Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Efektifitas Kompres Hangat dan Kompres Plester dalam Penurunan Suhu Tubuh pada Bayi dengan Demam Fitriani S Dentika; A Arniyanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i1.897

Abstract

Introduction: Fever is the most common case in children, and almost all children have experienced it; some only have a low-grade fever, while others have a very high fever. Method: Qualitative research using case study design aims to describe the case studies obtained and carried out systematically in intensively collecting case study data for infant patients with fever. Result: Based on the results of case studies found, differences in the effectiveness of warm compresses and plaster compresses. Conclusion: The point of plaster compresses is faster than warm compresses in a decrease in body temperature in babies with fever. It is recommended that the family or mother apply a plaster compress to her baby with a fever because it is more effective at reducing body temperature
Penerapan Senam Nifas Pada Pasien Post Sectio Caesarea Dalam Menurunkan Nyeri Pasca Persalinan Erna Kasim; Andi Tenriola Fitri; Fitriani Fitriani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i1.921

Abstract

Puerperal health services for mothers begin to be provided to competent health workers within 24 hours after giving birth. Puerperal gymnastics movement exercise is a movement that can be carried out for 24 hours after delivery through activities that the mother's condition has balanced after delivery. As for intending to establish and increase the circulation of the puerperium in the mother, it also helps the goodness of the uterine muscles after delivery. The design uses a descriptive model of the case study approach. This study used two postpartum cesarean respondents who experienced postpartum pain to perform puerperal gymnastics to reduce postpartum pain. The intervention's results on several respondents, namely puerperal gymnastics, said there was a significant change or decrease in the level of pain where the level of severe pain became the absence of pain. Mild pain (4-6) decreased to absence from severe pain (7-10), no longer presence of pain that the client's face already looks relaxed, and he does not grimace anymore. It can be concluded that there is a decrease in the pain intensity scale from mild to no more pain after being given puerperal gymnastics interventions. One of the discomforts that often arises in pregnancy is back pain. Back pain is a disorder that pregnant women widely experience throughout the pregnancy until the post-Christmas period. It should be important to encourage postpartum mothers to do puerperal gymnastics in reducing postpartum pain sectio caesarea
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYAPIHAN DINI TERHADAP KEJADIAN STUNTINDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARA-BARAYA Rusnaeni Saide; Ni Luh Gede Sriwahyudianti; Fitriani; St. Salmawati; Haryati Sahrir
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i3.543

Abstract

Latar belakang: Penyapihan dini adalah penghentian pemberian ASI sebelum anak mencapai usia dua tahun. Penyapihan yang dilakukan terlalu dini dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, termasuk risiko stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu mengenai penyapihan dini dan dampaknya terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya Makassar. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain analitik observasional. Sampel penelitian berjumlah 60 ibu yang memiliki balita. Hasil: analisis menunjukkan bahwa mayoritas ibu (57%) mengetahui tentang penyapihan dini, dampaknya, cara melakukannya, serta waktu yang tepat, sementara 43% tidak memiliki pengetahuan tersebut. Uji chi-square menghasilkan nilai p = 0.302 untuk semua variabel yang diuji. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang cukup tentang penyapihan dini, tetapi masih terdapat beberapa yang belum memahami dampaknya terhadap stunting. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dan kejadian stunting pada anak. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi lebih lanjut mengenai praktik penyapihan yang tepat agar dapat mencegah risiko stunting.
Penguatan Pengetahuan Pasangan Usia Subur melalui Konseling Pra Kehamilan sebagai Upaya Pencegahan Risiko Stunting Berbasis Masyarakat Desa julia ningsih; Fitriani Fitriani
Journal of Community Service Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Community Service
Publisher : Journal of Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan literasi kesehatan dan akses layanan. Salah satu fase yang masih kurang mendapat perhatian dalam upaya pencegahan stunting adalah periode pra kehamilan, padahal fase ini berperan penting dalam menentukan kualitas kehamilan dan tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan pasangan usia subur melalui konseling pra kehamilan sebagai upaya pencegahan risiko stunting berbasis masyarakat di Desa Pakkabba, Kabupaten Takalar. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, konseling pra kehamilan secara interaktif, diskusi kelompok, serta evaluasi pengetahuan melalui pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan pasangan usia subur, remaja, dan unsur masyarakat desa sebagai kelompok sasaran utama. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 50,5 persen setelah mengikuti kegiatan konseling. Seluruh peserta juga menunjukkan partisipasi aktif dan kemampuan memahami materi yang disampaikan dengan baik. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling pra kehamilan berbasis komunitas merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kesiapan pasangan usia subur dalam menghadapi kehamilan sehat dan mencegah risiko stunting sejak dini. Program ini berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan sebagai bagian dari strategi penguatan literasi kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Becoming a Resilient Mother: The Impact of Breastfeeding Self-Efficacy and Multiparity on Emotional Adjustment of Postpartum Mothers Julia Fitrianingsih; Dian Meiliani Yulis; Sriyana Herman; Fitriani Fitriani
Public Health of Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): January - March
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v12i1.1588

