Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Indeks Massa Tubuh dan Profil Sindroma Metabolik Masyarakat Usia Produktif di Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) Kabupaten Banyumas Yovita Puri Subardjo; Friska Citra Agustia; Gumintang Ratna Ramadhan; Dika Betaditya; Afina Rahma Sulistyaning; Widya Ayu Kurnia Putri
JURNAL NUTRISIA Vol 20 No 1 (2018): Vol 20 No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.121 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v20i1.110

Abstract

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan kaitan IMT dengan profil sindroma metabolik sebagai prediktor penyakit tidak menular pada masyarakat usia produktif Posbindu Kabupaten Banyumas. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian potong lintang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2017 dengan mengambil data variabel bebas yaitu Indeks Massa Tubuh (IMT) dan variabel tergantung yaitu profil sindroma metabolik yaitu HDL, lingkar perut, tekanan darah, gula darah, dan trigliserida. Sejumlah 107 subjek berusia 15-64 tahun dari 2 Posbindu PTM di Banyumas dikaji data demografis, Indeks Massa Tubuh (IMT) dan hubungannya dengan profil sindroma metabolik dengan analisis korelasi Pearson. Hasil : IMT berhubungan dengan beberapa profil sindroma metabolik yaitu berhubungan negatif dengan HDL (P=0,006) dan berhubungan positif dengan trigliserida (P=0,016), tekanan darah diastolik (P=0,002), dan lingkar perut (P=0,000); namun tidak ditemukan hubungan signifikan antara IMT dengan gula darah puasa (P=0,968) dan tekanan darah sistolik (P=0,064). IMT memiliki hubungan dengan beberapa profil sindroma metabolik (HDL, trigliserida, tekanan darah diastolik dan lingkar perut). Kesimpulan : Posbindu dapat menggunakan IMT sebagai parameter untuk meningkatkan kewaspadaan pesertanya terhadap risiko penyakit tidak menular seperti Penyakit Jantung Koroner dan Stroke.
DETERMINANT FACTORS OF STUNTING AMONG CHILDREN AGED 6-24 MONTHS IN THE WORKING AREA OF SUMPIUH I COMMUNITY HEALTH CENTER Ibnu Zaki; Nadhifia Rahardiani Puspita; Afina Rachma Sulistyaning
GEMA KESEHATAN Vol. 14 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a linear growth disorder due to chronic malnutrition. Various factors influence the incidence of stunting, such as birth weight, birth length, history of maternal weight gain during pregnancy, and history of exclusive breastfeeding. However, study reports show inconsistent results. Therefore this study aims to determine the factors associated with stunting in children aged 6-24 months in the Work Area of the Sumpiuh I Health Center. Factors influencing the incidence of stunting are the history of birth weight, birth length, history of an increase in maternal weight during pregnancy, and history of exclusive breastfeeding. The study used a case-control design with a purposive sampling method. Using a sample of children aged 6-24 months, as many as 64 children. Data collection was obtained from KIA books, interviews, and anthropometric measurements. Data were analyzed using the chi-square test with a significance level (p=0.1). The results showed that there was a significant relationship between birth weight (p=0.083; 90%), birth length (p=0.046; 90%), history of maternal weight during pregnancy (p=0.024; 90%), and history of exclusive breastfeeding ( p = 0.035; 90%) with stunting. Keywords: Birth length, Birth weight, Exclusive breastfeeding, Maternal weight, Stunting
KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA, KERAGAMAN PANGAN, ASUPAN MAKAN, DAN PENYAKIT INFEKSI SEBAGAI FAKTOR RISIKO GIZI KURANG PADA BALITA DI MASA PANDEMI COVID-19 Hesti Permata Sari; Afina Rachma Sulistyaning; Farida Farida
GIZI INDONESIA Vol 46 No 2 (2023): September 2023
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v46i2.823

