Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Rekayasa Sipil

Kajian Program Aksi Keselamatan Transportasi Jalan: Kasus Zona Selamat Sekolah (ZOSS) dan Potensi Penerapan Lajur Sepeda Motor di Kota Malang Dalono, Dalono; Sulistio, Harnen; P, Imam Nurhadi
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.733 KB)

Abstract

Masalah keselamatan lalu-lintas merupakan bahasan menarik ditinjau dari sisi kemanusiaan maupun ekonomi. Milyaran rupiah telah dibelanjakan akibat kecelakaan lalu-lintas. Jenis kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas sebagian besar adalah sepeda motor diikuti mobil penumpang, kendaraan barang dan bus . Jumlah kecelakaan dari sisi jenjang pendidikan adalah tingkat Sekolah Menengah Atas, diikuti tingkat Sekolah Menengah Pertama tingkat Sekolah Dasar dan Perguruan Tinggi. Untuk mereduksi peningkatan jumlah maupun resiko kecelakaan tersebut di atas dilakukan strategi dan program aksi keselamatan transportasi jalan, diantara program aksinya dengan program Zona Selamat Sekolah (ZoSS) dan program penerapan lajur sepeda motor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adanya penerapan ZoSS di Kota Malang terhadap perilaku pengguna jalan dan keselamatan anak-anak sekolah serta untuk mengetahui potensi penerapan lajur sepeda motor di ruas jalan utama Kota Malang.Metode yang digunakan dalam penelitian penerapan ZoSS adalah metode analisis diskriptif, evaluatif dan uji statistik sederhana untuk mengetahui kondisi perilaku penyeberang, perilaku pengendara, kecepatan kendaraan, pemahaman pemakai jalan terhadap ZoSS. Sedangkan untuk penerepan potensi lajur sepeda motor analisis diskriptif evaluative untuk mengetahui kondisi geometrik ruas jalan, karakteristik lalu lintas, dan sekenario lajur sepeda motor.Dari hasil anailisis penerapan ZoSS ditemukan penerapan ZoSS ”kurang efektif”,terjadi penurunan perilaku Penyeberang jalan dan Pengendara kendaraan serta perbaikan penurunan kecepatan kendaraan sesaat di lokasi ZoSS dibandingkan evaluasi sebelumnya oleh Dinas perhubungan Kota Malang. Hal ini didukung hasil wawancara terhadap Penyeberang dan Pengendara kendaraan kurang pemahamannya terhadap ZoSS. Tetapi ZoSS sebagai tempat menyeberang dan sarana akses yang mudah ke lokasi sekolah serta Pengendara tidak merasa terganggu dengan keberadaan ZoSS.Untuk potensi penerapan lajur sepeda motor ditemukan kota Malang berpotensi diterapkan lajur sepeda motor pada ruas jalan Arteri dan kolektor dengan rincian lajur khusus sepeda motor pada ruas jalan Jenderal Basuki Rahmat, Letjend. S Parman dan Maijend. Sungkono. Sedangkan lajur non khusus ( lajur bersama dengan angkutan Kota/Mikrolet) pada ruas jalan Panji Suroso, Kyai Ageng Gribig, Madyo Puro, Majend. Sungkono dan Urip Somoarjo. 
Kajian Kinerja Operasional Dan Pelayanan Angkutan Karyawan Di Kawasan Industri Jababeka I Cikarang Pratama, Panji Pasa; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Rekayasa Sipil Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.047 KB)

