Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

REPELLENSI DAN TOKSISITAS EKSTRAK DAUN Lantana camara L. TERHADAP HAMA PASCAPANEN Hendrival Hendrival; Syahrani Khairani Marpaung; Dwi Asti Purnama; Millenia Dzikra Az Zahra; Baidhawi Baidhawi; Khaidir Khaidir; Usnawiyah Usnawiyah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.6920

Abstract

Tribolium castaneum Herbst (Coleoptera: Tenebrionidae) dan Sitophilus oryzae L. (Coleoptera: Curculionidae) merupakan hama primer serealia di penyimpanan. Penelitian ini menguji aktivitas repellensi dan toksisitas ekstrak metanol daun Lantana camaraterhadap imago S. oryzae dan T. castaneum. Pengujian repellensi menggunakan metode pilihan pada kertas saring yang dipotong menjadi dua bagian yang sama. Potongan kertas saring bagian pertama diaplikasikan ekstrak daun sebanyak 500 μl, sedangkan yang kedua tanpa aplikasi ekstrak daun. Pengujian toksisitas menggunakan metode residu pada kertas saring. Larutan ekstrak daun diteteskan pada kertas saring secara merata dengan volume 1000 µl. Hasil peneltian menunjukkan bahwa ekstrak daun L. camara memiliki aktivitas repellensi dan mortalitas terhadap imago S. oryzae dan T. castaneum bersifat terpaut konsentrasi ekstrak. Ekstrak daun menyebabkan efek repellensi dan mortalitas lebih tinggi pada imago T. castaneum dibandingkan S. oryzae. Ekstrak daun L. camara menyebabkan repellensi pada imago T. castaneum berkisar antara 60–100%, sedangkan pada imago S. oryzae mencapai 53,33–93,33%. Ekstrak daun L. camara lebih banyak menyebabkan kematian pada imago T. castaneum daripada S. oryzae. 
Kerentanan Relatif Beras Putih Terhadap Infestasi Hama Kumbang Bubuk Beras Mustikarani, Asri; Hendrival, Hendrival; Usnawiyah, Usnawiyah; Munauwar, Muhammad Muaz; Latifah, Latifah; Putri, Novita Pramahsari
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 20, No 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4052

Abstract

Beras termasuk komoditas pangan masyarakat Indonesia selain jagung dan sorgum. Hama kumbang bubuk termasuk penyebab kerusakan beras di penyimpanan. Kerentanan beras dipengaruhi oleh jumlah F1 dan median waktu perkembangan hama kumbang bubuk. Penelitian bertujuan menentukan kerentanan beras putih terhadap infestasi hama kumbang bubuk beras selama penyimpanan. Jenis beras putih yang digunakan terdiri dari berbagai varietas padi yaitu Ciherang, Mekongga, Cigeulis, Inpari 30, Inpari 32, 42, 44, dan Inpari Sidenuk. Pengujian kerentanan menggunakan metode tanpa uji pilihan. Variabel pengamatan meliputi jumlah F1, median waktu perkembangan, indeks kerentanan, dan susut berat beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan beras tersebut ditentukan oleh jumlah F1, median waktu perkembangan, dan persentase susut berat. Beras dari Varietas Ciherang dan Cieugelis tergolong moderat sampai rentan, sedangkan dari Varietas Inpari 30, 32, 42, 44, Inpari Sidenuk, dan Mekongga tergolong moderat terhadap infestasi S. oryzae selama penyimpanan.
Pelatihan Persilangan Tanaman Anggrek Bagi Komunitas Pecinta Anggrek Dataran Tinggi Gayo Provinsi Aceh Handayani, Rd Selvy; Ismadi, Ismadi; Usnawiyah, Usnawiyah; Yusuf N, Muhammad; Wirda, Zurahmi; Inayatillah, Aufa
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13073788

