Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Sedekah Wajibah dalam Zakat Hewan Ternak: Sebuah Tinjauan Hadits tentang Zakat Ahmad Alamuddin Yasin
Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47971/mjhi.v5i1.436

Abstract

This paper aims to examine more deeply the meaning of the Hadith context of the obligation of zakat in the form of a letter written by Abu Bakr R.A on the orders of the Prophet. The research method used by the author is to use qualitative research methods. Meanwhile, when viewed from the research sources, this research can be categorized as library research. The results of this study indicate that the purpose of zakat which is to be herded as described by Wahbah Zuhaili is to be fat, reproduce quickly and in large numbers. Meanwhile, this does not apply in Indonesia because the conditions in Indonesia now and at the time of the Prophet are very different. Shepherd or not, livestock in Indonesia must be issued zakat.
STRATEGI FUNDRAISING ZIS MELALUI SISTEM BERBAYAR NON TUNAI QRIS DI BAZNAS KABUPATEN CIREBON Dede Al Mustaqim; Ahmad Alamuddin Yasin
MASILE Vol 4 No 1 (2023): Masile
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'had Ali Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1213/masile.v4i1.59

Abstract

Abstrak QRIS merupakan fitur terkini yang tersedia di baznas kabupaten Cirebon dalam proses pengumpulan dana ZIS. Akan tetapi hal ini belum bisa berjalan dengan maksimal. Dengan menggunakan metode studi kasus yaitu melakukan survey kepada masyarakat melalui kuesioner pembayaran ZIS melalui sistem berbayar non tunai QRIS di baznas kabupaten Cirebon. Kemudian analisis data yang digunakan adalah analisis konten. Yaitu dengan melakukan evaluasi penggunaan QRIS dalam sistem pembayaran ZIS yang dilakukan oleh 126 responden. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa berdasarkan data penelitian menunjukkan bahwa masyarakat kita belum memahami dan mengetahui tentang QRIS dan juga penggunaan QRIS dalam sistem pembayaran ZIS yang ada di Baznas Kabupaten Cirebon. Dengan demikian maka untuk mengoptimalkan pengumpulan ZIS melalui sistem berbayar non tunai QRIS di Baznas Kabupaten Cirebon adalah dengan cara: pelatihan, edukasi, promosi, dan juga Kerjasama. Kemudian untuk strateginya mencakup: Strategi Strengths-Opportunity, Strategi Weakness-Opportunity, Strategi Strengths-Threats, dan Strategi Weakness-Threats. Kemudian penulis mengusung lima pilar yang bisa diterapkan oleh BAZNAS Kabupaten Cirebon yaitu pilar ekonomi, pilar kemanusiaan, pilar Kesehatan, pilar dakwah dan juga pilar Pendidikan. Kata Kunci: ZIS, Baznas, QRIS, Masyarakat.
Sustainability Of Muslim Family Livelihoods In The Perspective Of Sustainable Development Goals Ahmad Alamuddin Yasin; Adang Djumhur Salikin; Aan Jaelani; Edy Setyawan
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 2 No 6 (2023): IJHESS JUNE 2023
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v2i6.427

Abstract

According to the classical scholarly view that health, education, and others of a primary nature other than clothing, feed, boards are not the responsibility of the husband in the corridors of living.  The problem that often occurs is not only primary needs, wives also often demand hal-things that are secondary.  A shift in understanding of the concept of living needs to be developed.  The purpose of this study is to evaluate the sustainability of livelihoods in this age of fashionrn. This research uses a multiple case study approach. Data sources obtained through 2 sources. The results showed that living in today's era does not only revolve around food, clothing and shelter. rather, the meaning of living today shows the meaning of the cost of life in the form of primary, secondary or tertiary. The sustainability of the meaning of living shows conformity with the SDGs program which is summarized in 3 aspects, namely: welfare aspects, environmental aspects and equality aspects.
Analisis Kebutuhan pada Literasi Hukum bagi Siswa Sekolah Menengah Ahmad Alamuddin Yasin
YUDHISTIRA : Jurnal Yurisprudensi, Hukum dan Peradilan Vol. 1 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Cv. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/yudhistira.v1i1.91

Abstract

Kenakalan remaja menimbulkan masalah-masalah yang besar, bahkan tidak menutup kemungkinan mereka akan terjerat pada kasus hukum. Tujuan penelitian ini adalah menggali persepsi pakar hukum terkait urgensi literasi hukum bagi siswa sekolah menengah. Penelitian menerapkan Deskriptif Kualitatif sebagai metode penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam serta wawasan sastra kritis. Wawancara mendalam dilakukan pada 2 informan pakar hukum terkait persepsi mereka terhadap urgensi literasi hukum bagi siswa sekolah menengah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi hukum bagi siswa sekolah menengah dinilai sangat penting oleh 2 pakar. Literasi hukum yang dibutuhkan meliputi pencegahan kejahatan cyber, pelanggaran lalu lintas serta pemberian pemahaman HAM yang lebih mendalam.
Efektifitas Pendekatan Konseling Behavioral pada Perilaku Self Harm di MANU Putri Buntet Pesantren Azizah, Nur; Yasin, Ahmad Alamuddin
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 2 No. 1 (2022): Peran Konseling Pendidikan di Masa New Normal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.382 KB) | DOI: 10.54213/jieco.v2i1.120

