Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PKM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENINGKATANPENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU DENGANBALITADALAM PROSES PEMBUATAN DAN PEMBERIANMPASIDI DESA BUKIAN PAYANGAN GIANYAR I Nyoman Purnawan; Nyoman Suarjana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier ditandai dengan panjang atau tinggibadan tidak sesuai dengan umurnya. Salah satu determinan terjadinya stunting adalahpembuatan dan pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang tidak memenuhikecukupan gizi. Hasil studi pendahuluan di Desa Bukian Payangan menunjukkan angkastunting pada balita perempuan dan laki-laki tahun 2022 sebesar 17%dan 26%sedangkan41,9% ibu dengan balita masih memiliki pengetahuan kurang tentang MPASI. TujuandariPKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dengan balita dalamproses pembuatan dan pemberian MPASI. Metode kegiatan yaitu dengan memberikanintervensi dalam bentuk penyuluhan menggunakan buku resep MPASI dan memberikanpelatihan cara membuat MPASI yang baik dan benar, dilanjutkan dengan evaluasi hasil yaitumengukur pengetahuan dan keterampilan ibu sebelum dan sesudah intervensi. Dari 15ibudengan balita yang hadir pada saat penyuluhan di Kantor Desa Bukian, hanya 71%memilikipengetahuan baik dan 69% memiliki keterampilan yang baik tentang proses pembuatandanpemberian MPASI. Sedangkan setelah intervensi dilakukan terjadi peningkatan pengetahuandan keterampilan ibu dengan balita berturut-turut 92% dan 83%. Dapat disimpulkan bahwaterjadi peningkatan yang cukup signifikan terkait pengetahuan dan keterampilan ibu denganbalita sebelum dan setelah intervensi. Diharapkan dengan PKM ini secara tidak langsungdapat menurunkan angka stunting di Desa Bukian Payangan Gianyar.
The Effect of Online Gamification Quiz Application on Vocabulary Mastery for Young English Learners Purnawan, Nyoman Adi; Padmadewi, Ni Nyoman; Budiarta, Luh Gd Rahayu
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v9i12022p033

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kahoot pada penguasaan kosakata untuk pelajar bahasa Inggris usia muda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-experimental One Group Pre-test and Post-test. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes kosakata yang terdiri dari 20 item dalam pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Partisipan penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Dana Punia Singaraja. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh signifikan yang terdapat pada pada penguasaan kosakata untuk pelajar muda bahasa Inggris dengan efektivitas kategori sedang. Lebih Lanjut, penerapan Kahoot sebagai gamifikasi dalam pembelajaran kosa kata sudah tepat dalam meningkatkan penguasaan kosakata pelajar muda.Abstract: This research aimed to investigate the effect of Kahoot on vocabulary mastery for young English learners. This research utilized the quantitative method with Pre-experimental One Group Pre-Test and Post-Test Design. The instrument used to collect the data was vocabulary test that consisted of 20 items. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The participants of this study were fourth-grade students of SD Dana Punia Singaraja. The findings proven there was a significant effect on vocabulary mastery for young English learners with a moderate effect of effectiveness. Furthermore, the implementation of Kahoot as gamification in English learning was precise in improving young learners' vocabulary mastery.
Tourist Knowledge And Behaviours Towards Rabies Prevention–UBUD Bali Indonesia I Nyoman Purnawan
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal eduHealt, 2023, December
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rabies is one of the causes of death in the world. Therefore rabies is a global health problem. In Ubud District, cases of Rabies Transmitting Animal Bites (GHPR) doubled compared to the previous year with the second highest average number of cases in Gianyar Regency. The GHPR case in Ubud does not only affect the local community but also some tourists who stay and vacation in Ubud. If this problem is not addressed it will have a direct impact on the decline of the tourism industry in Ubud. This research aims to obtain an overview of the level of knowledge and prevention behavior of tourists regarding rabies in Ubud as a tourist destination in Bali. This research is a descriptive study with a cross-sectional design. The sample for this research was 96 tourists who stayed and vacationed in Ubud, both domestic and international tourists. Data was collected through interviews with questionnaires and measurements then analyzed by univariate. The results of this research show that the majority of tourists already have high knowledge of rabies, namely 65% for international and 63% for domestic. As with knowledge, the majority of tourist prevention behavior is classified as good, namely 79% for international and 73% for domestic. It is recommended that the government and related agencies carry out policy improvements to increase public knowledge regarding changes in health behavior in terms of the use of information media to socialize the dangers of rabies to the public, especially the use of electronic media.
PkM Pelatihan Manajemen Diri Pasien Hipertensi dalam Upaya Pencegahan Komplikasi dengan Pendekatan Usadha Bali di Kota Denpasar Purnawan, I Nyoman; Nyandra, Made; Kurniati, Made; Yudha, Ari Natalia; Hardy, Dedy Kastama; Martini, Ketut; Sugianto, Made Agus; Putri, Fina Aryani; Astuti, Putu Widya; Sumadewi, Utari; Suarjana , Nyoman
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.18022

