Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Social Change of Bajo Tribe Society in Karimunjawa: From "Sea Tribe" to "Land Tribe" Titiek Suliyati
Journal of Maritime Studies and National Integration Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmsni.v1i2.2002

Abstract

Known as sea tribe, Bajo tribe is foreigners in Karimunjawa. As a sea tribe, they are nomadic and live on the boat before settling in Karimunjawa. The encouragement to settle in Karimunjawa is due to the fact that the island has a lot of fish and they exploit it to make their living. At the beginning, they live on the boat, but sometimes they move to the land. Later on, they build houses on stilts at coastal areas.The process experienced by Bajo tribe from sea to land tribe is caused by some factors, from the effort to adapt with local people, decreasing number of the captured fish, the government program to make Bajo tribe becomes the land settlers and the change of their livelihood.This research is aimed to study social change occurring to Bajo tribe as a sea tribe that was formerly nomadic into land tribe dwelling in Karimunjawa. Moreover, this research also intended to study the push factors and the impact from the social change toward the life of the settled Bajo society. In line with the problem and the objectives of this research, the qualitative method with the anthropological and sociological approach was used. These two approaches were applied in order to give a better understanding of the social change of Bajo tribe that had already settled in Karimunjawa.The result of the research shows that there is a social change in Bajo society living permanently in Karimunjawa that is, the change of daily behavior in the society, social interaction with other tribes, values held by the society and social institution, structure and social classes. Social change occurring to Bajo society in Karimunjawa brings positive influences. The social changes among others are awareness towards the importance of education, Bajo society has new jobs other than fisherman, the increase of income, living standard, also modernization in fisheries system. The negative impact as a consequence of the social changes is faded culture, changes in life orientation and views of life, and consumerism in the society. 
Social Changes and Adaptation Strategy among Bugis Community in Karimunjawa Titiek Suliyati; Yety Rochwulaningsih
Journal of Maritime Studies and National Integration Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.573 KB) | DOI: 10.14710/jmsni.v3i1.3531

Abstract

This study proofing on the existence of Bugis community who lived in Karimunjawa for a long time. As ethnic migrants, Bugis ethnic community have a strong spiritual value, which is accumulated in their wandering philosophy. The philosophy ofpalettui alemu riolo tejjokamu is believed to bethe driver of their high work ethic and adaptation to the environment. In Karimunjawa, Bugis lives in several places such as in Parang village and the biggest settlement of Bugis ethnic community in Kemujan village. Bugis culture and tradition also color their lives such as tradition related to birth, the rite of transition from childhood to adolescence, marriage, death, and other tradition associated with the commemoration of religious holidays. After a long time interacting with the local community and communities of various ethnicities, they experience social changes related to changes in livelihoods, structures, and forms of the settlement, ideology, education, and so on. In line with the development of the tourism sector in Karimunjawa, Bugis people began to exploit their culture and tradition for the tourism sector such as Bugis houses built on shores for tourist lodging. The problem is that will the influx of tourists affect and erode Bugis culture in Karimunjawa? This article is intended to provide a better understanding of social change and the strategy of preserving Bugis ethnic culture in Karimunjawa. Data collection was performed by observation and field study as well as in-depth interviews. Informant selection was performed randomly to obtain homogeneous and purposive samples in order to find the appropriate informant according to the topic of research and snowball sampling to find an informant who knows the research problems based on the recommendation of other parties.
Pengelolaan Arsip Keluarga: Antara Kebutuhan dan Kesadaran Titiek Suliyati
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 2, No 2 (2019): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.43862

