Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Manajemen Berbasis Komunitas untuk Pengembangan Kota Lama Semarang Berwawasan World Heritage Dewi Yuliati; Endang Susilowati; Titiek Suliyati
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 3, No 1: Desember 2019
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.185 KB) | DOI: 10.14710/endogami.3.1.107-120

Abstract

This article contains the discussion on Semarang community based management to endorse the development of the Site of Semarang Old City which has been already proposed to UNESCO to obtain the world heritage status. One of the UNESCO requirements for obtaining the world heritage status is community involvement in conservation and developing the cultural heritage, so this study is focusing on the involvement of the Old City communities in the developing of Semarang Old City cultural heritages toward the world heritage status. The communities involved are namely: AMBO (Asosiasi Masyarakat Bangun Oudestad), Oen Semarang Foundation, Monod Diephuis, dan KPS (Komunitas Pegiat Sejarah). The result of this research shows that these communities have the great involvements in developing Semarang Old City to welcome its status as a world heritage.
Seppuku: Kematian Terhormat dalam Tradisi Jepang Titiek Suliyati
KIRYOKU Vol 3, No 4 (2019): Jurnal Kiryoku
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.704 KB) | DOI: 10.14710/kiryoku.v3i4.202-213

Abstract

In modern times, the era after the Meiji Restoration, seppuku gradually disappeared when the samurai group was abolished. Although in Japan there are still people who commit seppuku and harakiri but the motivation, implementation methods and objectives are different from seppuku and harakiri in the era before the Meiji restoration. The changes and dynamics of Japanese society in conducting seppuku and harakiri are very interesting to study. The purpose of writing this article is to find out whether there is a correlation between seppuku tradition and the number of suicides in Japan at this time. To explore this correlation, the writing of this article uses a qualitative method with a historical approach. The stages of historical research begin with data collection (heuristics), source criticism, interpretation and writing of research results in the form of articles. The analysis was performed using qualitative methods which include data reduction, data presentation, and concluding. The results of the study concluded that there is no strong correlation between seppuku traditions in the past with suicide (jisatsu) that many Japanese do today. There is a difference in purpose, motivation and background in their suicide.
Pengelolaan Arsip Desa Kabupaten Rembang dalam Menunjang Pemerintahan Desa Titiek Suliyati
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.709 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.4.493-507

Abstract

Arsip yang tercipta dalam kegiatan pemerintahan desa memerlukan pengelolaan yang baik untuk menunjang  pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat. Artikel ini merupakan hasil penelitian dan monitoring yang dilakukan di desa-desa di Kabupaten Rembang bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Rembang. Penelitian, monitoring dan evaluasi di lakukan di tiga desa di kecamatan Rembang, yaitu Desa Kumendung, Desa Punjulharjo dan Desa Pasar Banggi. Tiga desa ini menjadi sampel untuk penulisan artikel ini karena kondisi kearsipannya mempunyai kemiripan dan permasalahan yang sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah desa dalam pengelolaan arsip desa serta mengetahui kinerja para pegawai desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang diuraikan secara deskriptif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan para perangkat desa yang menangani bidang kearsipan. Selain itu data juga diperoleh melalui studi dokumen dan literatur, yaitu berupa peraturan-peraturan tentang kearsipan, undang-undang kearsipan, kebijakan-kebijakan pemerintah dan buku-buku tentang kearsipan. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pengelolaan arsip desa secara umum belum maksimal, karena ada beberapa kendala yaitu keterbatasan pengetahuan pegawai desa yang menangani arsip, keterbatasan sarana dan prasarana kearsipan, keterbatasan dana untuk pengelolaan arsip. Manfaat penelitian yaitu memberikan masukan kepada  desa tentang pengelolaan arsip yang baik sehingga dapat menunjang pemerintahan desa dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Penguatan Industri Kreatif Batik Semarang di Kampung Alam Malon Kecamatan Gunung Pati Semarang Titiek Suliyati
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.251 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.2.287-296