Abstract

Adolescence will experience many physical and mental changes to reach adulthood. At this time, adolescents are in the process of finding their identity. So sometimes problems arise. From the various problems that occur, adolescents experience a decline both in terms of physical, psychological and social. One of the effects of these problems can make teenagers stress, depression and other bad things. As a result, the teenager may vent bad feelings, one of which is self-harm or self-harm. In this case the researcher conducts group counseling with a behavioral counseling approach that focuses on changing behavior to eliminate the self-harm behavior. Researchers used qualitative methods through interviews, observations and literature studies. The result of this research is the behavioral counseling process is proven to be effective in preventing self harm behavior in students.
Urgensi Bimbingan Konseling Pra-Nikah bagi Kesejahteraan Keluarga Muslim dalam Perspektif Fiqih Pernikahan Yasin, Ahmad Alamuddin
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 2 No. 2 (2022): Aspek Kehidupan dalam Pandangan Bimbingan dan Konseling
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.313 KB) | DOI: 10.54213/jieco.v2i2.192

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengulas pentingnya bimbingan konseling pra-nikah dalam upaya mencegah terjadinya perceraian. Penulisan ini dibangun atas dasar pemikiran tinjauan dengan mendeskripsikan konseling dan fenomena-fenomena praktik pernikahan yang berdampak pada perceraian. Dengan pendekatan Library Research penulis mengungkapkan kritik terhadap fenomena tersebut. Hasil kajian pustaka dalam penelitian ini menunjukkan bahwa guna mengantisipasi perceraian yang tidak diinginkan oleh setiap keluarga perlu adanya penyamaan persepsi dalam bimbingan konseling pra nikah. Hal tersebut dapat dilakukan pada langkah-langkah yang perlu diperhatikan saat pra-nikah, bimbingan konseling pada hak istri, serta bimbingan konseling pada peran rumah tangga.
HAK WARIS ANAK ANGKAT DALAM PESPEKTIF UNDANG - UNDANG DAN HUKUM ISLAM Yasin, Ahmad Alamuddin
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2021): Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam: Strategi Kemitraan, Pengembangan Kurikulu
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v3i1.60

Abstract

Pengangkatan anak telah dilakukan pada zaman dahulu dengan cara yang berbeda-beda sejalan dengan sistem hukum dan perasaan hukum yang hidup dan berkembang pada masyarakat yang bersangkutan. Persoalan pengangkatan anak atau adopsi memiliki dua dimensi sekaligus, yaitu dimensi sosial kemasyarakatan yang memiliki nilai membantu sesama umat manusia dan dimensi hukum yang berimplikasi pada pola pengaturan antara anak angkat, orang tua angkat dan orang tua kandungnya. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang mengarah pada penelitian hukum normatif, dengan pendekatan penelitian terhadap sistematika hukum. Alat pengumpul data diperoleh dari data sekunder yaitu dengan dengan cara studi pustaka (library research). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, berdasarkan Pasal 209 ayat 1 dan 2 KHI, anak angkat berhak mendapatkan bagian dari harta warisan orang tua angkatnya berupa wasiat wajibah, baik ada wasiat maupun tidak ada wasiat. Pasal tersebut memberi pemahaman bahwa anak angkat dalam pembagian harta peninggalan tidak berlangsung dengan jalan saling mewarisi, tetapi melalui wasiat wajibah yang tidak lebih dari 1/3.
Penerapan Pembelajaran Sholat Berbasis Maqashid Syari’ah bagi Anak Sekolah Dasar Yasin, Ahmad Alamuddin
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2022): Kepemimpinan dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v4i1.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali penerapan pembelajaran sholat berbasis maqashid syariah bagi anak sekolah dasar di Pondok Pesantren Darussalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam desain etnografi. Penulis menghabiskan tujuh minggu melakukan observasi etnografi dan catatan lapangan terkait dengan pemberian materi sholat, aktivitas pembelajaran, dan pemberian sangsi. Wawancara mendalam dilakukan kepada 4 orang partisipan yang terdiri dari 1 guru dan 3 siswa. Kriteria peserta yang dipilih adalah berdasar pada mereka yang dianggap memiliki lebih banyak informasi. Wawancara bertujuan untuk mengetahui bagaimana setiap fase yang ditemukan selama observasi sesuai dengan konteks keseluruhan proses penyelidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran di PP. Darussalam dimulai dari pemberian materi sholat, aktivitas pembelajaran, dan pemberian evaluasi belajar terbukti maksimal dan sesuai dengan teori-teori kemaslahatan yang ada pada Maqashid Syariah dengan memprioritaskan pelestarian dalam agama atau Hifdz Al-din.
DAMPAK IMPLEMENTASI QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) DALAM FUNDRAISING ZAKAT INFAQ SADAQAH (ZIS) DI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KABUPATEN CIREBON PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH Mustaqim, Dede Al Mustaqim; Yasin, Ahmad Alamuddin
Sahid Business Journal : Jurnal Penelitian Manajemen Bisnis Syariah: Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Vol 3 No 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Jurnal Penelitian Manajemen Bisnis Syariah: Program Studi Manajemen Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56406/sahidbusinessjournal.v3i1.87