Abstract

Kabupaten Bekasi memiliki salah satu kawasan industri yang terbesar di Indonesia yaitu Kawasan Industri Jababeka Cikarang yang telah memberikan fasilitas angkutan karyawan bagi tenaga kerjanya. Namun kenyataannya angkutan karyawan yang ada belum bisa mengakomodir seluruh karyawan yang ada di kawasan industri tersebut khususnya Kawasan Industri Jababeka I Cikarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting kinerja operasional dan pelayanan angkutan karyawan, mengetahui tingkat kepuasan dan kepentingan menurut persepsi pengguna jasa, serta membuat rekomendasi guna peningkatan pelayanan angkutan karyawan di kawasan industri Jababeka I Cikarang. Kajian ini menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan model regresi linier berganda. Hasil penelitian ini yaitu ada 2 jalan utama yang dilalui angkutan karyawan yaitu jalan tol dan jalan biasa,ada 9 rute dengan jumlah armada sebanyak 120 yang melayani 14 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka I Cikarang. Dari hasil analisis dengan metode Importance Performance Analysis terdapat 10 variabel sebagai prioritas utama perbaikan (Kuadran I). Kemudian dianalisis dengan regresi linier hasilnya hanya ada 7 variabel yang berpengaruh terhadap kinerja pelayanan angkutan karyawan dengan R 2 = 0,934 dan persamaan regresi linier berganda : Y = 2,034 + 1,621X2 + 1,039X4 + 1,311X5 + 0,829 X6 + 1,046X7 + 1,877X8 + 1,619X10. Dapat ditarik kesimpulan bahwa 3 variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja pelayanan angkutan karyawan yaitu yang pertama variabel X8 (Fasilitas Kebersihan( Tong Sampah)), yang kedua variabel X2 (Keterampilan Mengemudikan Kendaraan), dan yang ketiga variabel X10 (Umur Kendaraan). 
Karakteristik Pengemudi dan Model Peluang Terjadinya Kecelakaan Bus Antar Kota Antar Propinsi Nugroho, Lukito Adi; Sulistio, Harnen; Indriastuti, Amelia Kusuma
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.756 KB)

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah yang umum terjadi dalam penyelenggaraan sistem transportasi di banyak negara. Pada negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia, kecelakaan lalu lintas ini cenderung mengalami peningkatan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengemudi bus AKAP ditinjau dari karakteristik sosio ekonomi dan pergerakan, besarnya tingkat pengetahuan/pemahaman pengemudi terhadap aspek keselamatan yang ada pada peraturan lalu lintas, mengetahui implementasi/perilaku pengemudi terhadap peraturan lalu lintas pada lokasi rawan kecelakaan, membuat model peluang terjadinya kecelakaan terhadap pengemudi bus Antar Kota Antar Propinsi, dan membuat rekomendasi program aksi peningkatan keselamatan angkutan penumpang umum bus AKAP. Pada hasil analisa deskriptif dapat diketahui bahwa seluruh pengemudi bus AKAP adalah seorang laki-laki/pria dengan mayoritas usia 41-50 tahun. Mayoritas pengemudi bus AKAP memiliki tingkat pendidikan akhir setara SMU/MA, dengan penghasilan rata-rata Rp. 1.000.000,00 – Rp. 2.000.000,00. Hasil analisa juga memperlihatkan bahwa hampir seluruh responden kurang memahami aspek keselamatan yang ada pada kendaraan maupun aspek keselamatan yang ada pada peraturan lalu lintas yang ada. Model peluang terjadinya kecelakaan lalu lintas yang telah dibentuk dipengaruhi oleh tingkat pendidikan pengemudi bus AKAP dan pengetahuan pengemudi bus AKAP terhadap aspek keselamatan yang ada pada kendaraan. 
Kajian Kinerja Pelayanan Terminal Kargo Domestik Di Bandar Udara Juanda Surabaya Prasetyo, Agus; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Rekayasa Sipil Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.496 KB)

