Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : eCo-Buss

Bagaimana Artificial Intelligence mengubah Lanskap Industri Kreatif: Disrupsi Artificial Intelligence dari Kacamata Praktisi Industri Kreatif Meiry Ramdani Anwar; Angela Caroline; Yoke Pribadi Kornarius; Triningtyas Elisabeth Putri Gusti; Agus Gunawan
eCo-Buss Vol. 7 No. 1 (2024): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v7i1.1284

Abstract

Revolusi pada big data dan perkembangan kapasitas komputasi membawa dampak terhadap berbagai industri, termasuk pada industri kreatif. Industri kreatif mempunyai dampak yang cukup signifikan terhadap laju Produk Domestik Bruto (PDB) yang merupakan faktor yang berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara. Hal ini membuat industri kreatif menjadi salah satu alternatif kuat untuk membangun kerajaan bisnis maupun sebagai pilihan sektor yang menarik untuk digeluti di dunia profesional. Namun, di era digital dimana penggunaan artificial intelligence (AI) sudah semakin marak, para penggiat di industri kreatif mulai mendapat tantangannya tersendiri. Hal ini dikarenakan para penggiat di industri kreatif dihadapkan pada kenyataan bahwa teknologi dapat menjadi ancaman untuk pekerjaan mereka juga dapat menjadi alat bantu yang dapat mendukung pekerjaan mereka. Penelitian ini hendak mengetahui bagaimana perkembangan AI mempengaruhi sikap pelaku di industri kreatif. Theory of Planned Behavior digunakan sebagai dasar untuk memahami perilaku yang muncul akibat disrupsi AI. Metode campuran digunakan agar dapat memberikan asumsi secara menyeluruh atas akibat dari disrupsi AI, sekaligus juga bisa mendapatkan gambaran pemahaman secara holistik dari kacamata penggiat industri kreatif yang diwakili oleh beberapa responden dari berbagai bidang keahlian melalui wawancara terstruktur. Responden wawancara yang bekerja di industri kreatif, menyatakan bahwa kehadiran AI banyak membantu proses kreatif mereka sampai pada tahapan tertentu. Yakni, AI dipergunakan sebagai sarana triangulasi, referensi untuk pengembangan ide orisinil, membaca trend terkini, serta sebagai alat bantu ketika dihadapkan pada kebutuhan dengan waktu yang terbatas.
Sikap dan Niat Terhadap AI: Studi Perbandingan Generasi Berdasarkan Perilaku Terencana Susanto, Graciella Lorenz; Caroline, Angela; Kornarius, Yoke P.; Gusti, Triningtyas E. P.; Gunawan, Agus
eCo-Buss Vol. 7 No. 2 (2024): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v7i2.1614

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sikap dan niat keberlanjutan terhadap penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) di antara tiga kelompok generasi, yaitu Generasi X, Generasi Y (yang sering dikenal sebagai Milenial), dan Generasi Z. Dalam penelitian ini, digunakan kerangka Teori Perilaku Berencana (TPB) sebagai landasan untuk memahami bagaimana setiap kelompok generasi tersebut memandang AI serta bagaimana pandangan mereka memengaruhi niat untuk terus menggunakan teknologi ini. Dengan menggunakan metode penarikan sampel purposive, data dikumpulkan dari 101 responden yang memiliki pengetahuan dan familiaritas dengan AI. Instrumen survei yang digunakan telah diuji validitas dan reliabilitasnya, memastikan bahwa pengukuran sikap terhadap AI dan niat keberlanjutan dilakukan secara akurat. Untuk menganalisis data, digunakan analisis regresi guna menguji hubungan yang dihipotesiskan antara sikap dan niat keberlanjutan penggunaan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap seseorang terhadap AI sangat berpengaruh pada niat mereka untuk terus menggunakan teknologi tersebut. Secara khusus, Generasi Z menunjukkan sikap paling positif dan memiliki niat tertinggi untuk melanjutkan penggunaan AI di masa depan, diikuti oleh Generasi Y dan terakhir Generasi X. Temuan ini sangat penting karena memberikan wawasan yang dapat digunakan oleh para pengembang teknologi AI, pendidik, serta pembuat kebijakan untuk merancang strategi yang lebih efektif dan sesuai dengan preferensi masing-masing generasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat menyesuaikan inisiatif mereka dalam mengembangkan AI sehingga lebih relevan bagi setiap kelompok usia. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk memperluas cakupan demografi dan menggunakan pendekatan longitudinal guna melacak perubahan sikap dari waktu ke waktu.
Persepsi Generasi Z Terhadap Penggunaan Teknologi AI di Tempat Kerja Tobing, Nafa; Kornarius, Yoke; Caroline, Angela; Gusti, Triningtyas Elisabeth Putri; Gunawan, Agus
eCo-Buss Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v7i3.1667

Abstract

Teknologi AI telah menjadi motor penggerak perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk dunia pekerjaan. Generasi Z, sebagai digital natives yang sangat familiar dengan teknologi, tidak luput dari kekhawatiran akan teknologi AI, meskipun mereka cenderung lebih adaptif terhadap inovasi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara sikap umum pekerja terhadap penggunaan teknologi AI dengan niat mereka untuk terus menggunakannya. Metode penelitian yang digunakan adalah Mixed Method, gabungan metode kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif yang diperoleh sebanyak 184 responden melalui kuesioner, sedangkan data kualitatif yang diperoleh sebanyak 10 responden melalui wawancara. Hasil analisis data menggunakan uji regresi membuktikan adanya pengaruh sikap terhadap niat terus menggunakan teknologi AI. Data kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk melihat kecenderungan jawaban responden. Penelitian ini menemukan bahwa responden memiliki sudut pandang yang saling bertentangan terhadap teknologi AI. Di masa kini, AI dianggap dapat mengancam pekerjaan mereka, tetapi di masa depan dengan adanya regulasi yang tepat, teknologi AI akan dapat memberikan banyak manfaat. Variabilitas pandangan ini mencerminkan kompleksitas isu terkait penggunaan AI di masa depan, dan pentingnya mempertimbangkan berbagai perspektif untuk memahami dinamika serta tantangan seiring perkembangan teknologi AI.