Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PSIKOMOTOR UNTUK MATERI MEKANISME TRANSPOR PADA MEMBRAN SEL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS shinta dwi kurnia; Djunaidah Zen; Siti Huzaifah
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fpbio.v1i1.1160

Abstract

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PSIKOMOTOR UNTUK MATERI MEKANISME TRANSPOR PADA MEMBRAN SEL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Shinta Dwi Kurnia1, Djunaidah Zen2 dan Siti Huzaifah2 1. Alumni Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sriwijaya 2. Dosen Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sriwijaya Jln Raya Palembang-Inderalaya Km 32, Inderalaya Ogan Ilir Sumatera Selatan   ABSTRAK Penelitian pengembangan telah dilakukan dengan tujuan menghasilkan instrumen penilaian yang digunakan untuk menilai aspek psikomotor siswa pada materi mekanisme transpor membran sel. Metode yang digunakan adalah metode Research and Development Borg dan Gall dengan langkah-langkah pengembangan meliputi tahap pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, wawancara, catatan validator, observasi dan angket. Data yang dianalisa adalah data catatan validator, kepraktisan dan keterampilan siswa. Validasi instrumen penilaian dilakukan oleh 2 orang ahli, yaitu ahli materi dan ahli evaluasi. Instrumen penilaian dinyatakan valid dengan nilai 3 dan 2,71 dan dinyatakan praktis dengan nilai 2,75 dan 2,5. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan sudah terpenuhinya syarat-syarat instrumen penilaian yang baik, yaitu validitas, objektivitas, praktikabilitas dan ekonomis. Kata Kunci : Pengembangan, Instrumen penilaian, dan Psikomotor   ABSTRACT The Development research has been conducted with the aim of making the assessment instrument used to assess aspects of students psychomotor on material of cells membrane transport mechanism. The method was used the method of Research and Development the Borg and Gall with development measures include preliminary stages, stage of development and evaluation stage. The data was collected with the documentation technique, interviews, records, observation and questionnaire. The data is analyzed with the note of validator, practicality and the skills of the students. The validation of the assessment instruments was carried out by two experts, i.e. expert material and expert evaluation. The assessment instrument is declared valid with value 3 and 2,71, practical expressed with value  2.75 and 2.5. The results of development research shows already satisfy the terms of a good assessment instruments, namely the validity, objectivity, can be in practise and economical. Key words: Development, Assessment Instruments, and Psychomotor
Perbedaan Hasil Jumlah Trombosit Berdasarkan Waktu Pemeriksaan Dan Suhu Penyimpanan Darah EDTA Metode Otomatis Nisa, Ardiana Zakiyatun; Noor Hidayah; Shinta Dwi Kurnia; Indanah; Yulisetyaningrum
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v14i1.4875

Abstract

Pemeriksaan jumlah trombosit merupakan prosedur penting dalam laboratorium klinik sampel darah dengan antikoagulan Ethylene Diamine Tetraacetic Acid (EDTA) sebaiknya segera diperiksa setelah pengambilan. Meskipun demikian, hasilnya dapat dipengaruhi oleh pemeriksaan yang tertunda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada korelasi antara waktu pemeriksaan dan suhu penyimpanan dengan variasi jumlah trombosit pada pegawai di Puskesmas Kedung II Jepara. Dengan menggunakan sampel darah vena dari 38 pegawai yang dipilih melalui purposive sampling , penelitian ini menggunakan desain analitik observasional cross-sectional. Sebanyak 3 kondisi digunakan untuk melakukan pemeriksaan jumlah trombosit menggunakan hematology analyser Sysmex XP-100 disimpan selama 1 jam penyimpanan pada suhu ruang (18-29°C), dan setelah 1 jam penyimpanan pada suhu lemari kulkas (2-8°C). Setelah dilakukan uji One-Way ANOVA , uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data mengikuti distribusi normal dan signifikan (p>0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok perlakuan dalam uji One-Way ANOVA (p = 0,021), dan dalam uji Post Hoc Bonferroni (p = 0,018), namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara trombosit yang disimpan dalam lemari es dan trombosit yang diperiksa segera atau pada suhu ruangan. Disimpulkan jika jumlah trombosit turun secara signifikan setelah satu jam disimpan pada suhu ruangan, tetapi sebagian besar tetap stabil setelah disimpan pada suhu kulkas.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BAE KECEMATAN BAE KUDUS Heny Siswanti; Ana Zumrotun Nisak; Shinta Dwi Kurnia
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1697

