Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Multi objective optimization approach for multi-item inventory control: A case study in leather industry Nafisah, Laila; Prasetyo, Gigih Jono; Nursubiyantoro, Eko; Chaeron, Mochammad; Soepardi, Apriani; Suharsih, Sri
OPSI Vol 17, No 1 (2024): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v17i1.11106

Abstract

PT ASA is a leather tanning company. Almost 65% of the company's assets are allocated for the procurement of raw leather, which consists of goat and sheepskin. In addition to being expensive, the availability of raw leather is also very limited. The company faces a trade-off where, on one hand, the raw material is easily decayed, but on the other hand, its availability is extremely limited, and if there is not enough inventory, the production process will be disrupted. In this research, a multi-objective optimization model is developed for controlling the inventory of raw leather using the Fuzzy Goal Programming approach. The objectives to be achieved are to minimize the total inventory cost, maximize the total quantity of raw leather that meets standards, and minimize the total cost of losses due to decayed raw leather. Based on the calculations, the fuzzy goal programming membership function value is obtained at 0.9155, with a total inventory cost over the planning horizon of IDR 10,341,630,000, a total of 1,279,542 sq ft of raw leather meeting standards, and a total loss cost due to decayed raw leather of IDR 142,911,691.
PENGARUH INSENTIF PAJAK TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK UMKM DI DESA KEDUNGREJO Kartika Kusmayati, Nindya; Sri Suharsih; Dhiyan Septa Wihara; Yuli Kurniawati
Journal of Economics Development Issues Vol. 7 No. 2 (2024): Journal of Economics Development Issues
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jedi.v7i2.343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengetahui tingkat atau nilai pengaruh dari adanya Insentif Pajak terhadap Kepatuhan WP UMKM dalam pemenuhan kewajibannya. Peneliti menggunakan metode kuantitaif dengan pendekatan korelasi yang terdiri dari satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah pelaku UMKM di Kecamatan Waru Sidoarjo dengan sampel UMKM di Kelurahan Kedungrejo Kabupaten Sidoarjo sebanyak 40 pelaku usaha di segala bidang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pembagian kuisioner dengan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada responden. Dengan satu variabel bebas dan satu variabel terikat peneliti menggunakan metode regresi linier sederhana dengan hasil persamaan regresi sederhanya Y = 5,374 + 0,558X. Pengujian H1 diterima karena dari hasil analisis uji t dimana Insentif Pajak (X) berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan WP UMKM (Y), sedangkan H0 ditolak. Hal ini dinilai dengan adanya kebijakan pemerintah mengenai Insentif Pajak memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap tingkat Kepatuhan WP UMKM serta hal tersebut dapat membantu meringankan kewajiban pelaku UMKM dalam pemenuhan kewajibannya
Pengaruh Belanja Daerah Terhadap Pdrb Pada 8 (Delapan) Provinsi Di Indonesia Tahun 2016-2022 Primasari, Indra; Suharsih, Sri
JER (Jurnal Ekonomi Regional) Vol. 16 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jer.v16i2.13065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis belanja daerah pada 8 (delapan) provinsi di Indonesia. Indikator belanja daerah yang dilakukan pemerintah adalah belanja yang akan memberikan dampak positif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Penelitian ini akan menganalisis pengaruh belanja pemerintah yaitu  belanja pegawai, belanja modal, dan belanja barang dan jasa terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada 8 (delapan)  provinsi di Indonesia tahun 2016-2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penelitian ini menggunakan cross section sebanyak 8 (delapan) provinsi dengan rata-rata PDRB tertinggi tahun 2016-2022 serta time series tahun 2016-2022. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan regresi data panel menunjukkan variabel belanja pegawai berpengaruh positif terhadap PDRB sedangkan belanja modal serta belanja barang dan jasa tidak berpengaruh terhadap PDRB pada 8 (delapan) provinsi di Indonesia tahun 2016-2022. 
Analisis Pengarufi Market Size, Suku Bunga Dan Kurs Terhadap Penanaman Modal Asing Di Indonesia Tahun 2004-2020 Siagian, Theresia Yolanda Sr; Purwiyanta, Purwiyanta; Suharsih, Sri
JER (Jurnal Ekonomi Regional) Vol. 15 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jer.v15i1.13317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruli dari Market Size Proksi Produk Domestik Bruto per kapita, Suku Bunga dan Kurs terhadap Penanaman Modal Asing di Indonesia tahun 2004-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang didapatkan dari World Bank dan Badan Pusat Statistik dengan bantuan Sofilmre Eiews 10. Penelitian ini menggu nakan analisis linier berganda dengan menggunakan model OLS (Ordirurry Least Squarei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umrket size proksi PDB er kapita berpengaruh positif terhaclap penanaman modal asing di Indonesia sedangkan suktt bunga rill memiliki pengaruh negatif terhadap penanaman modal asing di Indonesia dan variabel kurs tidak berpengaruh terhadap penanaman modal asing cli Indonesia tahun 2004-2020
Determinan keparahan kemiskinan provinsi di pulau jawa Tahun 2010-2020 Dita, Risa Anin; Rahayu, Astuti; Suharsih, Sri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i3.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan Keparahan Kemiskinan provinsi di Pulau Jawa tahun 2010-2020. Penelitian menggunakan data sekunder yaitu Upah Minimum Provinsi, Tingkat Pengangguran Terbuka, Angka Partisipasi Sekolah usia 16-18 tahun, dan Kepadatan Penduduk. Data dalam penelitian diperoleh dari publikasi website Badan Pusat Statistik (BPS) dengan sampel 6 provinsi yaitu Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa Tengah, dan Provinsi Banten selama tahun 2010-2020. Metode analisis penelitian ini menggunakan regresi data panel. Analisis model tebaik dari tiga pendekatan model ialah Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Kepadatan Penduduk berpengaruh positif terhadap Keparahan Kemiskinan dan variabel Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh negatif, sementara variabel Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 16-18 tahun tidak berpengaruh terhadap Keparahan Kemiskinan provinsi di Pulau Jawa tahun 2010-2020.
Multi objective optimization approach for multi-item inventory control: A case study in leather industry Nafisah, Laila; Prasetyo, Gigih Jono; Nursubiyantoro, Eko; Chaeron, Mochammad; Soepardi, Apriani; Suharsih, Sri
OPSI Vol 17 No 1 (2024): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v17i1.11106

