Saat ini di daerah Tuban Tuak siwalan (Borasuss Flabellifer Linn) hanya dimanfaatkan sebagai minuman olehkalangan muda dan tua. Padahal, Tuak siwalan (Borassus Flabellifer Linn) mengandung 36,1 mg karbohidrat yangdapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanoltertinggi pada Tuak siwalan (Borassus Flabellifer Linn) dengan variasi jumlah khamir (Saccharomyces Cereviceae)dan lama fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu fermentasi maka kadar etanol yangdihasilkan semakin tinggi. Dengan memvariasikan waktu fermentasi maka diperoleh waktu fermentasi terbaik yaitu24 jam dan dengan memvariasikan jumlah khamir maka diperoleh jumlah khamir terbaik yaitu 40 gram dengan kadaretanol sebesar 96% setelah melalui proses destilasi bertingkat