Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENERAPAN THREE ACT STRUCTURE PADA PENCIPTAAN SKENARIO KEMBALI KE TITIK NOL Muhammad Farhan Aulia; Suisno, Edy; Fitri, Dynia
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.269

Abstract

Pertanggung jawaban dari skenario film Kembali ke Titik Nol bertujuan untuk menyampaikan kepada para pembaca skenario tentang kesejahteraan gaji guru honorer yang sangat memprihatinkan. Sehingga para pembaca dapat memahami seberapa memprihatinkan nasib guru honorer di Indonesia. Skenario Kembali ke Titik Nol bercerita tentang perjuangan seorang guru honorer yang memiliki keinginan untuk membeli rumah KPR subsidi karena diusir oleh juragan yang punya kontrakan akan tetapi memiliki kesulitan untuk membayar DP rumah dalam waktu singkat tersebut yang membuatnya terpaksa harus menjadi kurir ganja. Tujuan terciptanya karya ini untuk menciptakan skenario dengan membagi cerita dalam tiga pembabakan, sehingga membuat cerita tidak berbelit-belit. Penciptaan skenario Kembali ke Titik Nol untuk menerapkan teori Three Act Structure yang dimana berfungsi membagi cerita dalam tiga pembabakan Set-up, Konfrontasi, Resolusi yang berfungsi agar membuat alur cerita tidak berbelit-belit dengan mengangkat tema kesejahteraan gaji guru honorer, menghasilkan skenario yang menarik untuk diproduksi.
MINUMAN TRADISIONAL TUAK DALAM PENCIPTAAN FILM DOKUMENTER EXPOSITORY TUAK Septian, Farell; Sasongko, Hery; Suisno, Edy
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.270

Abstract

Film tuak merupakan film dokumenter berdurasi 15 menit yangmenceritakan seputar minuman tuak, dari segi pembuatan, kandungan hinggahukum yang mengatur tentang minuman tuak itu sendiri.Penulis yang juga sebagaifilmmaker membuat film dokumenter dengan pendekatan exspository, dan jugavoice over sebagai penutur cerita agar informasi dapat dipahami dengan mudah olehpenonton. Film dokumenter ini memakai teori Bill Nichols sebagai pendukungdalam karya film dokumenter ini .Film ini bertujuan untuk jadi pemahaman tentangminuman tradisional tuak,baik itu darisisi manfaat dan negatifnya.Film dokumenterini jadi media edukasi pemahaman tentang konsumsi minuman tuak,dan jugakeputusan untuk mengkomsumsinya adalah keputusan pribadi.
VISUALISASI PENGARUH NARKOBA DENGAN PENERAPAN SUBJECTIVE SHOT PADA FILM FIKSI DEEPA Dwianto, Robby; Suisno, Edy
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.320

Abstract

Film merupakan media komunikasi visual yang efektif dalam menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat. Skripsi ini membahas penciptaan film fiksi Deepa sebagai bentuk visualisasi pengaruh narkoba dengan menerapkan teknik pengambilan gambar subjective shot. Konsep subjective shot dipilih untuk membangun kedekatan emosional antara karakter dan penonton, di mana kamera bertindak sebagai mata subjek untuk memperlihatkan sensasi dan pengalaman karakter secara langsung. Dalam proses produksi, pengkarya menggunakan kombinasi camera movement, handheld, camera shaking, serta variasi angle seperti eye level, low angle, dan dutch angle guna memperkuat nuansa halusinasi dan ketidakstabilan akibat pengaruh narkoba. Film Deepa menceritakan perjuangan seorang pecandu narkoba yang ingin berhenti, namun justru menyeret temannya ke dalam kecanduan yang berujung pada tragedi. Hasil akhir menunjukkan bahwa penggunaan subjective shot berhasil menciptakan pengalaman visual yang intens dan mampu menyampaikan efek destruktif narkoba secara emosional kepada penonton. Karya ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penciptaan film bertema sosial dengan pendekatan visual yang imersif dan edukatif.
Tinjauan Kritis Perwujudan Mise en Scene dalam Film Budi Pekerti Sutradara Wregas Bhanuteja Suisno, Edy; Wenhendri, Wenhendri
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v3i01.35295

