Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Toxicity of Miana Leaf (Coleus blumei) Extract Against Houseflies (Musca domestica) Surahmaida, Surahmaida; Umarudin, Umarudin
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 11, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.62 KB) | DOI: 10.15294/biosaintifika.v11i2.19402

Abstract

Houseflies (Musca domestica) is an disease-carrying insect  that plays an important role in the spread of disease in humans and animals. One way to control houseflies is using Miana leaves (Coleus blumei) as botanical pesticide. The purpose of this study was to determine the chemical compounds contained in Miana leaf as well as determine the optimal concentration of Miana leaf extract in causing knockdown effect in houseflies. Miana leaf fine powder was soaked with methanol (maceration) for 3 days followed byphytochemical screening (chemical reagents and Gas Chromatography Mass Spectrophotometry (GCMS) and anti-houseflies toxicity tests. Testing of methanolic extract of Miana leaves was made in the form of spray using the knockdown method at concentrations of 5%, 10%, 20%, 30% and 40% and observed in 5, 10 and 15 minutes. The results of phytochemical screening with chemical reagents showed that the extract contained alkaloids, tannins, flavonoids, saponins and terpenoids; while the results of GCMS analysis showed 8 bioactive compounds. The results of the study revealed that at a concentration of 30% and 40%, methanolic extract of Miana leaves could result in a knockdown effect that was accompanied by death with a percentage value of 100% in the first 5 minutes of observation. This research shows that methanolic extract of Miana leaves can be used as an alternative to botanical pesticides in controlling houseflies (Musca domestica).
Identifikasi dan Analisa Senyawa Kimia Ekstrak Daun Miana (Coleus blumei) Surahmaida, Surahmaida; Umarudin, Umarudin
IPTEK Journal of Proceedings Series No 4 (2019): Seminar Nasional Kimia (SENAKI) XV 2019
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.976 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2019i4.6115

Abstract

Miana (Coleus blumei) atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan “Wiyono” termasuk salah satu tanaman hias dengan beragam varietas dedaunan yang berwarna-warni dan berkhasiat sebagai obat bisul atau memar. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis senyawa kimia yang terkandung dalam daun Miana. Daun Miana dicuci, dikeringkan, lalu diblender hingga menjadi serbuk halus. Serbuk halus daun Miana direndam ke dalam pelarut n-heksana selama 3 hari dengan 2 kali ulangan. Ekstrak n-heksana daun Miana dianalisis menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrophotometry (GCMS). Hasil senyawa kimia yang teridentifikasi yaitu hexahydro-3H-1[2’trifluoromethyl]-6’[4”-trifluoromethylphenyl]-; 2-methylthiophene; 1-(4-phenylcyclohexyl)-1-hexanone; (Z)-3-heptadecen-5-yne; anilino-5H-dibenzo[b,e][1,4]diazepine; octadecane; silicone grease, siliconfett; dotriacontane; hexadecahydro-pyrene; aristolone dan triacontane. Dapat disimpulkan bahwa senyawa-senyawa kimia tersebut memiliki aktivitas biologi dan farmakologis yang berguna bagi manusia.
Review: Potensi Berbagai Spesies Ganoderma Sebagai Tanaman Obat ., Surahmaida
Journal of Pharmacy and Science Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v2i1.61

