Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

REPELLENSI DAN TOKSISITAS EKSTRAK DAUN Lantana camara L. TERHADAP HAMA PASCAPANEN Hendrival Hendrival; Syahrani Khairani Marpaung; Dwi Asti Purnama; Millenia Dzikra Az Zahra; Baidhawi Baidhawi; Khaidir Khaidir; Usnawiyah Usnawiyah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.6920

Abstract

Tribolium castaneum Herbst (Coleoptera: Tenebrionidae) dan Sitophilus oryzae L. (Coleoptera: Curculionidae) merupakan hama primer serealia di penyimpanan. Penelitian ini menguji aktivitas repellensi dan toksisitas ekstrak metanol daun Lantana camaraterhadap imago S. oryzae dan T. castaneum. Pengujian repellensi menggunakan metode pilihan pada kertas saring yang dipotong menjadi dua bagian yang sama. Potongan kertas saring bagian pertama diaplikasikan ekstrak daun sebanyak 500 μl, sedangkan yang kedua tanpa aplikasi ekstrak daun. Pengujian toksisitas menggunakan metode residu pada kertas saring. Larutan ekstrak daun diteteskan pada kertas saring secara merata dengan volume 1000 µl. Hasil peneltian menunjukkan bahwa ekstrak daun L. camara memiliki aktivitas repellensi dan mortalitas terhadap imago S. oryzae dan T. castaneum bersifat terpaut konsentrasi ekstrak. Ekstrak daun menyebabkan efek repellensi dan mortalitas lebih tinggi pada imago T. castaneum dibandingkan S. oryzae. Ekstrak daun L. camara menyebabkan repellensi pada imago T. castaneum berkisar antara 60–100%, sedangkan pada imago S. oryzae mencapai 53,33–93,33%. Ekstrak daun L. camara lebih banyak menyebabkan kematian pada imago T. castaneum daripada S. oryzae. 
Kerentanan Relatif Beras Putih Terhadap Infestasi Hama Kumbang Bubuk Beras Mustikarani, Asri; Hendrival, Hendrival; Usnawiyah, Usnawiyah; Munauwar, Muhammad Muaz; Latifah, Latifah; Putri, Novita Pramahsari
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 20, No 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4052

Abstract

Beras termasuk komoditas pangan masyarakat Indonesia selain jagung dan sorgum. Hama kumbang bubuk termasuk penyebab kerusakan beras di penyimpanan. Kerentanan beras dipengaruhi oleh jumlah F1 dan median waktu perkembangan hama kumbang bubuk. Penelitian bertujuan menentukan kerentanan beras putih terhadap infestasi hama kumbang bubuk beras selama penyimpanan. Jenis beras putih yang digunakan terdiri dari berbagai varietas padi yaitu Ciherang, Mekongga, Cigeulis, Inpari 30, Inpari 32, 42, 44, dan Inpari Sidenuk. Pengujian kerentanan menggunakan metode tanpa uji pilihan. Variabel pengamatan meliputi jumlah F1, median waktu perkembangan, indeks kerentanan, dan susut berat beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan beras tersebut ditentukan oleh jumlah F1, median waktu perkembangan, dan persentase susut berat. Beras dari Varietas Ciherang dan Cieugelis tergolong moderat sampai rentan, sedangkan dari Varietas Inpari 30, 32, 42, 44, Inpari Sidenuk, dan Mekongga tergolong moderat terhadap infestasi S. oryzae selama penyimpanan.
Pelatihan Persilangan Tanaman Anggrek Bagi Komunitas Pecinta Anggrek Dataran Tinggi Gayo Provinsi Aceh Handayani, Rd Selvy; Ismadi, Ismadi; Usnawiyah, Usnawiyah; Yusuf N, Muhammad; Wirda, Zurahmi; Inayatillah, Aufa
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13073788

