Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemurnian Minyak Jelantah dengan Metode Adsorbsi Menggunakan Ampas Tebu: The Purification of Used Cooking Oil by Adsorption Method Using Bagasse Muh Agus Ferdian; Randhiki Gusti Perdana; Poegoeh Prasetyo Rahardjo
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Agroindustri Halal 8(2)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v8i2.4713

Abstract

Minyak goreng berfungsi sebagai media penghantar panas yang paling baik dalam pengolahan makanan. Penggunaan secara terus menerus dapat menyebabkan penuruan kualitas yang biasa disebut sebagai minyak jelantah. Konsumsi minyak goreng yang sudah dipakai berkali-kali dapat mengakibatkan keracunan dalam tubuh dan berbagai macam penyakit, seperti diare, pengendapan lemak dalam pembuluh darah, dan kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan kecepatan putaran terhadap proses pemurnian minyak jelantah menggunakan ampas tebu. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan ampas tebu, proses pemurnian minyak dengan adsorbsi menggunakan variasi suhu 50, 60, dan 70 OC; dan kecepatan putaran pengadukan (50, 100, dan 150 rpm). Analisis mutu sampel meliputi pH, kadar air, asam lemak bebas dan bilangan asam. Variasi perlakuan terbaik yang digunakan untuk adsorbsi minyak jelantah menggunakan ampas tebu terutama dalam penurunan nilai asam lemak bebas paling optimal adalah pada variasi perlakuan suhu 70 OC dan kecepatan putaran pengadukan 150 rpm dengan nilai parameter masing-masing pH sebesar 6.61, kadar air sebesar 0.2469%, asam lemak bebas sebesar 0.30095, dan bilangan asam sebesar 2.24 %. Analisis statistik menunjukkan terdapat pengaruh nyata terhadap parameter kadar air, asam lemak bebas, dan bilangan asam, sedangkan hal sebaliknya pada parameter pH pada tingkat kepercayaan 95%.
Analisis Keanekaragaman Jenis dan Status Konservasi Burung di Wana Wisata Bedengan Alfonsus Dappa; Poegoeh Prasetyo Rahardjo; Yani Quarta Mondiana
JURNAL GREEN HOUSE Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v5i1.80

Abstract

Burung berperan penting sebagai penyerbuk, penyebar biji, pengendali hama, dan indikator kesehatan lingkungan, serta sensitif terhadap perubahan habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan status konservasi burung di lahan agroforestri (perpaduan tanaman pertanian dan pepohonan) dan non-agroforestri (lahan pertanian intensif atau non-kehutanan) di Wana Wisata Bedengan, serta menganalisis perbedaan keanekaragaman jenis burung antara kedua tipe habitat tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Wana Wisata Bedengan, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Mei–Juni 2025, menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan dibandingkan antara habitat agroforestri dan non-agroforestri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis burung pada lahan agroforestri (H' = 3,03) lebih tinggi dibandingkan lahan non-agroforestri (H' = 2,0936), dan perbedaan tersebut signifikan secara statistik (p < 0,05). Mayoritas spesies yang ditemukan berstatus Least Concern, namun keberadaan beberapa spesies yang dilindungi dan berstatus Rentan (Vulnerable) menunjukkan pentingnya upaya konservasi di kawasan tersebut.  
Studi Pola Penyebaran dan Pemanfaatan Tumbuhan Kaliandra (Calliandra spp.) di Javan Langur Center Winelci Anjelina Nasi Tadon; Sri Sulastri; Poegoeh Prasetyo Rahardjo
JURNAL GREEN HOUSE Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v5i1.81

Abstract

Kaliandra (Calliandra spp.) banyak dimanfaatkan sebagai pakan, tetapi regenerasinya yang cepat dan kemampuannya mendominasi lokasi terganggu perlu diperhatikan pada kawasan rehabilitasi satwa. Penelitian ini menganalisis pola sebaran dan pemanfaatan kaliandra di Javan Langur Center (JLC) sebagai dasar untuk menyeimbangkan ketersediaan pakan dan pengelolaan vegetasi. Data vegetasi dikumpulkan secara purposive pada tiga blok (sekitar kantor kerja, karantina, dan sosialisasi), masing-masing menggunakan tiga petak bersarang berukuran 5 × 5 m untuk pancang dan 2 × 2 m untuk semai. Seluruh individu kaliandra pada setiap petak dihitung. Data pemanfaatan diperoleh melalui wawancara terhadap sepuluh masyarakat sekitar dan dua pengelola JLC, kemudian dianalisis secara deskriptif. Nilai indeks Morisita berkisar 1,011–1,390 pada tingkat pancang dan 1,049–1,342 pada tingkat semai, yang menunjukkan pola mengelompok. Sebanyak 349 individu pancang dan 130 individu semai tercatat; jumlah pancang tertinggi terdapat di blok sosialisasi (141 individu), sedangkan jumlah semai tertinggi terdapat di blok karantina (48 individu). Masyarakat terutama memanfaatkan kaliandra sebagai pakan ternak, serta sebagai bibit, sayur, kayu bakar, gagang alat, dan lanjaran; JLC memanfaatkannya sebagai pakan harian dan bahan pengayaan bagi lutung Jawa. Pemanenan selektif dan pemantauan regenerasi semai–pancang secara berkala direkomendasikan untuk menjaga pasokan pakan tanpa meningkatkan dominasi kaliandra terhadap vegetasi lokal.