Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Simulasi Four Pole Cross-Coupled Bandpass Filter untuk Band LTE 2300MHz Berbasis Meandered Split Ring Resonator Rosdiana Nursita Herlambang; Enceng Sulaeman
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 12 (2021): Prosiding 12th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.677 KB)

Abstract

Analisis Simulasi Four Pole Cross-Coupled Bandpass Filter untuk Band LTE 2300MHz Berbasis Meandered Split Ring Resonator
Simulasi dan Analisis Balanced Bandpass Filter Dengan Metode Kopling Elektrik dan Magnetik Berbasis Open Loop Resonators Pada Frekuensi 2510 MHz Alief Devara Nabil; Enceng Sulaeman
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 12 (2021): Prosiding 12th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.581 KB)

Abstract

Simulasi dan Analisis Balanced Bandpass Filter Dengan Metode Kopling Elektrik dan Magnetik Berbasis Open Loop Resonators Pada Frekuensi 2510 MHz
PERANCANPERANCANGAN DAN REALISASI BANDPASS FILTER DENGAN METODA PSEUDO-INTERDIGITAL PADA FREKUENSI 2496 - 2690 MHzGAN DAN REALISASI BANDPASS FILTER DENGAN METODA PSEUDO-INTERDIGITAL PADA FREKUENSI 2496 - 2690 MHz Enceng Sulaeman
Jurnal TEDC Vol 7 No 1 (2013): JURNAL TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1818.883 KB)

Abstract

Pada tulisan dirancang dan direalisasikan sebuah bandpass filter dengan bandwidth sempit (2496  2590) MHz menggunakan metoda resonator pseudo-interdigital. Dengan metoda ini ukuran filter menjadi kompak dan kecil. Selain itu selektivitas yang diperoleh lebih baik daripada jika digunakan resonator g/2 konvensional. Kelebihan resonator pseudo-interdigital adalah adanya transmission zero (TZ) pada frekuensi tertentu di bawah dan di atas passband. Perancangan dilakukan dengan simulator EM, AWR, karena tidak adanya metoda yang baku untuk perancangan filter menggunakan resonator jenis ini. Untuk memperbaiki selektivitas digunakan bandstop filter bandwidth sempit pada frekuensi 2480 MHz dan 2710 MHz. Hasilnya sesuai yang diharapkan selektivitas bertambah baik dan ukuran tetap kompak dan tidak terlalu berdampak pada ukuran fisik filter. Terjadi penyempitan bandwidth dan pergeseran frekuensi yang diakibatkan oleh keterbatasan pada pabrikasi. Bandwidth yang diharapkan adalah 194 MHz sedangkan yang dihasilkan hanya 180 MHz. Frekuensi tengah yang diharapkan 2591 MHz, yang diperoleh adalah 2570 MHz. Insertion loss pada passband  2 dB Kata kunci : pseudo-interdigital resonator, bandpass filter, bandstop filter, transmission zero. In this paper a narrowband bandpass filter (2496  2590) MHz designed dan realized using pseudo-interdigital resonator method. With this method, the size of the filter keep compact and small. Besides this the selectivity obtained better than convensional g/2 resonator method. The main advantage of the pseudo-interdigital resonator is this kind of resonator have transmission zeros at finite frequencies below and above the passband. Due to complex nature of coupling between resonators, hence EM simulator is used for final tuning and optimization of the filter. For better selectivity narrowband bandstop filters are used at center frequencies 2480 MHz and 2710 MHz. The result obatained is better than if pseudo-interdigital alone is used. With the addition of these bandstop filters the final size of the filter not too affected and keep small. The result bandwidth narrower than expected. Expected bandwidth is 194 MHz dan the result bandwidth is 180 MHz. center frequency obtained 2570 MHz instead of 2591 MHz as expected. The passband insertion loss better than 2 dB. Key words: pseudo-interdigital resonator, bandpass filter, bandstop filter, transmission zero.
Antena Mikrostrip Array untuk Aplikasi Radar Cuaca pada Frekuensi C-Band Menggunakan Metode Defected Ground Structure Hanny Madiawati; Asep Barnas Simanjuntak; Enceng Sulaeman; Marsani Shadra Ibnu Hibban
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.181-188