Abstract

Tinjauan kritis terhadap aspek mise en scene dalam film Budi Pekerti arahan sutradara Wregas Bhanuteja merupakan uraian yang berisi kritik terhadap aspek-aspek di luar aspek sinematografis, yang meliputi aspek seni peran atau akting, pengemasan tata artistik dan unsur pencahyaan. Telaah kritis tersebut dinilai berdasarkan resepsi dan interpretasi penulis yang dikaitkan dengan beberapa teori mise en scene, yang berisi batasan dan indikasi-indikasi tentang bagaimana aspek mise en scene diwujudkan secara maksimal dalam sebuah film. Tulisan ini diawali dengan kajian tentang pentingnya optimalisasi mise en scene dalam film sekaligus menelaah relasi antara mise en scene dalam sebuah kreativitas pembuatan film. Kajian tersebut ditindaklanjuti dengan pemaparan seputar cerita dan konflik yang ditegaskan dalam film dari scene awal hingga scene yang terakhir. Pada akhirnya, tulisan ini mengurai secara kritis atas tampilan unsur-unsur mise en scene secara keseluruhan, yang meliputi seni peran dan pangadeganan, tata artistik dan tata lampu.
Penokohan dalam Lakon Maut dan Sang Dara Wenhendri, Wenhendri; Suisno, Edy
Creativity And Research Theatre Journal Vol 7, No 1 (2025): Creativity And Research Theatre Journal (CARTJ)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cartj.v7i1.5808

Abstract

This research “Characterization of Characters in Ariel Dorfman’s Maut dan Sang Dara (Death and Maiden; trans. Mimi Notokusumo) is a study of characters in the play by emphasizing the reading and reflection on the speech and actions of each character. This study is also to see the uniqueness of each character especially in determining the existence of main character and its relation with another characters. Opposing or supporting relationship of each characters is described in relation to the main conflict of the play. The research begins with a ‘three-dimensional reading’ by examining their identities physically, psychologically, and sociologically. This step is followed up by exploring the various emotions, thoughts, and actions of the main characters as a result of the emotions, thoughts, and actions of the other characters. Ultimately, the reading of characters in Maut dan Sang Dara sees and finds differences in each character which then sharpens and deepens the conflict in the story. Maut dan Sang Dara, Ariel Dorfman, Characterization, and Relation of character.
PENERAPAN MODEL HERO’S JOURNEY UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER TOKOH UTAMA PADA SKENARIO FIKSI FANTASI BUMINTARA zuhran, alifra; Suisno, Edy; Eriswan, Eriswan
Cinelook: Journal of Film, Television, and New Media Vol 3, No 1 (2025): Cinelook: Journal of Film, Television, and New Media (Juanuary-June 2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cl.v3i1.3623

Abstract

Skenario fiksi fantasi Bumintara merupakan skenario yang dilatarbelakangi oleh isu perpecahan yang dapat diakibatkan dari keberagaman yang ada di Indonesia, sehingga menyadarkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika  yang artinya “Berbeda-beda Tetap Satu Jua”. Keresahan ini menjadi sumber ide cerita yang kemudian dikemas menjadi cerita fantasi petualangan dalam skenario Bumintara. Penciptaan skenario Bumintara memiliki tujuan untuk memperlihatkan dampak buruk perpecahan yang dapat diatasi dengan sikap saling tolong menolong dan bekerja sama hingga mencapai persatuan dan kesatuan. Skenario ini diharapkan dapat menjadi sarana hiburan yang edukatif dan juga menarik untuk berbagai kalangan usia.Penuturan cerita skenario Bumintara menggunakan model hero’s journey oleh Christopher Vogler yang memiliki 12 tahapan cerita. Melalui model hero’s journey penulis dapat mengembangkan karakter tokoh utama berkat tahapan yang telah dibagi oleh Vogler. Model hero’s journey ini mempermudah penulis dalam proses penulisan skenario, sebab terdapat panduan lengkap untuk merangkai peristiwa dan konflik pada setiap tahapannya. Konflik sangat berpengaruh besar dalam perkembangan tokoh utama, karena tanpa adanya konflik tokoh utama tidak akan mengalami perkembangan.   
KOSTUM TOKOH KIRAN UNTUK MEMPERKUAT KESAN PERUBAHAN PSIKOLOGIS PADA FILM TUHAN, IZINKAN AKU BERDOSA KARYA HANUNG BRAMANTYO Yanti, Enjelly Pebri; Suisno, Edy
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.468

Abstract

Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa adalah film bergenre drama religi yang menceritakan kisah seorang mahasiswi yang taat agama, namun mengalami kekecewaan dan pengkhianatan di lingkungan keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kostum tokoh Kiran dan perannya dalam memperkuat perubahan psikologis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui telaah dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kostum yang dikenakan Kiran menjadi elemen mise en scene yang paling dominan dalam menegaskan dan menggambarkan perubahan psikologis yang dialami. Dalam film ini terdapat 20 scene yang menunjukkan pergeseran kostum yang dikenakan oleh Kiran.