Abstract

This study aims to analyze the impact of the implementation of QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) in collecting Zakat, Infaq, and Sadaqah (ZIS) funds at the National Amil Zakat Agency (Baznas) Cirebon Regency from the perspective of Sharia Economic Law. The development of effective digital payment methods for collecting ZIS funds is essential to ensure efficiency, fairness and security in electronic transactions. This study uses a qualitative approach by collecting data through interviews, observation, and document study. The results showed that the implementation of QRIS in ZIS fundraising at Baznas Cirebon Regency had a positive impact. QRIS speeds up the payment process, improves efficiency, and encourages wider community participation. In addition, the implementation of QRIS also supports a more equitable redistribution of wealth in society. However, there are also negative impacts that need to be considered, such as digital exclusion, privacy vulnerabilities, and risks of technology misuse. In the perspective of Sharia Economic Law, justice, redistribution of wealth, fairness in the payment mechanism, and the principles of Muamalah must be the main considerations in implementing QRIS. Based on the results of the research, it is suggested to Baznas Cirebon Regency to continue to improve community digital literacy, strengthen privacy protection and data security, and expand other payment methods to ensure inclusive access for all levels of society.
Analisis Interaksi Tingkat Pendidikan dan Kesadaran Beragama pada Kesiapan Wanita dalam Rangkaian Ibadah Haji Tanpa Mahram Yasin, Ahmad Alamuddin
Rayah Al-Islam Vol 8 No 4 (2024): Rayah Al Islam November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i4.1112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi pengaruh tingkat pendidikan dan kesadaran beragama terhadap kesiapan wanita tanpa mahram dalam melaksanakan ibadah haji. Penelitian ini menggunakan desain ex post facto dan pendekatan kuantitatif dengan sampel berjumlah 129 wanita. Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS. Data primer dikumpulkan melalui angket skala Likert yang disebarkan kepada para wanita melalui Google Form, sementara data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah dan situs web. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Cirebon. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesiapan wanita dalam melaksanakan ibadah haji tanpa mahram, dengan nilai t sebesar -1.016 dan signifikansi 0.367 (p > 0.05). Sebaliknya, kesadaran beragama menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap kesiapan wanita, dengan koefisien regresi 0.180 dan nilai signifikansi 0.004 (p < 0.05). Temuan ini memberikan rekomendasi bahwa tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kesiapan wanita untuk melaksanakan ibadah haji tanpa mahram. Namun, peningkatan kesadaran beragama terbukti dapat meningkatkan kesiapan wanita. Selain itu, kesiapan wanita berhaji tanpa mahram juga dipengaruhi oleh kesehatan, pengetahuan, dukungan finansial, teknologi, dan jaminan keamanan. Hambatan yang dihadapi meliputi norma sosial serta kondisi fisik dan mental. Para ulama memiliki pandangan yang berbeda: sebagian mewajibkan mahram, sementara sebagian lainnya membolehkan jika keamanan terjamin. This study aims to examine the significance of the influence of education level and religious awareness on the readiness of women without mahrams in carrying out the hajj. This study uses an ex post facto design and a quantitative approach with a sample of 129 women. Data analysis was carried out using the SPSS application. Primary data were collected through a Likert scale questionnaire distributed to women via Google Forms, while secondary data was obtained from scientific literature and websites. This research was carried out in Cirebon Regency. The results of the analysis showed that the level of education did not have a significant influence on women's readiness to perform the hajj without a mahram, with a t-value of -1,016 and a significance of 0.367 (p > 0.05). On the contrary, religious awareness showed a significant positive influence on women's readiness, with a regression coefficient of 0.180 and a significance value of 0.004 (p < 0.05). These findings provide a recommendation that education level has no significant effect on increasing women's readiness to perform the hajj without a mahram. However, increasing religious awareness has been shown to increase women's readiness. In addition, the readiness of women to perform Hajj without a mahram is also influenced by health, knowledge, financial support, technology, and security guarantees. The obstacles faced include social norms as well as physical and mental conditions. The scholars have different views: some require mahrams, while others allow them if security is guaranteed.