Abstract

ABSTRAKDi dunia, jamur Ganodermatelah dikenal sebagai jamur obat. Ganoderma lebih dikenal dengan sebutan jamur Lingzhi atau Reishi. Dari 2000 spesies Ganoderma, hanya 6 spesies yang telah diteliti memiliki efek potensial dalam bidang kesehatan, yaitu G. lucidum, G. applanatum, G. tsugae, G. oregonense, G. boninense, dan G. neojapanicum. Kandungan senyawa bioaktif yang terkandung di dalam Ganoderma terus dikembangkan dalam pemanfaatannya sebagai obat alternatif. Hal inilah yang menyebabkan jamur Ganoderma bebas dari efek samping.Enam spesies Ganoderma ini memiliki karakteristik dengan berbagai potensi kesehatan yang berbedabeda dan berkhasiat sebagai bahan obat. Dari keenam Ganoderma, hanya G. boninense yang memiliki toksisitas terhadap larva udang Artemia salina.Kata Kunci: Tipe-tipe Ganoderma sp, karakteristik fisik, senyawa bioaktif, manfaat Ganoderma sp. bagi kesehatanABSTRACTIn the world, the fungus Ganoderma has been known as a medicinal mushroom. Ganoderma is known as Lingzhi or Reishi mushroom. From 2000 Ganoderma species, only six species that have been studied have a potential effect on health, namely G. lucidum, G. applanatum, G. tsugae, G. oregonense, G. boninense, and G. neojapanicum. The content of bioactive compounds contained in Ganoderma continue to be developed in their usage as an alternative medicine. This is what causes the fungus Ganoderma is free from side effects. Six speciesof Ganoderma has characteristics with various health potentials that vary and efficacious as a drug ingredient. Of the six Ganoderma, only G. boninense has toxicity to the shrimp larvae of Artemia salina.Keywords: Types of Ganodermasp., physical characteristics, bioactive components, health benefits of Ganoderma sp.
Kandungan Senyawa Kimia Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) di Kawasan Lingkar Timur Sidoarjo Surahmaida; Rachmawati, Amelinda; Handayani, Elia
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i2.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa kimia yang terkandung dalam daun waru (Hibiscus tiliaceus) yang diekstrak menggunakan dua pelarut yang berbeda (metanol dan etanol 96%). Metode penelitian ini meliputi ekstraksi secara maserasi dan uji skrining senyawa kimia menggunakan reagen kimia. Didapatkan hasil bahwa daun jarak pagar yang diekstrak menggunakan pelarut metanol dan etanol 96% mengandung senyawa alkaloid, tannin, saponin, dan flavonoid. Dapat disimpulkan bahwa senyawa kimia yang terkandung dalam daun waru relevan bagi kesehatan manusia.
Analisis GCMS terhadap Senyawa Fitokimia Ekstrak Metanol Ganoderma lucidum Surahmaida Surahmaida; Tri Puji Lestari Sudarwati; Junairiah Junairiah
Jurnal Kimia Riset Vol. 3 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.637 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v3i2.12060

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa fitokimia ekstrak metanol Ganoderma lucidum dengan metode GCMS. Tahapan penelitian ini meliputi  proses ekstraksi serbuk halus G. lucidum menggunakan pelarut metanol dengan metode maserasi selama 3x3 hari dan ekstrak metanol G. lucidum yang didapatkan dianalisis dengan alat GCMS. Senyawa fitokimia yang teridentifikasi oleh GCMS antara lain thiophene, 2-hexyl-; 3-((3-Acetoxythyl)-6-acetoxymethyl-2,4-dimethyl)phenyl)-2-methyl-(E)-2-propenyl acetate; 2,7-Diphenylindole; dan 5-(2-Bromophenyl)-7-chloro-2,3-dihydro-1H-1,4-benzodiazepin-2-one. Dapat disimpulkan bahwa senyawa fitokimia pada ekstrak metanol G. lucidum memiliki efek farmakologis bagi kesehatan manusia dan aktivitas biologis lainnya.  Katakunci: Ganoderma lucidum, senyawa fitokimia, GCMS AbstractThis study aims to analyze the phytochemical compounds of methanol extract of Ganoderma lucidum using the GCMS method. The stages of this study include extraction of fine powder G. lucidum using methanol solvent by maceration method for 3x3 days and methanol extract of G. lucidum obtained were analyzed by GCMS. Phytochemical compounds identified by GCMS is thiophene, 2-hexyl-; 3 - ((3-Acetoxythyl) -6-acetoxymethyl-2,4-dimethyl) phenyl) -2-methyl- (E) -2-propenyl acetate; 2,7-Diphenylindole; and 5- (2-Bromophenyl) -7-chloro-2,3-dihydro-1H-1,4-benzodiazepine-2-one. It can be concluded that phytochemical compounds in methanol extract of G. lucidum have pharmacological effects on human health and other biological activities. Keywords: Ganoderma lucidum, phytochemical compounds, GCMS
Senyawa Bioaktif Daun Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus) Surahmaida Surahmaida; Umarudin Umarudin; Junairiah Junairiah
Jurnal Kimia Riset Vol. 4 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.619 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v4i1.13176

