Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Krim Ekstrak Etanol Buah Salak (Salacca Zalacca) pada Propionibacterium Acne Mayang Sari; Yulisa Kartika; Syahrina
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3: Februari 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelainan pada kulit akibat penyumbatan saluran lemak sehingga terjadi penumpukan lemak dan disertai radang yang biasa kita sebut jerawat. Krim, salah satu sediaan farmasi yang digunakan secara topikal untuk pengobatan berbagai penyakit kulit,krim lebih banyak digunakan karena praktis,lebih mudah digunakan menimbulkan rasa dingin, memberikan rasa nyaman, mudah dibersihkan dari kulit. Buah salak mengandung senyawa aktif yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Buah salak mengandung berbagai senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, dan alkaloid. Metode dalam penelitian ini menggunakan eksperimental, sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstrak etanol buah salak yang diformulasikan menjadi krim antibakteri (15%,20%,30%). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim antibakteri yang mengandung ekstrak etanol buah salak memenuhi syarat uji organolepis, uji pH, uji homogenitas, uji tipe emulsi, uji stabilitas. Krim ekstrak etanol buah salak pada konsentrasi 15% didapatkan rata-rata zona hambat 12,9 mm, pada konsentrasi 20% didapatkan rata-rata zona hambat sebesar 13,2 mm, pada konsentrasi 30% didapatkan rata-rata zona hambat sebesar 16,6 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol buah salak dapat diformulasikan menjadi sediaan krim antibakteri. Krim ekstrak buah salak (Salacca zalacca) pada konsentrasi 30% memiliki rata-rata zona hambat paling besar 16,6 mm (kategori kuat) sangat efektif menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acne.
Pengujian Pengujian Kadar Natrium Benzoat Pada Saus Sambal Kemasan dari Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Mayang Sari Nurman; Afriadi; Silvia Anel Fiarti
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 8: Juli 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natrium Benzoat sebagai pengawet yang dipersyaratkan pada bahan makanan sudah seharusnya di sesuaikan dengan ketentuan yang berlaku saat ini. Salah satu tambahan pada makanan yang diminati saat ini adalah saus sambal yang bahan bakunya diperoleh dari bahan utama cabai yang matang dan baik. Pengawet berperan menjaga kualitas saus yang tetap baik dalam waktu lama, seperti natrium benzoat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan dan kadar benzoat dalam saus sambal kemasan yang beredar di pasar kota Medan. Identifikasi telah dilakukan reaksi warna (kualitatif), dan penentuan kadar senyawa benzoat dengan metode Spektrofotometri Uv-Vis. Pada sembilan sampel yang diteliti diperoleh mengandung pengawet natrium benzoat melalui uji kualitatifnya. Dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis, panjang gelombang 271 nm diperoleh rentang kadar beberapa sampel dari 48,9845 mg/kg sampai 97,3628 mg/kg. Dan penggunaan Natrium benzoat tidak melebihi kandungan Natrium benzoat yang dipersyaratkan pada 1000 mg/kg sesusai Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019.
Formulasi dan Stabilitas Body Scrub dari Ekstrak Etanol Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai Pelembab Kulit Mayang Sari; Adek Chan; Vadilla Elvani
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9: Agustus 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i9.2157

Abstract

Kulit buah manggis memiliki senyawa xanthone yang berkhasiat sebagai antioksidan dan berfungsi sebagai antibakteri, antikanker, antijamur, antimikroba, dan antiradang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pembuatan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) menjadi sediaan body scrub sebagai pelembab kulit dan menentukan stabilitas mutu fisik sediaan body scrub. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yang meliputi tahap pengumpulan sampel, pembuatan sediaan bodyscrub ekstrak kulit buah manggis dengan konsentrasi 3%, 5% dan 7%. Mutu sediaan (uji organoleptis, uji pH, uji iritasi, uji daya sebar, uji viskositas, uji stabilitas, uji hedonik), efektivitas sediaan (kelembaban) pada sukarelawan. Sediaan berwarna putih kecoklatan hingga coklat, berbau kopi dan berbentuk semi padat. Rentang sediaan pH 6,5-7,2, Sediaan memenuhi syarat daya sebar, viskositas dalam rentang 6,954-9,732 cPs, tidak menimbulkan iritasi kulit, dan sediaan stabil selama penyimpanan 6 siklus (cycling test). Kulit manggis (Garcinia Mangostana L.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan body scrub yang stabil untuk melembabkan kulit.
Kualitas Air Sumur Gali Berdasarkan Parameter Fisik dan Biologi di Desa Teupin Bayu, Aceh Utara Mayang Sari; Hanafis Sastra Winata; Siti Intan Masturi
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 11: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i11.2321

Abstract

Kebutuhan air pada masyarakat di desa Teupin Bayu Aceh Utara, sehari-hari bersumber dari sumur gali. Dan air yang diperoleh tersebut digunakan untuk berbagai aktifitas seperti untuk masak dan minum, mencuci pakaian, mandi dan sebaginya. Syarat baku mutu air berdasarkan Permenkes RI no.32 tahun 2017 pada parameter Fisik dan parameter Biologi telah dipersyaratkan. Pada penelitian ini, metode eksperimental dilakukan dengan mengambil sampel air sumur gali sebanyak 19 titik pengambilan di wilayah timur, selatan, barat dan utara dari desa Teupin Bayu. Parameter uji yang dilakukan pada : warna, rasa, bau dan total coliform. Hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat 3 sampel air sumur gali yang tidak memenuhi parameter fisik warna (> 50 TCU). Pada uji rasa, 11 sampel tidak sesuai dengan standard yaitu ada rasa pada sampel air. Dan untuk uji fisik bau, terdapat 3 sampel yang memiliki bau. Parameter biologi yang telah diuji, dari 19 sampel seluruhnya memiliki total coliform lebih kecil dari 50 CFU/100ml dan memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan.