Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Utilization of Google Colaboratory to Determine the Relationship Between the National Defense Index (IBNU) and the Human Development Index (HDI) in Indonesia in 2023 Rifai, Bachtiar; Poniman, Aris; Gultom, Rudy Agus Gemilang; Wadjdi, Achmad Farid; Rifai, Salsabila Azzahra
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1546

Abstract

This study uses Random Forest model and statistical analysis to evaluate the relationship between the Index of State Defense (IBNu) and the Human Development Index (HDI) at the provincial level in Indonesia. The data includes the average IBNu, HDI in 2023, the manager's prediction, and data from the Indonesian Democracy Index (IDI) in 2021-2023. The model shows excellent prediction performance with a Mean Squared Error (MSE) of 0.0018 and an R² value of 0.97, indicating that the prediction results are very close to the actual data. The residual plot also shows that the model has no significant bias as the prediction error is evenly distributed around the zero line. Correlation analysis found that HDI has a strong positive correlation with education variables, such as Expected Years of Schooling and Average Years of Schooling, while IBNu is negatively correlated with economic growth, indicating that an increase in IBNu may have the effect of decreasing economic growth. The classification performance of the model was assessed using the confusion matrix, which showed accuracy, precision, recall, and F1 scores of 0.8, indicating the model's ability to distinguish between the various classes well. These results suggest that IBNu policies aimed at improving HDI may not always be effective and that a more comprehensive policy approach is needed. The proposed recommendations include the integration of national defense and human development programs into the school curriculum, balanced budget allocation, innovative programs for the community, support for the balance between security and welfare, and continuous research and evaluation.
Analisis Ulasan Pengguna Aplikasi Layanan Publik Berbasis Pemrosesan Bahasa Alami dan BERTopic Jabar, Jaka Abdul; Gultom, Rudy Agus Gemilang; Wadjdi, Achmad Farid
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2162

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi ulasan pengguna Polri Super App di Google Play Store untuk mengidentifikasi masalah yang memengaruhi kepuasan pengguna. Dengan menggunakan teknik pemodelan topik berbasis Natural Language Processing (NLP), khususnya BERTopic, kami menganalisis 12.230 ulasan yang dikumpulkan antara Mei 2022 hingga Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ulasan memberikan peringkat rendah, dengan lebih dari 50% pengguna memberikan peringkat satu bintang. Tema utama yang teridentifikasi mencakup masalah teknis seperti pembayaran yang kedaluwarsa, aplikasi yang sering tertutup sendiri (force close), waktu muat yang lama, dan kesulitan dalam verifikasi kode OTP. Temuan ini menyoroti perlunya perbaikan mendesak pada aspek fungsional inti aplikasi untuk meningkatkan kepuasan pengguna. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa ulasan pengguna dapat menjadi sumber wawasan berharga dalam memahami persepsi masyarakat terhadap layanan publik digital, sehingga membantu pengembang meningkatkan kualitas layanan dan mendukung transformasi digital yang lebih efektif di sektor publik.
Geospatial Intelligent Analysis to Support Indonesian Airspace Defense Rahmandhala, Ilvan Dino; Supriyadi, Asep Adang; Prihanto, Yosef; Samingan, Muhammad; Gultom, Rudy Agus Gemilang
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 9 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i9.11555

Abstract

This study highlights the importance of Geospatial Intelligence (GEOINT) analysis in supporting Indonesia's airspace defense. In modern military operations, especially air defense, the role of GEOINT is crucial as it enables real-time detection, mapping, planning, surveillance, and analysis of aerial threats. This research aims to analyze the role and potential of GEOINT in supporting Indonesia's airspace defense and to provide strategic recommendations for strengthening air defense. The findings of this study are expected to guide policymakers in enhancing the effectiveness and efficiency of air defense through the use of GEOINT, as well as supporting the development of necessary geospatial infrastructure. This study employs the SEIM (Sensor Effector Information Management) hierarchical approach to integrate various data sources and analytical tools to enhance detection, mapping, planning, and surveillance capabilities in the context of air defense. The study finds that GEOINT enables deeper tactical and strategic situation analysis and can optimize weapon assignments to increase efficiency in military conflicts. To effectively implement GEOINT, investments in technology, data infrastructure development, personnel training, and international cooperation are necessary. The implementation of remote sensing satellites capable of providing real-time, high-resolution imagery will enhance threat detection and monitoring capabilities.
Dinamika Kematangan Digitalisasi Pemerintahan dan Fenomena Konvergensi SPBE di Indonesia: Pendekatan Ekonometrika Data Panel 2021–2024 Harry Pratomo Bagaskoro; Aulia Khamas Heikhmakhtiar; Rudy Agus Gemilang Gultom
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8988