Abstract

Antena mikrostrip telah digunakan pada berbagai macam aplikasi, salah satunya adalah aplikasi radar cuaca. Dalam sistem radar diperlukan antena yang memiliki kehandalan untuk memancarkan dan menerima gelombang elektromagnetik. Antena yang banyak dikembangkan saat ini adalah antena berbasis teknologi mikrostrip. Antena mikrostrip memiliki kelebihan yaitu mudah difabrikasi dan mempunyai dimensi yang relatif kecil. Disamping kelebihan tersebut, antena ini memiliki kelemahan yaitu bandwidth yang sempit dan nilai gain yang rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, pada penelitian ini digunakan metode Defected Ground Structure (DGS) untuk meningkatkan bandwidth antena mikrostrip. Sedangkan, solusi untuk meningkatkan gain adalah dengan menggunakan teknik pencatuan proximity coupled dan teknik array. Antena ini dibuat menggunakan bahan FR4 dengan konstanta dielektrik 2,64, ketebalan bahan 2 mm, dan tangent loss 0,0019. Penelitian ini menghasilkan antena mikrostrip dengan frekuensi 5261,5-5648,7 MHz, return loss lebih dari 10 dB, gain lebih dari 9 dBi, bandwidth lebih dari 200 MHz, dan pola radiasi unidirectional. Antena ini pun mengalami kenaikan bandwidth sebesar 6,58% dan penurunan nilai gain sebesar 6,86%.
Perancangan dan Implementasi Duplexer Mikrostrip untuk Frekuensi LTE pada band ke-7 SULAEMAN, ENCENG; DARLIS, ARSYAD RAMADHAN; DEWI, HARIANTI ASRI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 1, No 2: Published July - December 2013
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v1i2.68

Abstract

ABSTRAKKebutuhan akan komunikasi bergerak semakin mengalami peningkatan dalam dunia teknologi yang ada saat ini, maka hadirlah teknologi terbaru yaitu Long Term Evolution (LTE). Dengan teknik duplex jenis Frequency Division Duplex (FDD), dirancanglah duplexer yang mampu melakukan proses pengiriman dan penerimaan dalam satu waktu dengan frekuensi yang berbeda antara uplink dan downlink. Pada penelitian ini dirancang dan diimplementasikan sebuah duplekser dengan menggunakan metoda Hybrid Coupler dan Bandstop Filter berbasis Split Ring Resonator untuk band frekuensi ke-7 pada teknologi LTE di sisi Base Transceiver Station (BTS). Duplekser dibuat dengan menggabungkan dua buah hybrid Coupler dan dua buah Bandstop Filter. Hasil pengukuran duplexer saat port Tx mengirimkan sinyal ke antena dengan nilai redaman pada frekuensi tengah downlink sebesar 3.168 dB. Lalu pada saat antena menerima sinyal untuk diteruskan ke Rx terdapat redaman di frekuensi tengah uplink sebesar 6 dB. Sedangkan untuk isolasi dari port Tx-port Rx dihasilkan sebesar 15 dB.Kata kunci: Duplexer, Bandstop Filter, Split Ring Resonator, Hybrid Coupler, dan Long Term Evolution.ABSTRACTThe necessary of mobile communication has increased in technology, now it released the new of technology is Long Term Evolution (LTE). Type of duplex is Frequency Division Duplex (FDD), designed a duplexer which it is capable for transmitting and receiving process at the same time with the different of frequency between uplink and downlink. Research of designed and implemented a duplexer using Hybrid Coupler and Bandstop filters based on Split Ring Resonators for the frequency band 7th on LTE technology at Base Transceiver Station (BTS). Duplexer is made by combining two coupler and two bandstop filter. The results of duplexer measurements, when Tx port transmit the signal to antenna port with attenuation at the downlink frequency center at 3.168 dB. Attenuation from antenna port to Rx port about 6 dB. Isolation between Tx port and Rx port about 15 dB.Keywords: Duplexer, Bandstop Filter, Split Ring Resonator, Hybrid Coupler, and Long Term Evolution.
Perancangan dan realisasi BPF trisection hairpin dengan kopling silang campuran pada frekuensi tengah 9,47 GHz Salsabila, Nabila Zahra; Sulaeman, Enceng
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 4 No. 3: September 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v4.i3.2024.177-184

