Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI

Reduksi Senyawa 6-Amino-5-Nitroso Urasil Menjadi 5,6-Diaminourasil (Studi Pendahuluan) Suhartana, Suhartana; Rusdiarso, Bambang; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2000): Volume 3 Issue 1 Year 2000
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4090.218 KB) | DOI: 10.14710/jksa.3.1.177-181

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan reduksi senyawa 6-amino-5-nitroso urasil (6-A-5-NU) menjadi 5,6 diaminourasil (DAU). Analisis kualitatif dilakukan dengan penentuan titik leleh dan spektra IR. Senyawa 5,6- Diaminourasil (DAU) disintesis dari urea dan etilsianoasetat dalam suasana enolat. Reaksi diawali dengan melalui pembentukan senyawa hasil antara senyawa 6-aminourasil, dan 6-Amino-5-Nitroso Urasil (keduanya madya yang stabil), sebelum diperoleh senyawa hasil akhir DAU. Hasil DAU yang diperoleh mempunyai titik leleh 249-254°C (literatur 257-258°C) dan rendemen yang diperoleh adalah 80,86%, kondisi optimum diperoleh dengan memakai reduktor amonium sulfida, dan suhu 40°C.
Koagulasi Pewarna Indigo Karmina (Disodium-3,3’-dioxo-2,2’-bi-indolylidene-5,5’-disulfonat) dengan Metode Elektrolisis Menggunakan Anoda Seng Darmawan, Adi; Suhartana, Suhartana; Kristinawati, Leny
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 1 (2006): Volume 9 Issue 1 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.524 KB) | DOI: 10.14710/jksa.9.1.22-28

Abstract

Zat warna indigo karmina merupakan salah satu senyawa organik yang digunakan dalam proses pewarnaan tekstil. Zat warna ini menghasilkan limbah cair yang mengakibatkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Sementara seng sisa juga mudah ditemukan. Elektrolisis merupakan suatu metode yang digunakan untuk memanfaatkan kembali kedua limbah tersebut. Logam seng dimanfaatkan sebagai elektroda untuk mendekolorisasi pewarna indigo karmina. Elektrolisis dilakukan selama 7 menit dan tegangan eksternal 6 Volt dengan variasi pH dan temperatur. Hasil elektrolisis dianalisis dengan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrodekolorisasi dipengaruhi oleh pH dan temperatur. Elektrodekolorisasi pewarna indigo karmina efektif dilakukan pada pH asam yaitu 4 dengan persen dekolorisasi 94,52% dan pada temperatur 70oC dengan persen dekolorisasi 98,09 %.
Activation of Natural Zeolite and Its Application for Adsorbents in Domestic Wastewater Treatment in Tembalang District, Semarang City Suhartana Suhartana; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 23, No 1 (2020): Volume 23 Issue 1 Year 2020
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2575.252 KB) | DOI: 10.14710/jksa.23.1.28-33

Abstract

Tembalang is one of the districts in the city of Semarang whose economic growth is rapid. There are 12 sub-districts in Tembalang district, one of which is the Tembalang sub-district, which is within the campus area of Diponegoro University. When compared with other sub-district in the Tembalang district, the Tembalang sub-district community's need for clean water and domestic wastewater disposal is very high because of its dense population. Handling domestic wastewater is one of the environmental problems, which is interesting to study. Domestic wastewater, in addition to causing environmental pollution, can also cause discomfort and even health problems. One way to reduce the impact of domestic wastewater is to treat domestic wastewater before the environment is discharged. This study aims to describe the character of domestic wastewater in Tembalang sub-district, Tembalang district, Semarang city, and the use of activated zeolites and activated zeolites to reduce COD, pH, BOD, and TSS in domestic wastewater. Also, to compare the parameters of wastewater with regulations in force (Minister of Environment and Forestry Regulation No: 68 of 2016). This research is expected to improve the quality of domestic wastewater by adsorption using natural zeolite and activated zeolite adsorbents. The results showed that the adsorption treatment with natural zeolites and activated zeolites significantly improved water quality. The results of adsorption by natural zeolites showed a decrease in COD of 21.8%, a pH of 11.5%, BOD of 9.2%, and a TSS of 10.8%. Whereas adsorption by HCl-activated zeolite resulted in a decrease in COD of 78.9%, pH of 16.2%, BOD of 11.8% & TSS of 74.4%. While H2SO4-activated natural zeolite reduced COD by 85.5%, pH 17.9%, BOD 12.6% and TSS 89.7%.
Pengolahan Limbah Cair Industri Batik dengan Metoda Elektrokoagulasi Menggunakan Seng Bekas Sebagai Elektroda Noni Ika Rahmawati; Suhartana Suhartana; Gunawan Gunawan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 2 (2009): Volume 12 Issue 2 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.468 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.2.40-46