Abstract

Artikel ini membahas tentang arsip keluarga yang selama ini kurang diperhatikan, baik oleh keluarga maupun publik. Arsip keluarga menjadi bukti dan penanda aktivitas yang dilakukan oleh seluruh anggota keluarga. Pada masa sekarang arsip keluarga sangat penting dalam aktivitas keseharian keluarga. Kegiatan pendidikan, bisnis, kesehatan, hukum, sosial, kemasyarakatan, kebudayaan, kesenian, olah raga dan masih banyak lainnya, memerlukan arsip keluarga. Untuk kelancaran tugas dan aktivitas keseharian keluarga, setiap keluarga diharapkan memiliki kesadaran untuk mengelola arsip keluarga dengan baik. Penyimpanan arsip keluarga secara efisien menjadi kebutuhan, karena sumber-sumber informasi yang terekam dalam arsip keluarga ketika dibutuhkan, tersedia dalam waktu yang cepat. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini dimulai dari penelusuran data melalui observasi dan wawancara pada sejumlah keluarga di lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja dan lingkungan keluarga penulis. Selain itu data dan informasi diperoleh dari  literatur-literatur, dokumen, perundang-undangan dan peraturan tentang pengelolaan arsip keluarga. Analisa yang dipakai adalah analisa diskriptif.    Permasalahan dalam artikel ini adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran pada keluarga untuk mengelola arsip keluarga secara efisien dan efektif agar mereka dapat memenuhi kebutuhan terhadap ketersediaan arsip yang tepat dan cepat. Hasil pembahasan menunjukkan, bahwa sebagian besar keluarga sudah menyimpan arip-arsip keluarga yang terkait dengan pekerjaan, pendidikan, kepemilikan, kesehatan, data diri, perbankan, walaupun belum secara sistematis. Keluarga-keluarga masih kesulitan mencari arsip ketika ada keperluan di berbagai bidang yang mensyaratkan  satu atau beberapa arsip keluarga untuk dilampirkan. 
Interethnic Interaction Pattern in Karimunjawa Island Suliyati, Titiek; Rochwulaningsih, Yety; Utama, Mahendra Pudji
Komunitas Vol 9, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v9i2.10719

Abstract

This article discusses the interaction patterns in inter-ethnic life that inhabit Karimunjawa which is known to be very heterogeneous. Heterogeneity of Karimunjawa is not only seen in terms of the origin of the migrants, but also language and religion. There are nine ethnics, but three main ethnic inhabit Karimunjawa are Javanese, Madurese and Buginese. Each develops different interaction patterns according to their ethnics. Nonetheless, the social values shared make Karimunjawa communities can live in harmony. They are affected by their perspectives on the sea as a common property right that can be used together regardless of the ethnic background and origin. Therefore, the pattern of harmonious interactions tolerates each other in equal style characterizing the community in Karimunjawa.
IMPLEMENTASI PERKA BKN NOMOR 18 TAHUN 2011 DALAM PENGELOLAAN PERSONAL RECORDS OLEH STAF SUB BIDANG INFORMASI DATA KEPEGAWAIAN DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KOTA SEMARANG Fatkhi Nurul Aliyah; Titiek Suliyati
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jip.v5i1.211-220

Abstract

Penelitian ini berjudul “Implementasi Perka BKN Nomor 18 Tahun 2011 dalam Pengelolaan Personal Records oleh Staf Sub Bidang Informasi Data Kepegawaian di Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi Perka BKN Nomor 18 Tahun 2011 dalam pengelolaan personal records dan kendala yang dihadapi dalam penerapan peraturan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini diperoleh dengan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Perka BKN Nomor 18 Tahun 2011 sudah diatur sejak pertama kali dikeluarkan oleh BKN pusat pada tahun 2011, sehingga Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang berusaha untuk melaksanakan segala aturan yang telah ditetapkan. Pegawai sudah menerapkan peraturan dalam kegiatan pengelolaan personal records mulai dari penciptaan sampai tahap penyusutan arsip. Perbedaan terjadi dalam kegiatan pemeliharaan dan pelayanan personal records dikarenakan sarana dan prasarana yang terbatas. Selain itu kendala dalam pengelolaan personal records terkait dengan latar belakang pendidikan pengelola arsip. Staf Sub Bidang Informasi Data Kepegawaian berusaha bekerja dengan sangat baik dan kompeten, sehingga kegiatan pengelolaan personal records dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang telah diterapkan.
OPTIMALISASI PERPUSTAKAAN DAERAH JAWA TENGAH DALAM PENERAPAN UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 1990 TENTANG SERAH SIMPAN KARYA CETAK DAN KARYA REKAM DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2011-2015 Galih Mahendra Sukma; Titiek Suliyati
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jip.v5i2.81-90

