Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effect of Strategic and Directive Leaderships on School Leader’s Performance I Made Sila; I Made Sutika; I Made Astra Winaya; I Nengah Sudiarta; I Gede Sujana; Ida Bagus Rai
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v6i1.57599

Abstract

School leaders have a number of roles that should be played together, including educators, managers, administrators, supervisors, motivators, entrepreneurs, and leaders. The role of school leaders as leaders and as instructional leaders specifically.This study aims to analyses the correlation between strategic and directive leadership on school leaders performance. The analysis used is a qualitative approach with a correlation design. This research was conducted using a survey method. The population in this study was the leader staffs (head and deputy head) of schools from kindergarten to high school/vocational school. The samples were taken from all existing leaders. The method used was regression and correlation as well as a significance test with the F test and the coefficient of determination (R2). The population in this study were the leadership staff (heads and deputy heads) of schools starting from kindergarten to high school/vocational school. The sample/population was taken from all the existing leaders, as many as 18 people.  This study also used interview and questionnaire techniques, namely holding questions and answers with representative sources to answer problems in the field (school). The analysis used is a qualitative approach with a correlation design. The results of the study showed that Strategic and directive leaderships have a significant effect on the school leader’s performance. Strategic leadership has a stronger influence on leadership performance, while directive leadership has a weaker influence.
Membangun Pendidikan Karakter Yang Bermutu Melalui Peran Guru I Nengah Sudiarta; Ariance Leilu Porro
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 1 No. 2 (2023): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v1i2.37

Abstract

Berbagai kebijakan Pemerintah sebenarnya telah ditetapkan dengan tujuan baik, yaitu untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan karakter. Karena haruslah diakui, bahwa pendidikan karakter selama ini masih memiliki kekurangan. Tentu saja kekurangan dalam pelaksanaan pendidikan karakter haruslah carikan solusi pemecahannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam membangun pendidikan karakter yang bermutu. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi literatur dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan mendalam yang selanjutnya dinarasikan dan dideskriptifkan. Penelitian ini berhasil menunjukan peran guru dalam membangun pendidikan karakter bermutu dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di sekolah. Dalam proses pembelajaran yang berlangsung, guru berperan menjadi model yang sikap dan perilakunya menjadi contoh bagi siswa-siswanya. Guru berperan sebagai model dan keteladanan bisa diketahui dan dipahami dari proses pembelajaran. Dalam pembelajaran, guru berupaya meningkatkan mutu pendidikan karakter dengan memasukan dan menginsersikan nilai-nilai karakter pada kepribadian siswa, yaitu, kejujuran, rendah hati, terbuka, mau belajar, disiplin, tanggungjawab, dan keadilan.
THE DYNAMICS OF THE MEANING OF BELIS IN THE MARRIAGE TRADITION OF SUMBA PEOPLE IN WEEPATANDO VILLAGE I Made Sila; I Nengah Sudiarta; Maria Goreti Amurni
International Journal of Education and Social Science Studies Vol. 1 No. 1 (2024): International Journal of Education and Social Science Studies
Publisher : CV. Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/ijesss.v1i1.79

Abstract

Marriage adopted in Sumba society is an effort to maintain offspring that takes place according to the patrilineal kinship system. The problem in this study is related to the form of panai money in the tradition of marriage in Weepatando village, Wewewa sub-district, southwest Sumba district.  An indicator of informants using an impressive sampling technique, with informants numbering six. Data gathering techniques using interview techniques. The analysis techniques used in this research are qualitative data in analysis. This research uses qualitative research methods by conducting interviews, observation, and documentation in the research. The research location is located in Wewewa sub-district, southwest central Sumba district. The results of this study show that the Wewewa community still preserves the traditional marriage ceremony by asking for a large belis. However, the meaning of belis in the district has changed drastically. Through this research, the philosophical meaning of belis can be revealed, which is actually used as a means of tying mystical ropes between two families or between clans.
Pengaturan Hak Asasi Manusia Dalam Sistem Hukum Nasional I Nengah Sudiarta
IJOLARES: Indonesian Journal of Law Research Vol. 2 No. 1 (2024): IJOLARES: Indonesian Journal of Law Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/ijolares.v2i1.44

Abstract

Negara-negara di dunia sebagian besarnya telah mengakui dan menghormati keberadaan HAM. Oleh karena itu, dipandang penting sebuah negara memiliki peraturan yang menjamin keberadaan HAM. Karena dengan disusunnya pengaturan hukum, diharapkan masyarakat bisa lebih menyadari lagi betapa pentingnya HAM dalam kodratnya sebagai manusia. Terus bagaimana dengan Indonesia yang menganut konsep negara hukum, apakah dalam sistem hukum nasionalnya memberikan perlindungan pada HAM. Oleh karenanya, perlu ditelusuri kembali dalam sistem hukum nasional Indonesia mulai dari konstitusi hinggal peraturan perundang-undangan tingkat nasional apakah memuat jaminan dan perlindungan terhadap HAM. Untuk itulah tujuan artikel ini ditulis, yaitu mengetahui pengaturan HAM dalam sistem hukum nasional. Metodologi yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian normatif dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan yuridis normatif, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan hasil penelusuran peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia, pengaturan HAM dalam sistem hukum nasional dapat ditemukan dalam UUD 1945, Ketetapan MPR No. XVII Tahun 1998, UU No. 39 Tahun 1999 dan UU No. 26 Tahun 2000.