Abstract

Background: The postpartum period is a critical phase characterized by significant emotional and psychological transformations Objective: This study aims to investigate the effect of breastfeeding self-efficacy and multiparity on the emotional adjustment of postpartum mothers Method: The research design used was a cross-sectional study to collect data from 101 Breastfeeding mothers. The sample consisted of all postpartum mothers who gave breastmilk. The inclusion criteria were gestational age of at least in women with a singleton pregnancy, 34 weeks, no breast abnormalities, and no smoking or alcohol consumption. Mothers and infants who need special care were excluded. The BSE Scale-Short Form questionnaire was used to collect data. This used crosstabulation, chi-square testing, and regression to evaluate the data to clearly and formally describe the statistical analyses performed. Results: The results showed that mothers with high BSE were much more likely to say they were emotionally stable, with an odds ratio (OR) of 12.54 (p <.001), which means there was a strong connection between BSE and emotional adjustment through multiparity. The crosstab analysis showed that multiparity was likewise statistically significant (p = .000), but when BSE was controlled, regression showed that its effect was not significant (p = .558). Conclusion: The study concludes that breastfeeding self-efficacy is more important than multiparity in determining how well a mother adjusts emotionally after giving birth. Interventions that build BSE may help new mothers feel better emotionally.  Keywords: Breastfeeding Self-Efficacy; Emotional Adjustment; multiparity; postpartum
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DERAJAT ANEMIA SELAMA KEHAMILAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK SITI FATIMAH MAKASSAR Sri Syatriani; NUR FITRIANI
Jurnal Mitrasehat Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v5i1.162

Abstract

Anemia merupakan penyebab tidak langsung terjadinya kematian pada ibuhamil. Kekurangan zat besi diduga penyebab paling umum dari anemia global. Angkakejadian anemia pada wanita hamil di dunia mencapai 41,8%. Tujuan penelitian ini yaituuntuk Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan derajat anemia selamakehamilan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar. Diantaranya faktor umur,paritas, konsumsi tablet Fe, dan budaya. Jenis penelitian ini adalah penelitianobservasional analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian iniadalah semua ibu hamil dan sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yangmengalami anemia berjumlah 62 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan caraAccidental Sampling. Data yang dianalisis dengan uji alternatif Chi Square dan Fisher’sExact Test melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adahubungan antara umur ρ (0,534) > α (0,05), paritas ρ (0,520) > α (0,05), konsumsi tabletFe ρ (0,160) > α (0,05), budaya ρ (0,722) > α (0,05) dengan derajat anemia selamakehamilan. Dalam penelitian ini disimpulkan tidak ada hubungan antara umur, paritas,konsumsi tablet Fe, dan budaya dengan derajat anemia selama kehamilan. Di sarankankepada petugas kesehatan agar memberikan penyuluhan kebada ibu tentang bahayakehamilan saat umur reproduksi sudah tidak ideal yaitu <20 dan >35 tahun, tentangdampak yang bisa terjadi apabila paritas >3 kali, tentang pentingnya mengkonsumsi TabletTambah Darah, tentang jenis-jenis makan yang seharusnya dikonsumsi ibu hamil agartidak terjadi permasalahan gizi pada ibu dan janinnya.
Effect of Health Education on Adolescents' Knowledge and Attitudes About Promiscuous Sex Fitriani Fitriani; Nurekawati; Dewi Sartika MS; Nelly Nugrawati; Siti Alfah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Indonesian teenagers seem more tolerant of a premarital sexual lifestyle or free sex. Many factors influence this behaviour, one of which is attitudes and knowledge about free sex itself. This knowledge and perspective can be improved by providing health education or counselling. Objective: find out the effect of health education on the inside and attitudes of adolescents about free sex in SMK Negeri 6 Makassar.Methods: One Group pre-test post-test design is the pre-experimental research type with the research design. The sample of this research includes 84 students at SMK Negeri 6 Makassar using Cluster Sampling as a sampling technique. Research instrument using a questionnaire—analysis of the data used in bivariate analysis, Paired Sample T-test. Results: shows an increase in the number of respondents who have good knowledge between before and after health education, namely a mean change of 7,131 (± 3,229) of98.8% with a p-value of 0.000. And there is an increase in the number of respondents who have a good attitude between before and after health education, namely: a mean change of 3,917 (± 3,860), as much as 100% with a p-value of 0.000. Conclusion: from this study, there is an effect of health education on students' knowledge and attitudes (i) about free sex at SMK Negeri 6 Makassar