Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi analytic hierarchy process dalam penentuan bobot key performance indicators pada pembangkit listrik turbin uap Akbar Anggriawan; Anita Susilawati; Dodi Sofyan Arief; Nazaruddin
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/6yw8w905

Abstract

Optimalisasi Key Performance Indicators (KPI) pada pembangkit listrik turbin uap sangat penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam industry pengolahan kelapa sawit. Penelitian ini menerapkan metode Analytic Hieararchy Process (AHP) untuk menentukan bobot relative setiap KPI, sehingga memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data untuk peningkatan kinerja. Empat KPI krusial dievaluasi melalui perbandingan berpasangan berdasarkan keahlian para pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa power output (47,16%) merupakan KPI paling signifikan, diikuti oleh availability factor (38,58%), steam consumption (9,69%), dan capacity factor (4,58%). Nilai consistency ratio (CR) dari seluruh penilaian pakar berada di bawah 0,10, yang menunjukan bahwa hasil AHP tersebut dapat diandalkan.
Implementation of the Analytic Hierarchy Process (AHP) to Determine Key Performance Indicator (KPI) Weights for Steam Turbine Power Plant Using Python Akbar Anggriawan; Nazaruddin Nazaruddin; Anita Susilawati
Journal of Ocean, Mechanical and Aerospace -science and engineering- Vol 70 No 1 (2026): Journal of Ocean, Mechanical and Aerospace -science and engineering- (JOMAse)
Publisher : International Society of Ocean, Mechanical and Aerospace -scientists and engineers- (ISOMAse)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36842/jomase.v70i1.582

Abstract

The optimization of Key Performance Indicators (KPIs) in steam turbine power plants is crucial for enhancing operational efficiency in the palm oil processing industry. This study applies the Analytic Hierarchy Process (AHP) to determine the relative weights of KPIs, thereby supporting data-driven decision making for performance improvement. Four critical KPIs were evaluated through pairwise comparisons expertise. A Python based computational model was developed to automate AHP calculations, ensuring accuracy and efficiency in deriving priority weights. This study reveals power output (47.16%) is the most significant KPI, followed by availability factor (38.58%), steam consumption (9.69%), and capacity factor (4.58%). The consistency ratio (CR) for all expert judgments was below 0.10, validating the reliability of the AHP outcomes. This research demonstrates that integrating AHP with Python programming provides a robust framework for KPI prioritization. The findings offer practical insights for industry stakeholders to optimize steam turbine performance and reduce operational inefficiencies.
ANALISIS DATA DOMAIN WAKTU DAN WAVELET TRANSFORM PIPA YANG MENGALAMI SUMBATAN DAN KEBOCORAN Willy Hartino Siregar; Feblil Huda; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini disusun metode untuk mendeteksi kerusakan pada pipa menggunakan sinyal suara. Pendeteksian kerusakan pada pipa dilakukan dengan menggunakan sinyal suara dan empat mikrofon. Metode sinyal suara merupakan smart structural health monitoring yang dapat mendeteksi kerusakan dengan biaya yang lebih murah. Eksitasi suara diberikan dengan menggunakan loudspeaker dan respon sinyal suara dicuplik menggunakan empat mikrofon yang dihubungkan dengan PC-Oscilloscope yang berfungsi untuk mengkonversi sinyal analog hasil rekaman suara menjadi sinyal digital berupa nilai domain waktu dan kemudian menggunakan Continous Wavelet Transform (CWT) untuk menentukan letak kerusakan yang terjadi pada selubung pipa. Untuk mendeteksi letak kerusakan pipa di berbagai posisi kerusakan dapat dicari dengan membandingkan wavelet coefficient dari keempat mikrofon. Kerusakan yang diberikan berupa sumbat dan bocor dengan jarak dan posisi polar yang berbeda-beda. Dari hasil eksperimen diperoleh dengan kondisi kebocoran pada jarak 0,7 meter dengan arah 90°, wavelet coefficient tertinggi terjadi pada mikrofon 2 sebesar 0,02534 dan kebocoran pada jarak 1,2 meter dengan arah 90°, wavelet coefficient tertinggi terjadi pada mikrofon 2 sebesar 0,05038 sesuai dengan letak kerusakan yang terjadi pada sudut 90° dan untuk sumbatan pada jarak 1 meter, wavelet coefficient tertinggi terjadi pada mikrofon 4 sebesar 0,2001 serta sumbatan pada jarak 1,4 meter, wavelet coefficient tertinggi terjadi pada mikrofon 4 sebesar 0,176 sesuai dengan bentuk sumbatan yang diberikan berada dasar pipa.