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengolahan limbah cair industri batik dengan metoda elektrokoagulasi menggunakan seng bekas sebagai elektroda yang bertujuan untuk memisahkan zat warna naftol dari limbah. Selama proses elektrokoagulasi logam seng mampu membentuk Zn(OH)2 yang berperan sebagai adsorben zat warna. Karena floks Zn(OH)2 mampu mengadsorpsi zat warna naftol sehingga zat warna dapat dipisahkan dari limbah. Pada proses elektrokoagulasi dilakukan penentuan kondisi terbaik yang meliputi potensial aplikasi, variasi pH dan waktu elektrolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh potensial aplikasi sebesar 7 volt dengan pH terbaik 12 dengan waktu elektrolisis selama 20 menit. Pada temperatur kamar, elektrokoagulasi limbah cair batik memberikan penurunan absorbansi sebesar 97,64 %, sedangkan penurunan kandungan COD, TSS dan kekeruhan masing-masing adalah 80,38 %, 96,38 % dan 97,61 %. Pada uji FTIR menunjukkan adanya kemiripan serapan yang muncul antara limbah sebelum elektrolisis dan endapan hasil elektrolisis. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar zat warna telah dapat dipisahkan dari limbah cair dan metode elektrokoagulasi dapat diaplikasikan untuk mengatasi limbah cair berwarna.
Pemanfaatan Sekam Padi sebagai Bahan Baku Arang Aktif dan Aplikasinya untuk Penjernihan Air Sumur di Desa Asinan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang Suhartana Suhartana
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 3 (2007): Volume 10 Issue 3 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.923 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.3.67-71

Abstract

Di zaman orde baru Negara kita pernah menjadi Swasembada pangan, dengan dicanangkan program Desa Swasembada. Dengan program tersebut, produksi gabah melimpah ruah. Gabah tersusun dari kulit luar (sekam), kulit ari, endosperm dan lembaga. Dalam penelitian ini dilakukan pengarangan terhadap sekam padi, kemudian dibuat menjadi arang aktif. Produk arang aktif digunakan untuk menjernihkan air sumur dari desa Asinan kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Hasil yang diperoleh terjadi penurunan pH, angka kesadahan, kandungan NaCl, BOD, dan COD.
Zeolit Alam Termodifikasi Logam Fe sebagai Adsorben Fosfat (PO43-) pada Air Limbah Marwan Faisal; Suhartana Suhartana; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.991 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.3.91-95

Abstract

Penelitian tentang zeolit alam termodifikasi logam Fe sebagai adsorben fosfat (PO43-) pada air limbah telah dilakukan. Zeolit alam diaktivasi menggunakan HCl 2M. Kemudian zeolit teraktivasi dimodifikasi menggunakan FeCl3.6H2O dengan perbandingan massa precursor 10:90, 25:75, 50:50, 75:25, 90:10. Metode modifikasi yang digunakan adalah impregnasi ion logam Fe3+. Pada zeolit-Fe yang diperoleh kemudian dilakukan untuk mengadsorpsi fosfat dengan konsentrasi awal 0,9883 ppm. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan FTIR, dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis FTIR terhadap zeolit-Fe menunjukkan adanya puncak pada bilangan gelombang 474,5 cm-1 yang mengindikasikan vibrasi Fe-O. Fosfat (PO43-) yang terserap oleh zeolit-Fe paling banyak diperoleh pada variasi 10:90 yaitu sebesar 30,54% dengan konsentrasi teradsorpsi sebesar 0,3019 mgL-1.
Dealuminasi Zeolit Alam Menggunakan Asam (HCl dan H2SO4) untuk Katalis pada Proses Sintesis Biodiesel Sugiarti Norvia; Suhartana Suhartana; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Issue 2 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.079 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.2.72-76

Abstract

Telah dilakukan dealuminasi zeolit alam menggunakan asam (HCl dan H2SO4) untuk katalis pada proses sintesis biodiesel. Zeolit dianalisis dengan AAS dan FTIR serta uji aktivitas katalis pada sintesis biodiesel dengan metode GC-MS. Didapatkan bahwa H2SO4 lebih efektif mendealuminasi zeolite dibandingkan dengan HCl. Hasil spektrogram FTIR menunjukkan bahwa proses dealuminasi asam mengakibatkan perubahan bilangan gelombang dan rasio Si/Al yang cukup signifikan, di mana pada rasio Si/Al zeolit meningkat dari 4,57 menjadi 5,41 pada zeolit alam dealuminasi HCl dan menjadi 6,42 pada zeolit alam dealuminasi H2SO4. Zeolit terdealuminasi mampu bekerja sebagai katalis dalam sintesis biodiesel di mana katalis zeolit dealuminasi H2SO4 menghasilkan metil ester dengan senyawa dominan asam 9-oktadekenoat dengan persentase luas area sebesar 63,21% lebih banyak dibandingkan pada katalis zeolit dealuminasi HCl dan zeolite belum didealuminasi.
Natural Zeolite Modification using Dithizone and Its Application as Adsorbent of Cu(II) Agnidian Setyorini; Suhartana Suhartana; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Issue 2 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.808 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.2.98-101

