Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH VARIASI KADAR SUPERPLASTICIZER TERHADAP NILAI SLUMP BETON GEOPOLYMER Aer, Anggie Adityo; Sumajouw, Marthin D. J.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat besarnya sumbangan industri semen terhadap total emisi karbondioksida (CO2), maka dilakukan berbagai penelitian untuk menekan angka pencemaran lingkungan. Penggantian semen secara total dengan bahan lain seperti abu terbang (fly ash) yang merupakan material hasil produksi sampingan industri dalam proses pembuatan beton, mendapatkan 2 keuntungan sekaligus yaitu mengurangi polusi akibat industri semen dan memanfaatkan limbah buangan yang sudah tidak digunakan lagi. Fly ash sebagai bahan pengikat pengganti semen akan melalui suatu proses polimerisasi anorganik, sehingga disebut beton geopolymer. Campuran beton geopolymer mempunyai sifat kekentalan yang kaku, padahal dalam proses pengecoran workabilitas beton sangat dibutuhkan untuk mempermudah pelaksanaan. Self Compacting Concrete (SCC) bertujuan untuk mengatasi masalah workabilitas tersebut melalui penggunaan berbagai jenis bahan tambahan atau superplasticizer. Penelitian ini mempelajari pengaruh variasi kadar superplasticizer terhadap nilai slump beton geopolymer. Material penyusun beton geopolymer yaitu fly ash sebagai prekursor. Sebagai aktivatornya, digunakan cairan alkalin yang terdiri dari sodium hidroksida (NaOH) dengan konsentrasi 8 molar dan sodium silikat (Na2SiO3), untuk perbandingan NaOH/Na2SiO3 sebesar 0,4. Agregat dan untuk meningkatkan workabilitas campuran beton digunakan superplasticizer Viscocrete-10 sebesar 0,2% sampai 2% dari binder. Perbandingan air/fly ash sebesar 0,3. Penelitian ini dilakukan terhadap 18 sampel, dengan 6 varian campuran yang berbeda. Penelitian yang dilakukan meliputi pemeriksaan komposisi kimia fly ash, pengujian slump dan slump flow, pemeriksaan berat volume beton geopolymer, serta pengujian kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk varian campuran beton geopolymer dengan penggunaan superplasticizer (0,2% sampai 2%) mencapai slump flow dengan diameter alir ≥ 50 cm sehingga dapat dikategorikan self compacting geopolymer concrete. Berat volume rata-rata beton geopolymer bertambah seiring dengan pertambahan persentase superplasticizer sebanyak 0%-1,5% yang berkisar antara 2033,58 kg/m3 sampai 2109,63 kg/m3, tetapi pada pertambahan persentase superplasticizer sebanyak 2% berat volume rata-rata beton geopolymer mengalami penurunan yaitu 2099,75 kg/m3. Penambahan kadar superplasticizer membuat nilai kuat tekan beton geopolymer menjadi tidak teratur. Pertambahan kadar superplasticizer 0,2%, 0,5% dan 1,5% mengalami kenaikan kuat tekan, akan tetapi pertambahan kadar superplasticizer 1% dan 2% justru menyebabkan penurunan kuat tekan. Kata Kunci :    Beton Geopolymer, Fly Ash, Cairan Alkalin, Superplasticizer Viscocrete-10, Slump, Slump Flow, Self Compacting Concrete, Self Compacting Geopolymer Concrete
PENGUJIAN KUAT TARIK BELAH BETON GEOPOLYMER PADA PERAWATAN TEMPERATUR RUANGAN Pangloly, Dewira Rante; Sumajouw, Marthin D. J.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton geopolymer (geopolymer concrete) adalah suatu material konstruksi yang relatif baru dikembangkan tetapi menawarkan berbagai kelebihan dibandingkan dengan beton konvensional  yang menggunakan semen portland. Beton geopolymer ini sama sekali tidak menggunakan semen portland. Bahan dasar utama yang diperlukan untuk pembuatan beton geopolymer ini adalah bahan-bahan yang banyak mengandung unsur-unsur silika dan aluminium. Unsur-unsur tersebut banyak didapat pada material buangan hasil industri, seperti fly ash, abu sekam padi dan limbah karbit, dll. Agar terjadi pengikatan elemen-elemennya, perawatan beton geopolymer dilakukan pada elevated temperatur, 60oC atau 90oC.Dalam Penelitian ini dilakukan pengujian kuat tarik belah beton