredy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v10i3.50456

Abstract

Immune gelatin capsules, which have not been fully indicated on the packaging, need to be investigated porcine or bovine using a Quartz crystal microbalance (QCM) tool. The advantages of the QCM tool are sensitivity to the crystal oscillation frequency at a specific temperature, humidity, pressure, speed, and vibration, which will make this piezoelectric oscillator used as a sensor with a high accuracy level. The purpose of this study was to determine the content of porcine (pork) or bovine (beef) in anticovi19 immunity gelatin capsules sold at market X, North Surabaya. The method used to distinguish pork gelatin and beef gelatin is a Quartz crystal microbalance (QCM) tool. In this study, the detection of anti-covid19 immunity gelatin capsules was carried out using a QCM tool. This research method was carried out in a factual experimental manner, and sampling with the quota technique was 3 grams for each sample with a different brand. The results of research conducted on four samples with other brands originating from the market X area of North Surabaya showed the detection results of 2 samples with adverse effects (-), and two samples with positive results (-), meaning that the negative samples contained beef gelatin (bovine) and the positive sample contains pork (porcine). A decrease in frequency characterized the sample of immunity gelatin capsules containing bovine gelatin. In contrast, the sample of immunity gelatin capsules containing porcine gelatin was characterized by increased frequency.
PENGEMBANGAN KURIKULUM MUATAN LOKAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER LULUSAN SISWA SMA 2 DARUL ULUM REJOSO JOMBANG Syukrianto Syukrianto
Jurnal Al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ke-Islaman Vol 6 No 1 (2019): Jurnal al- Ulum: Jurnal Pemikiran dan Penelitian ke-Islaman
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.954 KB) | DOI: 10.31102/alulum.6.1.2019.94-107

Abstract

Curriculum development of local content developed with the development of the theory and practice of education, also varies according to the flow or educational theories which adhered. Strengthening local content curriculum developed by SMA 2 Darul Ulum Rejoso Jombang pesantren with in the school curriculum of reinforcement for the creation of local content. This research method using of development Dick & Carey (2009), is the identification of the learning objectives, analysis of learning, learner and context analysis, define learning objectives, development assessment instruments, developing learning strategies, developing and selecting study materials, design and conduct formative evaluation, revision and designing and conducting evaluation summative. This research data using the local content curriculum development for SMA 2. The result and discusion concept of strengthening the curriculum of SMA 2 educational concept is Tebuireng reforming education boarding school that has existed previously with the emphasis on the concept of making the Qur'an as the main source for research in learning and make the Quran as development of an strengthening local charge. The formation of character in students graduate SMA 2 is able to master the three curriculum i.e. boarding schools curriculum, national curriculum and curriculum of Cambridge, formally pocketed three diplomas i.e. diploma boarding schools, national public ijasah, and Cambridge Certificate, which will be used as a provision for continuing education to the next level.
PENGEMBANGAN KURIKULUM MUATAN LOKAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER LULUSAN SISWA SMA 2 DARUL ULUM REJOSO JOMBANG Syukrianto Syukrianto
Jurnal Mitra Manajemen Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Mitra Manajemen Edisi Maret
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.939 KB) | DOI: 10.52160/ejmm.v3i3.209