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Penguatan Industri Kreatif Batik Semarang di Kampung Alam Malon Kecamatan Gunung Pati Semarang. Akibat perkembangan industri batik di Semarang, mengakibatkan munculnya sentra batik di berbagai wilayah, salah satunya adalah Kampung Alam Malon. Permasalah penelitian yang akan dikaji adalah bagaimana masyarakat Kampung Alam Malon yang semula tidak memiliki ketrampilan membatik dapat didorong menjadi perajin batik dan mendorong kampungnya memperoleh kemajuan sebagai Kampung Tematik dan kampung Wisata. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Penelusuran data dilakukan melalui survey, studi pustaka dan  wawancara mendalam.  Pendekatan historis digunakan untuk mencari korelasi sumber-sumber. Fakta-fakta sejarah yang dihasilkan kemudian dianalisis melalui pendekatan budaya dan disusun secara deskriptif. Hasil bahasan adalah bahwa, batik yang diproduksi di Kampung Alam Malon memiliki ciri khas yang berbeda dengan batik dari daerah lain. Ciri khas batik Kampung Alam Malon adalah batik dengan pewarna alami. Industiri batik ini telah menyebabkan perubahan masyarakat, yaitu masyarakat dapat meningkatkan kesejahtraannya.  Kesimpulan mengungkapkan  bahwa industri batik telah mendorong Kampung Alam Malon memperoleh predikat Kampung Tematik dan Kampung wisata. Kemajuan kampung ini di dukung oleh modal sosial masyarakat yang tinggi dan potensi-potensi lain yang bisa dikembangkan.
Pengelolaan Arsip di LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Dalam Upaya Menjamin Ketersediaan Data untuk Layanan Kepada Stakeholder Titiek Suliyati; Sumarno Sumarno
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 2 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.329 KB) | DOI: 10.14710/anuva.5.2.329-339

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang pengelolaan arsip perguruan tinggi swasta (PTS) di Unit Kearsipan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Sebagai lembaga layanan publik, sesuai dengan tugas dan fungsinya, LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah juga melakukan pengelolaan arsip untuk layanan yang diberikan kepada masyarakat khusunya perguruan tinggi swasta (PTS).  Arsip atau dokumen yang dikelola di LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah adalah arsip-arsip kegiatan dalam melakukan fasilitasi peningkatan mutu perguruan tinggi yang dibiayai oleh  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Arsip-arsip ini dikelola di Unit Kearsipan di bawah Bagian Tata Usaha. Penelitian ini menggunakan metode kuatitatif deskriptif, yang pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara mendalam serta kajian pustaka dan dokumen. Analisa data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa walaupun LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah merupakan lembaga layanan publik yang meliputi seluruh PTS di Jawa Tengah dan sangat luas bidang kerjanya, tetapi bidang kearsipan, terutama pengelolaan arsip-arsip yang berkaitan dengan layanan kepada PTS, termasuk dosen dan mahasiswanya belum dilakukan secara maksimal. Perhatian pimpinana terhadap bidang kearsipan baru dilakukan dalam kurun waktu yang belum lama. Kemajuan teknologi dalam bidang kearsipan diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah dalam bidang kearsipan, sehingga arsip dapat dikelola secara efisien dan efektif. Pengelolaan arsip yang ideal dapat menunjang kemajuan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah sebagai lembaga layanan pendidikan tinggi dan layanan kepada masyarakat pada umumnya.
Tradisi Ngenger : Bentuk Solidaritas Sosial dalam Budaya Jawa Titiek Suliyati
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.234 KB) | DOI: 10.14710/anuva.5.4.603-614