geopolymer pada perawatan temperatur ruangan. Agar terjadi pengikatan antar elemen-elemennya, maka perlu penambahan bahan pengikat berupa semen. Variasi penambahan semen adalah 0%, 2,5%, 5%, dan 10%. Benda uji yang digunakan untuk pemeriksaan kuat tarik belah adalah silinder 10/20 cm, dengan metode curing room temperature masing-masing 3 sampel dan di uji pada umur 7 dan 28 hari.Hasil penelitian dipresentasikan dalam grafik hubungan kuat tarik belah beton terhadap kuat tekan dengan variasi semen pada curing room temperature, yang menunjukkan bahwa seiring dengan lamanya curing maka nilai kuat tarik belah semakin besar. Kuat tarik belah maksimum terjadi pada umur 28 hari dengan variasi semen 10%. Kata kunci: beton geopolymer, kuat tarik belah, penambahan semen, room temperature
PERBANDINGAN KUAT TARIK LENTUR BETON BERTULANG BALOK UTUH DENGAN BALOK YANG DIPERKUAT MENGGUNAKAN CHEMICAL ANCHOR Porajow, Regina Deisi Grasye; Sumajouw, Marthin D. J.; Pandaleke, Ronny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok beton bertulang sebagai elemen struktur cukup besar peranannya dalam memikul beban. Bila beban yang dipikul balok beton bertulang melampaui kapasitas lenturnya, maka balok akan mengalami keruntuhan atau akan terjadi kegagalan struktur. Kagagalan struktur dapat juga disebabkan karena pengalihan fungsi bangunan. Untuk mengatasi masalah kegagalan struktur dapat menggunakan chemical anchor. Dalam penelitian ini digunakan chemical anchor untuk memperkuat balok beton bertulang yang akan diperbesar penampangnya. Kuat tekan yang direncanakan 32 MPa.Dari hasil penelitian didapat nilai slump 120 mm,  berat volume rata-rata 2428 kg/ m³ yang dapat digolongkan sebagai beton normal dan kuat tekan rata-rata sebesar 36,67 MPa. Pengujian bonding didapat hasil perhitungan analitis 1,24 kN, hasil uji laboratorium 8,66 kN dan pengujian kuat tarik lentur didapat hasil 105,952 kN menggunakan chemical anchor dan 104,048 kN tanpa menggunakan chemical anchor.          Kata Kunci: balok beton bertulang, chemical anchor
ANALISA PORTAL DENGAN DINDING TEMBOK PADA RUMAH TINGGAL SEDERHANA AKIBAT GEMPA Turang, Rowland Badenpowell Edny; Sumajouw, Marthin D. J.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan rumah yang roboh atau yang mengalami kerusakan akibat gempa sebagian besar adalah bangunan rumah tinggal sederhana yang dibangun menurut pengalaman saja dan tidak mengikuti standar yang ada. Salah satu hal yang sering diabaikan adalah keberadaan dinding. Dinding merupakan salah satu elemen pada bangunan rumah sederhana yang dapat mempengaruhi kekakuan dan kekuatan struktur bangunan, sehingga dapat mereduksi kerusakan struktur bangunan akibat beban gempa. Penelitian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar displacement dari model struktur portal tanpa dinding, dengan dinding penuh, dan dengan dinding tidak penuh (ada bukaan) akibat gempa yang dianalisis secara linier. Kemudian dilakukan studi kasus pada bangunan rumah sederhana dengan dan tanpa dinding. Selanjutnya level kinerja bangunan rumah tinggal sederhana tanpa dinding (open frame) dan rumah tinggal sederhana dengan dinding yang dianalisis menggunakan metode analisis pushover yang merupakan prosedur analisis untuk mengetahui perilaku keruntuhan bangunan terhadap gempa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinding memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kekakuan lateral bangunan rumah sederhana yang ditinjau. Rumah sederhana dengan dinding lebih kecil displacementnya dibandingkan dengan rumah sederhana tanpa dinding. Level kinerja berdasarkan ATC 40 masuk dalam kategori Immediate Occupancy yang artinya rumah masih dalam kondisi aman dan segera dapat digunakan kembali pasca gempa. Pola keruntuhan bangunan tidak sesuai dengan prinsip kolom kuat balok lemah. Kata kunci: dinding,  rumah tinggal sederhana, analisis pushover, level kinerj, gempa.