Abstract

Pengembangan kurikulum muatan lokal berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan, juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. Metode penelitian ini menggunakan yaitu identifikasi tujuan pembelajaran, analisis pembelajaran, analisis pembelajar dan konteks, menentukan tujuan pembelajaran, mengembangkan instrumen penilaian, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, mendesain dan melakukan evaluasi formatif, revisi dan mendesain dan melakukan evaluasi sumatif. Pembahasan penelitian ini mengkaji konsep pengembangan kurikulum muatan lokal SMA 2 Darul Ulum Rejoso Jombang merupakan konsep pendidikan yang mereformasi konsep pendidikan pesantren yang telah ada sebelumnya dengan mengutamakan konsep menjadikan Al- Qur’an sebagai sumber kajian utama dalam pembelajaran dan pengembangan epistemologi penguatan muatan lokal. Pembentukan karakter lulusan pada siswa SMA 2 Darul Ulum Rejoso Jombang adalah mampu menguasai tiga kurikulum, yaitu kurikulum Pondok Pesantren, kurikulum Nasional dan kurikulum Cambridge, secara formal mengantongi tiga ijazah, yaitu ijazah Pondok Pesantren, ijasah Umum Nasional, dan Sertifikat Cambridge.
Aplikasi Hand Sanitizer Kitosan Cangkang Bekicot Sebagai Antibakteri dan Upaya Preventif Covid 19 Umarudin Umarudin; Surahmaida Surahmaida; Syukrianto Syukrianto; Silvi Ayu Wulansari; Siti Nurhaliza
SIMBIOSA Vol 9, No 2 (2020): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v9i2.2669

Abstract

Salah satu infeksi akibat bakteri yang dapat menyebabkan saluran pernapasan  adalah Klebsiella pneumonia. Desain yang digunnakan pada penelitian ini adalah true eksperimental. Tahapan penelitian dengan isolasi kitosan cangkang bekicot yaitu deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi, dan deasetilasi, pembuatan hand sanitizer kitosan cangkang bekicot. Analisa data yang digunakan deskriptif kualitatif dan kuantatif untuk uji evaluasi organoleptis dan jumlah koloni bakteri dan uji ANOVA satu arah jika terdapat perbedaan dilakukan uji lanjut dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptis hand sanitizer selama 28 hari dan didapatkan hasil sesuai spesifikasi yaitu berbentuk gel, warna transparan dan tidak ada aroma yang dikeluarkan, pH sediaan hand sanitizer sesuai dengan standart pH kulit, sediaan hand sanitizer kitosan cangkang bekicot homogen, jumlah koloni formula 2 (6%) dengan rata-rata 0,67 koloni, 3% dengan rata-rata 2,67 koloni lebih efektife alam menghambat pertumbuhan bakteri jika dibandingkan dengan K (-) dengan rata-rata 107,67. Perlakuan hand sanitizer 3% berbeda nyata secara signifikan dengan kontrol dan 6%, perlakuan hand sanitizer 6% berbeda nyata signifikan dengan kontrol dan 3%. Semakin tinggi konsentrasi cangkang bekicot semakin besar kemampuan daya hambat dan bersifat bakterisidal.
Aplikasi Kitosan Cangkang Bekicot (Achatina Fulica F) Pada Tahu Putih Terhadap Organoleptis, Bobot Susut, Dan Lama Simpan Syukrianto Syukrianto; Umarudin Umarudin
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.361 KB) | DOI: 10.32662/gatj.v3i2.1172

Abstract

Kandungan protein dan kadar air yang tinggi membuat tahu putih memiliki masa simpan yang pendek. Perlu adanya biomaterial alam yaitu kitosan cangkang bekicot untuk memperlama umur simpan tahu putih. Tujuan penelitian ini adalah mengaplikasikan kitosan cangkang bekicot (Achatina fulica F) pada tahu putih terhadap organoleptic, bobot susut, dan lama simpan. Metode penelitian ini dengan true experimental. Tahapan isolasi kitosan cangkang bekicot deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi, dan deasetilasi, serta analisis mutu kitosan. Kitosan cangkang bekicot dilakukan pengenceran 1%, 1,5%, dan 2% untuk digunakan mencelupkan tahu putih dan amati nilai organoleptik, bobot susut, dan lama simpan. Analisa data yang diolah dengan cara desktiptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot susut yang paling kecil pada konsentrasi 2% sebesar 44,74% jika dibandingkan dengan 1,5% dan 1%. Nilai organoleptik warna dan tekstur yang disukai oleh panelis pada kosentrasi 1,5% dan 2%. Lama simpan tahu putih lebih baik yang diberi kitosan cangkang bekicot 1,5 % dan 2% selama 4 hari. Peran kitosan cangkang bekicot dapat memperlama umur simpan tahu putih pada suhu ruang.
EDUKASI ECO ENZYME DARI LIMBAH BUAH DAN SAYUR MENJADI SABUN CAIR CUCI TANGAN SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN EKONOMI MASYARAKAT PRODUKTIF DALAM MENDUKUNG SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DI KELURAHAN KETINTANG 4 SURABAYA Umarudin, Umarudin; Syukrianto, Syukrianto; Anidnya, Widya Dara; Wulansari, Silvi Ayu; Aryanti, Evy
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1593

