Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL BIOSAINSTEK

Workshop Pelayanan Gizi bagi Orang dengan HIV AIDS Lestari, Tutik; Muhlis, Mudini; Yamko, Ridwan; Sumiati, Tati; Andiani, Andiani; Surasno, Diah Merdekawati; Rahayu, Agustin; Mansur, Suryani
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 5 No 1 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i1.1384

Abstract

Gizi yang adekuat pada ODHA dapat mencegah kurang gizi, menghambat perkembangan HIV, meningkatkan daya tahan terhadap infeksi opportunistik, memperbaiki efektifitas pengobatan dan memperbaiki kualitas hidup. Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petugas gizi dalam memberikan layanan gizi untuk ODHA di Puskesmas Kota Ternate dan Rumah Sakit Chasan Boesoirie. Peserta diikuti oleh 16 peserta dengan tingkat pendidikan diploma III sebanyak 12 orang dan sarjana sebanyak 4 orang. Rata-rata peserta dapat menjawab dengan benar terkait HIV AIDS serta kebutuhan gizi bagi ODHA. Faktor pendukung kegiatan ini diantaranya adanya kerjasama dengan KPA Kota Ternate, sarana prasarana yang mendukung serta peserta tetap antusias selama 3 hari kegiatan tersebut. Peserta mampu memahami peran sebagai petugas gizi dalam melayani masalah gizi bagi ODHA.
Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Stunting Andiani, Andiani; Lestari, Tutik; Sumiati, Tati
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 5 No 2 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i2.1641

Abstract

Pemenuhan gizi pada masa anak-anak dapat menentukan banyak aspek kehidupan dikemudian hari, seperti kesehatan, prestasi, intelektualitas dan produktivitas pada masa remaja dan dewasa. Stunting merupakan salah satu indikasi kejadian kurang gizi pada anak-anak. Dikatakan pendek jika nilai z-scorenya panjang atau tinggi badan menurut umur <-2 standar deviasi, dikatakan stunted dan <-3 SD dikatakan severely stunted. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang stunting. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif, populasinya adalah siswa/i SLTP yang mengikuti kegiatan Jumpa Bakti Persahabatan IV tahun 2021 sebanyak 294 dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori kurang sebanyak 37 orang dan sebagian kecil kategori baik sebanyak 13 orang. Hal ini didasarkan karena remaja kurang mendapatkan informasi tentang stunting baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal
The Relationship Between Specific and Sensitive Nutrition Interventions and the Incidence of Stunting in Toddlers Andiani, Andiani; Lestari, Tutik; Supriyatni, Nani; Sumiati, Tati
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 7 No 1 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i1.2306

Abstract

Stunting, or below-standard height, is a nutritional problem commonly found in developing countries. Stunting negatively impacts growth, development, and productivity. It can increase the risk of infectious diseases, chronic diseases, and death, which will subsequently reduce work productivity in adulthood. Children who cannot catch up on growth later on can cause bigger problems, and in the future, Indonesia may experience a lost generation. Method: This study uses a descriptive-analytical method with a cross-sectional research design. The population consisted of all mothers with toddlers aged 0-59 months in 2021, totaling 520 toddlers, while the sample included 99 mothers of toddlers. Data collection on toddlers was conducted by measuring body length/height with a microtoise BB to determine stunting status and using a questionnaire. The research results were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. Results: Specific nutrition interventions, when viewed from the PMT variable (0.035), IMD counseling and exclusive breastfeeding (0.001), vitamin A capsule administration (0.022), and immunization (0.036), are related to the incidence of stunting in toddlers. Meanwhile, sensitive nutrition interventions, when viewed from the information variable (0.030) about stunting, are related to the incidence of stunting in toddlers. Conclusion: Preventing stunting requires appropriate handling through both specific and sensitive nutritional interventions together. The research results indicate that there are 5 variables related to the occurrence of stunting in toddlers, including PMT, IMD counseling and exclusive breastfeeding, administration of vitamin A capsules, immunization, and provision of information about stunting.
Environmental Health Inspection of Public Facility Locations in the Working Area of Puskesmas Gandasuli Nurintani, Nurintani; Fauzi, Murti; Lestari, Tutik; Suharto, Suharto; Andiani, Andiani; Supriyatni, Nani; Sumiati, Tati; Iriyani, Julfa Ida; Sanusi, Nurnia; Patisausiwa, Aulia
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 7 No 1 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i1.2351

Abstract

To ensure that the school environment remains healthy and students have healthy lifestyles, school environment inspections are necessary. According to the law, every child in Indonesia is entitled to a healthy, safe, and comfortable school environment. The goal of school health is to ensure that students' life skills can be enhanced in a healthy environment, where they can learn comfortably and grow optimally to become high-quality individuals. This community service aims to identify environmental sanitation risks in public facilities, particularly schools. The method used was direct observation of the school's condition using the previously prepared IKL form, followed by interviews with relevant parties to reinforce the findings. The results still found several schools with conditions that do not meet health standards. It is hoped that with the implementation of school environmental health inspections, the school authorities will improve in providing adequate school facilities to realize a healthy school. It is hoped that with the implementation of school environmental health inspections, the school authorities will improve in providing adequate school facilities to realize a healthy school.