Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Spiritualitas Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Hemodialisa Cantika, Apria; Asti, Arnika Dwi; Sumarsih, Tri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penyakit dengan penurunan fungsi ginjal. Penderita gagal ginjal kronik dapat mengalami perubahan psikologis berupa kecemasan. Spiritualitas yang baik diharapkan mampu mengatasi tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan spiritualitas dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Teknik Sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel 199 responden. Instrument penelitian yang digunakan yaitu kuesioner SWBS dan kuesioner HARS. Analisis data menggunakan univariat dan analisa bivariat menggunakan uji Spearmen Rank. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022 di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Hasil dari penelitian 185 (93%) responden dengan tingkat spiritualitas sedang dan mayoritas responden tidak mengalami kecemasan sebanyak 95 (47,7%). Dan analisa bivariate ini diperoleh angka koefisien korelasi sebesar -0,262 yang berarti hubungan kedua variabel bersifat terbalik karena bernilai negative dengan nilai p value = 0,000 (<0,05). Hasil nilai koefisien korelasi benilai negative atau terbalik karena semakin tinggi tingkat spiritualitas maka semakin rendah pula tingkat kecemasannya. Diharapkan rumah sakit mampu mengadakan kegiatan yang dapat membantu meningkatkan spiritualitas dan kegiatan sharing bersama survevial hemodilisa dalam pelaksanaan kegiatan spiritual, sehingga melalui kegaiatn tersebut dapat memotivasi pasien dalam menghadapi penyakitnya dan menjalani proses pengobatan
Pengaruh Self-Talk Terhadap Peningkatan Harga Diri Pada Remaja Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Muhammadiyah di Kecamatan Gombong Fuaida, Citra Ayu Salma; Sumarsih, Tri; Asti, Arnika Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga diri merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan remaja, jika remaja mengalami harga diri rendah maka terjadilah beberapa masalah dalam kehidupannya. Harga diri dapat ditingkatkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan terapi selftalk. Tujuan untuk mengetahui pengaruh self-talk terhadap peningkatan harga diri pada remaja panti asuhan yatim dan dhuafa Muhammadiyah di Kecamatan gombong. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden remaja putra dan putri. Proses penelitian dilakukan empat kali selama dua minggu. Analisis yang digunakan adalah uji statistik paired sample t-test. Dari 32 responden sebelum dilakukan terapi mayoritas mengalami harga diri rendah sebanyak 16 responden (53,3%) dan harga diri normal sebanyak 14 responden (46,7%), akan tetapi setelah dilakukan terapi mayoritas mengalami harga diri normal sebanyak 25 responden (83,3%) dan harga diri rendah sebanyak 5 responden (16,7%). Uji statistic menunjukkan pengaruh self-talk terhadap harga diri sebelum dan sesudah dilakukan terapi dengan nilai signifikan p-value = 0,000 (sig<0.05). Terdapat pengaruh yang signifikan antara harga diri sebelum dan sesudah diberikan terapi. Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Muhammadiyah Gombong diharapkan dapat menjadikan terapi self-talk sebagai kegiatan rutin dalam meningkatkan kesehatan mental.