Abstract

Bandpass filter (BPF) merupakan alat dalam sistem telekomunikasi yang berfungsi melewatkan sinyal dengan rentang frekuensi yang dibutuhkan dan meredam atau menahan sinyal dengan rentang frekuensi di luarnya. Dalam karya sebelumnya telah dilakukan realisasi bandpass filter pada frekuensi X-Band, akan tetapi dalam hasil pengukuran realisasi bandpass filter masih terdapat parameter yang belum sesuai dengan spesifikasi. Maka dari itu, pada penelitian ini dirancang dan direalisasikan sebuah bandpass filter yang bekerja dalam frekuensi 9200-9700 MHz dengan frekuensi tengah 9470 MHz. menggunakan metode trisection berbasis hairpin resonator dengan kopling silang campuran. Bandpass filter pada penelitian ini telah dirancang dengan software AWR Design Environment 2009 dan direalisasikan menggunakan substrat Roger Duroid 5880 dengan spesifikasi insertion loss passband kurang dari 2 dB, return loss passband lebih dari 14 dB, dan bandwidth sebesar 500 MHz. Telah diperoleh hasil realisasi bandpass filter dengan menggunakan casing pada frekuensi 9290-9680 MHz dengan frekuensi tengah 9485 MHz dan bandwidth 390 MHz yang belum memenuhi spesifikasi. Insertion loss passband yang diperoleh sebesar 2,5 dB dan return loss passband yang diperoleh sebesar 7,9 dB yang mana keduanya pun belum memenuhi spesifikasi. Bandpass filter metode trisection hairpin resonator dengan kopling silang campuran berhasil dirancang dan direalisasikan dengan menghasilkan dua buah transmission zeroes.
Optimasi Antena Mikrostrip Multilayer Dengan Metode Parasitic U-Slot Pada Frekuensi C-Band Madiawati, Hanny; Nur Febriana, Liana; Ludiyati, Hepi; Sulaeman, Enceng
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 10, No 1: Juni 2025
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v10.i1.2025.25-32

Abstract

Antena mikrostrip merupakan antena yang mudah dirancang, ringan, dimensi yang kecil dan bahan substrat tidak mahal, namun antena mikrostrip memiliki kekurangan yaitu bandwidth yang sempit. Pada penelitian ini antena yang dirancang dan direalisasikan bekerja pada pita frekuensi C band dengan rentang frekuensi 5250-5725 MHz, untuk mengatasi permasalahan bandwidth tersebut sebelumnya telah dirancang antena mikrostrip dengan menggunakan metode multilayer parasitic dengan nilai bandwidth yang didapatkan sebesar 725 MHz, untuk mengoptimalkan penelitian sebelumnya pada penelitian ini dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip dengan metode multilayer parasitic dengan penambahan metode u slot dengan teknik pencatuan proximity coupled yang berfungsi untuk meningkatkan bandwidth. Hasil pengujian dari penelitian ini antena mikrostrip multilayer parasitic dengan penambahan metode u-slot berhasil memperoleh peningkatan bandwidth sebesar 47.5% dari hasil realisasi sebelumnya antena mikrostrip multilayer parasitc tanpa menggunakan u-slot, dan diperoleh hasil band frekuensi pengujian antena 4980 - 6050 MHz, bandwidth 1.070 MHz, gain 5.48 dBi dan pola radiasi unidirectional. Substrat yang digunakan pada perancangan antena ini merupakan Rogers RT5880 dengan konstanta dielektrik (εr) = 2.2, ketebalan bahan (h) = 1.575 mm, dan tangen loss (δ) = 0,0009.
Optimalisasi penyearah daya RF ultra-rendah dengan metode kombinasi DC Pratama, Wildan Anugrah; Farrah Vauzia; Enceng Sulaeman
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 5 No. 2: Special Issue on 16th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v5.i2.2025.111-122