Abstract

Penelitian ini berjudul “Optimalisasi Perpustakaan Daerah Jawa Tengah dalam Penerapan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah-simpan Karya Cetak dan Karya Rekam di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011-2015”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan Perpustakaan Daerah Jawa Tengah dalam mengoptimalkan penerapan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1990 dari tahun 2011 hingga 2015 serta untuk mengetahui faktor-faktor penyebab  belum  taatnya penerbit dan pengusaha rekaman terhadap ketentuan dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1990. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan dalam penelitian ini diperoleh dengan metode purposive sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan metode wawancara, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Undang-undang Nomor 4 Tahun 1990 sudah diterapkan oleh Perpustakaan Daerah Jawa Tengah, namun belum optimal karena belum semua penerbit dan pengusaha rekaman taat menyerahkan karya cetak dan karya rekam sesuai ketentuan dalam Undang-undang. Hal tersebut disebabkan ketidaktahuan tentang Undang-undang Nomor 4 Tahun 1990, rendahnya kesadaran untuk taat terhadap undang-undang, mahalnya biaya pengiriman, pergantian pimpinan pada penerbit pemerintahan, sanksi yang belum diterapkan, dan terbatasnya jumlah buku yang diterbitkan. Kendala dalam upaya mengoptimalkan undang-undang tersebut yaitu terbatasnya anggaran untuk hunting dan juga faktor eksistensi/ keberadaan penerbit dan pengusaha rekaman. 
ANALISIS KEGIATAN EVALUASI LAYANAN INFORMASI PUBLIK OLEH KOMISI INFORMASI JAWA TENGAH TAHUN 2013 - 2015 Rosyda Budiani; Titiek Suliyati
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyelenggaraan evaluasi layanan informasi publik pada tahun 2013-2015 serta hambatan-hambatannya oleh Komisi Informasi Jawa Tengah. Metode yang digunakan ialah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan naratif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi layanan informasi publik bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan badan publik dalam menyelenggarakan layanan informasi publik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik. Badan publik yang dimaksud yaitu Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang ada di pemerintahan kabupaten/ kota, SKPD Jawa Tengah, dan badan publik vertikal. Pelaksanaan evaluasi terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap perencanaan (ex-ante), tahap pelaksanaan (on-going), dan tahap pasca pelaksanaan (ex-post). Badan publik yang mendapatkan nilai tertinggi pada akhir evaluasi akan mendapatkan penghargaan pada acara Komisi Informasi Award. Hasil evaluasi berupa laporan tahunan dapat diakses dan diunduh secara bebas pada website resmi Komisi Informasi Jawa Tengah. Hambatan yang ditemui dalam evaluasi meliputi minimnya pengetahuan sumber daya manusia yang mengelola layanan informasi publik, alokasi anggaran yang tidak menentu, dan inkonsistensi antara struktur PPID badan publik yang tertera pada Surat Keputusan dengan kenyataan yang terdapat di lapangan.
Menyelamatkan Arsip dari Bencana : Antara Idealisme dan Realitas Suliyati, Titiek
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 3, No 2 (2017): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.867 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v3i2.16738