Kekerasan Verbal Orang Tua Berdampak pada Kesehatan Mental Anak Cahyani, Febriana Dwi; Sumarsih, Tri; Asti, Arnika Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kekerasan yang terjadi di Indonesia, didukung oleh data-data yang didapatkan dari internasional dan nasional, juga oleh tingginya angka gangguan jiwa yang terjadi di Indonesia. Sebagian besar anak mengalami kekerasan verbal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kekerasan verbal orang tua dengan kesehatan mental anak. Metode penelitian yang dilakukan di SDN Blengorkulon Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis dan desain penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional. Sampel sebanyak 131 dengan taknik total sampling menggunakan kuisioner kekerasan verbal dengan nilai uji validitas 0,01 dan nilai reliabilitas 0,947 sedangkan kesehatan mental anak menggunakan kuisioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dengan nilai uji validitas CV1>0,8, nilai uji reliabilitas 0,887. Analisis data menggunakan rumus spearman rank. Mayoritas anak mengalami kekerasan verbal rendah sebanyak 72 dengan presentase 55.0% mengalami kesehatan mental normal. Anak yang mengalami kekersan verbal berat sebanyak 33 dengan presentase 25.2% mayoritas mengalami kesehatan mental abnormal sebanyak 18 anak dengan presentase 13,7%. Kekerasan verbal orang tua terhadap kesehatan mental anak didapatkan hasil bahwa terdapat nilai signifikan p<0,00 yang berarti berkorelasi, nilai koefisien korelasi 0,713 artinya memiliki hubungan yang kuat. Kekerasan verbal orang tua berdampak pada kesehatan mental anak. Tingginya angka kekerasan verbal yang terjadi dilingkungan tersebut peneliti menyarankan agar dilakukan sosialisasi parenting kepada wali murid
Gambaran Pemahaman Keluarga Orang Dengan Gangguan Jiwa di Masyarakat Desa Bijiruyung Sempor Kebumen Marsito, M; Ernawati, E; Sumarsih, Tri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang gangguan Jiwa di Keluarga Indonesia masih sering terjadi. Data secara Nasional menunjukkan bahwa hasil Raskesdas (2018) orang dengan gangguan jiwa di Indonesia ada 450 ribu orang dengan prosentase di Jawa Tengah ada 4,4%. Gangguan jiwa di rumah tangga area pedesaan berjumlah 31,8%. Melihat hal itu masih tingginya kejadian kasus orang dengan gangguan jiwa. Di Kebumen menurut Bupati kejadian orang dengan gangguan jiwa menunjukkan tinggi menempati 5 besar di Jawa tengah jumlah mencapai 4.000 jiwa karena pemahaman kurang. Tujuan penelitian Gambaran PemahamanKeluarga Orang Dengan Gangguan Jiwa di Masyarakat Desa Bijiruyung Sempor Kebumen mengenai informasi, pengantaran, konsultasi, pertolongan, pelayanan desa dan media inforamsi. Dalam teori Betty neumen di keperawatan komunitas ada biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Metodenya Deskreptif dengan pendekatan observasional keluarga gangguan jiwa.Polulasinya keluaarga yang mempunyai gangguan jiwa dan sampelnya menggunakan pendekatan total sampel berjumlah 20 keluarga gangguan jiwa. Dari semua keluarga sudah dijelakan maksud dan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga yang mendapatkan penyuluhan mayoritas 11 keluarga ( 55%), transportasi yang digunakan menggunakan motor 14 keluarga (70%), keluargatidak melakukan konsultasi 17 keluarga (85%), melakukan pertolongan 17 keluarga (85%), dan media informasi melalui TV 10 keluarga ( 50%). Diharapkan keluarga mempunyai gangguan jiwa memanfaatkan fasilitas kesehatan disedian desa menangani masalah gangguan jiwa
Pengaruh Exspressive Writitng Therapy terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa dalam Menyusun Skripsi Fajrin, Rizqi Intan; Asti, Arnika Dwi; Sumarsih, Tri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk menyelesaikan tugas akhir karya ilmiah atau skripsi sebagai salah satu syarat untuk kelulusan. Mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi tentunya memiliki gangguan psikologis salah satunya yaitu mengalami kecemasan, hal ini karena adanya hambatan atau tantangan dalam menyusun skripsi. Kecemasan yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir tentunya akan mempengaruhi mahasiswa dalam proses menyusun skripsi yang akan mempengaruhi untuk kelulusan mahasiswa, oleh karena itu kecemasan yang dialami mahasiswa tingkat akhir harus diatasi yaitu dengan terapi. Salah satu therapy yang dapat mengatasi tingkat kecemasan merupakan exspressive writing therapy. Tujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas exspressive writing therapy terhadap tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi di Universitas Muhammadiyah Gombong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desaign