Abstract

Pendahuluan: Di Kota Denpasar, prevalensi hipertensi dan komplikasinya mengalami peningkatan dari tahun 2022 – 2023 sebanyak 2,14%. Terjadinya komplikasi pada pasien hipertensi dikarenakan rendahnya manajemen diri. Tujuan PKM untuk meningkatkan manajemen diri pasien hipertensi dengan pendekatan usadha bali. Metode: Kegiatan PKM dilaksanakan di Puskesmas I Denpasar Barat pada bulan November 2024. Metode kegiatan berupa penyuluhan kesehatan dan pelatihan yoga asana. Evaluasi kegiatan berupa pengukuran perubahan pengetahuan dan perilaku yoga serta pengukuran perubahan tekanan darah. Analisis statistik menggunakan one sample t test. Hasil: Dari 25 pasien hipertensi yang hadir, nilai rata-rata pretest pengetahuan sebesar 7,20 dan posttest sebesar 9,56 sehingga terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 2,36. Nilai rata-rata pretest perilaku yoga sebesar 5,30 dan posttest sebesar 9,00 sehingga terdapat peningkatan rata-rata perilaku yoga sebesar 3,70. Nilai rata-rata pretest tekanan darah sebesar 151/95 mmHg dan posttest sebesar 138/87 mmHg sehingga terdapat penurunan rata-rata tekanan darah sebesar 13/8 mmHg. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dan perilaku yoga serta terjadi penurunan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Diharapkan peningkatan manajemen diri dengan pendekatan usadha bali pada pasien hipertensi dilakukan lebih luas di Puskesmas se-Kota Denpasar.
Edukasi Kesehatan Mental dan Latihan Relaksasi Kepada Peserta Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas 1 Denpasar Utara Yudha, Ni Luh Gde Ari Natalia; Nyandra, Made; Kurniati, Ni Made; Hardy, I Putu Dedy Kastama; Martini, Ni Ketut; Sugianto, Made Agus; Putri, Kadek Fina Aryani; Purnawan, I Nyoman; Astuti, Ni Putu Widya; Sumadewi, Ni Luh Utari; Suarjana, Nyoman
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v9i2.3951

Abstract

Prolanis merupakan upaya pengelolaan penyakit kronis yang diselenggarakan di fasilitas kesehatan primer. Penanganan masalah kesehatan mental belum diselenggarakan dalam kegiatan Prolanis karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki serta belum ada bentuk kegiatan yang bisa diadopsi untuk penanganan kesehatan mental. Tujuan kegiatan ini yakni memberikan pelatihan tentang kesehatan mental dan relaksasi kepada peserta Prolanis. Manfaat kegiatan ini yakni meningkatkan kesehatan peserta Prolanis baik fisik maupun mental. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Puskesmas I Denpasar Utara pada bulan Oktober 2023. Materi dan pelatihan diberikan oleh tim dosen program studi yang diselenggarakan di Puskesmas 1 Denpasar Utara. Sebanyak 26 orang peserta Prolanis diberikan edukasi kesehatan mental dan pelatihan relaksasi. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan, tekanan darah dan gerakan relaksasi yang telah diajarkan. Hasil pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 2,321 sedangkan status kesehatan peserta yang diukur dari tekanan darah menunjukkan 73% peserta memiliki tekanan darahnya tidak normal namun peserta mampu menghafalkan gerakan relaksasi sebesar 85%. Berdasarkan hasil tersebut yang dapat disarankan yakni perlunya peserta melakukan pengelolaan penyakit sesuai panduan pengelolaan penyakit dan pengelolaan kesehatan mental dengan melakukan gerakan relaksasi secara rutin. Kata kunci: Edukasi Kesehatan Jiwa, Pelatihan Relaksasi
A Digital Therapeutic Communication Model to Improve Treatment Compliance of Hypertension Patients at Ubud Health Center 1 Gianyar District, Bali Province Purnawan, I Nyoman; Suarjana, Nyoman; Kurniati, Ni Made
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.38 KB)