Abstract

Tanaman hias merupakan salah satu peluang bisnis yang memiliki prospek yang sangat baik termasuk anggrek. Tanaman anggrek merupakan tanaman hias yang banyak ditanam di halaman rumah oleh masyarakat di Dataran Tinggi Gayo. Masyarakat memiliki pengetahuan yang minim dalam melakukan budidaya dan perbanyakan tanaman. Salah satu teknik perbanyakan yang dapat dilakukan pada tanaman anggrek adalah teknik persilangan. Teknik ini perlu dilakukan guna menghasilkan tanaman dalam jumlah yang lebih banyak dan juga dapat menghasilkan jenis tanaman baru yang memiliki sifat berbeda dengan induknya. Tanaman jenis baru ini biasanya memiliki harga yang lebih mahal. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dataran Tinggi Gayo tentang teknik perbanyakan vegetatif dan persilangan tanaman anggrek. Kegiatan ini dilakukan di aula Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah dari bulan September samapai November 2022. Kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan dan evaluasi hasil pascapelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi pengingkatan pemahaman dan ketrampilan masyarakat tentang teknik budidaya dan persilangan tanaman anggrek bagi peserta pelatihan. Komunitas pecinta anggrek Dataran Tinggi Gayo sudah mampu melakukan penyerbukan silang buatan pada bunga anggrek.
Peran Biochar Sekam Padi Sebagai Bahan Ameliorasi Pada Pertumbuhan Dan Produksi Berbagai Varietas Kacang Tanah Yusuf Nurdin, Muhammad; Usnawiyah, Usnawiyah; Handayani, Rd. Selvy; Zuliati, Septiarini; Ulham, Hafizah; Tumangger, Karina
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.20618

Abstract

Masalah utama pada komoditas kacang tanah saat ini adalah rendahnya tingkat produksi akibat faktor degradasi tanah dan kurangnya nutrisi. Untuk mengatasi kondisi ini, penggunaan biochar sebagai bahan ameliorasi yang dapat memperbaiki kondisi fisik terutama struktur dan aerasi yang mempengaruhi sifat kimia dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan biochar dan penggunaan beberapa varietas terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah. dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah Biochar (B), terdiri dari: B0: 0 g/tanaman, B1: 65 g/tanaman, B2: 130 g/tanaman. Faktor II adalah varietas (V), V1: Kelinci, V2: Hypoma-1, V3: Kancil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan antara aplikasi biochar sekam padi dan penggunaan beberapa varietas memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. pemberian biochar 130 g/tanaman atau 10 ton/ha memberikan nilai terbaik pada setiap peubah yang diamati. Sedangkan pada penggunaan varietas, nilai tertinggi pertumbuhan didapatkan pada varietas kancil, tetapi pada komponen produksi tertinggi didapatkan pada varietas hypoma 1, serta tidak terdapat interaksi antara penambahan biochar dan penggunaan varietas.
COMBINATION OF BIOCHAR AS AMELIORANT AND VERMICOMPOST IN INCREASING THE YIELD OF RED ONION (Allium ascalonicum L.): KOMBINASI BIOCHAR SEBAGAI AMELIANT DAN VERMIKOMPOST DALAM MENINGKATKAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Rosnina A.G; Nasruddin; Halim Akbar; Hasnan Habib D. Lubis; Usnawiyah,
ROCE : Jurnal Pertanian Terapan Vol. 2 No. 2 (2025): JPT ROCE 4, 2025
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/roce.v2i2.118

