Ketut Suega
Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Reticulocyte Hemoglobin Equivalent (RET-HE) As A Predictor and Early Marker for Oral Iron Response in Iron Deficiency Anemia Patients Ketut Suega; I Made Bakta
Journal of Global Pharma Technology Volume 10 Issue 06: (2018) June 2018
Publisher : Journal of Global Pharma Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to determine whether Ret-He has a role for early detection and as a predictor factor for treatment response in iron deficiency anemia patient after oral iron therapy in 4 weeks. Iron deficiency anemia (IDA) patient were diagnosed based on hypochromic microcytic anemia with ferritin level < 20 ng/ml. All patients were taking oral iron pill for 4 weeks. Hemoglobin serum, absolute reticulocyte count (ARC), Ret-He, MCV, MCH, MCHC, and hematocrit were measured. Responders are defined as patients who reach total changes of their hemoglobin level > 2 g/dl in 4 weeks. Data analysis was done by SPSS. There were 26 IDA patients consisted of 15 (57.7%) female and 11 (42.3%) male patients with mean of age was 47.31. Before treatment, level of Ret-He, absolute reticulocyte count, HB, HCT and MCV were 18.16 pg (SD 4.43), 0.67 (SD 3.02), 7.94 g/dl (0.74), 26.5 % (SD 2.48), 64.9 fl (SD 0.51) respectively. There was 18 (69.2%) patient considered as responders and 8 (30.8%) patients considered as non-responders. The evaluation showed all markers were increased except for absolute reticulocyte level. On adjusted multiple logistic regression, the only variable that found statistically significant was Ret-He at week 1 with p= 0.031; 95% CI 0.349-0.950. It is suggested that reticulocyte hemoglobin equivalent (Ret-He) proved to be an early and sensitive predictor for oral iron therapy response in patients with iron deficiency anemia. Keywords: Ret-He, Treatment response, Iron deficiency anemia.
CORRELATION OF OBESITY AND PHYSICAL ACTIVITY TO THE RISK OF OSA IN SEMARAPURA ART MARKET TRADERS, KLUNGKUNG Dewi, Putu Feby Miswari; Bagiada, I Made; Suega, Ketut; Saraswati, Made Ratna
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P14

Abstract

ABSTRAK Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan kelainan pada pernafasan yang memiliki gejala apnea dan hipopnea selama tidur. National Sleep Foundation memperkirakan 18 juta orang di dunia menderita OSA. Prevalensi tidak diketahui secara pasti karena gold standar diagnosis berupa pemeriksaan polisomnografi (PSG), tidak semua fasilitas kesehatan memiliki layanan PSG dan kurang dikenalinya gejala OSA. Beberapa faktor risiko penyebab OSA, salah satunya obesitas yang identik dengan aktivitas fisik rendah (dominan sedenter). Jenis pekerjaan pada umumnya mempengaruhi kecenderungan aktivitas fisik, salah satunya pedagang sering duduk lama. Tujuan dalam penelitian ini mencari ada/tidaknya korelasi antara obesitas serta aktivitas fisik dengan risiko kejadian OSA di pedagang di Pasar Seni Semarapura, Klungkung. Penelitian ini dilakukan dengan design analitik cross sectional menggunakan instrumen berupa kuisioner Berlin serta International Physical Activities Questionnaire-Short Form selama 3 bulan (Februari-April 2021) pada 75 responden dengan variabel bebas berupa obesitas dan aktivitas fisik serta variabel terikat adalah resiko menderita OSA. Penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat. Diperoleh 14 responden berisiko tinggi menderita OSA. Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan obesitas berkorelasi dengan risiko menderita OSA (p value = 0,036) sedangkan aktivitas fisik tidak memiliki korelasi dengan risiko menderita OSA (p value = 0,423). Kedua hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor lain sesuai dengan item yang ditanyakan dalam kuisioner. Ada korelasi antara obesitas dengan resiko menderita OSA sedangkan aktivitas fisik tidak. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada faktor risiko jenis lainnya dengan jangkauan subjek penelitian yang lebih luas. Kata kunci : Resiko menderita OSA, Obesitas, Aktivitas Fisik.
CORRELATION OF HEMOGLOBIN LEVEL WITH CANCER STADIUM AT SANGLAH HOSPITAL DENPASAR IN 2019-2020 Andika Budiartha, Putu Gede; Suega, Ketut; Saraswati, Made Ratna; Bagiada, I Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P05

Abstract

Kanker merupakan keganasan yang terjadi akibat sel dalam tubuh yang berkembang secara tidak terkendali sehingga dapat menyebabkan kerusakan bentuk maupun fungsi dari organ dimana sel tersebut tumbuh. Sel kanker memiliki keterkaitan dengan kerusakan gen yang mengontrol pertumbuhan, pembelahan, dan kematian sel. Kanker termasuk dalam salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Anemia merupakan gejala yang sering muncul pada pasien kanker. Kadar hemoglobin dapat menjadi parameter untuk menyatakan pasien mengalami anemia atau kadar hemoglobin yang rendah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan stadium kanker pada pasien tahun 2019-2020 di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode penelitian cross-sectional dan menggunakan pendekatan retrospektif dengan 50 pasien kanker yang terdata di buku register Divisi Hematologi dan Onkologi Medik (HOM) RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2019-2020. Dilakukan pada bulan Juli-September 2021 di RSUP Sanglah Denpasar dengan variabel bebas stadium kanker dan variabel terikat kadar hemoglobin. Hasil pengujian Chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan (p>0,05) antara kadar hemoglobin dengan stadium kanker. Hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti seperti keadaan pasien sebelum dan sesudah melakukan kemoterapi, dan juga faktor usia. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan faktor lainnya yang lebih mempengaruhi seperti keadaan pasien sebelum dan sesudah melakukan kemoterapi, faktor usia, dan status gizi pada pasien yang menimbulkan penurunan kadar hemoglobin dan keparahan pada stadium kanker. Kata Kunci: kadar hemoglobin, stadium kanker, kanker, anemia
FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA DEFISIENSI BESI : A SYSTEMATIC REVIEW Suryadinata, Putu Yoga Arya; Suega, Ketut; Wayan, I; Gde Dharmayuda, Tjokorda
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i02.P02