Abstract

WHO has declared the COVID-19 pandemic a worldwide emergency, and has implications for Indonesia’s economy. This situation affects household food security, energy and protein intake, food diversity, and infectious diseases in children under five, and leads to a decrease in their nutritional status. This study aims to examine the risk factors that cause malnutrition in children under five during the COVID-19 pandemic in Karanglewas Village, Jatilawang, Banyumas. This study uses a case-control design. Total sampling was used to identify the sample of 66 children aged 1 to 5 years in Karanglewas Village, Jatilawang, Banyumas as a locus stunting. Case and control groups were matched 1:1 by age and address. Data were collected using an HFSSM, DDS, and a 24-hour Recall questionnaire. Data analysis using Chi-square Test (X2). The results show that household food security (p=0.047; OR=2.833; 95%CI 1.015-7.906) and energy intake (p=0.025; OR=3.320; 95%CI 1.163-9.477) were associated with the nutritional status of children under-five. While protein intake (p=0.196), food diversity (p=0.255), and infectious disease history (p=1.000) were not associated with the nutritional status of children under-five. Household food security and energy intake are risk factors associated with undernutrition among children under-five during the COVID-19 pandemic.ABSTRAKPandemi Corona Virus Disease (COVID-19) telah ditetapkan oleh WHO sebagai kedaruratan global berdampak pada perekonomian Indonesia. Keadaan ini berpengaruh terhadap ketersediaan pangan rumah tangga (household food security), kecukupan asupan energi dan protein, keragaman pangan serta penyakit infeksi pada balita serta akan mengakibatkan penurunan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor risiko penyebab kejadian gizi kurang pada balita masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain case control. Sampel berjumlah 66 balita berusia 1-5 tahun di Desa Karanglewas, Jatilawang, Banyumas yang merupakan desa lokus stunting, ditentukan menggunakan total sampling. Perbandingan kelompok kasus dan kontrol 1:1 dengan matching usia dan tempat tinggal. Pengambilan data menggunakan kuesioner HFSSM, DDS dan formulir Recall 24 jam. Analisis data menggunakan Kai Kuadrat (X2). Hasil analisis menunjukkan bahwa ketahanan pangan rumah tangga (p=0,047; OR=2,833; 95%CI 1,015-7,906) dan kecukupan asupan energi (p=0,025; OR=3,320; 95%CI 1,163-9,477) berhubungan signifikan dengan status gizi balita, sedangkan kecukupan asupan protein (p=0,196), keragaman pangan (p=0,255) dan riwayat penyakit infeksi (p=1,000) tidak berhubungan dengan status gizi balita. Ketahanan pangan rumah tangga dan kecukupan asupan energi merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita di masa pandemi COVID-19.Kata kunci: balita, gizi kurang, COVID-19, ketahanan pangan rumah tangga, kecukupan asupan energi
Efficacy of edamame vs. almond consumption on total cholesterol in reproductive-age women Afina Rachma Sulistyaning; Hesti Permata Sari; Farida Farida; Ellin Evitha Sari; Nona Ariesya Rahma
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 9, No 1 (2024): March
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v9i1.1465

Abstract

Hypercholesterolemia in adults over 18 years of age poses a significant health risk. Reproductive-age women are susceptible to this condition owing to unhealthy dietary habits, notably consumption of fast food. This study aimed to investigate the potential of edamame and almonds to lower blood cholesterol levels. This study employed a pre-test post-test group design following a 6-week intervention. Twenty-eight participants were recruited through consecutive sampling conducted in Purwokerto between March and August of 2022. Statistical analyses were performed using independent and paired t-tests. Results indicated no significant difference in the effectiveness of edamame and almonds in reducing total cholesterol levels among reproductive-age women (p= 0,534). After consumption of 48,8 g/d edamame for 6 weeks, a substantial decrease in total cholesterol levels was observed (p= 0,004), with a mean reduction of 17,79 ± 19,11 mg/dL. Conversely, the intervention with 42,5 g/d of almonds for 6 weeks did not significantly change total cholesterol levels (p= 0,193), yielding a mean reduction of 11,57 ± 31,51 mg/dL. In conclusion, the consumption of edamame for six weeks is effective in lowering total cholesterol levels among women of reproductive age.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Melalui Penyuluhan Gizi Dengan Metode Stimulan Zaki, Ibnu; sari, hesti permata; sulistyaning, afina rachma; putri, widya ayu kurnia; farida, farida
Jurnal of Community Health Development Vol 2 No 1 (2021): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari 2021
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.674 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2021.2.1.3339

Abstract

Angka terkonfirmasi infeksi Sars CoV-2 di Indonesia semakin meningkat. Hal ini disebakan adanya stigma dan sikap abai terhadap infeksi Sars CoV-2. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rawan infeksi Sars CoV-2. Pemenuhan kebutuhan gizi menjaid hal utama dalam pencegahan infeksi Sars CoV-2. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Ibu hamil terkait infeksi Sars CoV-2 dan upaya pemenuhan kebutuhan gizi sebagai peningkat kapasitas sistem imun tubuh. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan disertai simulasi. Analisis data menggunakan uji Paired T-test. Hasil pelatihan menunjukan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan Ibu Hamil dari 29.67±8.5 menjadi 69.33±13.1. penyuluhan gizi dengan stimulasi meningkatkan pengetahuan ibu hamil
PELATIHAN CALON KADER POSYANDU REMAJA DI DESA KARANGSALAM KIDUL KEDUNGBANTENG BANYUMAS Sari, Hesti Permata; Sulistyaning, Afina Rachma; Farida, Farida
Jurnal of Community Health Development Vol 4 No 1 (2023): Vol 4 No 1 (2023): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.271 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2023.4.1.7941