Abstract

RF energy harvesting merupakan salah satu teknologi yang bertujuan untuk mengonversi sinyal gelombang radio menjadi energi listrik dalam jumlah kecil, yang kemudian dapat digunakan untuk mengoperasikan perangkat elektronik berdaya ultra-rendah seperti sensor nirkabel, perangkat IoT, dan sistem monitoring jarak jauh. Tantangan utama dalam proses ini adalah rendahnya daya input yang dapat ditangkap oleh antena, terutama ketika sumber sinyal RF berada pada jarak jauh. Untuk meningkatkan efisiensi konversi daya, digunakan metode DC combination dalam topologi rangkaian penyearah. Topologi DC Combiner ini dirancang untuk menggabungkan output dari beberapa jalur penyearah secara paralel untuk memaksimalkan tegangan output yang dihasilkan. Selain itu, sistem juga dilengkapi dengan unit pengelola daya (Power Management Unit/PMU) yang berfungsi untuk mengatur distribusi daya secara optimal agar sesuai dengan kebutuhan beban. Proses pengujian dilakukan dengan variasi jarak antara antena pemancar dan penerima, serta dalam kondisi Line of Sight (LOS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan tegangan output maksimum sebesar 2,22 mV pada jarak 5 cm. Meskipun terjadi penurunan seiring bertambahnya jarak, sistem masih mampu menghasilkan tegangan sebesar -0,17 mV pada jarak 25 cm. Performa sistem juga dipengaruhi oleh orientasi antena dan nilai beban keluaran. Dengan hasil ini, sistem RF energy harvesting yang dirancang diharapkan dapat menjadi solusi potensial untuk mendukung aplikasi perangkat elektronik berdaya sangat rendah secara berkelanjutan tanpa ketergantungan pada sumber daya eksternal konvensional.
Perancangan dan realisasi penguat daya dua tingkat pada frekuensi tengah 2,6 GHz Vitrasia, Vitrasia; Widi, Ditta Nur Adhitya; Sulaeman, Enceng; Pertiwi, Anisha Fitri
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 6 No. 1: March 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v6.i1.2026.71-78

Abstract

Penguat daya merupakan salah satu komponen penting dalam sistem komunikasi yang berfungsi untuk memperkuat sinyal agar dapat ditransmisikan pada jarak tertentu dengan daya yang memadai. Kinerja penguat daya pada frekuensi tinggi, khususnya pada rentang S-band, seringkali mengalami keterbatasan dalam menghasilkan gain yang optimal akibat karakteristik perangkat aktif dan jaringan pencocokan impedansi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan merealisasikan penguat daya dengan gain tinggi menggunakan metode multi-stage. Perancangan dilakukan dengan menggunakan dua tingkat penguat, di mana tingkat pertama berfungsi sebagai driver stage menggunakan transistor GaAs FET tipe MGF1801, sedangkan tingkat kedua sebagai power stage menggunakan transistor MGF0904A untuk meningkatkan daya keluaran. Desain penyesuaian impedansi dilakukan dengan pendekatan load pull menggunakan konfigurasi single stub pada sisi input dan output untuk mencapai pencocokan impedansi yang optimal. Substrat yang digunakan adalah Rogers Duroid 5880 dengan ketebalan 1,575 mm. Pengujian dilakukan menggunakan NanoVNA SAA-2N untuk memperoleh parameter S seperti gain, return loss, dan VSWR. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa penguat daya mampu menghasilkan gain sebesar 18,6 dB pada frekuensi 2 GHz dengan nilai return loss sebesar -24,5 dB dan VSWR sebesar 1,1. Namun, terjadi pergeseran frekuensi kerja dari target 2,6 GHz menjadi sekitar 2 GHz, yang mengakibatkan penurunan performa pada frekuensi target dengan deviasi sebesar 23%.
Desain dan Implementasi Duplekser dengan Metoda Pseudo-Interdigital untuk Uplink dan Downlink LTE Enceng Sulaeman; Yaya Sulaeman; Asep Yudi Hercuadi
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.73-80

Abstract

Duplekser merupakan perangkat yang dapat mengisolasi receiver dari transmitter saat keduanya saling berbagi antena yang sama, digunakan agar komunikasi bisa berjalan secara full duplex. Ada dua metode transmisi duplex yaitu frequency division duplex (FDD) dan time division duplex (TDD). FDD merupakan teknik duplex yang menggunakan dua frekuensi yang berbeda untuk melakukan komunikasi dalam dua arah, sedangkan TDD menggunakan frekuensi tunggal dan frekuensi tersebut digunakan oleh semua kanal untuk melakukan pengiriman dan penerimaan data. Gabungan dua bandpass filter dengan metoda pseudo-interdigital untuk aplikasi LTE (long term evolution). Metode ini lebih unggul dibandingkan duplekser dengan metoda hybrid. Duplekser bekerja pada FDD LTE band ke-7 yaitu frekuensi uplink 2500-2570 MHz dan downlink 2620-2690 MHz. Dari hasil pengukuran diperoleh sebagai berikut: nilai frekuensi center pada uplink 2639 MHz dan pada downlink 2659 MHz, insertion loss pada uplink 1,561 dB dan downlink 1,74 dB, bandwidth ±70 MHz, isolasi 23,03 dB, serta nilai return loss 23,5 dB pada uplink dan downlink 23,45 dB.