PERENCANAAN GEDUNG TRAINING CENTER KONSTRUKSI BETON BERTULANG 4 LANTAI DI KOTA MANADO Laily, Rivaldo; Sumajouw, Marthin D. J.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur bangunan tahan gempa sangat penting di Indonesia. Terlebih khusus juga di daerah yang mempunyai tingkat resiko kegempaan yang tinggi. Jika terjadi bencana alam seperti gempa yang merupakan salah satu beban lateral, maka struktur di atasnya akan mengalami pergerakan secara vertikal maupun secara lateral. Pergerakan vertikal relatif kecil pada umumnya, sedangkan pergerakan lateral akan memberikan beban lateral kepada struktur yang dapat menyebabkan struktur runtuh. Sehingga, perencanaan bangunan Training Center ini  akan direncanakan komponen struktur gedung beton bertulang yang tahan gempa dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan juga direncanakan model struktur gedung beton bertulang sesuai dengan peraturan SNI yang berlaku.Struktur gedung yang akan direncanakan memiliki 4 lantai, dengan panjang bangunan 50,4 m, lebar 14 m, tinggi 14,4 m dan letaknya berada di kota Manado. Komponen struktur atas (upper structure) yang akan direncanakan yaitu balok, kolom, pelat dan untuk komponen struktur bawah (lower structure) yang akan direncanakan yaitu pondasi. Beban yang akan dihitung dalam perencanaan bangunan ini yaitu beban mati, beban hidup, dan juga beban gempa. Perhitungan beban mati dan beban hidup mengikuti persyaratan dari SNI 1727-2013. Beban gempa akan dianalisis secara statik dan dinamis dan mengikuti persyaratan dari SNI 1726-2012. Pemodelan dan analisis struktur akan memakai program ETABS dengan pemodelan 3D.Berdasarkan hasil analisa dan desain yang telah dilakukan, “strong column weak beam” telah bekerja menyebar di sebagian besar lantai. Komponen struktur dengan penulangannya dapat menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada penampang, dan telah mengikuti persyaratan pendetailan dalam SRPMK untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Sehingga untuk persyaratan perencanaan bangunan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus telah terpenuhi.Kata kunci : Perencanaan Bangunan, Beton Bertulang, SRPMK, ETABS.
PENGARUH PEMANFAATAN ABU TERBANG (FLY ASH) DARI PLTU II SULAWESI UTARA SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON Umboh, Alfian Hendri; Sumajouw, Marthin D. J.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, pembangunan konstruksi-konstruksi beton, khususnya yang memerlukan persyaratan yang sederhana dengan menggunakan semen murni merupakan sebuah pemborosan dari segi biaya. Untuk menanggulangi dampak penggunaan semen yang berlebihan tersebut, maka pemakaian High Volume Fly ash Concrete untuk menggantikan pemakaian beton normal menjadi salah satu solusi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggantian sebagian semen dengan abu terbang (fly ash) terhadap kuat tekan beton mutu normal. Untuk tipe abu terbang yang digunakan yaitu abu terbang kelas C. Komposisi variasi penambahan abu terbang (fly ash) sebanyak 0%, 30%, 40%, 50%, 60% dan 70% dari berat semen. Benda uji yang digunakan adalah berbentuk silinder, yang diuji pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari. Penelitian ini menguji beton dengan benda uji silinder (diameter 100 mm dan tinggi 200 mm) sebanyak 96 sampel dan terdiri dari 6 variasi konsentrasi abu terbang pada pengujian 7, 14, 21, 28 hari dan masing-masing variasi sebanyak 16 sampel. Berdasarkan hasil pengujian, penambahan persentase abu terbang (fly ash) sebesar 30%,40%, 50%, 60%, 70% memiliki nilai kuat tekan tertinggi pada presentase abu terbang (fly ash) 30% yaitu sebesar 24,18 MPa untuk umur beton 28 hari. Dan nilai kuat tekan terendah pada presentase abu terbang (fly ash) 70% yaitu sebesar 3,645 MPa untuk umur beton 7 hari. Kata kunci: abu terbang (fly ash), kuat tekan
