Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Infeksi Sars-Cov-2 Pada Kehamilan dan Persalinan: Studi Literatur Elsa Fitri Ana; Ade Tyas Mayasari; Komalasari Komalasari; Hikmah Ifayanti; Diani Arif Wahyudi; Wisnu Probo Wijayanto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.961 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.785

Abstract

This study aims to analyze the clinical symptoms and complications of SARS-Cov-2 infection in pregnancy and childbirth. This study is a literature study that analyzes the results of a study containing clinical symptoms and complications of SARS-Cov-2 infection in pregnancy and childbirth in Asian patients. Articles were taken from several databases deemed relevant published in 2020.46 pregnant women with SARS-Cov-2 infection obtained from 5 case studies had the most complications, namely premature rupture of membrane (PROM) (10.87%), fetal distress (8.7%), preterm labor (19.57%), and preeclampsia (6.5%). The gestational age of all mothers at the time of infection was the third trimester (100%). 87% of mothers gave birth by way of a cesarean section. The most clinical symptom was fever (54.35%). Management of the prevention of transmission of SARS-Cov-2 infection in pregnant women is a matter that must be prioritized, this is done to avoid complications and transmission during childbirth and breastfeeding. Selection of the right method of delivery also needs to be considered in preventing mother-to-baby transmission during delivery.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gejala klinik dan komplikasi infeksi SARS-Cov-2 pada kehamilan dan persalinan. Penelitian ini merupakan studi literatur yang menganalisis hasil penelitian yang berisi gejala klinik dan komplikasi infeksi SARS-Cov-2 pada kehamilan dan persalinan pada pasien di Asia. Artikel diambil dari beberapa database yang dianggap relevan yang dipublikasikan tahun 2020. 46 wanita hamil dengan infeksi SARS-Cov-2 yang diperoleh dari 5 studi kasus memiliki komplikasi paling banyak yaitu premature rupture of membrane (PROM) (10,87%), fetal distress (8,7%), partus preterm (19,57%), dan prekelampsia (6,5%). Usia kehamilan seluruh ibu pada saat terinfeksi adalah trimester III (100%). 87% ibu melahirkan dengan cara section cesaria. Gejala klinik yang paling banyak adalah demam (54,35%). Manajemen pencegahan penularan infeksi SARS-Cov-2 pada ibu hamil merupakan hal yang harus diprioritaskan, hal ini dilakukan untuk menghindari komplikasi dan transmisi saat bersalin dan menyusui. Pemilihan metode persalinan yang tepat juga perlu dipertimbangkan dalam pencegahan transmisi ibu ke bayi saat bersalin.
Shallot Compress on The Body Temperature of Baby Aged 0-12 Months Who Suffer AESI (Adverse Event of Special Interest) Komalasari Komalasari; Hikmah Ifayanti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.897 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1192

Abstract

In Indonesia, immunization is still a challenge. The proportion of children aged 12-23 months who have received all of their basic immunizations is remains low, at 57.9%. According to data from Lampung Province in 2018, 67.3 percent of children aged 12 to 23 months had received all of their baseline immunizations.  Meanwhile, the proportion of complete basic immunization for infants in the South Lampung Regency in 2018 was still below the target, reaching 71.6%. The research objective was to determine the effectiveness of shallot compresses on the body temperature of babies aged 0-12 months who suffer AESI (Adverse Event of Special Interest). This type of research is a pre-experiment using one group pretest-posttest design. The sample in this research was babies aged 0-12 months who suffer post-immunization fever, with a sample of 17 respondents by using accidental sampling. In analysis used the T-test (paired sample t-test).The results of univariate analysis obtained that the average temperature of babies aged 0-12 months who suffer AESI before being given the shallot compress treatment was 38.1 ° C with a standard deviation of 0.295 and decreased after being given a shallot compress to 37.4 ° C with a standard deviation of 0.441. The results of the bivariate analysis showed the effect of shallot compresses on the body temperature of babies aged 0-12 months who experienced  AESI (p-value = 0,000 (p-value less than 0.05). Suggestions for the health workers to be able to teach compresses with shallot in the intervention for managing hyperthermia in children after immunization. Abstrak: Pemberian imunisasi masih menjadi masalah di Indonesia. Proporsi imunisasi dasar lengkap pada anak umur 12-23 bulan masih rendah yakni 57,9 %. Data di Provinsi Lampung tahun 2018, proporsi imunisasi dasar lengkap pada anak umur 12-23 bulan mencapai 67,3%. Sedangkan proporsi imunisasi dasar lengkap pada bayi di Kabupaten Lampung Selatan tahun 2018 masih dibawah target yaitu mencapai 71,6%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas kompres bawang merah terhadap suhu tubuh anak usia 0-12 bulan yang mengalami KIPI. Jenis penelitian ini praeksperiment dengan menggunakan rancangan one group pretest posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia 0-12 bulan yang mengalami demam pasca imunisasi, dengan sampel sebanyak 17 responden, menggunakan accidental sampling. Analisis menggunakan uji T (paired sample t-test). Hasil analisis univariat diperoleh Rata-rata suhu anak usia 0-12 bulan yang mengalami KIPI sebelum diberi perlakuan kompres bawang merah yaitu 38,1 oC dengan standar deviasi 0,295 dan mengalami penurunan setelah diberi kompres bawang merah menjadi 37,4oC dengan standar deviasi 0,441. Hasil analisis bivariat diperoleh adanya pengaruh kompres bawang merah terhadap suhu tubuh anak usia 0-12 bulan yang mengalami KIPI (p-value= 0,000 (p-value kurang dari 0,05). Saran bagi petugas kesehatan untuk dapat mengajarkan kompres dengan bawang merah didalam intervensi penatalaksanaan hipertermi pada anak pasca imunisasi.
Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Untuk Mempersiapkan Masa Pubertas Pada Anak Di Sd Negeri 2 Gunung Tiga Lampung Timur Okta Shelvia; Wulan Dari; Komalasari Komalasari; Inggit Primadevi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3657

Abstract

Masa pubertas merupakan periode perkembangan penting dalam kehidupan seorang anak, ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Permasalahan yang paling utama adalah rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Dengan adanya persoalan kesehatan reproduksi tersebut, maka pemberian informasi, layanan dan pendidikan kesehatan reproduksi menjadi sangat penting. Permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi karena kurangnya informasi dan pemahaman. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui adakah Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Untuk Mempersiapkan Masa Pubertas Pada Anak di SD Negeri 2 Gunung Tiga Lampung Timur Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperiment one group Pre-test – Post-test.  Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi Kelas V dan VI yang berjumlah 45 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang Masa pubertas, dianalisis menggunakan  uji statistik paired T-Test karena data berdistribusi normal. Hasil penelitian di dapatkan rata-rata sebelum pemberian edukasi minimum 27, maximum 43 mean 34.53 dan std deviation 3.935 dan Sesudah pemberian edukasi minimum 36, maximum 51 mean 41.44 dan std deviation 3.159. Uji statistik  menunjukan p-value 0,000 <0.05 yang berarti ada pengaruh pemberian edukasi  kesehatan terhadap pengetahuan. Saran untuk Sd Negeri 2 Gunung Tiga diharapkan dapat menjadikan media leafleat sebagai edukasi rutin di sekolah untuk meningkatkan pemahaman dan mempersiapkan masa pubertas.