Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Widya Sandhi

KAJIAN BENTUK DAN FILOSOFIS BERBUSANA UMAT HINDU ADAT BALI DALAM MEWUJUDKAN BHAKTI DAN SRADDHA DI PURA ADITYA JAYA RAWAMANGUN Suhardi, Untung; Krisna, I Dewa Ketut
Widya Sandhi Vol 9 No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur yang dalam hal ini sebagai penelitian kualitatif dengan menggunakan analisa deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenalogis. Permasalahan karya tulis ilmiah ini adalah busana yang digunakan sebagai perkembangan yang tren dan budaya masyarakat DKI Jakarta yang lebih menggutamakan gaya hidup daripada aturan norma kesopanan. Karya tulis ilmiah ini diketengahkan tentang bentuk busana adat Bali, filosofis busana adat Bali dan implikasi dari penggunaan busana adat Bali. Hasil penelitian ini Untuk pembagaiannya terdiri atas 3 bagian : a. ) Atas : Kepala (Dewa) Untuk putra mengenakan udeng, dan wanita rambutnya diikat rapi. Tengah : Dada-Pinggang (Manusa) Melambangkan manusia itu sendiri dalam menjalani kehidupan c) Bawah : Pinggang-Ujung (Bhuta) Bhuta atau raksasa yang menempati alam bawah, simbol keburukan yang tidak akan pernah lepas dari diri manusia. Pada putra menggunakan kancut (lelancingan) dengan ujung yang lancip dan sebaiknya menyentuh tanah (menyapuh jagat), ujungnya yang kebawah sebagai simbol penghormatan terhadap Ibu Pertiwi. Pada putri menggunakan selendang/senteng diikat menggunakan simpul hidup dikiri yang berarti sebagai sakti dan mebraya. Serta pepusungan sebagai simbol keindahan sebagai mahkota serta sebagai stana Tri Murti. Implikasinya adalah melingkupi kegiatan sosial dan keagamaan Hindu. Dan untuk mewujudkan norma kesopanan dalam lingkup agama ada upaya untuk dilakukan yaitu membangun generasi yang intelek, membiasakan berbusana adat bali kepura dan mengadakan fasilitas busana, terutama kain (kamen) untuk sembahyang.
Musik Kontemporer Sebagai Media Memperkenalkan Nilai-Nilai Agama Hindu Di Daerah Khusus Ibukota Jakarta Prameswara, Indra; Suhardi, Untung; Awiyane, Wayan Tantre
Widya Sandhi Vol 9 No 2 (2018): Nopember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis discusses Contemporary Music as a Media Introducing Hindu Religious Values in DKI Jakarta. The purpose of this research is to find out how the lyrics of contemporary music as a media introduce Hindu religious values in DKI Jakarta and to find out how Hindu views towards contemporary music lyrics as a media introducing Hindu religious values in DKI Jakarta. This research si qualitative research with descriptive design. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The author conducted interviews with informants, the author collected data about 4 months in the field. The results of the study prove that contemporary music lyrics can be used as a medium in introducing Hindu religious values in DKI Jakarta. By using genres, and themes in making lyrics packed with contemporary music. So that it can provide a good view for Hindus in DKI Jakarta in recognizing Hindu religious values which are arranged in song lyrics from Dewa Budjana, Novi Surya and Alam Dewata Band. So that Hindus are expected to be able to recognize the values of Hinduism to be used as a guide in carrying out life.
POLA KOMUNIKASI INTRABUDAYA DAN PERKAWINAN NYEROD DALAM MASYARAKAT HINDU DI BALI Limarandani, Ni Putu; Ketut Patera, Anak Agung; Suhardi, Untung
Widya Sandhi Vol 10 No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focused to address research namely; phenomena marriage nyerod in interaction symbolic and construction identity Balinese women. The subject matter is present the communication interculture the community Hindu Bali about the marriages nyerod. A method of using qualitative analysis, but the result of this research is the presence of the Hindu religious Bali cannot be separated from culture Bali itself. The disappearance of existence Hinduism Bali it can be ascertained culture bali will disappear, given that almost all activities associated with culture Bali ngayah in the concept of religious activities. Of a mutual relation communication of intra culture in the context of the community Bali work, when the identity of the us culture and social identification fused and become part of the process of the decision of stakeholders and adat experts in local customs Bali. Social position stakeholders and indigenous experts in local customs so startegis, as well as to determine like patron client relationship the who works. In such a position as, the customs and religion a concept one, when things coalesce in ourselves a stakeholders customary. Inter relations culture this is what consciously have built relation chair in society Hindu Bali, including on the deeply private such as marriage, when indigenous go in until in domain so personal in the life of someone