Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Role of Civil Society in the War of Indonesia Independence : A Case Study in the Battle Against the Allied Forces In Sukabumi 1945-1946 Sulasman, Sulasman
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 13, No 2 (2012): Local History in History Learning
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.452 KB) | DOI: 10.17509/historia.v13i2.6215

Abstract

The revolution of Sukabumi is closely related to the role of many kyai, ulama and pesantren’s leaders in its process. They had great power to encourage people’s spirit and emotion. This success was gained by using their religious language to communicate. They used the concept of jihad fi sabilillah. The climax of the revolution is the battle against the invader’s alliance along the road of Cigombong– Ciranjang that was followed by a series of battle,such as Bojongkokosan battle,causing the bombing of Cibadak by Alliance air force; Gekbrong battle; and general attack involving army force, ulama, people’s organization and the students of pesantrens.
MASJID PERAHU, JAKARTA SELATAN: KEUNIKAN MASJID PERAHU DAN WISATA RELIGI (1998-2010) Khasanah, Alfiyyah Nur; Sulasman, Sulasman; Lestari, Fathia
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v2i2.27

Abstract

This paper contains history and also religious tour of the great mosque of Al-Munada Darussalam Baiturrahman in South Jakarta. In the Chronicles of the great mosque of Al-Munada Darussalam Baiturrahman stood in 1963 that was erected by KH. Qosim Abdurrahman Mashum and KH. Amen Abdurrahman. In the study the method of writing history goes through the four stages of heuristics, criticism, interpretation and histroriography. The great mosque of Al-Munada Darussalam Baiturrahman is also commonly known as the boat mosque, so it is said that makes the boat mosque a religious tour.
Peran ICMI Masa Kepemimpinan BJ Habibie (1990-2000) dalam Pembangunan Nasional Nurjaman, Ilham Muhamad; Samsudin, Samsudin; Sulasman, Sulasman
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 5, No 1 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i1.15925

Abstract

ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia) merupakan sebuah wadah para cendekiawan muslim yang lahir pada masa pemerintahan Orde baru. Lahirnya ICMI kala itu, membawa wajah baru Orde Baru, yang semula jauh dari umat muslim, kemudian terjadi proses Islamisasi oleh ICMI. Selain itu, Orde Baru yang dikenal dengan militarisme mulai terjalin harmonisasi dengan masyarakat sipil, yaitu umat Islam. Visi yang dibangun oleh ICMI adalah menguatkan Iman dan Takwa (IMTAK) dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Metode penulisan artikel ini menggunakan metode penulisan sejarah dengan proses pengumpulan data heuristik dan analisis data melalui kritik, interpretasi, dan historiografi. Adapun teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori gerakan sosial aktivisme Islam Quintan Wicktorowich. Kajian ini menemukan bahwa pada era kepemimpinan Habibie, pengaruh ICMI sangat besar perannya pada bidang pendidikan dan ekonomi. Kala itu, ICMI mampu membangun lembaga ekonomi yaitu Bank Muamalat Indonesia dan Baitul Mal wa Tamwil. Hadirnya lembaga eknomi tersebut, mampu membawa masyarakat pulih dari krisis moneter saat itu. Pada masa kepemimpinan BJ Habibie, ICMI berada pada masa keemasan. Selain ditunjang dengan tokoh-tokoh yang berhimpun di ICMI, anggota-anggota organisasi yang berada di bawah kepemimpinan Habibie ini, mampu menempati kursi-kursi birokrasi. Maka dari itu, penelitian ini secara spesifik akan membahas pola gerakan ICMI pada masa kepemimpinan Habibie.
INSTITUTIONALIZING EDUCATIONAL REFORM: BALANCING TRADITION AND MODERNITY AT PESANTREN Malisi, M. Ali Sibram; Sulasman, Sulasman; Mohad, Abd Hakim
Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v10i2.24636

Abstract

The educational reform of Rasyidiyah Khalidiyah Islamic Boarding School (RKIBS) has played a transformative role in shaping the social and economic dynamics of the Amuntai community in South Kalimantan. This study investigates the reform’s impacts on the traditionally rooted Amuntai society using a socio-historical method that integrates historical and sociological perspectives. The findings demonstrate that RKIBS fulfills four critical functions: transmitting Islamic knowledge, preserving Islamic traditions, developing intellectual scholars, and driving socioeconomic progress. These roles underscore the school’s influence not only as an educational institution but also as a catalyst for broader community development. By blending traditional values with modern advancements, RKIBS has significantly contributed to the intellectual growth and economic empowerment of the Amuntai society. The study concludes by emphasizing the broader implications of educational reform in balancing cultural preservation and progressive change, positioning RKIBS as a model for fostering intellectual and socioeconomic advancement in similar communities. This case study provides valuable insights into the potential of Islamic boarding schools to serve as agents of sustainable development while maintaining their cultural and religious heritage.
Institutionalizing Educational Reform: Balancing Tradition and Modernity at Pesantren Malisi, M. Ali Sibram; Sulasman, Sulasman; Mohad, Abd Hakim
Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v10i2.24636