Abstract

Tanaman hias merupakan salah satu peluang bisnis yang memiliki prospek yang sangat baik termasuk anggrek. Tanaman anggrek merupakan tanaman hias yang banyak ditanam di halaman rumah oleh masyarakat di Dataran Tinggi Gayo. Masyarakat memiliki pengetahuan yang minim dalam melakukan budidaya dan perbanyakan tanaman. Salah satu teknik perbanyakan yang dapat dilakukan pada tanaman anggrek adalah teknik persilangan. Teknik ini perlu dilakukan guna menghasilkan tanaman dalam jumlah yang lebih banyak dan juga dapat menghasilkan jenis tanaman baru yang memiliki sifat berbeda dengan induknya. Tanaman jenis baru ini biasanya memiliki harga yang lebih mahal. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dataran Tinggi Gayo tentang teknik perbanyakan vegetatif dan persilangan tanaman anggrek. Kegiatan ini dilakukan di aula Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah dari bulan September samapai November 2022. Kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan dan evaluasi hasil pascapelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi pengingkatan pemahaman dan ketrampilan masyarakat tentang teknik budidaya dan persilangan tanaman anggrek bagi peserta pelatihan. Komunitas pecinta anggrek Dataran Tinggi Gayo sudah mampu melakukan penyerbukan silang buatan pada bunga anggrek.
Peran Biochar Sekam Padi Sebagai Bahan Ameliorasi Pada Pertumbuhan Dan Produksi Berbagai Varietas Kacang Tanah Yusuf Nurdin, Muhammad; Usnawiyah, Usnawiyah; Handayani, Rd. Selvy; Zuliati, Septiarini; Ulham, Hafizah; Tumangger, Karina
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.20618

Abstract

Masalah utama pada komoditas kacang tanah saat ini adalah rendahnya tingkat produksi akibat faktor degradasi tanah dan kurangnya nutrisi. Untuk mengatasi kondisi ini, penggunaan biochar sebagai bahan ameliorasi yang dapat memperbaiki kondisi fisik terutama struktur dan aerasi yang mempengaruhi sifat kimia dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan biochar dan penggunaan beberapa varietas terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah. dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah Biochar (B), terdiri dari: B0: 0 g/tanaman, B1: 65 g/tanaman, B2: 130 g/tanaman. Faktor II adalah varietas (V), V1: Kelinci, V2: Hypoma-1, V3: Kancil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan antara aplikasi biochar sekam padi dan penggunaan beberapa varietas memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. pemberian biochar 130 g/tanaman atau 10 ton/ha memberikan nilai terbaik pada setiap peubah yang diamati. Sedangkan pada penggunaan varietas, nilai tertinggi pertumbuhan didapatkan pada varietas kancil, tetapi pada komponen produksi tertinggi didapatkan pada varietas hypoma 1, serta tidak terdapat interaksi antara penambahan biochar dan penggunaan varietas.
COMBINATION OF BIOCHAR AS AMELIORANT AND VERMICOMPOST IN INCREASING THE YIELD OF RED ONION (Allium ascalonicum L.): KOMBINASI BIOCHAR SEBAGAI AMELIANT DAN VERMIKOMPOST DALAM MENINGKATKAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Rosnina A.G; Nasruddin; Halim Akbar; Hasnan Habib D. Lubis; Usnawiyah,
ROCE : Jurnal Pertanian Terapan Vol. 2 No. 2 (2025): JPT ROCE 4, 2025
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/roce.v2i2.118