Abstract

Activation of zeolites with dithizone by reflux method was carried out at 50°C for 6 hours and the results were analyzed using FTIR and GSA. Furthermore, the modified zeolite dithizone was used to adsorb Cu2+ metal ions on variations of adsorption time of 5, 10, 15, 30 and 60 min, variation of adsorption pH 2, 3, 4, 5 and 6 as well as variations in concentrations of 250, 500, 1000, 1500 and 2000 ppm. The results showed that there was a vibrational shift and a new peak emerged on the FTIR zeolite activation spectrum and modified zeolite indicating that the dithizone was present in the zeolite. GSA analysis results show that the surface area of activated zeolite is greater than natural zeolite ie 4,205 m2/g and 5,459 m2/g respectively, whereas dithizone-zeolite had a much smaller surface area of 0.925 m2/g. The selectivity of adsorption of activated zeolite to Cu(II) was greater than of dithizone-zeolite. The optimum adsorption contact time was 10 min for dithizone-zeolite and 30 min for activated zeolite. The optimum adsorption pH was at pH 5 for both adsorbents, as well as the optimum adsorption concentration at 250 ppm for both adsorbents.
Studi Kemampuan Adsorpsi Zeolit Alam Terdealuminasi terhadap Senyawa Fenol dan 2-Metoksifenol pada Asap Cair Sekam Padi: Eksperimen dan Komputasi AB Initio Wempie Gressangga; Suhartana Suhartana; Parsaoran Siahaan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 3 (2011): Volume 14 Issue 3 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.807 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.3.94-99

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi kemampuan adsorpsi zeolit alam terdealuminasi terhadap senyawa fenol dan 2-metoksifenol pada asap cair sekam padi. Penelitian ini dilakukan melalui dua pendekatan yaitu eksperimen dan komputasi ab initio. Dealuminasi zeolit dilakukan dengan pengasaman menggunakan asam HCl dan H2SO4. Zeolit alam sebelum dan sesudah didealuminasi dianalisis menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (SSA). Asap cair sebelum dan sesudah adsorpsi dianalisis menggunakan GC-MS. Pemodelan dilakukan pada tingkat teori HF/6-31G** diperoleh energi interaksi terendah antara segmen dimer tetrahedral zeolit rasio Si-Al 2-0 dengan fenol sebesar -19,3313 kkal/mol dan dengan 2-metoksifenol sebesar -22,1246 kkal/mol. Dealuminasi zeolit alam menggunakan asam HCl 6N diperoleh rasio Si/Al tertinggi sebesar 19,2432. Hasil adsorpsi asap cair diperoleh kadar fenol dan 2-metoksifenol terendah ketika diadsorpsi menggunakan zeolit alam dengan rasio Si/Al tertinggi dengan kadar masing-masing 0,52% dan 28,4%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi rasio Si/Al mampu meningkatkan kemampuan adsorpsi senyawa fenol dan 2-metoksifenol pada asap cair sekam padi, melalui hasil pemodelan juga dibuktikan bahwa segmen tetrahedral zeolit rasio Si-Al tertinggi memiliki energi interaksi terendah terhadap molekul fenol dan 2-metoksifenol.
Sintesis Arang Aktif dari Tempurung Kelapa dan Aplikasinya Untuk Adsorpsi Asap Cair Feti Dwi Kurniati; Pardoyo Pardoyo; Suhartana Suhartana
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 3 (2011): Volume 14 Issue 3 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.296 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.3.72-76

Abstract

Sintesis arang aktif menggunakan bahan dasar tempurung kelapa telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan mensintesis arang aktif dari tempurung kelapa, menggunakan arang aktif untuk mengadsorpsi asap cair serta menentukan kondisi adsorpsi optimum berdasarkan warna, bau dan kuantitas senyawa fenolat dan asam. Aktivasi arang tempurung kelapa dilakukan menggunakan asam phospat dan natrium klorida dengan waktu perendaman 24 jam. Karakterisasi gugus fungsi dilakukan menggunakan FTIR. Adsorpsi asap cair dilakukan dengan waktu kontak 7, 30 dan 60 menit. Analisis senyawa penyusun asap cair dilakukan menggunakan GC-MS. Kadar total fenol dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode Follin Ciocalteau, sedangkan analisis kadar total asam menggunakan metode titrimetrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang aktif mampu mengadsorpsi warna, bau dan menurunkan jumlah senyawa fenolat dan asam. Dan hasil terbaik untuk adsorpsi asap cair diperoleh dari arang aktif 3F (arang aktif yang diaktivasi oleh H3PO4 dengan adsorpsi selama 60 menit). Asap cair setelah adsorpsi berwarna jernih dan mempunyai bau yang tidak menyengat. Analisis gugus fungsi menunjukkan adanya gugus hidroksil dan karboksil. Analisis GC-MS menunjukkan kehilangan sejumlah senyawa pada asap cair setelah diadsorpsi. Senyawa-senyawa yang hilang umumnya didominasi oleh senyawa fenolat dan asam. Penurunan tertinggi terhadap senyawa fenolat sebesar 76,6% dan penurunan tertinggi terhadap asam sebesar 58,2%.