Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Assistance in The Planning of Irrigation Channels for Farmers Using Water in Iwoi Sangia Area Hajia, Muhammad Chaiddir
Room of Civil Society Development Vol. 2 No. 1 (2023): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.232 KB) | DOI: 10.59110/rcsd.160

Abstract

The water for the rice fields comes from the Iwoi Sangia spring. The water flows in irrigation canals that are not feasible so that a lot of water is wasted. Water flows out of the canal through cracks in the walls. This resulted in water not being distributed optimally to the farmers' paddy fields. Through this program, we took the initiative to repair damaged irrigation canals. It is hoped that after the existence of good irrigation canals, water will no longer seep in vain so that irrigation coverage can be wider, irrigation canals become cleaner, and can initiate program plans with government assistance. The method of implementing this activity contains steps to realize the objectives of the community service PKM proposal. Community Service activities, especially the planning of tertiary irrigation channels, were carried out very well and smoothly in accordance with the previous planning activities. This activity begins with interaction with the Village Government and continues with site inspections and field measurements. The result of this community activity is the delineation of irrigation canal plans and budget plans, which will facilitate irrigation work for the Village Government.
Evaluasi Kompetensi Pekerja Pada Proyek Pembangunan Kantor Camat Pasarwajo Tahun 2020 Asril; Hajia, Muhammad Chaiddir; Abdu, Muhammad; SR, Hendra Kundrad
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) Vol. 9 No. 1 (2024): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/scej.v9i1.6142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan standar kompetensi pekerja tukang batu yang diukur melalui tiga komponen utama dalam SKKNI pada proyek pembangunan kantor camat Pasarwajo, dengan fokus pada kualitas dan hasil kerja. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada pekerja tukang batu yang menjadi objek penelitian. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dengan level analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran mendalam tentang kompetensi pekerja dalam proyek konstruksi yang dilakukan pada tahun 2020 di Kabupaten Buton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kompetensi kerja tukang batu berdasarkan tiga komponen SKKNI, yaitu kemampuan dalam tugas, kemampuan mengatasi masalah dengan tepat, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, telah dinilai baik. Namun, meskipun penerapan di lapangan sudah baik, masih terdapat beberapa masalah kecil seperti kerusakan pada pekerjaan pondasi yang dapat berdampak besar dalam proses pekerjaan. Penerapan standar kompetensi kerja pada tahap proyek dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kesadaran perusahaan untuk menerapkan standar kompetensi kerja, usia responden, latar belakang pendidikan, sikap tenaga kerja, serta pengawasan.
Pembangunan Infrastuktur Jalan Tani Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan Ekonomi Masyarakat Pesisir Desa Lamaninggara Muhammad Chaiddir Hajia; Muhammad Defri; La Jihat Buton
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v5i1.2048

Abstract

Masyarakat pesisir Desa Lamaninggara menghadapi tantangan serius dalam mencapai ketahanan pangan dan keberlanjutan ekonomi. Tujuan dari pengabdian ini adalah tersedia aksesn jalan tani sehingga masyarakat mampu meninggakat aktivitas dan terjadi peningkatan ekonomi. Salah satu permasalahan utama adalah keterbatasan akses terhadap infrastruktur jalan tani yang memadai. Akibatnya, petani dan nelayan skala kecil mengalami keterbatasan dalam mengakses pasar untuk menjual hasil pertanian atau perikanan mereka. Selain itu, keterbatasan dalam akses sumber daya dan layanan juga menghambat kemajuan ekonomi masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, langkah utama yang diambil adalah pembangunan infrastruktur jalan tani yang memadai. Metode yang diterapkan mencakup analisis kebutuhan dan potensi lokal, konsultasi dengan masyarakat, perencanaan teknis dan administratif, implementasi proyek pembangunan infrastruktur, pelatihan dan pengembangan kapasitas, serta evaluasi dan pemantauan berkelanjutan. Diharapkan pembangunan infrastruktur jalan tani dapat meningkatkan aksesibilitas dan produktivitas ekonomi masyarakat pesisir Desa Lamaninggara. Target luaran yang diharapkan mencakup peningkatan pendapatan petani dan nelayan, diversifikasi produk pertanian dan perikanan, peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat, serta peningkatan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
Perencanaan Saluran Irigasi Tersier Desa Ambuau Indah Kec. Lasalimu Selatan Kab. Buton La Sianto; Muhammad Chaiddir Hajia
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Januari-Maret 2022
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v2i1.186

