Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Division of Labour in Coastal Community: The Equity of Role-Play Between Bugis Women and Men in Kupang Syahrul Syahrul; Fawziah Zahrawati; Nursaptini Nursaptini
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 2 (2022): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v15i2.11837

Abstract

The study aims to know the division of labor between women and men in the Bugis Families at Kupang coastal community. Collecting the data through Focus Group Discussion (FGD) with 20 familial members such as wives and husbands, and gathering in-deep information by conducting interviews and observations. The result of this study shows that: (1) In Bugis families, wife and husband work representing social solidarity because there is no role play that the only wife should cook, clean, and wash, while several husbands stay at home for cooking, washing, and nursing. (2) Gender division of labor approach to highlight the role, benefits, and risks of women and men in the coastal area. Women and men supply seaweed farming as a family business, and both of them work with a division of labor. The wife used the extra money for daily expenses, whereas the husband used their extra money for bigger investments. (3) Both women and men work not only equal but also equity because fishing is dangerous for women, but men can do it, while fishery multi-products are difficult for Bugis men, but it easy for women. 
Social Behavior of The Children of Newspaper Sellers in Kupang City to Defend Existential at School Syahrul Syahrul; Amirulah Datuk
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i2.3299

Abstract

Eksistensi anak di jalanan sebagai penjual koran dianggap sebagai hal yang tidak edukatif karena dapat mempengaruhi perilaku anak. Sementara itu, anak harus berkerja di jalan sebagai penjual koran agar mereka dapat membiayai pendidikan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam penelitian ini, perilaku sosial anak menjadi kajian utama karena penting untuk membandingkan perilaku anak ketika di jalanan dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku sosial anak penjual koran dan eksistensinya di sekolah. Selain itu, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling dalam memilih subjek penelitian yang terdiri anak penjual koran dan guru. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Data kemudian diolah dengan teknik analisis Creswell, yaitu proses analisis bergerak dalam lingkaran di antara pengumpulan data, pengorganisasian data, pembacaan, memoing, deskripsi, klasifikasi, penafsiran, dan penyajian. Diperoleh hasil analisis data bahwa anak penjual koran di Kota Kupang menunjukkan perilaku ekspresif dengan cara melanggar peraturan sekolah seperti tidak mengenakan baju seragam dan kaos kaki serta sering menggunakan tas kresek untuk tempat buku-buku dan alat-alat tulis lainnya. Selain itu, anak-anak ini juga menunjukkan perilaku sosiometrik di jalanan, yaitu mereka berbohong apabila ada yang bertanya “apakah kamu masih sekolah?” Mereka akan menjawab, saya sekolah pagi jika ditanya di waktu sore dan malam, sebaliknya mereka akan menjawab sekolah sore jika ditanya di waktu pagi.(Children existed on the road as a newspaper seller was considered as uneducated because it made deviant behaviour, while children should work on the road as newspaper seller for tuition fee and daily needs. In this research, children's social behaviour is the main study because it is important to compare children's behaviour on the streets and at school. This study aimed to know the social behaviour of children of newspaper sellers to remain in school. The type of research is qualitative. The subject of the research was determined by purposive samplings such as children of newspaper sellers and teachers. The data was collected through in-depth interviews, observation, and file notes. Meanwhile, the data were analyzed through Creswell method, namely, in one circle among data collection, data categories, memo, description, classification, interpretation, and visualization. The result of this study showed that children of newspaper sellers in Kupang City exist at school with expressive behaviour who was shown on violating school rules such as not wearing uniforms and often using plastic bags for books and other stationery. On the other hand, they also showed sociometric behaviour on the road, namely, they lie when someone asks “are you a student?” Then they will answer learning in the morning if we were asked in the afternoon and evening, whereas they will answer school afternoon if we were asked in the morning).
Menanamkan Kemuhammadiyaan Pada Mahasiswa Non-Muslim Melalui Pendidikan Multikultural di Universitas Muhammadiyah Kupang Syahrul Syahrul
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 18 No. 2 (2020): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v18i2.643

Abstract

AbstractThe purpose of this study was conducted to determine the emphasis of Muhammadiyah and cultural propaganda to non-Muslim students through multicultural education. The study uses a qualitative method and purposive sampling to select the subjects, namely non-Muslim students, lectures of multicultural education, and AIK. Data were collected through interviews, observation, file notes, and analyzed in one circle among data collection, categories, reading, memoing, description, classification, interpretation, and visualization. The result is (1) after applying four multicultural education approaches, such as contribution, additive, transformation, and social action approaches, the values of Muhammadiyah can be emphasized and do not undermine their non-Muslim religious. Furthermore, they realize that Muhammadiyah is an Islamic organization that is inclusive and pluralist. On the other hand, (2) cultural and lectures use community propaganda as a learning strategy to explain the values of Muhammadiyah to be accepted by non-Muslim students. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penanaman kemuhammadiyahan dan dakwah kultural Muhammadiyah pada mahasiswa non-Muslim melalui pendidikan multikultural. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penentuan subjek purposive sampling yang terdiri dari mahasiswa non-Muslim, dosen pendidikan multikultural, dan dosen AIK. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan catatan lapangan yang dianalisis dengan teknik lingkaran yang bergerak di antara pengumpulan data, pengorganisasian data, pembacaan, memoing, deskripsi, klasifikasi, penafsiran, penyajian dan visualisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) setelah diterapkan empat pendekatan pendidikan multikultural, yaitu pendekatan kontribusi, aditif, tranformasi dan aksi sosial, maka nilai-nilai kemuhammadiyaan pada mahasiswa non-Muslim dapat ditumbuhkan dan tidak melunturkan keyakinan mereka terhadap agamanya. Selanjutnya mereka menyadari bahwa Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang bersikap inklusif dan pluralis. Selain itu, (2) dakwah kultural dan komunitas digunakan oleh dosen sebagai strategi pembelajaran untuk menjelaskan nilai-nilai kemuhammadiyaan agar bisa diterima oleh mahasiswa non-Muslim.