Abstract

Adolescence is the second period of growth and development after toddlerhood. Teenagers are faced with nutritional problems that prevent them from optimally reaching their potential. Prevention can be done by early detection of nutritional problems by peers through Youth Posyandu. This activity aims to increase knowledge and attitudes related to nutrition and skills in measuring nutritional status in prospective Youth Posyandu cadres in Karangsalam Kidul, Kedungbanteng, Banyumas using nutrition education methods and training in measuring nutritional status. Data analysis used the dependent t-test. The result is an increase in the knowledge, attitudes, and skills of prospective Youth Posyandu cadres. This education and training are expected to create Youth Posyandu cadres who care about adolescent nutrition.
Perbedaan Jenis Transportasi ke Sekolah, Aktivitas Fisik Dan Status Gizi Pada Anak Sekolah Dasar Di Perdesaan Dan Perkotaan Kabupaten Banyumas Lalita, Auralia Nabillah; Khoiriani, Izzati Nur; Rahmah, Hiya Alfi; Prasetyo, Teguh Jati; Sulistyaning, Afina Rachma; Wicaksari, Sifa Aulia
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i2.63143

Abstract

: Letak geografi yang berbeda dapat menyebabkan aksesibilitas dan gaya hidup penduduk di wilayah perdesaan maupun perkotaan menjadi berbeda. Hal tersebut dapat berdampak pada pemilihan jenis transportasi pada anak sekolah sehingga dapat mempengaruhi pada keteraturan aktivitas fisik hingga ke status gizi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jenis transportasi ke sekolah, aktivitas fisik dan status gizi pada anak sekolah dasar di wilayah perdesaan dan perkotaan Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain studi cross sectional pada 387 anak sekolah dasar kelas 4-6 di perdesaan dan perkotaan Kabupaten Banyumas, pengambilan sampel menggunakan teknik cluster dan proposional sampling. Pengambilan data penelitian ini dilakukan secara langsung ke sekolah dasar menggunakan instrument kuesioner CPAQ untuk aktivitas fisik. Usia dan data antropometri berat badan serta tinggi badan juga diambil untuk penentuan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menujukkan terdapat perbedaan signifikan pada jenis transportasi ke sekolah (p= 0,000) dan status gizi (p=0,000), namun tidak ada perbedaan signifikan pada aktivitas fisik anak sekolah dasar perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas (p=0,306). Kesimpulan terdapat perbedaan pada jenis transportsi ke sekolah dan status gizi serta tidak terdapat perbedaan aktivitas fisik anak sekolah dasar di perdesaan dan perkotaan Kabupaten Banyumas Kata kunci: Aktivitas Fisik, Anak sekolah dasar, Jenis Transportasi, Perdesaan dan           Perkotaan, Status Gizi
Edukasi Gizi Demo Porsi dan Jajanan Sehat kepada Pengelola, Wali Santri dan Santri TPQ Roudlotul Munnawwaroh Banyumas Khoiriani, Izzati Nur; Prasetyo, Teguh Jati; Sulistyaning, Afina Rachma; Wicaksari, Sifa Aulia; Nafisah, Lu'lu
Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Agustus
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jpgkm.v2i1.78

