Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Implementasi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) Dalam Penentuan Ibadah Harian Firdaus Firdaus; Muamar Muamar; Mintohar Muntohar; Irham Muhammad Azama; Hermawan Hermawan
Surya Abdimas Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v10i2.6817

Abstract

Perbedaan penetapan awal bulan Hijriyah masih menjadi problem berulang yang berdampak pada ketidakseragaman pelaksanaan ibadah umat Islam, baik dalam konteks sosial keagamaan maupun kelembagaan. Persoalan ini tidak hanya bersumber dari perbedaan metodologis antara hisab dan rukyat, tetapi juga dari rendahnya literasi falakiyah masyarakat serta minimnya model edukasi integratif di tingkat komunitas. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) melalui pendekatan sosialisasi dan edukasi berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode ceramah, diskusi kelompok, praktik observasi hilal, workshop penyusunan kalender, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk membangun keterlibatan aktif peserta dalam proses pembelajaran dan internalisasi nilai keagamaan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pemahaman peserta dari 62,4 menjadi 86,7, atau meningkat sebesar 38,9 persen, dengan tingkat kepuasan peserta terhadap program mencapai 92 persen. Peserta tidak hanya memahami konsep hisab dan rukyat secara teoritik, tetapi juga mampu menyusun rancangan kalender Hijriyah sederhana serta menunjukkan keterbukaan epistemik terhadap integrasi metode penentuan awal bulan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi falakiyah masyarakat, membangun kesadaran kolektif, serta memperkuat sikap moderat dalam menyikapi perbedaan metodologis kalender Islam. Model sosialisasi KHGT berbasis komunitas ini direkomendasikan untuk direplikasi di komunitas keagamaan lain dan diintegrasikan dalam program edukasi keagamaan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya penguatan literasi keagamaan dan unifikasi kalender Islam.
Integrating Nationalism Values Through Al-Islam and Kemuhammadiyahan in High School Education Based on the Merdeka Curriculum Firdaus; Muntohar; Hermawan
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i3.1398

Abstract

This study aims to examine the implementation model and strategies for internalizing nationalistic values through the Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) curriculum in line with the Merdeka Curriculum’s goal of shaping faithful, devout, and leadership-oriented students. A qualitative field research method was employed, involving key informants such as school leaders and AIK teachers. The findings reveal the use of the Three Pillars of Ideological Integration Model, which effectively embeds nationalism into the formal AIK curriculum, non-formal student organization activities, and overall school culture. The primary strategy identified was identity synchronization, achieved by aligning AIK content with the Pancasila Student Profile (P5) framework of the Merdeka Curriculum. The model successfully fosters Amaliyah Nationalism (practical nationalism) based on Islam Wasathiyyah (Moderate Islam), framing contribution to the nation as an act of worship. Strong institutional ideology serves as a key supporting factor, while exposure to unchecked digital information represents a significant challenge. These findings provide a practical framework for integrating moral, religious, and nationalistic values in secondary education and suggest strategies for enhancing student character development in contemporary curricula. *