Abstract

Pada musim kemarau kebutuhan air sawah di Desa Ambau Indah belum dapat terpenuhi dengan baik, sehingga mempengaruhi hasil produksi petani. Berdasarkan pada kenyataan tersebut, pengabdian ini dilakukan dengan maksud untuk mengkaji pemanfaatan jaringan irigasi serta perencanaan saluraran irigasi tersier pada lahan pertanian di Desa Ambau Indah, Kec. Lasalimu Selatan Kab. Buton yang lebih efisien untuk mengurangi masalah kekurangan air di petak-petak persawahannya dan meningkatkan efektivitas saluran irigasi itu sendiri. Pada saat pengukuran lapangan, pengurus RT, RW dan ketua kelompok mengundang para peserta untuk mengikuti pemaparan tentang pemahaman Langkah-langka yang akan dilakukan dalam perencanaan ini. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan secara bersama-sama oleh tim PkM kepada masyarakat, Hasil dari perencanaan ini diharapkan bisa digunakan oleh Pemerintah Desa dan Warga Desa untuk mengatasi kekurangan air di saat musim kemarau tiba sehingga bisa dengan mudah melakukan aktivitas di daeran persawahan tanpa harus memikirkan akan adanya masalah kekurangan air Hasil dari pengabdian masyarakat ini gambar rencana saluran irigasi dan rencana anggaran biaya sehingga bisa memudahkan Pemerintah Desa untuk melakukan pekerjaan irigasi
PERENCANAAN STRUKTUR MASJID AL-FALAH DESA MOLONA KEC. SIOMPU BARAT KAB. BUTON SELATAN Muhammad Abdu; Muhammad Chaiddir Hajia; Norman Adha; La Ode Sabar Abdila
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Januari-Maret 2022
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v2i1.196

Abstract

Terlepas dari sumber daya keuangan, perencanaan yang signifikan diperlukan untuk mengembangkan masjid secara swakelola. Akibatnya, pembangunan masjid swakelola bisa memakan waktu yang cukup lama karena kendala teknis (selain masalah biaya), dan beberapa proyek masjid bahkan menghentikan pembangunannya di tengah jalan karena tidak mempertimbangkan arsitektur, structural atau masalah anggaran. Kemungkinan konsekuensi berikutnya adalah kegagalan bangunan (runtuh, miring, dll) sebagai akibat dari kesalahan dalam desain teknik konstruksinya. Mempertimbangkan masalah-masalah tersebut di atas, sangat penting untuk memberikan bantuan dari spesialis bangunan berpengalaman yang memiliki dasar yang kuat dalam pengetahuan konstruksi. Pada saat pengukuran lapangan, pengurus RT, RW dan ketua kelompok mengundang para peserta untuk mengikuti pemaparan tentang pemahaman langkah-langka yang akan dilakukan dalam perencanaan ini. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan secara bersama-sama oleh tim PkM kepada masyarakat, Hasil dari perencanaan ini diharapkan pemerintah kecamatan dapat bekerjasama dengan Fakultas Teknik UM Buton dalam inisiatif sosialisasi dan pelatihan untuk meningkatkan kinerja Pemerintah Desa Molona.
Peran Transportasi Online Terhadap Pendapatan Masyarakat dan Perubahan Sosial Ekonomi di Kota Baubau Hajia, Muhammad Chaiddir
Jurnal Studi Multidisiplin Qomaruna Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Qomaruddin, Gresik, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62048/qjms.v2i2.91

Abstract

Baubau City is one of the cities in Southeast Sulawesi, with its government system and economic activities, of course transportation is an important component to support the activities of its people. The purpose of the study is to determine the impact of online transportation on the income of drivers or online ojek. The sample in this study was 25 people who were active online ojek, this is because the kururio could not provide data on the number of riders who use online services from kururio. Research was taken using questionnaire filling. The conclusion of this study is that joining Kururio as a partner can affect or increase income. Based on the determination of the score for respondents, the average value obtained is 2.82 which is a good category so that the conclusion is that ojek or online drivers are able to provide guarantees to meet basic daily needs. The suggestion given is that Kurio needs to improve the services provided to partners so that partners can feel a significant impact on income after switching from conventional ojek to ojek or online drivers.
Pembangunan Talud demi Keberlangsungan Hidup Wilayah Pesisir Desa Lamaninggara Hajia, Muhammad Chaiddir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Konstruksi Vol 2 No 1 (2024): Majjama - Jurnal Pengabdian Masyarakat Konstruksi
Publisher : PSTS FT UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63877/jpmk.v2i1.60