Abstract

Anemia akibat defisiensi zat besi masih menjadi masalah penyebab anemia tersering di hampir setiap kasus anemia. Anemia defisiensi besi utamanya lebih banyak terjadi pada wanita namun tak memungkiri juga dapat terjadi pada pria. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya anemia akibat defisiensi besi diantaranya pada wanita yang sedang menstruasi, ibu hamil, dan beberapa faktor lain yang menjadi potensi untuk meningkatnya prevalensi anemia pada wanita usia subur khususnya. Tujuan dari systematic review ini adalah untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang menjadi penyebab terjadinya anemia defisiensi zat besi. Pencarian menggunakan database Google schoolar dan database PubMed mencari artikel dari tahun 2015 hingga 2020. Eligibility menggunakan PICOS. Hanya ulasan yang berfokus pada faktor risiko yang dapat memicu terjadinya anemia defisiensi besi yang diekstraksi, dianalisis, dan didiskusikan. Hasil dari 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan bahwa faktor risiko yang menyebabkan terjadinya anemia defisiensi zat besi berdasarkan rangkuman artikel yaitu terdapat hubungan antara lama haid, status gizi, kebiasaan sarapan pagi, asupan zat besi, asupan protein, serta pola konsumsi inhibitor penyerapan zat besi. Kata kunci: Faktor risiko, Anemia, Defisiensi Besi
DESCRIPTION OF THE RISK OF TYPE 2 DM IN STUDENTS OF THE BASE OF MEDICINE AND MEDICAL PROFESSIONAL STUDY PROGRAM FOR 2018 IN THE FACULTY OF MEDICINE UDAYANA UNIVERSITY Savitri, Putu Dian Hermawati Sari; Saraswati, Made Ratna; Bagiada, I Made; Suega, Ketut
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P17

Abstract

ABSTRAK Penilaian risiko diabetes mellitus pada usia muda merupakan salah satu upaya pencegahan terjadinya kasus tersebut, terutama dapat ditujukan pada calon mahasiswa tenaga kedokteran yang merupakan garda terdepan dalam bidang kesehatan. Berdasarkan hal tersebut, sangat diperlukan penilaian factor risiko terhadap kejadian diabetes melitus (DM) tipe 2 pada mahasiswa kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap 150 mahasiswa dengan teknik simple random sampling. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dilihat dari skor FINDRISC terlihat bahwa risiko rendah sebanyak 76,7%, risiko sedikit meningkat sebanyak 22% dan hanya 1,3% memiliki risiko sedang. Diharapkan agar fakultas kedokteran Universitas Udayana melakukan tindakan pencegahan kejadian DM pada mahasiswa yang memiliki factor risiko tersebut dengan meningkatkan kegiatan olahraga serta memberikan informasi tentang pengaturan diet. Kata Kunci : Findrisc, Diabetes Mellitus Tipe 2, Faktor Risiko, Aktivitas, Olahrga, Diet, Umur
CORRELATION OF C-REACTIVE PROTEIN (CRP), AND INTERLEUKIN-6 (IL-6) WITH HEPCIDIN LEVELS IN PATIENTS WITH ANEMIA OF CHRONIC DISEASE (ACD) Giri Prebawa, I Putu Arya; Suega, Ketut
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol. 6 No. 2 (2023): Al-Iqra Medical Journal: Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v6i2.9984

Abstract

Anemia of chronic disease (ACD) or anemia of chronic inflammation is the most common cause of anemia in hospitalized patients. Recent studies revealed that interleukin-6 (IL-6), C-reactive protein (CRP), and Hepcidin play a key role in ACD pathogenesis. This study is an observational study with a crossectional approach that aims to see the relationship between levels of inflammatory marker such as CRP and IL-6 with Hepcidin on the incidence of ACD at Prof Ngoerah Hospital Denpasar. This study involved 92 samples. Descriptive analysis will be presented in the form of tables and narratives for all data obtained in this study. Bivariate analysis was carried out using the Spearman correlation. The mean CRP level of the patients in this study was 89.1 ± 80.1 mg/L which could be categorized as high. The mean Il-6 level of the patients in this study was 91,8±88,4 pg/mL which could be categorized as high and the Hepcidin level in this study was 64.4 ± 49.9 ng/dL. This study shows that inflammation plays a role in increasing levels of Hepcidin which plays a role in the pathogenesis of ACD. This can be seen from the significant positive correlation between Hepcidin levels and IL-6 levels (P=0,00), although there is no correlation between Hepcidin and CRP. Inflammation plays a role in increasing levels of Hepsidin which plays a role in the pathogenesis of ACD.