Quasi Eksperimen dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 34 responden, dengan treatment intervensi yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan membagi 34 responden sebanyak 7 kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4 sampai 5 responden. Setiap kelompok mendapatkan intervensi yang sama yaitu 3 kali intervensi dengan waktu setiap kali intervensi 50 menit. Analisa data menggunakan Uji Paired T-test Berpasangan. Hasil Sebagian besar mahasiswa tingkat akhir berusia 21-23 tahun (94,1%), jenis kelamin mayoritas perempuan 26 (76,5%). Tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir sebelum dan sesudah dilakukan intervensi memiliki kategori yang sama yaitu tingkat kecemasan sedang namun terjadi penurunan frekuensi yaitu pre test sejumlah 18 responden dan post test sejumlah 13 responden. Dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan treatment efektivitas exspressive writing therapy terhadap tingkat kecemasan mahasisswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Gombong sebesar 0,05%. Terdapat pengaruh nilai signifikan exspressive writing therapy terhadap tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Gombong sebelum dan sesudah dilakukan intervensi yaitu dengan nilai Sug.2 tailed 0,00 <0,05. Rekomendasi untuk Institusi Pendidikan yaitu Universitas Muhammadiyah Gombong diharapkan mengenai writing therapy yang sudah dilakukan peneliti supaya menjadi salah satu bentuk latihan dan terapi serta bisa mengimplementasikan dalam proses pembelajaran kampus untuk mengurangi tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi.
Factors Associated with Stress Levels in Self-Management of Type 2 Diabetes Mellitus Clients in Sempor Health Center Working Area 1: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres dalam Manajemen Diri Klien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Sempor 1 Listiani, Andi; Sumarsih, Tri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The stress experienced by diabetes mellitus clients will have an impact on controlling blood sugar levels which, if not treated immediately, can trigger complications. Stress is a non-specific body response due to disturbed body needs which can be caused by internal or external factors, and if the stress level is high it can trigger an increase in blood sugar levels. This psychological impact can be reduced if the diabetes mellitus client's self-management is carried out well. Research Objective: Analyze factors related to stress levels in self-management of type 2 diabetes mellitus clients in the Sempor Community Health Center Work Area 1. Research Method: This research is a quantitative descriptive study with a correlation research design using a cross-sectional approach. The sample in this research was 80 respondents and the technique used was purposive sampling. The research was carried out from June-July 2023. Stress levels were measured using the DASS 14 (Depression Anxiety Stress Scale) questionnaire (0.920), the DSMQ (Diabetes Self Management Questionnaire) questionnaire (0.934) and the diet compliance questionnaire (0.832). Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis using the Chi Square test with a confidence value of 95%, namely ? = 0.05. Research Results:: The results of measuring the stress level of Type 2 DM clients carried out on 80 respondents, the majority of Type 2 DM clients experienced severe stress, 28 people (35.0%), the results of self-management measurements were 30 people (37.5%) had poor self-management, and the results of measuring diet compliance were 44 people (55%) who had a non-compliant diet. The results of the relationship between diet and stress levels obtained a p value of 0.005, the relationship between age and stress levels obtained a p value of 0.007, the relationship between education and stress levels obtained a p value of 0.046, the relationship between work and stress levels obtained a p value of 0.000, and the length of suffering from diabetes with stress levels. obtained a p value of 0.000. These results show that all the factors studied have a p value < 0.05, which means that all factors are interconnected with the level of stress in self-management of Type 2 DM clients in the Sempor 1 Community Health Center Work Area. Conclusion: There is a relationship between internal factors and the level of stress in self-management of Type 2 DM clients in the Sempor Community Health Center Work Area 1. Recommendation: it is hoped that future researchers can fulfill a sample of 100 respondents according to the provisions and can examine the stress level factors of Type 2 DM externally.