NILAI KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN VARIASI UKURAN DIMENSI BENDA UJI Regar, Renaldo Glantino; Sumajouw, Marthin D. J.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuat tarik belah adalah salah satu parameter penting kekuatan beton. Nilai kuat tarik belah diperoleh melalui pengujian tekan di laboratorium dengan membebani setiap benda uji silinder secara lateral sampai pada kekuatan maksimumnya. Pengujian dapat dilakukan pada skala tertentu dengan berbagai kondisi, jenis, beban maupun ukuran benda uji. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ukuran benda uji terhadap kekuatan tarik belah beton. Dimensi benda uji silinder divariasikan dalam 4 ukuran: 7,5/15 cm, 10/20 cm, 12,5/25 cm, dan 15/30 cm. Pengujian dilakukan dengan menggunakan mesin uji “Semiautomatic Concrete Compression Testing 400 kN Cap. Controls – Italy 50-C6632”. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin kecil dimensi benda uji semakin besar nilai kuat tarik belah beton. Untuk benda uji terkecil yaitu silinder 7,5/15 cm hasil kuat tariknya mengalami penurunan sehingga tidak sesuai dengan teori size effect. Hal ini dipengaruhi oleh perbandingan rasio diameter benda uji dan diameter maksimum agregat dan juga oleh arah pembebanan terhadap arah pengecoran. Kekuatan beton sangat dipengaruhi oleh perbandingan penampang dengan ukuran maksimum agregat. semakin kecil rasio ukuran penampang terhadap ukuran maksimum agregat maka semakin kecil pula nilai kekuatan beton yang dihasilkan. Kata Kunci : dimensi benda uji, size effect, kuat tarik belah, kekuatan beton
EVALUASI KEKUATAN BALOK BETON BERTULANG DENGAN BALOK KOMPOSIT BAJA MENGGUNAKAN FLOOR DECK Sidara, Sthefani Christina Xenalevina; Sumajouw, Marthin D. J.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok mempunyai karakteristik utama yaitu lentur. Dengan sifat tersebut, balok merupakan elemen bangunan yang dapat diandalkan untuk menangani gaya geser dan momen lentur. Pada konstruksi elemen balok pun dituntut untuk memiliki kekuatan yang besar, dengan desain penampang yang efisien, pelaksanaan konstruksi yang praktis dan biaya konstruksi yang ekonomis. Pemilihan penggunaan material konstruksi yang tepat pun diharuskan agar balok mampu untuk dapat menahan besarnya beban yang diberikan. Penggunaan material beton bertulang dan balok komposit baja banyak kita temui dilapangan. Pada konstruksi balok pun sering kita temukan penggunaan floor deck yang dipasangkan diatas balok baja, maupun dikaitkan pada balok beton bertulang untuk menahan struktur pelat lantai. Pada penelitian ini balok beton bertulang dan balok komposit baja baik yang dipasangkan floor deck ataupun tidak dipasangkan floor deck diberikan beban yang sama besar dan didesain memiliki kapasitas penampang yang sama atau tidak jauh berbeda. Sehingga hasil yang didapat yaitu dimensi penampang balok beton bertulang akan lebih besar dibandingkan balok komposit baja ditinjau dari tinggi dan lebar balok, menyebabkan inersia penampang balok beton bertulang semakin besar sehingga lendutan yang terjadi pada balok beton bertulang semakin kecil, dibandingkan dengan balok komposit baja yang memilik penamang yang lebih kecil. Namun pekerjaan elemen balok menggunakan material baja komposit lebih efisien dibandingkan dengan pekerjaan balok beton bertulang, ditinjau dari besarnya penampang yang dihasilkan, pekerjaan yang lebih praktis dengan biaya yang lebih ekonomis. Dan penggunaan floor deck tidaklah berpengaruh pada perhitungan kekuatan baja sehingga sering diabaikan, dan hanya berpengaruh pada lendutan yang terjadi akibat inersia penampang yang tereduksi akibat penggunaan floordeck. Kata Kunci : Balok, Balok Beton Bertulang, Balok Komposit Baja, Floor Deck.