Abstract

AbstrakDaun kumis kucing (Orthosiphon stamineus) umumnya digunakan sebagai tanaman obat keluarga, hal ini diduga karena senyawa bioaktif yang terkandung didalamnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa bioaktif ekstrak n-heksana daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus) menggunakan GCMS. Hasil senyawa bioaktif yang teridentifikasi ekstrak n-heksana daun kumis kucing mengandung 1,1-Dicyclopentylethane; Bicyclo[3.2.0]hept-2,6-diene-1,2,3,4,4,5,6-d(7); n-Butyl palmitate; 1-oxo03.alpa.-(4-methyl-3-pentenyl)-6.alpa.-methyl-6a.alpa.-carbomethoxy-1,3,3a.alpa.,6a-tetrahydrocyclopenta[c]furan;  1,1,3,3,5,5,7,7,9,9,11,11,13,13-tetradecamethylheptasiloxane; 1,4-bis(trimethylsilyl)-benzene dan Silicone grease, Siliconfett. Senyawa-senyawa bioaktif ekstrak n-heksana daun kumis kucing tersebut kemudian dianalisis aktivitas biologi dan farmakologisnya. Katakunci: Orthosiphon stamineus, senyawa bioaktif, GCMS AbstractThe leaves of cat whiskers (Orthosiphon stamineus) are generally used as family medicinal plants, this is thought to be due to the bioactive compounds contained therein. The purpose of this study was to find out the bioactive compounds of n-hexane extract of cat whiskers (Orthosiphon stamineus) using GCMS. The results of bioactive compounds identified with n-hexane extract of cat whiskers containing 1,1-Dicyclopentylethane; Bicyclo[3.2.0]hept-2,6-diene-1,2,3,4,4,5,6-d(7); n-Butyl palmitate; 1-oxo03.alpa.-(4-methyl-3-pentenyl)-6.alpa.-methyl-6a.alpa.-carbomethoxy-1,3,3a.alpa.,6a-tetrahydrocyclopenta[c]furan;  1,1,3,3,5,5,7,7,9,9,11,11,13,13-tetradecamethylheptasiloxane; 1,4-bis(trimethylsilyl)-benzene and Silicone grease, Siliconfett. The bioactive compounds of the n-hexane extract of the cat's whiskers leaves were then analyzed for their biological and pharmacological activities. Keywords: Orthosiphon stamineus, bioactive compound, GCMS
ISOLATION OF CHITOSAN SNAIL SHELL (Achatina fulica F) ON CHEMICAL CHARACTERISTICS AND BACTERIA OF Staphylococcus aureus KIRBY BAUER IN VITRO METHOD Umar Umar; Surahmaida Surahmaida; Rio Alta; Rizka Surya Ningrum
Biota Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.866 KB) | DOI: 10.20414/jb.v12i1.180

Abstract

The shell of snail contains chitin that can be transformed into chitosan through four stages, which are deproteination, demineralization, depigmentation, and deacetylation. Chitosan can be utilized as an antibacterial agent because it has amine groups. In this research, chitosan that prepared from the snail shell will be analyzed using FT-IR spectroscopy to determine the deacetylation degree (DD). The antibacterial activity test result of Staphylococcus aureus will be carried out on chitosan with various concentrations using in-vitro Kirby Bauer method and will be analyzed using One Way ANOVA with confidence level at 95%. The variations concentration of chitosan used is 300, 400, 500, 600, and 700 ppm. The result shows that the deacetylation degree of chitosan is 63.09% and the optimum concentration of chitosan that can inhibit the Staphylococcus aureus bacteria is 500 ppm with diameter inhibition is 34.33 mm.
PELATIHAN IDENTIFIKASI BORAKS PADA MAKANAN MENGGUNAKAN KUNYIT DI KECAMATAN LONTAR SURABAYA Surahmaida Surahmaida
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2164