Abstract

PT ASA is a leather tanning company. Almost 65% of the company's assets are allocated for the procurement of raw leather, which consists of goat and sheepskin. In addition to being expensive, the availability of raw leather is also very limited. The company faces a trade-off where, on one hand, the raw material is easily decayed, but on the other hand, its availability is extremely limited, and if there is not enough inventory, the production process will be disrupted. In this research, a multi-objective optimization model is developed for controlling the inventory of raw leather using the Fuzzy Goal Programming approach. The objectives to be achieved are to minimize the total inventory cost, maximize the total quantity of raw leather that meets standards, and minimize the total cost of losses due to decayed raw leather. Based on the calculations, the fuzzy goal programming membership function value is obtained at 0.9155, with a total inventory cost over the planning horizon of IDR 10,341,630,000, a total of 1,279,542 sq ft of raw leather meeting standards, and a total loss cost due to decayed raw leather of IDR 142,911,691.
Faktor-Faktor Penentu Kriminalitas Pencurian di Indonesia: Analisis Panel Dinamis Aulia, Hariestya Zaki Akmal; Suharsih, Sri
Jurnal Kawistara Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.115758

Abstract

 Kriminalitas pencurian di Indonesia merupakan isu multidimensi yang tidak hanya merugikan secara materi, tetapi mengancam stabilitas pembangunan dan kohesi sosial. Tingginya angka pencurian yang fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan kerentanan struktural yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor pendorongnya yang melampaui pertimbangan-pertimbangan yang bersifat rasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor pendorong kriminalitas pencurian, khususnya pengaruh kemiskinan, kerentanan bencana, kepadatan penduduk, dan tingkat pendidikan dengan mempertimbangkan persistensi dan endogenitas. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 34 provinsi periode 2016-2023. Metode analisis yang digunakan adalah data panel dinamis dengan pendekatan First Difference Generalized Method of Moments (FD-GMM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriminalitas pencurian bersifat persisten, dengan kemiskinan, kepadatan penduduk, dan tingkat pendidikan berpengaruh positif ignifikan, sedangkan kerusakan rumah akibat bencana tidak signifikan. Kebaruan penelitian terletak pada pengungkapan paradoks pendidikan, di mana peningkatan lama sekolah justru meningkatkan risiko pencurian akibat ketidakterserapan tenaga kerja terdidik. Implikasi kebijakan mencakup penguatan program pengentasan kemiskinan dan reformasi pendidikan vokasi guna mendukung pencapaian SDGs, terutama tujuan ke-4, ke-8, dan ke-16.
Faktor-Faktor Penentu Kriminalitas Pencurian di Indonesia: Analisis Panel Dinamis Aulia, Hariestya Zaki Akmal; Suharsih, Sri
Jurnal Kawistara Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.115758

Abstract

 Kriminalitas pencurian di Indonesia merupakan isu multidimensi yang tidak hanya merugikan secara materi, tetapi mengancam stabilitas pembangunan dan kohesi sosial. Tingginya angka pencurian yang fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan kerentanan struktural yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor pendorongnya yang melampaui pertimbangan-pertimbangan yang bersifat rasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor pendorong kriminalitas pencurian, khususnya pengaruh kemiskinan, kerentanan bencana, kepadatan penduduk, dan tingkat pendidikan dengan mempertimbangkan persistensi dan endogenitas. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 34 provinsi periode 2016-2023. Metode analisis yang digunakan adalah data panel dinamis dengan pendekatan First Difference Generalized Method of Moments (FD-GMM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriminalitas pencurian bersifat persisten, dengan kemiskinan, kepadatan penduduk, dan tingkat pendidikan berpengaruh positif ignifikan, sedangkan kerusakan rumah akibat bencana tidak signifikan. Kebaruan penelitian terletak pada pengungkapan paradoks pendidikan, di mana peningkatan lama sekolah justru meningkatkan risiko pencurian akibat ketidakterserapan tenaga kerja terdidik. Implikasi kebijakan mencakup penguatan program pengentasan kemiskinan dan reformasi pendidikan vokasi guna mendukung pencapaian SDGs, terutama tujuan ke-4, ke-8, dan ke-16.