Abstract

The abundance of fruit and vegetable waste in the Ketintang 4 area has a detrimental impact on the surrounding environment. Therefore, it is necessary to implement educational initiatives on utilizing this waste to produce eco-enzyme, which can be used as an active ingredient in liquid hand soap. This activity aims to educate on eco enzymes from fruit and vegetable waste into liquid hand soap as an effort for Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and the "Let's Wash Hands" movement to change community behavior from unhealthy to healthy. The activity method consists of 4 stages: preparation stage, material preparation stage, education and workshop stage, and evaluation stage. This activity showed that the youth organization members were enthusiastic and experienced increased knowledge from the pre-test results, with "yes" answers at 9.33% and "no" answers at 90.67%. The post-test results showed "yes" answers at 82% and "no" answers at 18%. The increase in knowledge in utilizing eco enzymes for their needs and benefits as active ingredients in liquid hand soap has become a valuable product to encourage the surrounding community to wash hands with soap, an effort to prevent the spread of microorganisms. The satisfaction questionnaire results of the community service activity showed a satisfaction rate of with 87.43% very satisfied, 2.57% satisfied, and 0% unsatisfied. This activity strongly supports the SDGs and the KEMENDIKBUD in 2021 in implementing Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) for the Ketintang 4 Subdistrict. It can create a productive economy for the community.
EDUKASI TENTANG TANAMAN OBAT ASLI INDONESIA YANG BERPOTENSI SEBAGAI AFRODISIAK BAGI PRIA DI SMK FARMASI Umarudin, Umarudin; Ulfa, Ninik Mas; Kusumo, Galuh Gondo; Syukrianto, Syukrianto
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada siswa SMK Farmasi tentang tanaman obat asli Indonesia yang berpotensi sebagai afrodisiak. Metode pelaksanaannya meliputi sesi edukasi, sesi tanya jawab, dan diskusi. Media yang digunakan berupa slide PowerPoint, foto tanaman, dan simplisia (bahan tanaman kering) dari tanaman obat asli Indonesia yang dikenal memiliki sifat afrodisiak. Sebelum penyampaian materi, dilakukan pre-test dan dilanjutkan dengan post-test di akhir kegiatan. Hasil kedua tes dianalisis menggunakan tabulasi grafik. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata 40 dari 100, yang mencerminkan pemahaman awal siswa tentang tanaman asli Indonesia yang berpotensi afrodisiak. Selanjutnya, diberikan edukasi tentang tiga tanaman herbal yang diperkenalkan kepada siswa SMK Farmasi: lada Jawa (Piper retrofractum) yang berasal dari Madura dan Jember; purwaceng (Pimpinella alpina atau Pimpinella pruatjan) yang bersumber dari Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah; Gunung Semeru dan Pegunungan Tengger, Jawa Timur; Gunung Pangrango, Jawa Barat; serta Gunung Lawu dan Gunung Galunggung; dan pasak bumi (Eurycoma longifolia) yang ditemukan di Sumatra dan Kalimantan. Edukasi awal ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada obat sintetis yang sering menimbulkan efek samping. Hasil post-test menunjukkan peningkatan dengan skor rata-rata 98. Kegiatan ini memberi kontribusi positif dengan memperluas pengetahuan siswa tentang morfologi tanaman, habitus, dan efek farmakologis sebagai afrodisiak pada pria, yang didukung oleh studi ilmiah. Selain memberi manfaat bagi siswa, inisiatif ini juga memberikan wawasan berharga bagi masyarakat luas sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi secara menyeluruh melalui pendekatan alami dan berbasis pengetahuan.