Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Mainstreaming of Lampung Coffee Drinking Day as Contributor to Global Environmental Security Achievements: Pengarusutamaan Hari Minum Kopi Lampung sebagai Kontributor Pencapaian Keamanan Lingkungan Global Jaya Winata, Indra; Sulistyo, Iwan; Karisma, Gita
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ragom.v1i1.1

Abstract

Environmental problems have occurred since the global industry began to progress. Security issues are shifting from traditional security to non traditional security involving environmental issue which have been experienced by all countries at this time. The haze from burning energy around the world is a major contributor to environmental pollution and global warming. Reduction of green land for the industrial sector causes wider effect for environmental security. From these problems, the solutions could be coming from Subnational actors who may potentially support global environmental security. The role of sub-national is needed to encourage various program related to coffee plantation which eventually support environmental sustainability. The large demand for coffee can encourage the planting of more coffee plants and garden shaders, so that the clearing of green land becomes more massive. From these efforts, environmental improvements can be achieved. This Community Service activity uses the method of delivering material from two sources, coffee activists and scholars
UPAYA PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH Karisma, Gita Karisma; Sulistyo, Iwan; Jaya Wiranata, Indra; Revilia, Regiana; Nizar, Moh
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ragom.v3i2.33

Abstract

Kekerasan dan Pelecehan seksual sudah merambah ke lingkungan sekolah mengkhawatirkan masa depan pendidikan. Data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2022 menunjukkan bahwa 34,51% peserta didik berpotensi mengalami kekerasan seksual. Proposal ini mengusulkan kegiatan sosialisasi deteksi modus pelecehan seksual sebagai upaya pencegahan di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini menargetkan siswa SMU di sekolah Diniyah Bandarlampung. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan tanya jawab, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman siswa mengenai modus pelecehan seksual dan cara menghindarinya, serta materi penyuluhan yang informatif.
PERBANDINGAN SEKURITISASI ISU PENGUNGSI DI JERMAN DAN INGGRIS, PERIODE 2015 – 2021 Puspitasari, Ayu; Simbolon, Khairunnisa; Sulistyo, Iwan
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 10, No 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v10i1.54057

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan membandingkan sekuritisasi isu pengungsi di Jerman dan Inggris pada periode 2015 – 2021. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan persepsi terhadap pengungsi di dua negara yang memiliki karakteristik serupa, yaitu sebagai negara anggota Uni Eropa, penganut paham liberal, memiliki komitmen regional dan internasional, dan pengalaman sejarah terhadap penerimaan pengungsi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan the Most Similar System Design (MSSD) untuk menjelaskan persoalan pengungsi secara detail dan membandingkan dua negara. Fokus penelitian ini ialah perbandingan sekuritisasi pengungsi di Jerman dan Inggris periode 2015 – 2021 menggunakan teori sekuritisasi dari Buzan, Wæver, and de Wilde. Hasil kajian ini menunjukan bahwa puncak arus pengungsi terjadi pada tahun 2015 yang diterima melalui skema open door immigration policy dari Uni Eropa, dimana pengungsi memberikan manfaat berupa tenaga kerja bagi Jerman dan pajak khusus bagi Inggris. Tetapi, manfaat tersebut tidak sebanding dengan beban biaya yang harus ditanggung dua negara dalam pemenuhan fasilitas publik bagi pengungsi. Hasil kajian ini juga menegaskan bahwa terjadi pergeseran kebijakan Jerman terhadap pengungsi dan menyebabkan Inggris melakukan referendum Brexit tahun 2016.