Abstract

The main problem in controlling hypertension in Indonesia is low adherence to treatment hypertension patient. An important effort that is currently being done is to change patient behavior to be more compliant with treatment. Factors that influence medication adherence. It is important that it is studied in full, compiled on a strong theoretical basis and proven scientifically empirical. One of the factors that play an important role in increasing success. Treatment is therapeutic communication between health workers and patients. However, during the syndemy (synergy and pandemic) period of covid-19 with restrictions on interaction hinder the process of therapeutic communication so that there is a need for digital transformation. For Therefore, this study aims to assess the factors of medication adherence, compile and prove digital therapeutic communication models can improve adherence to treatment of hypertensive patients at Ubud Health Center 1, Gianyar Regency, Bali Province. Research implementation consists of 3 stages, namely: 1) Research cross-sectional study with a sample size of 390 hypertensive patients selected by simple random sampling. Data collected by interview using structured questionnaires in selected patient homes; 2) Modeling digital therapeutic communication and 3) Proof of models with quasi-experimental designs using a cluster randomized controlled trial design. Structural equation modelling (SEM) was used for factor analysis of medication adherence and the Poisson regression test was used to test and assess the capabilities of digital therapeutic communication models for improve adherence to treatment of hypertensive patients. Factors that are proven to improve adherence to treatment is a type of communicator (β=0.297), content of the message conveyed (β=0.237) and the type of digital media (whatsapp) used (β=0.443). Therapeutic communication model. Digital is proven to increase medication adherence by 4.1 times (95% CI: 0.845-11.557). It can be concluded that therapeutic communication with WhatsApp media is very effective carried out supported by the ability of the communicator and the content of the message conveyed.
The Potential Development of Pararem for Tobacco Control in Dalung Village Badung Regency Kurniati, Ni Made; Astuti, Ni Putu Widya; Purnawan, I Nyoman; Primatanti, Putu Asih; Kharisma, Putu Anastasia; Sumadewi, Ni Luh Utari; Suarjana, Nyoman; Komang Sriwisani S
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.4236

Abstract

Places of worship and public spaces are areas located within traditional village environments and are regulated under the No Smoking Area (KTR) Regional Regulation at both the Bali Province and Badung Regency levels. Most community activities, particularly among the Balinese population, take place within traditional village settings. This study aims to explore the potential for developing pararem (customary rules) to control the dangers of smoking in Dalung Village, an urban-area village with various activities held in places of worship and public spaces. This qualitative research explores the potential for developing Pararem to control smoking hazards in Dalung Village. Community leaders in Dalung stated that smoking is still frequently observed during religious ceremonies and public activities in the village. All respondents perceived that smoking behavior in the community negatively impacts the health of non-smokers. Pararem has strong potential to be developed as a more binding and respected form of smoking control in villages. With support from the government, relevant institutions, and academics, the development of pararem can begin. However, the process of formulating and aligning it with the provisions of the awig-awig (village customary laws) requires a lengthy process and consensus from village residents.
Pencegahan Stunting Melalui Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu dengan Balita dalam Proses Pembuatan dan Pemberian MPASI Di Desa Bukian Payangan Gianyar Bali Purnawan, I Nyoman; Suarjana, Nyoman
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.13434