Abstract

PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BAE KECEMATAN BAE KUDUS Heny Siswantia,*, Ana Zumrotun Na, b ,Shinta Dwi Kurniab henysiswanti@umkudus.ac.id , anazumotun@umkudus.ac.id .shintadwi@umkudus.ac.id aUniversitas Muhammadiyah Kudus Desa Pelang Mayong, Jepara, Indonesia bUniversitas Muhammadiyah Kudus, Indonesia Abstrak Stunting merupakan masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang merupakan masa kritis, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.. Pevalensi stunting di Indonesia mencapai angka 37,2%, dengan kata lain terdapat 93 juta kasus stunting terjadi di Indonesia. Dari anak dibawah 3 tahun di desa Puskesmas Bae terdapat 23% anak mengalami stunting slah satunya Desa Bae. Dari permasalahan tersebut perlu adanya keterlibatan keluarga dan peran serta masyarakat sehingga program dapat berjalan. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada Kader Gizi Anak, Pengetahuan tentang gizi anak, pertumbuhan dan perkembangan anak, cara menyajikan makanan batita yang baik, pembuatan media promosi yang menarik tentang gizi anak supaya lebih mudah dipahami serta pencegahan stunting. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan memberi pengetahuan para ibu untuk pemberian makanan yang tepat sesuai dengan usia anaknya dan mengetahui tahapan normal proses tumbuh kembang seorang anak. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan kegiatan ini terdapat 25 kader Gizi serta membuat menu sehat untuk batita,. Setelah dilakukan pendampingan duta gizi anak, dilakukan pula pendataan gizi anak, dimana didapatkan hasil angka stunting di Desa Bae mengalami penurunan. Dan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan batita dan keluarga. Kata Kunci: Kader, Gizi, Stunting Abstract Stunting is a nutritional problem caused by a long-term lack of nutritional intake during the first 1000 days of life (HPK) which is a critical period, resulting in growth disorders in children, namely the child's height is lower or shorter (dwarf) than the standard age. stunting in Indonesia reached 37.2%, in other words there were 93 million cases of stunting occurring in Indonesia. Of the children under 3 years old in the Bae Health Center village, 23% of the children were stunted, one of them was in Bae Village. From these problems it is necessary to have family involvement and community participation so that the program can run. This community service activity aims to provide training for Child Nutrition Cadres, Knowledge of child nutrition, child growth and development, how to serve good toddler food, making attractive promotional media about child nutrition to make it easier to understand and stunting prevention. This activity is aimed at increasing the knowledge of posyandu cadres and giving mothers the knowledge to provide proper food according to their child's age and to know the normal stages of a child's growth and development process. The results obtained after this activity were 25 Nutrition cadres and made a healthy menu for toddlers. After assisting the child nutrition ambassador, a child nutrition data collection was also carried out, which resulted in a decrease in the stunting rate in Bae Village. And this community service activity is very useful for improving the health of toddlers and families. Keywords: Health Cadres, Nutrition, Stunting.
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU MENGGUNAKAN METODE GLUCOSE OXIDASE – PEROXIDASE AMINOANTYPIRIN (GOD-PAP) DAN STRIP TEST POCT (POINT CARE OF TESTING) Okta Yosiana Dewi; Arief Adi Saputro; Nurul Islamiyah; Shinta Dwi Kurnia
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2044

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Prevalensi penyakit diabetes melitus telah mencapai tingkat atau proporsi epidemik di beberapa negara dan menjadi sebuah perhatian yang penting dalam dunia kesehatan. Upaya pencegahan terhadap diabetes melitus dapat dilakukan melalui skrining dengan pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu. Metode GOD-PAP telah ditetapkan sebagai baku standar emas untuk pemeriksaan glukosa darah. Namun, saat ini banyak dipasarkan alat pengukur kadar glukosa darah cara reagen kering(POCT) yang umumnya sederhana dan mudah. Secara berkala, hasil pemantauan dengan cara reagen kering perlu dibandingkan dengan baku emas yaitu GOD-PAP. Tujuan: Mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP dan strip POCT. Metode: Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 16 sampel.  Hasil: Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah metode GOD-PAP didapatkan hasil rerata sebesar 91.87 mg/dL, kadar darah metode strip POCT didapatkan hasil rerata sebesar 83.56 mg/dL. Uji Independent T Test dengan tingkat selang kepercayaan 95% didapatkan p = 0,037  ( p 0,05 ). Kesimpulan : terdapat perbedaan hasil antara glukosa darah metode GOD-PAP dan strip POCT
LOW DENSITY LIPOPROTEIN DAN HIGH DENSITY LIPOPROTEIN DARAH PUYUH YANG TELAH DIBERI SUPLEMENTASI PADA AIR MINUM Shinta Dwi Kurnia; Anisa Sholikhati; Okta Yosiana Dewi; Nurul Islamiyah
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 2 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i2.2370