Abstract

Shallots are a horticultural product experiencing a rising demand, both as a culinary seasoning and as materials for the pharmaceutical industry. This research aims to investigate the effectiveness of biochar and vermicompost as soil amendments that can enhance the characteristics of suboptimal land to boost shallot yields. The study employed a factorial RBD with three replications. The first factor involved the dosage of factorial fertilizer with two observed variables: (i) Vermicompost (V0 = control, V1 = 1 kg /). The incorporation of vermicompost had a significant positive impact on plant height, leaf count, bulb quantity, root length, bulb dry weight, and bulb diameter. Conversely, the application of biochar alone significantly influenced plant height, the number of shallot bulbs, as well as the wet and dry weights of the shallot bulbs. The combination of vermicompost and biochar in a 2:1 ratio per plot proved to be the optimal mix for enhancing growth and productivity, thereby increasing the shallot harvest index.
Pelatihan Inovasi Teknik Perawatan Tanaman Durian Untuk Menghasilkan Buah Yang Berkualitas Secara Berkelanjutan, Desa Teupin Reusep Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara Fridayanti, Nelly; Usnawiyah, Usnawiyah; Adhar, Saiful; Nazaruddin, Muhammad; Lukman, Lukman
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian Sawang terkenal dengan rasa yang enak, tekstur daging buah yang legit, serta warna daging buah yang menarik dan bervariasi, seperti kuning cerah, merah keemasan, putih mengkilap, dan kuning tembaga. Kondisi lapangan durian Sawang saat ini tidak terawat dengan baik menyebabkan kualitas buah dan produksi menjadi tidak stabil dan tidak berkelanjutan. Inovasi teknik perawatan durian di Desa Teupin Reusep Kecamatan Sawang saat ini sangat diperlukan.  Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas petani durian di Desa Teupin Reusep dalam menerapkan teknik perawatan tanaman yang inovatif dan berkelanjutan guna menghasilkan buah bermutu secara konsisten sehingga pendapatan menjadi meningkat. Keterbatasan pengetahuan dan teknologi petani saat ini dalam melakukan budidaya tanaman durian menyebabkan produksi durian menjadi tidak stabil, mutu buah rendah dan bentuk buah sering tidak beraturan atau tidak normal.   Selain itu petani dapat mengetahui kondisi tanaman untuk diberikan pupuk dan jenis pupuk yang diberikan, mengetahun kondisi tanah yang dibutuhkan untuk penanaman tanaman durian, petani dapat melakukan teknik pemangkasan bentuk dan pemangkasan produksi, petani dapat menerapkan teknik PHT, petani mampu merencanakan kombinasi pemupukan organik–anorganik untuk meningkatkan mutu buah, dan petani dapat memahami prinsip dasar pascapanen (panen, sortasi, sanitasi) agar mutu tetap terjaga hingga ke konsumen. Adanya kegiatan ini yang diterapkan dengan pendekatan penyampaian pengetahuan dan praktik paket teknologi akan dapat meobah kebiasaan petani dalam penerapan paket teknologi dalam menghasilkan buah durain yang berkualitas dan berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukandengan cara praktik langsung ke lapangan yang dilakukan dalam bentuk demplot system  prinsip” learning by doing” belajar sambil bekerja. Hasil pelatihan yang dilakukan telah menghasilkan perubahan perilaku petani yang signifikan mulai dati pengetahuan  dan Teknik budidaya telah terjadi peningkatan secara drastis yang dapat kita lihat dari demplot yang dilakukan. Dampak yang dirasakan dengan adanya kegiatan ini adalah kepuasan peserta sehingga lebih semangat dalam melakukan budidaya tanaman durian dengan harapan pada waktu yang akan datang dapat menghasilkan produksi durian Sawang yang berkualitas dan dalam jumlah yang banyak serta berkelanjutan.
Induksi Keragaman Genetik Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Galur M.1.1.3 Menggunakan Mutagen Ethyl Methane Sulfonate Pada Generasi M1 A.S, Dicky; Nilahayati, Nilahayati; S, Adi; Usnawiyah, Usnawiyah; Khaidir, Khaidir
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16715