Abstract

Desa Lamaninggara terletak di Kecamatan Siompu Barat, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Kondisi pantai di Desa Lamaninggara sangat memprihatinkan mengingat pasir yang ada di Desa Lamaninggara dijadikan tempat pengambilan pasir untuk pembangunan infrastruktur di wilayah pulau Siompu. Permasalahan ini kemudian menjadi konflik di wilayah Desa Lamaninggara mengingat ekosistem masyarakat pesisir mulai tergerus dengan adanya penambangan pasir secara liar yang membuat kerusakan di wilayah pesisir pantai Desa Lamaninggara sehingga perlu dilakukan pembangunan talud untuk melindungi wilayah pesisir dari abrasi pantai. Bangunan pengaman pantai yang akan dibangun di wilayah pesisir Desa Lamaninggara memilih panjang 60 m dengan tinggi pengaman pantai yaitu 1,5 m. Bangunan ini dirancang memiliki struktur yang kuat sehingga mampu mengatasi permasalahan yang ada di Desa Lamaningga. Upaya dari pengabdian ini juga diharapakna mampu terjalin kerjasama antar pihak Universitas Muhammadiyah Buton bersama Pemerintah Desa Lamaninggara.
Analysis of the Effect of Traffic Volume on Road Service Level Based on PM KM 14 Year 2024 Hajia, Muhammad Chaiddir; Sianto, La
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 2 No. 4 (2024): DECEMBER, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wolter Monginsidi Street is one of the main activity hubs in Baubau City. It serves as a central shopping area, making it prone to traffic congestion due to the increasing traffic volume caused by human movement and transportation activities. This road stretches 600 meters and is lined on both sides with textile shops, clothing stores, and grocery shops. It also frequently accommodates vehicles coming from the direction of Pasar Karya Nugra, further escalating the traffic volume. The problem examined in this study is the impact of traffic volume on the service level of Wolter Monginsidi Street, assessed based on Regulation PM No. 14 of 2006. The study aims to determine the influence of traffic volume on the road's service level following the latest regulations outlined in PM No. 14 of 2006. Based on the analysis, the following conclusions were drawn: The traffic performance on Wolter Monginsidi Street is categorized as good since the road's capacity is sufficient to handle peak-hour traffic volumes. The service level of Wolter Monginsidi Street is classified under Service Level Category B
Optimasi Biaya Alat Berat Menggunakan Metode Simpleks pada Pekerjaan Galian dan Timbunan Proyek Jalan Tol IKN Segmen Kkt. Kariangau-Sp.Tempadung D, Sitti Febriyany Aldha.; Efendi, Ahmad; Hadjia, Muh. Chaiddir
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan Pembangunan dalam bidang konstruksi akan selalu berkaitan dengan masalah tanah khususnya proyek Pembangunan Jalan Tol IKN Segmen KKT. Kariangau-Sp.Tempadung, pekerjaan utama yang dilakukan ialah galian dan timbunan, diperlukan alat berat seperti excavator, dumptruck, bulldozer, dan compactor untuk mempermudah pekerjaan. Potensi pembengkakan dana, jika tidak diperhitungkan maka, diperlukan optimalisasi biaya penggunaan alat berat untuk peningkatan efisiensi proyek. Penelitian ini bertujuan mengetahui biaya minimum penggunaan alat berat pekerjaan galian dan timbunan dengan menggunakan suatu metode matematika. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Simpleks. Hasil perhitungan optimal yang didapat untuk pekerjaan galian hanya membutuhkan 4 unit excavator dengan kapasitas 99,69 m3/jam dan 8 unit dumptruck kapasitas 40,91 m3/jam biaya optimal yang akan dibutuhkan Rp. 26.566.258.688 lebih rendah dari biaya awal Rp. 33.088.021.930, pada pekerjaan timbunan menggunakan 1 bulldozer dengan kapasitas 139,77 m3/jam dan 3 compactor kapasitas 60,78 m3/jam biaya optimal yang dibutuhkan Rp. 1.971.018.720 lebih rendah dari awal Rp. 2.080.000.000.
PENINGKATAN KUALITAS INFRASTRUKTUR DESA MELALUI PEMBANGUNAN PEMBATAS DESA DI DESA AIR BAJO Hajia, Muhammad Chaiddir
Community Impact and Society Empowerment Journal Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Indonesian Researchers Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur desa memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, serta mengurangi kesenjangan antara wilayah pedesaan dan perkotaan. Di Desa Air Bajo, kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh ketiadaan pembatas fisik dan visual yang jelas antara desa dengan wilayah sekitarnya. Tujuan utama program ini adalah membangun pembatas desa yang kokoh, estetis, serta mencerminkan identitas lokal masyarakat Desa Air Bajo, sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya batas wilayah administratif dan identitas desa. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara tim pengabdian, pemerintah desa, dan masyarakat. Metodologi kegiatan meliputi tahapan survei lokasi, sosialisasi, pelaksanaan pembangunan, hingga serah terima hasil. Sebanyak 25 warga terlibat langsung, terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pemuda. Pembangunan berlangsung selama 14 hari kerja, dengan pembagian waktu antara persiapan, pembangunan struktur utama, dan tahap penyelesaian akhir. Hasil pembangunan berupa pembatas desa sepanjang 20 meter dan tinggi 2,5 meter, dilengkapi gapura serta papan nama dengan motif ornamen lokal khas Desa Air Bajo. Infrastruktur ini tidak hanya berfungsi sebagai batas wilayah, tetapi juga simbol identitas budaya masyarakat. Dampak kegiatan terlihat dari peningkatan kualitas infrastruktur fisik, penguatan nilai sosial budaya, pengembangan ekonomi lokal, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Program ini menciptakan sinergi positif antara masyarakat, pemerintah desa, dan universitas, serta memperkuat rasa memiliki terhadap identitas lokal dan keberlanjutan pembangunan desa.