Abstract

Telur puyuh memiliki banyak kolesterol. Resiko mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi yang menyebabkan penyakit degeneratif sudah diketahui masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi mikromineral (Fe, Co, Cu, Zn), vitamin (A, B1, B12, C) dan sari mengkudu dapat meningkatkan karakteristik kualitas kimiawi produk puyuh melalui kadar low density lipoprotein (LDL) dan high density lipoprotein (HDL) pada darah puyuh dalam rangka pemeliharaan. Penelitian ini menggunakan puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica L.) yang terdiri dari 60 ekor puyuh betina berusia 2 minggu. Puyuh dibagi menjadi empat kelompok: P0 (kontrol), P1 (mikromineral dan vitamin), P2 (sari mengkudu), dan P3 (mikromineral, vitamin, sari mengkudu). Data yang diperoleh diolah menggunakan Analysis of Varian dengan dasar rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan mikromineral, vitamin dan sari mengkudu dapat secara efektif mengurangi kadar LDL dan meningkatkan HDL darah puyuh secara nyata.
KAJIAN AKTIVITAS FARMAKOLOGIS BUAH PARIJOTO (MEDINILLA SPECIOSA): SISTEMATIK REVIEW Anisa Sholikhati; Shinta Dwi Kurnia; Yayuk Mundriyastutik
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 1 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i1.2317

Abstract

Buah parijoto (Medinilla speciosa) merupakan bagian tanaman parijoto yang berbentuk bulat seperti anggur dan berwarna merah keunguan serta mempunyai rasa asam dan sepat. Buah parijoto banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati penyakit diantaranya adalah sariawan, radang, dan diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas farmakologis buah parijoto. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dari beberapa referensi terkait dengan menggunakan diagram PRISMA (Preferred Items for Systematic Reviews and Meta-analyses). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah parijoto terbukti mempunyai aktivitas farmakologis yaitu antidiabetes, antibakteri, antioksidan, dan antikanker. Aktifitas farmakologis tersebut ditemukan karena buah parijoto mengandung beberapa senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan senyawa fitokimia yang ditemukan pada buah parijoto adalah fenolik, flavonoid, saponin, tannin, alkaloid, kardenolin dan glikosida.
Deteksi Escherichia coli dan Total Coliform pada Air Minum isi Ulang di Desa Singocandi Menggunakan Metode Membran Filter Navira Septiana Ulfa; Nindy Tanaya; Arief Adi Saputro; Shinta Dwi Kurnia
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.20199

Abstract

Air minum isi ulang banyak digunakan masyarakat karena lebih ekonomis dan mudah diperoleh, namun kualitas mikrobiologinya masih menjadi perhatian karena berisiko terkontaminasi bakteri dan menyebabkan gangguan kesehatan. Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus memiliki sekitar 6.914 penduduk yang tersebar dalam 1.911 kepala keluarga, sehingga kebutuhan air minum relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologi air minum isi ulang berdasarkan keberadaan E. coli dan total Coliform di Desa Singocandi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari 6 depot air minum isi ulang di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan mikrobiologi menggunakan metode membran filter dan ditanam pada media Chromogenic Coliform Agar diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Observasi higiene dan sanitasi depot dilakukan menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian menunjukan bahwa 4 dari 6 depot tidak memenuhi standar kualitas air minum karena masih ditemukan total Coliform dan E. coli dalam sampel. Dua depot memenuhi syarat karena tidak ditemukan kontaminasi bakteri E. coli dan total Coliform. Hasil observasi higiene dan sanitasi menunjukkan bahwa ketidaksesuaian paling banyak ditemukan pada aspek kondisi tempat dan higiene operator, sedangkan sebagian besar parameter pada aspek peralatan dan proses pengolahan air telah memenuhi persyaratan. Penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar air minum isi ulang di Desa Singocandi belum memenuhi standar kualitas mikrobiologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kondisi higiene dan sanitasi depot serta efektivitas proses pengolahan air berperan terhadap kualitas mikrobiologi air minum.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sanitasi, pemeliharaan peralatan dan optimalisasi proses desinfeksi untuk menjamin keamanan air minum Kata kunci : Air minum isi ulang, Escherichia coli, total Coliform, kualitas mikrobiologi, higiene sanitasi, membran filter.
HEALTH COUNSELING TO INCREASING KNOWLEDGE AND COMPLIANCE IN HYPERTENSION PATIENTS Zaenal Fanani; Yunita Rusidah; Shinta Dwi Kurnia; Lailatul Farikhah; Munandiyah Munandiyah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 2 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i2.2674