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pelayanan di Terminal Kargo, membuat model hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan Terminal Kargo, memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja pelayanan Terminal Kargo di Bandara Juanda Surabaya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah Importance-Performance Analysis (IPA), Quality Function Deployment (QFD) dan Analisis Regresi Linier Berganda. Responden berasal dari Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU) dan dari Regulated Agent (RA). Dari analisis IPA diketahui tingkat kinerja pelayanan yang masih perlu ditingkatkan adalah jumlah karyawan sebanding dengan kargo yang ditangani, kompensasi kerusakan barang atau hilang, antrian pelayanan yang teratur, kemudahan dalam penelusuran kargo, area lahan parkir dan sirkulasi kendaraan. Hasil analisis QFD menghasilkan prioritas penanganan yang harus dilakukan yaitu: penambahan SDM , pengaturan pergerakan karyawan, percepatan administrasi penggantian, pembuatan sistem antrian, pembuatan sistem penelusuran kargo, jaminan keamanan parkir. Berdasarkan analisis regresi linier berganda, diperoleh model yang mempengaruhi tingkat kinerja pelayanan Terminal Kargo Domestik, model tersebut adalah Y = 35,51 + 2,45X1 + 2,56X3 + 3,9X4 + 2,08X5 dimana X1 adalah jumlah karyawan sebanding dengan kargo yang ditangani, X3 adalah antrian pelayanan yang teratur, X4 adalah Kemudahan dalam penelusuran kargo dan X5 adalah Area lahan parkir dan sirkulasi kendaraan. Dari hasil pemodelan tersebut maka didapatkan nilai kinerja pelayanan terminal kargo sebesar 65,21. Ini dapat diartikan bahwa pelanggan cukup puas dengan pelayanan Terminal Kargo Domestik Bandara Juanda Surabaya 
Strategi Pengembangan Transportasi Antar Wilayah di Propinsi Papua Barat Oktaviana, Maria Goretti; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.314 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik transportasi antar wilayah dan Indeks AksesibilitasWilayah yang akan digunakan untuk menyusun strategi pengembangan transportasi antar wilayah di PropinsiPapua Barat. Metode yang digunakan adalah Analisa Deskriptif, IRAP dan Analisis SWOT, IFAS-EFAS.Hasil penelitian memperlihatkan karakteristik transportasi antar wilayah di Papua Barat untuk : karakteristikperjalanan, maksud perjalanan 45% karena pekerjaan; waktu perjalanan rata-rata transportasi udara 55menit-1,5 jam, transportasi laut 6,5-19,5 jam, transportasi darat 3,5-9,5 jam; jarak perjalanan antar wilayahterpendek 24 km-terjauh 616 km. Untuk karakteristik pelaku perjalanan, pemilihan moda, transportasi udarabanyak dipilih untuk perjalanan pekerjaan, transportasi laut perjalanan perdagangan, transportasi daratperjalanan sosial; alasan pemilihan moda transportasi udara karena cepat, transportasi laut dan darat karenabertarif murah. Sedangkan untuk karakteristik fasilitas transportasi, waktu tunggu transportasi udara 30menit-1 jam, transportasi laut 3-5 jam, transportasi darat 1-2 jam; waktu untuk akses ke moda transportasiutama lain 10-24 jam. Indeks Aksesibilitas wilayah, terdapat kesenjangan aksesibilitas antar wilayah diPapua Barat yang cukup besar karena adanya perbedaan nilai IA yang relatif tinggi, semakin tinggi nilai IA(Indeks Aksesibilitas) menunjukkan semakin buruknya aksesibilitas suatu wilayah. Nilai IA tertinggi terdapatpada Kabupaten Raja Ampat, nilai IA terendah terdapat pada Kota Sorong; indeks aksesibilitas sektortertinggi adalah sektor Mobilitas/Transportasi yang berperan penting dalam peningkatan aksesibilitaswilayah, sedangkan nilai IA terendah adalah sektor Kesehatan dikarenakan kurangnya tingkat kesadaranmasyarakat akan kesehatan; Indeks Aksesibilitas sub sektor tertinggi adalah transportasi umum-moda udara.Sementara dari hasil analisis SWOT, IFAS-EFAS prioritas strategi pengembangan yang direkomendasikanantara lain adalah Perencanaan transportasi antar wilayah secara terpadu, terintegrasi yang disesuaikandengan karakteristik wilayah.Â