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan terpenting di Indonesia karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EMS terhadap keragaman morfologi dan agronomi pada galur M.1.1.3. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pulo Rungkom Aceh Utara dan di Laboratorium Agroekoteknologi. pada bulan Juli- Oktober 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Faktor yang diuji yaitu konsentrasi EMS yang terdiri dari empat taraf,yaitu 0% EMS (D0=kontrol), 0,1% EMS (Dl), 0,2% EMS (D2), 0,3% EMS (D3) dengan lama perendaman 6 jam. Karakter agronomi yang diamati adalah  tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji kering per tanaman, bobot biji kering per plot, produksi ton/ha, panjang dan lebar stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mutagen EMS (Ethyl methane sulfonate) pada generasi M1 menurunkan karakter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot biji kering per plot, dan produksi ton/ha, namun meningkatkan umur berbunga dan umur panen.
Pemanfaatan Limbah Organik sebagai Enzim Biometa pada Pembibitan Kakao di Desa Cot Keumuneng Kecamatan Sawang Aceh Utara Nurdin, Muhammad Yusuf; Usnawiyah, Usnawiyah; Sari, Dewi Kumala; Yusuf, Muhamad
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Cot Keumuneng di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, merupakan desa dengan kondisi geografis berbukit dan jumlah penduduk sekitar 310 jiwa. Ekonomi masyarakat masih lemah, didominasi oleh petani, buruh, dan pedagang kecil, dengan tingkat pendidikan dan kesehatan yang rendah. Potensi pertanian, khususnya tanaman kakao, cukup besar, namun terkendala rendahnya pendidikan dan ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal dan merusak lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan pengenalan teknologi pertanian ramah lingkungan, seperti penggunaan enzim biometa dan pembibitan kakao organik dengan metode pelatihan dan pendampingan kepada mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat di Desa Cot Keumuneng telah  dapat  meningkatkan kemampuan  teknis  mitra dalam mengelola pembibitan kakao dan produksi enzim biometa, sehingga mitra dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam praktik secara mandiri. Secara keseluruhan menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan dan pelatihan berhasil meningkatkan minat, kesadaran, dan keterampilan mitra secara signifikan, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan bibit kakao yang lebih optimal dan pemanfaatan limbah organik yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Respon Konsentrasi AB MIX Dan Jenis Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy ( Brassica rapa L.) Secara Hidroponik Sistem wick Maharani, Annisa; Safrizal, Safrizal; Ismadi, Ismadi; Usnawiyah, Usnawiyah; Rafli, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawi pakcoy merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dikonsumsi masyarakat, namun produksinya mengalami penurunan akibat keterbatasan lahan dan teknik budidaya yang belum optimal. Salah satu alternatif budidaya yang efisien adalah sistem hidroponik wick dengan pengaturan nutrisi dan media tanam yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi AB Mix dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi AB Mix (800 ppm, 1.000 ppm, dan 1.200 ppm), sedangkan faktor kedua adalah jenis media tanam (rockwool, cocopeat, dan arang sekam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi AB Mix berpengaruh sangat nyata terhadap kandungan klorofil daun serta berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, luas daun, dan berat kering tanaman, dengan perlakuan terbaik pada 1.200 ppm. Jenis media tanam berpengaruh nyata terhadap diameter batang dengan hasil terbaik pada rockwool. Tidak terdapat interaksi antara kedua faktor terhadap seluruh parameter pengamatan. Dengan demikian, penggunaan konsentrasi nutrisi 1.200 ppm dan media rockwool memberikan hasil terbaik dalam budidaya sawi pakcoy secara hidroponik sistem wick.
Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Kelapa Dan Poc Kulit Bawang Merah Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Asra, Musyrifa; Usnawiyah, Usnawiyah; Faisal, Faisal; Safrizal, Safrizal; Jamidi, Jamidi; Nurdin, Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan tanaman umbi-umbian penting yang berasal dari wilayah tropis Amerika, namun produktivitasnya seringkali rendah sehingga diperlukan upaya peningkatan produksi melalui pemberian bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos ampas kelapa dan Pupuk Organik Cair (POC) kulit bawang merah terhadap pertumbuhan dan produksi ubi jalar ungu. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis kompos ampas kelapa (0, 300, 450, dan 500 g/plot) dan faktor kedua adalah dosis POC kulit bawang merah (0, 200, 300, dan 400 ml/plot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos ampas kelapa 500 g/plot dan POC kulit bawang merah 400 ml/plot memberikan pengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap hampir seluruh parameter pertumbuhan dan produksi. Kombinasi kedua perlakuan tersebut berpengaruh signifikan terhadap luas daun dan kandungan klorofil tanaman. Secara keseluruhan, perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi K3P3 yang mampu meningkatkan performa vegetatif dan hasil ubi jalar secara optimal