Abstract

Hypertension is a silent killer because it often occurs without complaints, symptoms can vary among individuals, and are almost the same as the symptoms of other diseases and can cause several complications including coronary heart disease, stroke and kidney failure. To support appropriate hypertension therapy, health counseling is needed given that knowledge and adherence to the expected therapeutic effect can be achieved. The purpose of this study was to determine the influence of health counseling on increasing patient knowledge and compliance. Primary data collection was carried out from February to March 2023, using the one-group pre and post-test experimental quasi-methods, for 55 respondents. The research instrument used two questionnaires, namely patient knowledge and compliance. Blood pressure was 140/90 in 34 (61,82%) patients and the duration of hypertension was 5 years in as many as 43 (78,2%) patients. The percentage of patients who completed the post-test patient knowledge was as high as 100%, and the percentage of patients who completed the post-test compliance was as high as 63,64%. A significant difference was found between the two data sets (p= 0.000). Patient knowledge and compliance increased significantly from before health counseling to after health counseling.
Perbandingan Efektivitas Metode Natif Dan Sedimentasi Dalam Deteksi Telur Cacing Ascaris Lumbricoides Di TPS Kecamatan Gebog Ririn Handayani; Shinta Dwi Kurnia
Jaringan Laboratorium Medis Vol 8 No 1 (2026): May 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v8i1.14593

Abstract

The World Health Organization (WHO) reports that more than 1.5 billion people are infected with soil-transmitted helminths (STH). Ascaris lumbricoides infection remains a health problem in areas with poor sanitation, such as waste disposal sites (TPS). Detection of helminth eggs in fecal samples is important to determine the level of environmental contamination and the effectiveness of prevention. The aim of this study is to improve the effectiveness of parasitological examinations in laboratories through the use of more specific methods. This study is motivated by the still high risk of helminth infections, especially Ascaris lumbricoides, in environments with poor sanitation such as temporary disposal sites (TPS) and to determine the effectiveness of native and sedimentation methods in detecting Ascaris lumbricoides eggs in fecal samples of TPS officers in Gebog District. This study uses a laboratory experimental method with a comparative approach. Fecal samples were taken from potentially contaminated TPS officers, then examined using the Native method (direct examination) and Sedimentation (with 0.9% NaCl solution). Parameters considered included the number and shape of Ascaris lumbricoides eggs found, as well as the efficiency of each method. The data analysis used McNemar statistics. The results showed no statistically significant difference between the native and sedimentation methods. This means that both methods have nearly equal ability to detect Ascaris lumbricoides eggs in the fecal samples of polling station officers in Gebog District.The parameters observed included the number and shape of Ascaris lumbricoides worm eggs found, as well as the efficiency of each method. Data analysis used Wilcoxon statistics. The results of this study The Wilcoxon test results show that of the 27 fecal samples, N = 0 (Sedimentation < Native) was found, this indicates that no sample produced better results from both methods, either the native or sedimentation method. In the comparison category N = 1 (Sedimentation > Native) this shows that there is 1 sample that was detected by the sedimentation method better than the native method. While the results of the Sedimentation = Native (Ties) test mean that some samples 26 out of 27 showed the same results from both methods. A p value of 0.317 (p > 0.5) was obtained. These results indicate that there is no statistically significant difference between the native method and the sedimentation method. This means that both methods have almost the same ability to detect Ascaris lumbricoides eggs in the feces samples of polling station officers in Gebog District.