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang tradisi ngenger, yang merupakan bentuk solidaritas masyarakat Jawa. Tradisi ngenger sudah berlansung sangat lama dan benlanjut sampai sekarang. Tradisi ngenger ini merupakan bentuk solidaritas masyarakat Jawa untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat, dengan cara mengijinkan pelaku ngenger tinggal menetap bersama keluarga yang menjadi tempat ngenger. Pelaku ngenger akan diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan formal maupun informal serta ditanggung seluruh biaya hidupnya. Permasalahan yang akan dikaji adalah bagaimana kaitan antara solidatias sosial dengan perkembangan tradisi ngenger. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif . Data yang digunakan adalah data kualitatif dalam bentuk susunan kata dan kalimat, bukan dalam bentuk angka.  Strategi penelitian dilakukan secara empiris, yang menyelidiki fenomena dan peristiwa  dalam kehidupan nyata dengan memanfaatkan berbagai sumber informasi untuk memecahkan masalah penelitian. Sumber data untuk penelitian ini meliputi orang dan dokumen. Informan dipilih dengan teknik purposif, mewakili berbagai kategori.  Informasi dan data berupa literatur, artikel, koran,  sumber-sumber dari internet dan dokumen lain yang berkaitan dengan ngenger. Wawancara mendalam dilakukan untuk menyarikan data dari informan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji  keterkaitan antara tradisi ngenger dengan solidaritas masyarakat Jawa, baik dalam lingkup keluarga inti,  lingkungan kerabat maupun masyarakat. Juga untuk mengetahui proses dan dinamika ngenger.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ngenger perlu dilestarikan karena mengandung nilai-nilai positif untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat.
Social Change of Bajo Tribe Society in Karimunjawa: From "Sea Tribe" to "Land Tribe" Titiek Suliyati
Journal of Maritime Studies and National Integration Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmsni.v1i2.2002

Abstract

Known as sea tribe, Bajo tribe is foreigners in Karimunjawa. As a sea tribe, they are nomadic and live on the boat before settling in Karimunjawa. The encouragement to settle in Karimunjawa is due to the fact that the island has a lot of fish and they exploit it to make their living. At the beginning, they live on the boat, but sometimes they move to the land. Later on, they build houses on stilts at coastal areas.The process experienced by Bajo tribe from sea to land tribe is caused by some factors, from the effort to adapt with local people, decreasing number of the captured fish, the government program to make Bajo tribe becomes the land settlers and the change of their livelihood.This research is aimed to study social change occurring to Bajo tribe as a sea tribe that was formerly nomadic into land tribe dwelling in Karimunjawa. Moreover, this research also intended to study the push factors and the impact from the social change toward the life of the settled Bajo society. In line with the problem and the objectives of this research, the qualitative method with the anthropological and sociological approach was used. These two approaches were applied in order to give a better understanding of the social change of Bajo tribe that had already settled in Karimunjawa.The result of the research shows that there is a social change in Bajo society living permanently in Karimunjawa that is, the change of daily behavior in the society, social interaction with other tribes, values held by the society and social institution, structure and social classes. Social change occurring to Bajo society in Karimunjawa brings positive influences. The social changes among others are awareness towards the importance of education, Bajo society has new jobs other than fisherman, the increase of income, living standard, also modernization in fisheries system. The negative impact as a consequence of the social changes is faded culture, changes in life orientation and views of life, and consumerism in the society. 
Social Changes and Adaptation Strategy among Bugis Community in Karimunjawa Titiek Suliyati; Yety Rochwulaningsih
Journal of Maritime Studies and National Integration Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.573 KB) | DOI: 10.14710/jmsni.v3i1.3531