KUAT TARIK LENTUR BETON GEOPOLYMER DENGAN TEMPERATUR RUANGAN Rumajar, Rendy James; Sumajouw, Marthin D. J.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton geopolymer adalah beton ramah lingkungan yang menggunakan abu terbang yang kaya akan silika dan alumina dan di campur dengan cairan alkalin. Bahan yang terbentuk ini mempunyai kekuatan tekan yang tinggi, dan ketahanan terhadap tarik rendah.Kekuatan tekan beton didefinisikan sebagai tegangan yang terjadi dalam benda uji pada pemberian beban hingga benda uji tersebut hancur. Kuat tekan beton adalah besarnya beban per satuan luas yang menyebabkan beton hancur.Kekuatan tekan beton didefinisikan sebagai tegangan yang terjadi dalam benda uji pada pemberian beban hingga benda uji tersebut hancur. Kuat tekan beton adalah besarnya beban per satuan luas yang menyebabkan beton hancur.Dari hasil penelitian dihasilkan berat volume berkisar 2200-2400Kg/m3 dan dapat diklasifikasikan dalam beton normal. Dalam penelitian ini juga di dapat nilai fr/√f’c berkisar antara 0,29-1.095 Kata kunci: Beton Geopolymer, Kuat Tekan dan Kuat Tarik Lentur
RESPON DINAMIS STRUKTUR BANGUNAN BETON BERTULANG BERTINGKAT BANYAK DENGAN VARIASI ORIENTASI SUMBU KOLOM Supit, Norman Werias Alexander; Sumajouw, Marthin D. J.; Tamboto, Winny J.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur bangunan beton bertulang bertingkat banyak dipengaruhi antara lain oleh dimensi, denah/geometrik dan material elemen struktur serta beban yang bekerja pada struktur. Beban gempa memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan bangunan bertingkat. Penelitian ini memberikan pengetahuan praktis mengenai penempatan/orientasi sumbu kolom terbaik yang dapat digunakan dalam mendesain struktur bangunan sehingga kekuatan struktur bangunan lebih optimal.Penelitian ini dilakukan dengan membuat beberapa contoh kasus dengan orientasi sumbu kolom yang berbeda guna mendapat nilai simpangan struktur minimum pada dua arah pemisalan pembebanan gempa, dilanjutkan dengan memodelkan beberapa denah struktur guna melihat pengaruhnya terhadap pemilihan orientasi sumbu kolom. Analisis respon dinamik dilakukan dengan bantuan software ETABS 2013 E.V.Hasil penelitian menunjukkan nilai simpangan yang paling besar terjadi pada simpangan model yang searah gaya gempa (kasus 1); nilai simpangan yang minimum pada dua arah pemisalan pembebanan gempa terjadi pada model denah struktur yang simetris dengan penempatan orientasi kolom menopang arah sumbu lemah denah struktur (kasus 2). Sedangkan, pengaruh denah struktur terhadap pemilihan orientasi struktur bergantung pada panjang bentang masing-masing arah panel (kasus 3, 4 dan 5)Kata kunci: penempatan, orientasi sumbu kolom, denah struktur, simpangan struktur
Co-Authors Adrian Philip Marthinus, Adrian Philip Alfian Hendri Umboh Anggie Adityo Aer Arif Lokobal Banu Dwi Handono, Banu Dwi Bonny F. Sompie Carolus Sanapang Christy Merril Rantung Constantine, Fransisca Nikita Ellen J. Kumaat Estrelita V. Y. Waney Fathurrahman, Adriansyah Femmy Nurul Akbar Fergita Tomigolung Gerry F. Waworuntu Gregoria Megastia Langitan Handono, Banu D. Hanna Yashinta Kuhu Hieryco Manalip Huibert Tarore Irmawati Indahriani Manangin, Irmawati Indahriani Ivonne Jeanette Rosalina Sondakh, Ivonne Jeanette Rosalina Jefri J. H. Simanjuntak Jefri Tumelap Jenefer Teofany Kaontole, Jenefer Teofany Jeremia Polopadang Laily, Rivaldo Lerry M. N. Gerung Lestari, Indun Eka Wahyu Lilik Fauziah Luntungan, Renata Natanael Mamarimbing, Ezra Arnoldus Melinda, Sintia Mielke Mondoringin, Mielke Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Missi, Rollan Satrio Pratama Jonas Muaja, Frianto F. Muhammad Igbal Norman Werias Alexander Supit Palallo, Febriani Pangloly, Dewira Rante Porajow, Regina Deisi Grasye Rajak, Febriany Safitri Abd. Rantung, Dranita Dewi Rattu, Elsa A. Recky Pasila, Recky Reky S. Windah Renaldo Glantino Regar Reyner R. Rumimper, Reyner R. Reza Adeputra Polii, Reza Adeputra Riger Manuahe Rondonuwu, Steeva G. Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Roring, Youfrie Rory, Reiven W. G. Rowland Badenpowell Edny Turang Rumajar, Rendy James Sakul, Verrent E. Servie O. Dapas Sesty E. J. Imbar Siahaan, Nathalia Samaria Marisi Sidara, Sthefani Christina Xenalevina Steenie E. Wallah Stevie Andrean, Stevie Tambingon, Fiki Riki Winny J. Tamboto Yohanes Trian Dady, Yohanes Trian