Abstract

Background: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier ditandai dengan panjang atau tinggi badan tidak sesuai dengan umurnya. Salah satu determinan terjadinya stunting adalah pembuatan dan pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang tidak memenuhi kecukupan gizi. Tujuan dari PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dengan balita dalam proses pembuatan dan pemberian MPASI. Metode: Mmemberikan intervensi dalam bentuk penyuluhan menggunakan buku resep MPASI dan memberikan pelatihan cara membuat MPASI yang baik dan benar, dilanjutkan dengan evaluasi hasil yaitu mengukur pengetahuan dan keterampilan ibu sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Dari 15 ibu dengan balita yang hadir pada saat penyuluhan di Kantor Desa Bukian, hanya 71% memiliki pengetahuan baik dan 69% memiliki keterampilan yang baik tentang proses pembuatan dan pemberian MPASI. Sedangkan setelah intervensi dilakukan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dengan balita berturut-turut 92% dan 83%. Dari pemantauan ke rumah-rumah setelah 1 bulan intervensi dilakukan hampir 92% ibu dengan balita sudah menerapkan dengan baik cara pembuatan dan pemberian MPASI. Kesimpulan: Terjadi peningkatan yang cukup signifikan terkait pengetahuan dan keterampilan ibu dengan balita sebelum dan setelah intervensi. Diharapkan dengan PKM ini secara tidak langsung dapat menurunkan angka stunting di Desa Bukian Payangan Gianyar.
ANALISIS DETERMINAN INISIASI PRE-EXPOSURE PROPHYLAXIS (PREP) PADA POPULASI LELAKI SEKS DENGAN LELAKI (LSL) DI KABUPATEN BADUNG Parwangsa, Ni Wayan Putri Larassita; Purnawan, I Nyoman
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.37885

Abstract

Inisiasi Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) merupakan strategi pencegahan HIV yang direkomendasikan bagi populasi berisiko tinggi, termasuk lelaki yang seks dengan lelaki (LSL), dengan kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan bahwa inisiasi PrEP lebih dipengaruhi oleh perilaku seksual berisiko serta pendekatan berbasis wilayah yang masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi inisiasi PrEP pada LSL di Kabupaten Badung menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 135 responden yang direkrut dari layanan PrEP di Puskesmas Kuta I, Kuta II, dan Kuta Selatan. Hasil deskriptif menunjukkan mayoritas responden berusia 25 tahun, memiliki pengetahuan dan persepsi yang kurang baik terhadap PrEP, serta perilaku seksual berisiko tinggi, termasuk seks anal, jumlah pasangan seksual lebih dari tiga, penggunaan kondom tidak konsisten, dan riwayat IMS yang tinggi. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara inisiasi PrEP dengan usia, riwayat seks anal, jumlah pasangan seksual, penggunaan kondom, penggunaan pelicin, riwayat IMS, dan paparan informasi PrEP, sedangkan analisis multivariat mengidentifikasi tiga faktor dominan yaitu usia 25 tahun, jumlah pasangan seksual 3, dan tidak pernah menggunakan kondom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku seksual berisiko tinggi merupakan determinan utama inisiasi PrEP pada LSL.
Predictive Model of Blood Pressure Control Behavior in Efforts to Prevent Complications Using the Health Belief Model (HBM) Approach Among Hypertensive Patients I Nyoman Purnawan; Ni Made Kurniati
An Idea Health Journal Vol 5 No 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i03.726

Abstract

Background: In Denpasar City, the prevalence of hypertension and its complications has increased from year to year. The occurrence of complications among hypertensive patients is largely due to poor blood pressure control behavior. To improve patients’ blood pressure control behavior, it is necessary to develop a predictive model that considers social support from healthcare providers, as well as patients’ perceptions and beliefs. Objectives: To develop a predictive model of blood pressure control behavior using the Health Belief Model (HBM) approach. Methods: This study consisted of two phases: a quantitative phase using a cross-sectional design and a quasi-experimental phase employing a nonequivalent (pretest and posttest) control group design. The study was conducted over a two-month period in Denpasar City. The study population included hypertensive patients who were actively registered in the primary healthcare center's medical records. Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) and cross- tabulation. Results: Of the 192 respondents, 59.8% were found to have poor blood pressure control behavior. The SEM analysis showed a good model fit, with behavioral factors such as self-efficacy (coefficient = 0.370; p = 0.001), healthcare provider support (coefficient = 0.244; p = 0.004), and perceived susceptibility (coefficient = -0.084; p = 0.000) significantly influencing blood pressure control behavior. The predictive behavior model was successfully developed based on the findings of the previous research stages. The intervention using the predictive behavior model effectively improved blood pressure control behavior (PR = 5.6; p = 0.022). Conclusion: The predictive behavior model based on the Health Belief Model (HBM) was successfully developed and demonstrated the ability to enhance blood pressure control behavior. Therefore, its application should be expanded to prevent complications among hypertensive patients in Denpasar City.