Abstract

Akselerasi transformasi digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) berisiko memperlebar kesenjangan digital (digital divide) jika peningkatan skor tidak diimbangi oleh konvergensi kapasitas antarwilayah. Belum ada studi empiris longitudinal berbasis ekonometrika data panel yang menguji dinamika kematangan e-government secara nasional serta membuktikan keberadaan fenomena β-konvergensi pada era transisi GovTech di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemodelan longitudinal kinerja SPBE, menguji disparitas spasial (Jawa vs Luar Jawa), serta membuktikan ada/tidaknya pola β-konvergensi pada tingkat Pemerintah Daerah. Penelitian kuantitatif ini menerapkan pemodelan data panel seimbang (balanced panel dataset) pada N = 369 Pemerintah Daerah selama kurun waktu 2021–2024 (T = 4, total 1.476 observasi panel) dari Keputusan Menteri PANRB. Pemodelan ekonometrika data panel dan uji konvergensi beta dipilih karena mampu mengontrol heterogenitas yang tak terobservasi (unobserved heterogeneity) antar instansi serta mengukur kelajuan efek catch-up secara empiris. Hasil statistik menunjukkan kenaikan rata-rata indeks dari 2,24 (2021) menjadi 3,17 (2024). Namun, uji spasial mengonfirmasi adanya kesenjangan struktural di mana skor Pemda Jawa (rata-rata = 3,85) signifikan lebih tinggi dibandingkan Luar Jawa (rata-rata = 2,84) dengan t = 14,85 (p < 0,001). Uji beda laju pertumbuhan (2021–2024) juga membuktikan bahwa Pemda Jawa mengalami akselerasi yang signifikan lebih cepat (t = 3,69, p < 0,001). Terjadi divergensi spasial alih-alih konvergensi, menunjukkan efek Matthew Effect ('the rich get richer') dalam TIK pemerintah. Transformasi digital e-government Indonesia mengalami akselerasi kuantitatif namun secara bersamaan menderita ketimpangan spasial yang semakin melebar. Direkomendasikan adanya skema alokasi dana perimbangan TIK afirmatif dan redistribusi kapasitas SDM siber ke daerah Luar Jawa.
Pendampingan Penguatan Interoperabilitas Siber Militer melalui Forum Kolaboratif dalam Mendukung Pertahanan Negara Immer HP Butarbutar; Rudy Agus Gemilang Gultom; R. Djoko Andreas Navalino; Susilo Adi Purwantoro
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.56

Abstract

Ruang siber telah berkembang menjadi domain strategis pertahanan yang menuntut respons cepat, koordinasi lintas satuan, dan pertukaran informasi yang selaras. Di lingkungan pertahanan Indonesia, kemampuan siber berkembang pada Kementerian Pertahanan, Markas Besar TNI, dan Angkatan, namun masih terdapat kesenjangan pada aspek organisasi, sumber daya manusia, sarana-prasarana, standardisasi, serta mekanisme koordinasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diarahkan kepada komunitas profesional pertahanan siber melalui pendampingan partisipatif dan forum diskusi kolaboratif untuk memperkuat kesamaan pemahaman serta merumuskan agenda penguatan interoperabilitas siber militer. Tahapan kegiatan meliputi pemetaan kebutuhan, penyamaan persepsi mengenai interoperabilitas, identifikasi kesenjangan operasional, penyusunan matriks prioritas, dan perumusan tindak lanjut. Hasil pendampingan mengerucut pada lima kebutuhan: tata kelola dan organisasi yang terhubung, mekanisme komando-kendali dan pertukaran informasi yang disepakati, penguatan kompetensi serta sertifikasi personel, modernisasi dan standardisasi sarana-prasarana, dan pengembangan mekanisme evaluasi berkelanjutan. Forum kolaboratif menegaskan bahwa interoperabilitas tidak identik dengan integrasi penuh, tetapi bertumpu pada prosedur bersama, pemahaman informasi yang sama, sumber daya yang kompatibel, dan kemampuan subsistem untuk bekerja bersama sesuai kebutuhan operasi. Kegiatan menghasilkan peta masalah, matriks kebutuhan, dan agenda tindak lanjut yang dapat digunakan sebagai bahan pembahasan kelembagaan untuk memperkuat pertahanan negara.