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberi edukasi berupa penyuluhan dan pelatihan membuat alat sederhana untuk mendeteksi kandungan boraks pada makanan sehingga dapat membantu masyarakat dalam memilih bahan pangan yang aman dan sehat. Sasaran kegiatan  Pengabdian Masyarakat adalah ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Lontar KotaSurabaya. Berdasarkan penelusuran awal, target sasaran pengabdian masyarakat belum mengenali ciri-ciri bahan pangan yang mengandung boraks, bahayanya bagi kesehatan dan cara mendeteksi adanya boraks. Metode Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Akademi Farmasi Surabaya meliputi metode sosialisasi pengenalan boraks, bahaya boraks terhadap kesehatan dan ciri-ciri makanan yang mengandung boraks; tanya jawab (diskusi) dan uji bahan makanan menggunakan kunyit dengan media tusuk gigi dan kertas saring. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya pemahaman masyarakat terhadap bahan tambahan pangan boraks dan bahayanya dalam makanan menjadi meningkat.  Masyarakat juga menjadi termotivasi untuk mengenali keamanan bahan pangan yang dikonsumsi dengan membuat alat sederhana pendeteksi boraks menggunakan kunyit. 
PERHITUNGAN ANGKA LEMPENG TOTAL BAKTERI PADA TELUR AYAM RAS Surahmaida Surahmaida; Sri Nurhatika
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 11 No 01 (2018)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol11.no01.a1506

Abstract

Poultry farm chicken eggs is one of the favorite food for society besides meat and fish, because it is highly nutritious, versatile and cheaper than other eggs. The sample of this research uses 8 (eight) samples of poultry farm chicken eggs. This study aims to determine the quality of poultry farm chicken eggs microbiology based on the total plate count of bacteria. The results showed average the total plate count of bacteria on 8 chicken eggs is 104 CFU/ml. This shows that the results still qualified the standard defined by BPOM that is 107 CFU/ml and its mean poultry farm chicken eggs is safe for consumption. Keywords: Poultry farm chicken eggs, Total Plate Count of Bacteria
Aplikasi Hand Sanitizer Kitosan Cangkang Bekicot Sebagai Antibakteri dan Upaya Preventif Covid 19 Umarudin Umarudin; Surahmaida Surahmaida; Syukrianto Syukrianto; Silvi Ayu Wulansari; Siti Nurhaliza
SIMBIOSA Vol 9, No 2 (2020): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v9i2.2669

Abstract

Salah satu infeksi akibat bakteri yang dapat menyebabkan saluran pernapasan  adalah Klebsiella pneumonia. Desain yang digunnakan pada penelitian ini adalah true eksperimental. Tahapan penelitian dengan isolasi kitosan cangkang bekicot yaitu deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi, dan deasetilasi, pembuatan hand sanitizer kitosan cangkang bekicot. Analisa data yang digunakan deskriptif kualitatif dan kuantatif untuk uji evaluasi organoleptis dan jumlah koloni bakteri dan uji ANOVA satu arah jika terdapat perbedaan dilakukan uji lanjut dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptis hand sanitizer selama 28 hari dan didapatkan hasil sesuai spesifikasi yaitu berbentuk gel, warna transparan dan tidak ada aroma yang dikeluarkan, pH sediaan hand sanitizer sesuai dengan standart pH kulit, sediaan hand sanitizer kitosan cangkang bekicot homogen, jumlah koloni formula 2 (6%) dengan rata-rata 0,67 koloni, 3% dengan rata-rata 2,67 koloni lebih efektife alam menghambat pertumbuhan bakteri jika dibandingkan dengan K (-) dengan rata-rata 107,67. Perlakuan hand sanitizer 3% berbeda nyata secara signifikan dengan kontrol dan 6%, perlakuan hand sanitizer 6% berbeda nyata signifikan dengan kontrol dan 3%. Semakin tinggi konsentrasi cangkang bekicot semakin besar kemampuan daya hambat dan bersifat bakterisidal.