Abstract

Shallots are a horticultural product experiencing a rising demand, both as a culinary seasoning and as materials for the pharmaceutical industry. This research aims to investigate the effectiveness of biochar and vermicompost as soil amendments that can enhance the characteristics of suboptimal land to boost shallot yields. The study employed a factorial RBD with three replications. The first factor involved the dosage of factorial fertilizer with two observed variables: (i) Vermicompost (V0 = control, V1 = 1 kg /). The incorporation of vermicompost had a significant positive impact on plant height, leaf count, bulb quantity, root length, bulb dry weight, and bulb diameter. Conversely, the application of biochar alone significantly influenced plant height, the number of shallot bulbs, as well as the wet and dry weights of the shallot bulbs. The combination of vermicompost and biochar in a 2:1 ratio per plot proved to be the optimal mix for enhancing growth and productivity, thereby increasing the shallot harvest index.
Pelatihan Inovasi Teknik Perawatan Tanaman Durian Untuk Menghasilkan Buah Yang Berkualitas Secara Berkelanjutan, Desa Teupin Reusep Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara Fridayanti, Nelly; Usnawiyah, Usnawiyah; Adhar, Saiful; Nazaruddin, Muhammad; Lukman, Lukman
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian Sawang terkenal dengan rasa yang enak, tekstur daging buah yang legit, serta warna daging buah yang menarik dan bervariasi, seperti kuning cerah, merah keemasan, putih mengkilap, dan kuning tembaga. Kondisi lapangan durian Sawang saat ini tidak terawat dengan baik menyebabkan kualitas buah dan produksi menjadi tidak stabil dan tidak berkelanjutan. Inovasi teknik perawatan durian di Desa Teupin Reusep Kecamatan Sawang saat ini sangat diperlukan.  Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas petani durian di Desa Teupin Reusep dalam menerapkan teknik perawatan tanaman yang inovatif dan berkelanjutan guna menghasilkan buah bermutu secara konsisten sehingga pendapatan menjadi meningkat. Keterbatasan pengetahuan dan teknologi petani saat ini dalam melakukan budidaya tanaman durian menyebabkan produksi durian menjadi tidak stabil, mutu buah rendah dan bentuk buah sering tidak beraturan atau tidak normal.   Selain itu petani dapat mengetahui kondisi tanaman untuk diberikan pupuk dan jenis pupuk yang diberikan, mengetahun kondisi tanah yang dibutuhkan untuk penanaman tanaman durian, petani dapat melakukan teknik pemangkasan bentuk dan pemangkasan produksi, petani dapat menerapkan teknik PHT, petani mampu merencanakan kombinasi pemupukan organik–anorganik untuk meningkatkan mutu buah, dan petani dapat memahami prinsip dasar pascapanen (panen, sortasi, sanitasi) agar mutu tetap terjaga hingga ke konsumen. Adanya kegiatan ini yang diterapkan dengan pendekatan penyampaian pengetahuan dan praktik paket teknologi akan dapat meobah kebiasaan petani dalam penerapan paket teknologi dalam menghasilkan buah durain yang berkualitas dan berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukandengan cara praktik langsung ke lapangan yang dilakukan dalam bentuk demplot system  prinsip” learning by doing” belajar sambil bekerja. Hasil pelatihan yang dilakukan telah menghasilkan perubahan perilaku petani yang signifikan mulai dati pengetahuan  dan Teknik budidaya telah terjadi peningkatan secara drastis yang dapat kita lihat dari demplot yang dilakukan. Dampak yang dirasakan dengan adanya kegiatan ini adalah kepuasan peserta sehingga lebih semangat dalam melakukan budidaya tanaman durian dengan harapan pada waktu yang akan datang dapat menghasilkan produksi durian Sawang yang berkualitas dan dalam jumlah yang banyak serta berkelanjutan.
Karakteristik Agronomi Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zea mays L.) Akibat Pemberian Kompos Kulit Biji Kopi (Coffea) Jamidi, Jamidi; Usnawiyah, Usnawiyah; Wijaksono, Ade
Agrium Vol 19 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i2.7827

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek pemberian kompos kulit biji kopi terhadap pertumbuhan beberapa varietas jagung. Penelitian dilakukan di Tambon Tunong dan  Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada bulan Oktober 2020-Januari 2021. Pada percobaan ini digunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan dengan 3 ulangan.  Faktor pertama adalah varietas yaitu Provit A-1, Pulut Uri, Gumarang, Sukmaraga. Faktor kedua adalah kompos kulit biji kopi yang terdiri dari 0 g/polybag, 15 t/h (75 g/polybag), 20 t/h (100 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas dengan kompos cangkang kopi menunjukkan adanya interaksi dengan pertumbuhan jumlah daun dengan nilai rata-rata 2,63 helai. Namun belum memperlihatkan adanya interaksi yang nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, dan waktu munculnya bunga. Penggunaan varietas Sukmaraga pada pemberian kompos cangkang kopi 100 g/polybag menunjukkan pertumbuhan terbaik dengan tinggi tanaman rata-rata 210,70 cm, jumlah daun 12,58 helai, diameter batang 27,30 mm, dan waktu munculnya bunga betina 45,50 HST dan bunga jantan pada 48,03 HST.
Pengaruh Kepadatan Populasi Dan Periode Penyimpanan Terhadap Pertumbuhan Populasi Sitophilus oryzae (L.) Dan Kerusakan Sorgum Hendrival, Hendrival; Juhaimi, Juhaimi; Sari, Yuliana; Usnawiyah, Usnawiyah; Khaidir, Khaidir
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8753