Abstract

Literasi gizi disebutkan sebagai faktor kunci dalam pemilihan makanan sehat yang diikuti dengan pola makan sehat oleh anak-anak. TPA atau Taman Pendidikan Al-Quran dapat menjadi posisi yang strategis untuk dapat menjadi tempat pendidikan kesehatan terutama terkait pola hidup sehat sejak dini. TPQ Roudlotul Munawwaroh merupakan Taman Pendidikan Al-Quran yang juga peduli terhadap Pendidikan gizi dan Kesehatan para santri dan juga wali santrinya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peran TPQ untuk menjadi media edukasi gizi dan kesehatan bagi masyarakat pada umumnya dan santri beserta wali santri pada khususnya. Kegiatan ini dapat meningkatkan literasi gizi santri dan wali santri, serta meningkatkan efikasi diri pada pengajar TPQ untuk terus memberikan edukasi gizi dan kesehatan secara berkelanjutan kepada masyarakat melalui program Pendidikan di TPQ. Tahapan kegiatan yang dilakukan yaitu : 1. Penyusunan media dan topik edukasi, 2. FGD dengan Pengelola TPQ, 3. Edukasi Demo Porsi kepada Wali Santri, 4. Edukasi Demo Jajanan Sehat Buah kepada Santri. Kegiatan demo porsi dapat memberikan wawasan yang baru kepada para wali santri terkait besar porsi sesuai dengan gizi seimbang di keluarga. Kegiatan Demo Jajanan Sehat Buah dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para santri untuk mengonsumsi buah dan juga memberikan saran dan rekomendasi topik edukasi sehat bagi TPQ kepada pengelola, wali santri maupun para santri.
Hubungan Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji, Minuman Berpemanis, dan Asupan Serat dengan Kolesterol Darah pada Dewasa Muda: Associations of Fast-Food Consumption Patterns, Sugar-Sweetened Beverages, and Fibre Intake with Blood Cholesterol in Young Adult Sari, Hesti Permata; Sulistyaning, Afina Rachma; Wicaksari, Sifa Aulia; Putri, Windi Prisria; Widyaningtyas, Elok
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.312-317

Abstract

Background: Hypercholesterolemia, defined as cholesterol levels of 200 mg/dl or above, is often attributable to lifestyle shifts, including changes in dietary habits, particularly noticeable in young adults. Objectives: This study seeks to establish the relationship between patterns of fast food and sugar-sweetened beverage (SSB) consumption, dietary fiber intake, and blood cholesterol levels in young adults. Methods: An observational, cross-sectional study was conducted on 100 participants, selected through purposive sampling. The selection criteria included age between 18-25, non-smokers, no prior diagnosis of dyslipidemia or CHD, no family history of dyslipidemia, and not currently on a diet. The Food Frequency Questionnaire (FFQ) was used to gather data on fast food and SSB intake, dietary fiber intake was assessed through food records, and cholesterol levels were measured using the Easy Touch GCU tool. The chi-square likelihood test and Spearman rank were used to analyze the data. Results: The study revealed that 48% of participants had cholesterol levels of ≥200 mg/dl. Descriptive analysis showed that 46% of participants frequently consumed fast food, 53% frequently consumed SSBs, and all participants had a daily fiber intake of less than 25 g. Bivariate analysis revealed significant correlations between cholesterol levels and patterns of fast-food consumption (p-value=0.000), SSB intake (p-value=0.000), and dietary fiber intake (p-value=0.019), all with a negative directional correlation. Conclusions: Young adults with cholesterol levels of ≥200 mg/dl were predominantly those who frequently consumed fast food and SSBs, and had a low intake of dietary fiber.
Effect of Tele-Nutrition Counselling and Physical Activity on Nutrition Knowledge, Attitudes and Practices in Obese Adults Prasetyo, Teguh Jati; Pramesti , Aqilah Arum; Ramadhan, Gumintang Ratna; Surijati, Katri Andini; Listiandi, Arfin Deri; Sulistyaning, Afina Rachma; Khoiriani, Izzati Nur; Wicaksari, Sifa Aulia
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 3 (2025): July - September
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i3.995

Abstract

Background: Obesity is a condition of excessive body weight. Tele-nutrition counselling is a remote nutrition service as an effort to treat obesity. Physical activity can overcome obesity conditions due to the process of burning calories which causes weight loss. Objectives : The purpose of this study was to determine the effect of tele-nutrition counselling and physical activity on knowledge, attitudes, nutrition practices (KAP) in obese adults. Methods: This study used Quasy experimental with pre-post-test control group design. There was 56 obese adult respondents were divided into 2 groups that were given physical activity intervention, moreover the experimental group was given tele-nutrition counselling intervention. KAP scores were taken using a valid and reliable questionnaire. The intervention was conducted online. Data analysis used Wilcoxon and Independent t-test. Results: There was an effect of the intervention on knowledge (p=0.009), attitude (p=0.021), nutrition practices (p=0.000) of the experimental group. There was no effect on knowledge (p=0.477), attitude (p=0.935), but there was an effect on nutrition practices (p=0.003) in the control group. There was a difference in knowledge (p=0.023) but no difference in attitude (p=0.116) and nutrition practices (p=0.213) between the two groups. Conclusion: There was an effect of the intervention on nutrition practices in both groups. There was an effect of the intervention on knowledge, nutritional attitudes in the experimental group but not in the control group. There is a difference in the effect of the intervention on knowledge but there is no difference in the effect on attitudes and nutrition practices between the two groups. Keywords: adults; nutrition knowledge; obese; physical activity; tele-nutrition counselling