Abstract

The educational reform of Rasyidiyah Khalidiyah Islamic Boarding School (RKIBS) has played a transformative role in shaping the social and economic dynamics of the Amuntai community in South Kalimantan. This study investigates the reform's impacts on the traditionally rooted Amuntai society using a socio-historical method that integrates historical and sociological perspectives. The findings demonstrate that RKIBS fulfills four critical functions: transmitting Islamic knowledge, preserving Islamic traditions, developing intellectual scholars, and driving socioeconomic progress. These roles underscore the school's influence not only as an educational institution but also as a catalyst for broader community development. By blending traditional values with modern advancements, RKIBS has significantly contributed to the intellectual growth and economic empowerment of the Amuntai society. The study concludes by emphasizing the broader implications of educational reform in balancing cultural preservation and progressive change, positioning RKIBS as a model for fostering intellectual and socioeconomic advancement in similar communities. This case study provides valuable insights into the potential of Islamic boarding schools to serve as agents of sustainable development while maintaining their cultural and religious heritage.
Pemikiran Filsafat Sejarah Spekulatif dan Filsafat Sejarah Kritis Negara, Teddiansyah Nata; Hawari, Ilham Faisal; Nurcahya, Yan; Sugiarto, Deri; Syah, M Kautsar Thariq; Sulasman, Sulasman; Suparman, Suparman
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nzbe1b94

Abstract

Kajian mengenai filsafat sejarah memiliki peran penting dalam memahami hakikat dan metodologi ilmu sejarah secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep dasar filsafat sejarah serta menguraikan dua cabang utamanya, yaitu filsafat sejarah spekulatif dan filsafat sejarah kritis. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan pendekatan kepustakaan (library research), yaitu menelaah sumber-sumber primer dan sekunder berupa buku, jurnal, serta dokumen relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memahami hubungan antara pemikiran filsafat dan perkembangan ilmu sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat sejarah spekulatif berupaya menafsirkan pola umum dan hukum universal dalam perjalanan sejarah manusia dengan menekankan aspek rasional dan apriori. Sebaliknya, filsafat sejarah kritis menitikberatkan pada analisis metodologis dan epistemologis terhadap cara sejarawan memahami dan menuliskan masa lalu secara ilmiah dan objektif. Keduanya memiliki kontribusi penting dalam membentuk kesadaran ilmiah sejarah: yang pertama menyoroti makna universal dari peristiwa historis, sedangkan yang kedua menegaskan validitas metodologis dan objektivitas dalam penulisan sejarah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa filsafat sejarah tidak hanya menelaah peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi dasar berpikir kritis dalam memahami, menafsirkan, dan menulis sejarah secara rasional serta bebas dari unsur mistis dan subjektivitas.  
Peran ICMI Masa Kepemimpinan BJ Habibie (1990-2000) dalam Pembangunan Nasional Nurjaman, Ilham Muhamad; Samsudin, Samsudin; Sulasman, Sulasman
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 1 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i1.15925

Abstract

ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia) merupakan sebuah wadah para cendekiawan muslim yang lahir pada masa pemerintahan Orde baru. Lahirnya ICMI kala itu, membawa wajah baru Orde Baru, yang semula jauh dari umat muslim, kemudian terjadi proses Islamisasi oleh ICMI. Selain itu, Orde Baru yang dikenal dengan militarisme mulai terjalin harmonisasi dengan masyarakat sipil, yaitu umat Islam. Visi yang dibangun oleh ICMI adalah menguatkan Iman dan Takwa (IMTAK) dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Metode penulisan artikel ini menggunakan metode penulisan sejarah dengan proses pengumpulan data heuristik dan analisis data melalui kritik, interpretasi, dan historiografi. Adapun teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori gerakan sosial aktivisme Islam Quintan Wicktorowich. Kajian ini menemukan bahwa pada era kepemimpinan Habibie, pengaruh ICMI sangat besar perannya pada bidang pendidikan dan ekonomi. Kala itu, ICMI mampu membangun lembaga ekonomi yaitu Bank Muamalat Indonesia dan Baitul Mal wa Tamwil. Hadirnya lembaga eknomi tersebut, mampu membawa masyarakat pulih dari krisis moneter saat itu. Pada masa kepemimpinan BJ Habibie, ICMI berada pada masa keemasan. Selain ditunjang dengan tokoh-tokoh yang berhimpun di ICMI, anggota-anggota organisasi yang berada di bawah kepemimpinan Habibie ini, mampu menempati kursi-kursi birokrasi. Maka dari itu, penelitian ini secara spesifik akan membahas pola gerakan ICMI pada masa kepemimpinan Habibie.
MASJID PERAHU, JAKARTA SELATAN: KEUNIKAN MASJID PERAHU DAN WISATA RELIGI (1998-2010) Khasanah, Alfiyyah Nur; Sulasman, Sulasman; Lestari, Fathia
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v2i2.27

Abstract

This paper contains history and also religious tour of the great mosque of Al-Munada Darussalam Baiturrahman in South Jakarta. In the Chronicles of the great mosque of Al-Munada Darussalam Baiturrahman stood in 1963 that was erected by KH. Qosim Abdurrahman Mashum and KH. Amen Abdurrahman. In the study the method of writing history goes through the four stages of heuristics, criticism, interpretation and histroriography. The great mosque of Al-Munada Darussalam Baiturrahman is also commonly known as the boat mosque, so it is said that makes the boat mosque a religious tour.