Abstract

This study proofing on the existence of Bugis community who lived in Karimunjawa for a long time. As ethnic migrants, Bugis ethnic community have a strong spiritual value, which is accumulated in their wandering philosophy. The philosophy ofpalettui alemu riolo tejjokamu is believed to bethe driver of their high work ethic and adaptation to the environment. In Karimunjawa, Bugis lives in several places such as in Parang village and the biggest settlement of Bugis ethnic community in Kemujan village. Bugis culture and tradition also color their lives such as tradition related to birth, the rite of transition from childhood to adolescence, marriage, death, and other tradition associated with the commemoration of religious holidays. After a long time interacting with the local community and communities of various ethnicities, they experience social changes related to changes in livelihoods, structures, and forms of the settlement, ideology, education, and so on. In line with the development of the tourism sector in Karimunjawa, Bugis people began to exploit their culture and tradition for the tourism sector such as Bugis houses built on shores for tourist lodging. The problem is that will the influx of tourists affect and erode Bugis culture in Karimunjawa? This article is intended to provide a better understanding of social change and the strategy of preserving Bugis ethnic culture in Karimunjawa. Data collection was performed by observation and field study as well as in-depth interviews. Informant selection was performed randomly to obtain homogeneous and purposive samples in order to find the appropriate informant according to the topic of research and snowball sampling to find an informant who knows the research problems based on the recommendation of other parties.
Pengelolaan Arsip Keluarga: Antara Kebutuhan dan Kesadaran Titiek Suliyati
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 2, No 2 (2019): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.43862

Abstract

Artikel ini membahas tentang arsip keluarga yang selama ini kurang diperhatikan, baik oleh keluarga maupun publik. Arsip keluarga menjadi bukti dan penanda aktivitas yang dilakukan oleh seluruh anggota keluarga. Pada masa sekarang arsip keluarga sangat penting dalam aktivitas keseharian keluarga. Kegiatan pendidikan, bisnis, kesehatan, hukum, sosial, kemasyarakatan, kebudayaan, kesenian, olah raga dan masih banyak lainnya, memerlukan arsip keluarga. Untuk kelancaran tugas dan aktivitas keseharian keluarga, setiap keluarga diharapkan memiliki kesadaran untuk mengelola arsip keluarga dengan baik. Penyimpanan arsip keluarga secara efisien menjadi kebutuhan, karena sumber-sumber informasi yang terekam dalam arsip keluarga ketika dibutuhkan, tersedia dalam waktu yang cepat. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini dimulai dari penelusuran data melalui observasi dan wawancara pada sejumlah keluarga di lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja dan lingkungan keluarga penulis. Selain itu data dan informasi diperoleh dari  literatur-literatur, dokumen, perundang-undangan dan peraturan tentang pengelolaan arsip keluarga. Analisa yang dipakai adalah analisa diskriptif.    Permasalahan dalam artikel ini adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran pada keluarga untuk mengelola arsip keluarga secara efisien dan efektif agar mereka dapat memenuhi kebutuhan terhadap ketersediaan arsip yang tepat dan cepat. Hasil pembahasan menunjukkan, bahwa sebagian besar keluarga sudah menyimpan arip-arsip keluarga yang terkait dengan pekerjaan, pendidikan, kepemilikan, kesehatan, data diri, perbankan, walaupun belum secara sistematis. Keluarga-keluarga masih kesulitan mencari arsip ketika ada keperluan di berbagai bidang yang mensyaratkan  satu atau beberapa arsip keluarga untuk dilampirkan. 
Interethnic Interaction Pattern in Karimunjawa Island Suliyati, Titiek; Rochwulaningsih, Yety; Utama, Mahendra Pudji
Komunitas Vol 9, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v9i2.10719

Abstract

This article discusses the interaction patterns in inter-ethnic life that inhabit Karimunjawa which is known to be very heterogeneous. Heterogeneity of Karimunjawa is not only seen in terms of the origin of the migrants, but also language and religion. There are nine ethnics, but three main ethnic inhabit Karimunjawa are Javanese, Madurese and Buginese. Each develops different interaction patterns according to their ethnics. Nonetheless, the social values shared make Karimunjawa communities can live in harmony. They are affected by their perspectives on the sea as a common property right that can be used together regardless of the ethnic background and origin. Therefore, the pattern of harmonious interactions tolerates each other in equal style characterizing the community in Karimunjawa.