Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Perancangan dan realisasi penguat daya dua tingkat pada frekuensi tengah 2,6 GHz Vitrasia Vitrasia; Ditta Nur Adhitya Widi; Enceng Sulaeman; Anisha Fitri Pertiwi
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 6 No. 1: March 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v6.i1.2026.71-78

Abstract

Penguat daya merupakan salah satu komponen penting dalam sistem komunikasi yang berfungsi untuk memperkuat sinyal agar dapat ditransmisikan pada jarak tertentu dengan daya yang memadai. Kinerja penguat daya pada frekuensi tinggi, khususnya pada rentang S-band, seringkali mengalami keterbatasan dalam menghasilkan gain yang optimal akibat karakteristik perangkat aktif dan jaringan pencocokan impedansi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan merealisasikan penguat daya dengan gain tinggi menggunakan metode multi-stage. Perancangan dilakukan dengan menggunakan dua tingkat penguat, di mana tingkat pertama berfungsi sebagai driver stage menggunakan transistor GaAs FET tipe MGF1801, sedangkan tingkat kedua sebagai power stage menggunakan transistor MGF0904A untuk meningkatkan daya keluaran. Desain penyesuaian impedansi dilakukan dengan pendekatan load pull menggunakan konfigurasi single stub pada sisi input dan output untuk mencapai pencocokan impedansi yang optimal. Substrat yang digunakan adalah Rogers Duroid 5880 dengan ketebalan 1,575 mm. Pengujian dilakukan menggunakan NanoVNA SAA-2N untuk memperoleh parameter S seperti gain, return loss, dan VSWR. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa penguat daya mampu menghasilkan gain sebesar 18,6 dB pada frekuensi 2 GHz dengan nilai return loss sebesar -24,5 dB dan VSWR sebesar 1,1. Namun, terjadi pergeseran frekuensi kerja dari target 2,6 GHz menjadi sekitar 2 GHz, yang mengakibatkan penurunan performa pada frekuensi target dengan deviasi sebesar 23%.
Optimalisasi penyearah daya RF ultra-rendah dengan metode kombinasi DC Wildan Anugrah Pratama; Farrah Vauzia; Enceng Sulaeman
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 5 No. 2: Special Issue on 16th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v5.i2.2025.111-122

Abstract

RF energy harvesting merupakan salah satu teknologi yang bertujuan untuk mengonversi sinyal gelombang radio menjadi energi listrik dalam jumlah kecil, yang kemudian dapat digunakan untuk mengoperasikan perangkat elektronik berdaya ultra-rendah seperti sensor nirkabel, perangkat IoT, dan sistem monitoring jarak jauh. Tantangan utama dalam proses ini adalah rendahnya daya input yang dapat ditangkap oleh antena, terutama ketika sumber sinyal RF berada pada jarak jauh. Untuk meningkatkan efisiensi konversi daya, digunakan metode DC combination dalam topologi rangkaian penyearah. Topologi DC Combiner ini dirancang untuk menggabungkan output dari beberapa jalur penyearah secara paralel untuk memaksimalkan tegangan output yang dihasilkan. Selain itu, sistem juga dilengkapi dengan unit pengelola daya (Power Management Unit/PMU) yang berfungsi untuk mengatur distribusi daya secara optimal agar sesuai dengan kebutuhan beban. Proses pengujian dilakukan dengan variasi jarak antara antena pemancar dan penerima, serta dalam kondisi Line of Sight (LOS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan tegangan output maksimum sebesar 2,22 mV pada jarak 5 cm. Meskipun terjadi penurunan seiring bertambahnya jarak, sistem masih mampu menghasilkan tegangan sebesar -0,17 mV pada jarak 25 cm. Performa sistem juga dipengaruhi oleh orientasi antena dan nilai beban keluaran. Dengan hasil ini, sistem RF energy harvesting yang dirancang diharapkan dapat menjadi solusi potensial untuk mendukung aplikasi perangkat elektronik berdaya sangat rendah secara berkelanjutan tanpa ketergantungan pada sumber daya eksternal konvensional.