Abstract

Sorgum merupakan sumber pangan alternatif setelah beras karena memiliki keunggulan komparatif terhadap serealia lainnya.  Sorgum mempunyai kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi dibandingkan dengan beras. Kerusakan pascapanen sorgum yang paling banyak terjadi selama proses penyimpanan terjadi karena adanya serangan hama Sitophilus oryzae. Penelitian bertujuan untuk mempelajari kerusakan sorgum berdasarkan perbedaan kepadatan populasi S. oryzae dan periode penyimpanan sorgum. Parameter pengujian meliputi periode penyimpanan selama 40, 60, 80, 100, dan 120 hari serta kepadatan populasi S. oryzae yang yaitu 5, 10, 15,20, dan 25 pasang imago/150 g sorgum. Setiap perlakuan dengan empat ulangan sehingga terdapat 20 satuan unit percobaan. Parameter pengamatan meliputi populasi, kerusakan, dan peningkatan kadar air sorgum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi awal S. oryzae dan periode penyimpanan sorgum mempengaruhi populasi, susut berat, dan peningkatan kadar air sorgum.  Kepadatan populasi 25 pasang imago per 150 g sorgum dapat meningkatkan populasi, persentase susut berat, dan kadar air sorgum. Periode penyimpanan sorgum selama 120 hari dapat meningkatkan populasi, persentase susut berat, dan kadar air sorgum.
Karakteristik Fisiologi Dan Hasil Dari Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zea mays L.) Akibat Pemberian Kompos Kulit Biji Kopi Jamidi, Jamidi; Usnawiyah, Usnawiyah; Zuliati, Septiarini; Wijaksono, Ade
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9741

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran varietas tanaman jagung dengan dosis kompos kulit biji kopi terhadap peningkatan fisiologi dan produksi tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan perkebunan Desa Tambon Tunong dan Laboraturium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada bulan Oktober 2020 - Januari 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan sebanyak 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari Provit A-1, Pulut Uri, Gumarang, Sukmaraga. Faktor kedua adalah kompos kulit biji kopi yang terdiri dari 0 gram/polybag (Kontrol), 15 ton/ha (75 gram/polybag), 20 ton/ha (100 gram/polybag). Adapaun Peubah yang diamati seperti panjang tongkol dengan kelobot, berat tongkol dengan kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat 1000 biji. Berdasarkan penelitian yang didapat bahwa penggunaan varietas dan kompos kulit biji kopi menunjukkan adanya interaksi terhadap peningkatan fisiologi dan produksi tanaman jagung pada perkembangan berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat 1000 biji. Penggunaan varietas Sukmaraga dan pemberian kompos kulit biji kopi 100 gram/tanaman dapat meningkatkan produksi akhir diantaranya peningkatan panjang tongkoll dengan kelobot, berat tongkol dengan kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat 1000 biji.
Komposisi Dan Keanekaragaman Hymenoptera Parasitoid Di Agroekosistem Kopi Arabika Gayo Hendrival, Hendrival; Yusuf Nurdin, Muhammad; Usnawiyah, Usnawiyah; Hasimi, Davit; Amelia, Rizka
Agrium Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i1.10677

Abstract

Pengendalian hayati pada serangga hama mengutamakan faktor keanekaragaman parasitoid Hymenoptera untuk mencapai stabilitas agroekosistem kopi arabika. Tujuan penelitian mengidentifikasi Hymenoptera parasitoid yang berasosiasi dengan serangga hama dan mengukur keanekaragaman serta dominansi Hymenoptera parasitoid di agroekosistem kopi arabika Gayo. Lokasi penelitian mencakup wilayah perkebunan kopi arabika di Kabupaten Bener Meriah yaitu Kecamatan Pintu Rime Gayo, Timang Gajah, dan Bukit. Lokasi penelitian terletak pada daerah ketinggian 750 sampai 1500 m dpl.  Pengambilan parasitoid dilakukan dengan dua metode yaitu pengambilan buah kopi yang terserang hama PBKo dan nampan kuning. Data parasitoid Hymenoptera dianalisis untuk menentukan indeks keanekaragaman Shannon-Winner, indeks kemerataan, dan dominansi spesies.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan serangga parasitoid yang telah dikumpulkan yaitu dua superfamili, 10 famili, dan 14 morfospesies.  Keanekaragaman spesies parasitoid tergolong sedang pada semua ketinggian tempat. Jumlah spesies dan individu lebih banyak ditemukan pada pada ketinggian tempat 1250-1500 m dpl sehingga mempengaruhi nilai keanekaragaman parasitoid. Jumlah spesies dan individu parasitoid yang ditemukan tidak bervariasi pada semua ketinggian tempat