Abstract

Artikel ini bertujuan memberikan masukan pada lembaga kearsipan, baik di tingkat pusat maupun daerah serta lembaga swasta  dalam upaya menyelamatkan arsip dari bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah analisa diskriptif yaitu melakukan analisa literatur-literatur, dokumen, perundang-undangan dan peraturan tentang kearsipan dan penyelamatan arsip vital dari bencana, serta sejumlah sumber sekunder lainnya. Dari analisa tersebut memperlihatkan penanganan dan penyelamatan arsip dari bencana belum maksimal. Permasalahan dalam artikel ini adalah bagaimana kesesuaian antara penanganan dan penyelamatan arsip vital  di daerah bencana dengan aturan dan perundang-undangan yang telah dibuat oleh pemerintah. Hasil pembahasan menunjukkan, bahwa walaupun telah ada aturan dan undang-undang tentang penyelamatan arsip, tetapi setiap terjadi bencana alam atau bencana lain yang disebabkan oleh manusia, penanganan dan penyelamatan arsip belum maksimal, sehingga jumlah arsip yang rusak dan musnah sangat tinggi. Hal ini sangat merugikan negara karena arsip vital tidak tergantikan.
Pengaruh Pelaksanaan Kegiatan Pengawasan Kearsipan oleh ANRI Terhadap Kualitas Penyelenggaraan Kearsipan Pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Inez Yusrina Widyantika; Titiek Suliyati
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.435 KB) | DOI: 10.14710/jip.v8i3.190-203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Pelaksanaan Kegiatan Pengawasan Kearsipan olehANRI terhadap Kualitas Penyelenggaraan Kearsipan pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggaldan Transmigrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengambilan data yang dilakukan yaitumelalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap 3 (tiga) informan. Pelaksanaanprogram pengawasan terhadap penyelenggaraan kearsipan terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap audit, tahappenilaian, dan tahap monitoring. Pada tahap audit, ANRI melihat kondisi faktual dari penyelenggaraan kearsipanlembaga yang diawasi. Pada tahap penilaian, ANRI mengeluarkan nilai penyelenggaraan kearsipan melalui hasilaudit yang dilakukan sekaligus menuliskan rekomendasi untuk memperbaiki penyelenggaran kearsipan. Padatahap monitoring, ANRI memantau perubahan terkait rekomendasi yang telah diberikan. Program PengawasanPenyelenggaraan Kearsipan melibatkan 7 (tujuh) aspek penilaian yaitu, ketaatan terhadap peraturan perundangundangan,program kearsipan, pengolahan arsip inaktif, penyusutan arsip, sumber daya manusia kearsipan,kelembagaan, serta prasarana dan sarana kearsipan. Tujuh aspek tersebut dinilai dan diakumulasi menjadi nilaiPenyelenggaraan Kearsipan pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Melihatperubahan yang terjadi pada ketujuh aspek pengawasan, dapat disimpulkan bahwa program pengawasanpenyelenggaraan kearsipan memiliki pengaruh terhadap kualitas penyelenggaraan kearsipan di Kementerian Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS SISTEM PENGARSIPAN MANUAL DENGAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN DINAMIS DI BADAN ARSIP DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI JAWA TENGAH Delisa Juliani; Titiek Suliyati
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.791 KB) | DOI: 10.14710/jip.v2i3.71-82

Abstract

Skripsi ini berjudul Studi Komparatif Efektivitas Sistem Pengarsipan Manual dengan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis di Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penilaian efektivitas Sistem Pengarsipan Manual dengan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis di Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, komparatif dengan jenis penelitian kuantitatif. Subjek Penelitian yang dijadikan sumber dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Jenis dan sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder.Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan kuesioner. Pengolahan hasil kuesioner diuji dengan uji validitas, uji reliabilitas, analisis uji Kolmogorov-Smirnov test, uji paired sampel t-test, analisis uji wilcoxon signed rank dan pengujian hipotesis. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan program SPSS 15. Hasil pengolahan dan analisis data kuesioner didapatkan hasil bahwa penilaian efektivitas terhadap sistem pengarsipan manual dengan sistem informasi kearsipan dinamis di Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah tidak ada perbedaan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji paired sampel t-test untuk indikator mutu, t hitung 0,263 dan p 0,794 maka p > 0,05. Indikator Fleksibilitas, t hitung 1,493 dan p 0,142, maka p > 0,05. Indikator kepuasan, t hitung 1,926 dan p 0,359, maka p > 0,05. Kemudian hasil uji uji wilcoxon sign rank untuk indikator produksi hasil Z hitung -0,860 dan p 0,390, maka p > 0,05. Indikator Efisiensi, Z hitung -1,248 dan p 0,212, p > 0,05. Dengan demikian hasilnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara Sistem Pengarsipan Manual dengan Sistem Kearsipan Dinamis yaitu sama – sama dinilai efektif, dan responden menilai sistem pengarsipan manual terlebih dahulu sudah tertata dengan baik dan sistematis sebelum dikembangkan secara komputerisasi, sedangkan dengan menggunakan sistem informasi kearsipan dinamis, pengelolaan arsip dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, dapat menghemat waktu, tenaga, serta biaya. Saran yang diajukan yaitu sosialisasi tentang sistem informasi kearsipan dinamis, penambahan sarana komputer, perbaikan koneksi jaringan internet pada area kantor, dan mengadakan pelatihan khusus tentang penggunaan sistem informasi kearsipan dinamis, agar dapat menggunakan sistem tersebut dengan baik